Anda di halaman 1dari 20

TUGAS AKHIR

STUDI PERILAKU KONSUMSI ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG


PERKANTORAN DI INDONESIA

YOLA OCTAVIANI ASRI


1510931002

Dosen Pembimbing :
Prima Fithri, M.T
Dr. Eng. Lusi Susanti
Sistematika Penulisan
Pendahuluan
01 Bab ini menjelaskan mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah,
tujuan penelitian, batasan masalah dan sistematika penulisan.

Landasan Teori
02 Bab ini berisikan tentang teori-teori yang berhubungan dengan penelitian.

Metodologi Penelitian
03 Bab ini berisikan tentang tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian
BAB I

PENDAHULUAN
Perkantoran, pertokoan, pabrik atau
industri skala kecil hingga besar, pusat
Kebutuhan utama dalam perbelanjaan, rumah tangga bahkan
kelangsungan hidup ditempat yang lainnya yang
manusia memerlukan tenaga listrik

Energi
Listrik
Pertumbuhan konsumsi
energi Indonesia rata-rata
mencapai 4% per tahun

Sumber : Kementerian ESDM , Perusahaan Listrik Negara, PT (Persero)


PLN, 2018
Proyeksi Konsumsi Listrik Perkapita Indonesia (2018-
2027) Semakin meningkatnya konsumsi energi listrik
setiap tahunnya, maka semakin bertambah juga
penduduk yang mengkonsumsi energi listrik

98,67
%

Upaya pemerintah dalam mengatasi kekurangan pasok


an listrik adalah dilakukan kebijakan yaitu kebijakan
konversi energi atau penghematan energi listrik
Sumber : Kementerian ESDM , Perusahaan Listrik Negara,
PT (Persero) PLN, 2018)
Perilaku Hemat Energi
Penghematan Listrik
Listrik

Yang sering
• lampu dibiarkan menyala pada siang dilakukan
hari yang terang benderang
• meninggalkan ruangan terlalu lama sem
entara AC dan lampu dibiarkan menyala
BOROS • komputer tetap dibiarkan hidup semen
tara tidak digunakan sama sekali dan la
in sebagainya.
Pemborosan energi listrik

20%

Faktor Manusia
Faktor Teknis

80%
Pemborosan energi listrik di beberapa sektor

Salah satu berita di harian nasi


Rumah Tangga 10 %
Konsumsi energi listrik di gedung onal menyebutkan bahwa pengg
Industri 25%
Toko-toko dan Pasar 25%
perkantoran menghabiskan 70 hi unaan listrik di sejumlah kemen
Kantor pemerintah 25-30% ngga 300 kWh atau sama dengan trian masih boros.
(PT Energy Management In 10 hingga 20 kali lebih besar dari (Poskota News, 2016).
donesia) konsumsi energi di rumah tangga.
Adapun kantor kementrian ters
ebut adalah kementrian keuang
an, kementrian pertanian, keme
ntrian pekerjaan umum, kement
rian hukum dan HAM, dan keme
Sektor publik pada gedung ntrian perdagangan
perkantoran merupakan sumber
pemborosan energi listrik
Penghematan Energi
Perubahan perilaku
Listrik

Teori Planned
Behavior

Perceived behavior
Sikap Norma Subyektif
control
Rumusan Masalah Tujuan Batasan Masalah

Berdasarkan latar Batasan masalah pada


1. Mengetahui faktor-faktor pola penelitian ini adalah
belakang diatas, maka perilaku konsumsi energi listrik
perumusan masalah dalam objek penelitian
pada gedung-gedung perkantoran di dilakukan pada gedung-
penelitian ini adalah sektor publik.
bagaimana perilaku gedung perkantoran
2. Mengidentifikasi hubungan pada sektor publik.
konsumsi energi listrik karakteristik konsumen sektor
saat ini di sektor publik. publik dengan pola perilaku
konsumsi energi listrik pada gedung
perkantoran di sektor publik.
3. Merekomendasikan model-model
intervensi yang paling optimal untuk
merubah perilaku
BAB II

LANDASAN TEORI
Energi, Listrik dan Golongan Theory Planned Karakteristik Hemat Energi Listrik
Energi Listrik Konsumen Listrik Behavior Konsumen Sektor Publik

Panduan Perilaku Teknik


Intervensi Hemat Penelitian
Hemat Energi Listrik Pengambilan Data Cross Tabulation
Energi Listrik Terdahulu
Sektor Publik dan Sampling Data
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian Pendahuluan Pengumpulan Data
Tahapan ini terdiri atas Data primer didapatkan dari
serangkaian aktivitas yaitu studi penyebaran kuesioner dan data
pendahuluan, studi literatur, 01 03 sekunder didapatkan dari data
identifikasi masalah, perumusan Kementrian ESDM dan PT PLN.
masalah dan menentukan
tujuan penelitian.
Metodologi
Penelitian
Pemilihan Metode Pengambilan Populasi dan
Sampel
Teori Planned Behavior. Untuk
Populasinya adalah pengguna
mengetahui korelasi digunakan
metode statistik cross tabulation
02 04 listrik yang berada pada sektor
dan dilakukan uji statistic chi- publik di Indonesia dengan
square. jumlah sampel sebanyak 385
orang
Pembuatan Kuesioner Analisis
Kuesioner disusun berdasarkan Untuk mengetahui hubungan
kriteria yang sudah didapatkan antara karakteristik pengguna
dari studi literatur. 05 07 listrik pada gedung perkantoran
disektor publik dengan perilaku
hemat energi.

Metodologi
Penelitian
Pengolahan Data Penutup
Langkah pertama dilakukan uji
Berisikan kesimpulan dan saran.
validitas dan reliabilitas
kuesioner, Langkah kedua
06 08
pengolahan data dengan
bantuan software SPSS 16.0
Mulai

Studi Pendahuluan Studi Literatur


Berdasarkan data Kementrian Buku, jurnal, berita, materi
ESDM konsumsi energi listrik publikasi resmi pemerintahan,
meningkat setiap tahunnya. laporan tugas akhir dan tesis.

Identifikasi Masalah
Konsumsi energi listrik yang semakin
meningkat, sehingga diperlukan penghematan
energi listrik dengan adanya perilaku hemat
energi oleh pemakai energi listrik.

Flowchart Perumusan Masalah


Perilaku penghematan energi listrik di sektor
publik di Indonesia

Menetapkan Tujuan Penelitian


1. Mengetahui faktor-faktor pola perilaku
konsumsi energi listrik pada gedung perkantoran
di sektor publik.
2. Mengidentifikasi hubungan karakteristik
konsumen sektor publik dengan pola perilaku
konsumsi energi listrik pada gedung perkantoran
di sektor publik.
3. Merekomendasi model-model intervensi yang
paling optimal untuk merubah perilaku.

A
A

Pemilihan Metode
Metode yang digunakan adalah metode planned
behavior. Untuk mengetahui korelasi digunakan
metode statistik yaitu cross tabulation. Lalu,
dilakukan uji statistik chi-square untuk
mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara
karakteristik konsumen sektor publik dengan
perilaku konsumsi energi listrik di sektor publik.

Pengumpulan Data
Data primer di dapatkan dari penyebaran
kuesioner dan data sekunder didapatkan dari data
Kementrian ESDM dan PT (Persero) Perusahaan
Listrik Negara.

Pengambilan Populasi dan Sampel


Populasinya adalah pengguna energi listrik yang
berada pada sektor publik di Indonesia. Sampel
yang diambil sejumlah 385 orang.
Flowchart
Pembuatan Penyebaran Kuesioner
Kuesioner disusun berdasarkan kriteria yang
sudah didapatkan dari studi literatur.

Pengolahan Data

1. Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner

Ya

Tidak
Valid dan
Reliabel?

B
B

Pengolahan Data

2. Pengolahan Data dengan SPSS 16.0

A. Metode Tabulasi Silang (Crosstab)

B. Uji Chi Square


Flowchart

Analisis
Analisis dilakukan untuk mengetahui hubungan
antara karakteristik pengguna listrik pada gedung
perkantoran disektor publik dengan perilaku
hemat energi.

Penutup
Berisi kesimpulan dan saran dari penelitian
.

Selesai
Terima Kasih