Anda di halaman 1dari 8

PENILAIAN MOCA-INA DI POSYANDU LANSIA

ANGGREK
KELURAHAN KRANGGAN

dr. Naufal Faruq Purwanto


Data Demografi..
Jenis kelamin

Jumlah responden : Laki-laki


17 orang 11.7%

Jenis kelamin
Laki-laki = 2 orang 88.2%

Perempuan = 15 orang Perempuan


Data Demografi..
• Usia rerata = 70.88 tahun
• Minimal usia = 60 tahun
• Maximal usia = 84 tahun
90
80
USIA (tahun)

70
60
50
40
30
20
10
0
Data Demografi..
6

0
TIDAK SEKOLAH (1) SD (6) SMP (4) SMA (5) SARJANA (1)

Pendidikan terakhir :
TIDAK SEKOLAH = 1 orang SMA = 5 orang
SD = 6 orang SARJANA = 1 orang
SMP = 4 orang
Data Demografi..
faktor risiko = 10 orang tanpa faktor risiko = 7 orang

41%
DM type 2 = 2 orang
Hipertensi = 4 orang
Cholesterol = 1 orang
DM + Merokok = 1 orang
DM + cholesterol + hipertensi = 1 orang 59%
DM+ hipertensi + asam urat + cholesterol = 1 orang
Data Demografi..
PENURUNAN KOGNITIF

NORMAL

AAMI (Age Associated Memory I

41% 47% MCI (Mild Cognitive Impairment )

DEMENTIA

12%
PENURUNAN KOGNITIF PENANGGULANGAN
HASIL
NO NAMA RESPONDEN MOCA- BRAIN
USIA PENDIDIKA INA NORMA
AAMI MCI
DEMENTI BRAIN BRAIN
RESTORATI faktor
L A LEARNING EXERCISE
N ON riw. DM riw. HT lain-lain risiko
1 Ny. Su 70 SD 29 V V tidak tidak - -
2 Ny. S 67 SMA 23 V V tidak ya - +
3 Ny. S 81 SD 19 V V ya tidak - +
4 Ny. M 62 SMP 25 V V ya ya koles +
5 Tn. Le 84 SD 13 V V ya tidak merokok +
6 Ny. Ma 73 SMP 24 V V tidak ya - +
7 Ny. Ver 72 SMP 24 V V ya tidak - +
8 Ny. Nu 64 SMA 24 V V tidak tidak koles +
tidak
9 Ny. Sar 73 sekolah 17 V V tidak tidak - -
10 Ny. Rom 82 SMP 14 V V tidak tidak - -
koles, asam
11 Ny. Wi 69 SMA 28 V V ya ya urat +
12 Ny. Sis 60 S1 30 V V tidak ya - +
13 Tn. Kam 79 SD 28 V V tidak tidak - -
14 Ny. Wid 77 SMA 26 V V tidak tidak - -
15 Ny. Tr 62 SD 29 V V tidak tidak - -
16 Ny. Ha 65 SMA 26 V V tidak tidak - -
17 Ny. Kad 65 SD 27 V V tidak ya - +
Resume..
Dari 17 lansia di posyandu Anggrek Kranggan yang
mengikuti pemeriksaan skor moca-INA, 8 orang normal,
2 orang mengalami AAMI, dan 7 orang MCI.

Terdapat 1 orang yang memiliki banyak faktor risiko


justru memiliki hasil normal, mungkin disebabkan
faktor lain seperti pendidikan, dan kegiatan sehari-hari