Anda di halaman 1dari 29

PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA KLB

KERACUNAN PANGAN

Hary Satrisno, SKM., MPH.


Epidemiologist Dinkes Kab. Kapuas
GAMBARAN KLB KERACUNAN
PANGAN
SISTEMATIKA
PENYAJIAN TABULASI DATA

PERHITUNGAN ATTACK RATE

PERHITUNGAN MASA
INKUBASI

KURVA EPIDEMIK

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS
PENYEBAB KLB KERACUNAN
PANGAN
GAMBARAN
KLBPANGAN
KERACUNAN
Keracunan pangan
Seseorang yang menderita sakit dengan
gejala dan tanda keracunan yang disebabkan
karena mengonsumsi pangan yang diduga
mengandung cemaran biologis atau kimia
(Permenkes No.2 tahun 2013 pasal 1 ayat 2)

KLB Keracunan Pangan


Suatu kejadian dimana terdapat dua orang
atau lebih yang menderita sakit dengan
gejala yang sama atau hampir sama setelah
mengonsumsi pangan, dan berdasarkan
analisis epidemiologi, pangan tersebut
terbukti sebagai sumber keracunan
(Permenkes No.2 tahun 2013 pasal 1 ayat 4)
Analisis Epidemiologi

Analisis epidemiologi merupakan analisa


pengambilan keputusan untuk melihat
deskripsi/gambaran kasus, deteksi terhadap
determinan (faktor-faktor yang mempengaruhi)
dan bagaimana kita dapat membuat rencana
aksi dari permasalahan yang ada.
Penyelidikan Epidemiologi KLB Keracunan Pangan

Serangkaian tindakan yang dilakukan dengan


tujuan untuk mengetahui agen penyebab KLB
keracunan pangan, gambaran epidemiologi dan
kelompok masyarakat yang terancam keracunan
pangan, sumber dan cara terjadinya keracunan
pangan, serta menentukan cara penanggulangan
yang efektif dan efisien.
TABULA
DATA
SI
TABULASI DATA
Tabulasi data adalah pembuatan data yang berisikan berbagai
data yang sudah sesuai dengan analisis yang dibutuhkan (Hasan,
2006).

Macam-macam tabulasi data antara lain:


1. Tabel analisis adalah tabel yang berisi informasi yang sudah
dianalisis.
2. Tabel pemindahan, yaitu tabel yang digunakan sebagai
tempat untuk memindahkan kode dari
pemantauan/kuisioner  berfungsi sebagai arsip.
3. Tabel biasa, yaitu tabel yang disusun berdasarkan tujuan
tertentu dan sifat responden tertentu.
Tahapan Tabulasi Data

Data Collect/
Kasus/KLB Pengkajian Tabulasi Data
Risk Factor
CONTOH TABULASI DATA
PERHITUNG
AN
ATTACK
RATE (AR)
3 JENIS PENGUKURAN ANGKA
KESAKITAN/MORBIDITAS

Incidence Rate Prevalence Rate Attack Rate


Frekuensi penyakit lama dan baru Jumlah kasus/penyakit baru
Frekuensi penyakit baru yang
yang berjangkit dalam masyarakat dalam waktu wabah yang
berjangkit dalam masyarakat di berjangkit dalam masyarakat di
suatu tempat/wilayah/negara di suatu tempat/ wilayah/ negara
suatu tempat/ wilayah/ negara
dalam waktu tertentu pada waktu tertentu pada waktu tertentu
Pengukuran mortality rate, antara lain:

Crude Death Rate Case Fatality Rate Maternal Mortality Rate


Angka kematian kasar atau jumlah Persentase angka kematian oleh (MMR)
seluruh kematian selama satu tahun sebab penyakit tertentu, untuk Jumlah kematian ibu oleh sebab
dibagi jumlah penduduk pada menentukan kegawatan/keganasan kehamilan/ melahirkan/ nifas (sampai 42
pertengahan tahun penyakit tersebut hari post partum) per 100.000 kelahiran
hidup
Pada kasus klb, 2 ukuran penting yang harus diketahui adalah
attack rate (AR) dan case fatality rate (CFR)
AR =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑠𝑢𝑠 𝐾𝐿𝐵 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒 𝐾𝐿𝐵
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑜𝑝𝑢𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑟𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛 (𝑝𝑜𝑝𝑢𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑎𝑡 𝑟𝑖𝑠𝑘)
xk

CFR =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑠𝑢𝑠 𝐾𝐿𝐵 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒 𝐾𝐿𝐵
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑠𝑢𝑠 𝐾𝐿𝐵 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒 𝐾𝐿𝐵
xk
Contoh: Perhitungan Attack Rate (AR)
Menurut Umur
Populasi
Gol. Umur Kasus Meninggal Attack Rate CFR
Rentan
< 15 tahun 50 5 0 10 0

15-24 tahun 2500 600 0 24 0

25-44 tahun 1000 50 0 5 0

45 tahun + 100 5 0 5 0

Total 3650 660 0 18 0


Contoh Perhitungan Attack Rate (AR)
Per Variabel Makanan
Makan Tidak Makan
Jenis Makanan RR
Sakit Populasi AR % Sakit Populasi AR %

Nasi 267 284 94.01 32 38 84.21 1.11

Telur masak merah 291 307 94.78 8 15 53.33 1.77

Kurma 194 204 95.09 105 118 88.98 1.06

Kue Roti 170 179 94.97 121 135 89.62 1.05


Perhitungan
Masa
inkubasi
Masa inkubasi keracunan pangan
Adalah selang waktu yang berlangsung sejak masuknya paparan/pajanan/exposure
hingga gejala-gejala pertama kali muncul.

Waktu antara saat makan makanan yang dicurigai (waktu paparan) sampai kasus KLB
keracunan pangan pertama merupakan masa inkubasi terpendek KLB.

Sedangkan waktu antara saat makan makanan yang dicurigai sampai kasus KLB
keracunan pangan terakhir merupakan masa inkubasi terpanjang KLB.
Rumus
Apabila suatu bahan racun (R) diduga merupakan etiologi KLB (K):
a. Jika masa inkubasi KLB KP terpendek (K) < masa inkubasi bahan racun
terpendek (R), maka bahan racun (R) tersebut bukan etiologi KLB KP.
b. Jika masa inkubasi KLB KP terpanjang (K) > masa inkubasi bahan racun
terpanjang (R), maka bahan racun (R) tersebut bukan etiologi KLB KP.
c. Jika periode KLB KP > selisih masa inkubasi bahan racun terpanjang-terpendek
(R), maka bahan racun (R) tersebut bukan etiologi KLB KP.
Contoh: Perhitungan Masa Inkubasi KLB
Keracunan Pangan
Masa Inkubasi Masa Inkubasi Penyakit
Nama Agent
Terpendek Terpendek KLB Disingkirkan
V. Parahaemoliticus 2 jam Belum

C. Perfringens 8 jam 3 jam Disingkirkan

Shigella dysentriae 12 jam Disingkirkan


Kurva
epidemik
Kegunaan kurva epidemik

Menentukan/memperkirakan sumber atau cara


penularan penyakit dengan melihat tipe kurva
epidemik (common source atau propagated
source).

Mengidentifikasi waktu paparan atau pencarian


kasus awal (index case) dengan cara menghitung
berdasarkan masa inkubasi rata-rata atau masa
inkubasi maksimum dan minimum.
Penggambaran kasus berdasarkan waktu pada periode wabah (lamanya KLB berlangsung),
digambarkan dalam suatu kurva epidemik.

Kurva epidemik:
- Grafik yang menggambarkan frekuensi kasus berdasarkan saat mulai sakit (onset of illness) selama
periode wabah.
- Axis horizontal adalah saat mulainya sakit, axis vertikal adalah jumlah kasus
differential
diagnosis
Apa itu Differential
Diagnosis?
 Yaitu penyakit-penyakit yang
mempunyai persamaan gejala dan
atau tanda tertentu.
 Semua data yang terhimpun akan
menentukan relevan atau tidaknya
diagnosis banding yang semula
dipikirkan.
 Makin banyak data yang terhimpun
maka makin sedikit diagnosis
banding yang dipikirkan.
Daftar Tabel Differential Diagnosis

Membandingkan semua fakta yang terjadi


pada KLB dengan fakta-fakta dari berbagai
penyakit sesuai dengan pedoman
Contoh:
Differential Diagnosis (tanda gejala dan masa inkubasi)
Staphylococcus Salmonella Vibrio
Variabel Escherichia coli KLB Desa Narahan
aureus (non typhoid) parahaemoliticus
Tanda Gejala
Pusing V
Demam V V V
Diare V V V V V
Sakit perut V V V V V
Lemas V V
Sakit kepala V V V
Mual V V V V V
Menggigil V V V V
Muntah V V V V V
5-48 jam 6-72 jam 2-48 jam 2-71,5 jam
Masa inkubasi 2-6 jam
Rata-rata 10-24 jam Rata-rata 18-36 jam Rata-rata 12 jam Rata-rata 13,35 jam
Disingkirkan Belum Belum Belum Belum
sebagai Etiologi disingkirkan disingkirkan disingkirkan disingkirkan
Contoh:
Differential Diagnosis (Karakteristik Penyakit)
Karakteristik makanan Disingkirkan
Jenis Penyakit Karakteristik Makanan
KLB Desa Narahan sebagai Etiologi

Daging-dagingan, sejenis puding, Belum


Staphylococcus aureus
krim atau bumbu-bumbu disingkirkan
Sayuran yang tidak dimasak, salad,
Escherchia Coli Disingkirkan
air, keju, daging, ikan, susu mentah Nasi, telur, kue roti dan
Sering terdapat di peternakan, kurma
Belum
Salmonella (non thypoid) telur, dagin, ikan, susu mentah
disingkirkan
(terpapar kontaminasi silang)
Vibrio Parahaemoliticus Macam-macam makanan laut Disingkirkan
THANK YOU
08115227232 hary.satrisno@mail.ugm.ac.id @Hary Satrisno @hary_satrisno
trisno2pmk@gmail.com