Anda di halaman 1dari 16

SIMPLISIA YANG MENGANDUNG MINYAK ATSIRI

Simplisia Biji Pala (Myristicae Semen) dari Tanaman


Myristica fragans Houtt.

KELOMPOK 2

Anggota Kelompok :

1. Hana Sofiana Maghfira 051711133030


2. Mareta Putri Anugrahswari 051711133034
3. Salsabila Aprilia Rizqi 051711133039
4. A.A Istri Yuliandani 051711133043
5. A.A Istri Wiryaandari 051711133044
6. Annisa Sekar Danamonika 051711133051
7. Tis’a Febriyanti 051711133055
Latar Belakang
Rumusan Masalah
1. Bagian apa dari tanaman pala yang mengandung minyak atsiri?
2. Bagaimana ciri makroskopis dan mikroskopis dari simplisia Myristicae Semen?
3. Apa saja kandungan senyawa yang terdapat pada simplisia Myristicae Semen?
4. Apa saja manfaat minyak atsiri yang terkandung pada simplisia Myristicae
Semen?

Tujuan
1. Untuk mengetahui bagian dari tanaman pala yang mengandung minyak atsiri
2. Untuk mengetahui ciri makroskopis dan mikroskopis dari simplisia Myristicae Semen
3. Untuk mengetahui kandungan senyawa yang terdapat pada simplisia Myristicae Semen
4. Untuk mengetahui manfaat minyak atsiri yang terkandung pada simplisia Myristicae
Semen

Manfaat
1. Dapat mengetahui bagian dari tanaman pala yang mengandung minyak atsiri
2. Dapat mengetahui ciri makroskopis dan mikroskopis dari simplisia Myristicae Semen
3. Dapat mengetahui kandungan senyawa yang terdapat pada simplisia Myristicae
Semen
4. Dapat mengetahui manfaat minyak atsiri yang terkandung pada simplisia Myristicae
Semen
Identitasi Tanaman
Nama Ilmiah : Myristica fragrans Houtt.
Nama Sinonim :-
Nama Lokal : Sumatra : Falo (Nias), pala (Melayu),
pala (Minangkabau), pahalo (Lampung). Jawa : Pala
(Sunda), pala (Madura). Sulawesi : Pala (Roti), palagana
(Makasar), pala (Bugis). Nusatenggara : Bubula, bubura,
palo (Timor), baikor (Kai). Maluku : Kuhipun (Buru), ulias
palalao (Nusa laut), gosora (Halmahera), gosora (Ternate
dan Tidore). Indonesia : Pala
Genus : Myristica
Familia : Myristicaceae
Ciri Tanaman

Daun bulat telur atau


Pohon, bertajuk rimbun,
elips lonjong, warna Bunga malai
tinggi 18 m
hijau mengkilat

Biji warna coklat,


Buah agak bulat, licin, lonjong, berongga, warna
warna kuning kulit ari putih
kekuningan-merah tua
Ekologi dan Penyebaran
Tumbuh di daerah tropis

Tumbuh baik di suhu 25 -


30C

Ketinggian : 700 m dari


permukaan laut

Iklim lembab dan panas

Curah hujan : 2000-3500


mm

PULAU BANDA
Bagian Tanaman yang
Digunakan
Bagian Tanaman : Biji (berasal dari inti biji buah
masak Myristica fragrans Houtt)

Nama Simplisia : Myristicae Semen


Daun
Identifikasi Makroskopis  berbentuk bulat telur atau
elips memanjang,
Buah berbentuk pir lebar, 4 – 6  pangkal runcing, ujung
kali 3 – 5,5 cm, gundul, kuning meruncing,
kecokelatan – oranye.  sisi bawah daun hijau
Pohon, tinggi kebiruan pucat, sisi atas
5 – 18 m daun hijau tua,
 5 – 15 kali 3 -7 cm,
 waktu diremas berbau
harum.

Bunga kuning, pada pangkal dengan daun pelindung yang


membulat, bunga jantan 1 – 20 dan yang betina 1 – 2
menjadi satu dalam malai yang gundul dan bercabang
sedikit, yang tumbuh muncul sedikit di atas ketiak daun.
Identifikasi Makroskopis Simplisia

Bentuk inti biji bulat telur,


panjang 2 cm sampai 3 cm, lebar
Warna permukaan luar cokelat muda 1,5 cm sampai 2 cm
sampai cokelat kelabu dengan bintik dan Permukaan luar juga berlaur
garis-garis kecil berwarna cokelat tua dangkal yang berupa anyaman
sampai cokelat tua kemerahan jala
Inti biji terdiri dari endosperm
Perisperm menembus endosperm dengan banyak
berwarna cokelat muda sampai
lipatan, menimbulkan gambaran berkelok-kelok
cokelat pucat, diliputi oleh
berwarna cokelat sampai cokelat tua pada irisan
perisperm tipis berwarna cokelat
melintang
tua
Identifikasi Mikroskopis Simplisia

 Gambar Penampang Melintang Biji Pala (MMI IV hal 82)

Keterangan:
1. Perisperm primer
2. Endosperm
3. Butir pati
4. Aleuron
5. Perisperm sekunder
6. Berkas pembuluh
7. Sel minyak
• Gambar Fragmen pada Serbuk Biji Pala ( MMI Gambar Sebuk Biji Pala
IV hal 82)

Keterangan:
1. Perisperm sekunder dengan sel minyak
2. Endosperm dengan butir pati dan aleuron
3. Butir pati
4. Perisperm primer terlihat tangensial
5. Berkas pembuluh
Kandungan Senyawa Myristicae Semen

Biji dan kulit buah mengandung minyak atsiri :


Terutama monofen (kamfen), sinen, diterpen, pinen, linalool, bomeol,
terpeneol, eugenol, miristen, isoeugenol; 2-(4-allil-2,6-dihidroksifenoksi)-l-
(3,4-dihidroksifenil)-l-propanol, austobalignan 7; 2,3-dihidro-7-metoksi-2-
(3-methoxy-4,5-methylenedioxyphenyl)-3-methyl-5-(l-profenilbenzofuran.
2,6 dimetoksi-4-(2-propenil)fenol; a-[l-[2,6-dimetoksi-4-(2-propenil)
fenoksi]etil]-4-hidroksi-3-metoksibenzenametanol, elemisin, fragransin A2,
fragransin Bt, fragransin B2, fragransin B3, fragransin D,, fragransol A,
fragransol B, guaiasin, 7-hidroksiaustobailignan 5, l-(4-hidroksi-3,5-
dimetoksifenoll)2-[2-metoksi-4-(1-propenil)fenoksi]-1-propanol,
isomiristisin ((E)-Form), isomiristisin ((Z)-Form), macelignan, machilin,
sabinen, safrol dan virolongin B.3)
Manfaat Myristicae Semen
Khasiat
Karminatif/Sedatif, Antihipertensi Aktivitas Farmakologi

Infusa biji pala 10% serta seduhan biji pala pada konsentrasi 60%
dan 80% yang diberikan secara oral pada mencit menunjukkan
seduhan biji pala memiliki efek sedatif sebab ada perbedaan yang
bermakna antara sebelum dan sesudah pemberian seduhan biji pala.

Pada jurnal “Kombinasi Salam, Pegagan, Alang-Alang, dan Pala


Terhadap Fungsi Kardiovaskuler Pasien Hipertensi Esensial” oleh
Ulfatun Nisa dan Tyas Friska Dewi, Biji pala dapat berperan dalam
merangsang proses tidur karena melibatkan reseptor GABA yang
merupakan komponen hipnotik-sedatif, anestesi umum,
benzodiazepin dan barbiturat.

Pengujian efek sedatif (dapat meringankan gangguan tidur)


minyak biji pala dengan pembawa minyak kelapa menggunakan
metode perpanjangan waktu tidur, menunjukkan bahwa
kelompok minyak pala (konsentrasi 0,03% dengan pembawa
minyak kelapa) pada dosis 16,90 1 l/kg BB dan kelompok
aromaterapi (secara inhalasi) selama dua jam dengan
konsentrasi 0,40 g/mL dalam minyak kelapa mampu
memperpanjang durasi tidur tiopental secara bermakna.
Kesimpulan

1. Tanaman Pala (Myristica fragrans) yang mengandung minyak atsiri pada bagian
bijinya (Semen) dengan nama simplisianya Myristicae Semen.
2. Biji Pala (Myristicae Semen) memiliki ciri makrospkopik bentuk inti biji bulat
telur, panjang 2 cm sampai 3 cm, lebar 1,5 cm sampai 2 cm, warna permukaan
luar cokelat muda sampai cokelat kelabu dengan bintik dan garis-garis kecil
berwarna cokelat tua sampai cokelat tua kemerahan, permukaan luar juga
berlaur dangkal yang berupa anyaman jala.
3. Secara mikroskopik simplisia Myristicae Semen terdapat perisperm dengan sel
minyak , berkas pembuluh, endosperm, butir pati ,dan butir aleuron.
4. Simplisia biji pala (Myristicae Semen) mengandung minyak atsiri terutama
monofen (kamfen) yang berfungsi sebagai sedatif/karminatif dan secara tidak
langsung dapat berperan sebagai antihipertensi.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2008 , Acuan Sediaan Herbal, Volume 4 Edisi I Departemen Kesehatan Republik
Indonesia Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Direktur Jenderal POM,
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1980. Materia Medika Indonesia Jilid IV. Halaman
81-82. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
https://www.farmasiexperience.com/laporan-praktikum-farmakognosi-analisis-kualitatif-
simplisia-biji-semen/. Diakses pada tanggal 20 Mei 2019.
Nisa, Ulfatun dan Tyas Friska Dewi. 2018. “Kombinasi Salam, Pegagan, Alang-Alang, dan
Pala Terhadap Fungsi Kardiovaskuler Pasien Hipertensi Esensial”. Tawangmangu. 58: 65-
66.
Nurdjannah, N. 2007. Teknologi Pengolahan Pala. Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan
Pascapanen Pertanian. IPB. Bogor.
Steenis, C.G.G.J. Van, et all. 2013. Flora. Jakarta Timur: PT. Balai Pustaka (Persero).
Sukardiman, dkk. 2013. Buku Ajar Farmakognosi Jilid 1. Surabaya. Airlangga University Press
TERIMAKASIH