Anda di halaman 1dari 28

 kehamilan dengan implantasi terjadi diluar

rongga uterus. Tuba fallopii merupakan


tempat tersering terjadinya implantasi
kehamilan ektopik (lebihdari 90%). (Saifuddin,
et. Al, 2011: M15)

 kehamilan ektopik yang mengalami gangguan,


dapat berupa abortus atau ruptur tuba dan hal
ini dapat berbahaya bagi wanita tersebut.
(Mochtar, 1998: 226)
1. Infeksi saluran telur (salpingitis).
2. Riwayat operasi tuba
3. Cacat bawaan pada tuba
4. Kehamilan ektopik sebelumnya
5. Aborsi tuba dan pemakaian IUD
6. Kelainan zigot yaitu kelainan kromosom
7. Bekas radang pada tuba
8. Operasi plastik pada tuba
9. Abortus buatan (Sujiyatini, et. Al, 2009: 47)
10. Tumor rahim yang menekan tuba
11. Uterus hipoplastis
12. Gangguan fungsi rambut getar (silia) tuba
13. Endometriosis tuba
14. Tumor lain yang menekan tuba
15. Migrasi eksterna dari ovum
16. Perlekatan membrana granulosa
17. Rapid cell devision
18. Migrasi interna ovum (Mochtar, 1998: 228)
Berdasarkan tempat implantasinya kehamilan
ektopik:
 Pars Interstisial Tuba

 Pars Ismika Tuba

 Pars Ampularis Tuba

 Kehamilan infundibulum tuba

 Kehamilan abdominal primer sekunder

(Manuaba, 1998 :232)


Menurut Leveno 2009, yaitu:
 Nyeri daerah panggul dan perut

 Haid abnormal:

 Amenorea dengan bercak-bercak perdarahan


pervagina
 Nyeri tekan abdomen dan panggul

 Perubahan uterus

 Tekanan daran akan turun dan nadi meningkat.

 Suhu dapat meningkat hingga 380C

 Massa panggul

 Kuldosentesis (douglas pungsi)


Menurut Saifuddin, Buku pelayanan kesehatan
maternal dan neonatal 2002,
Pemeriksaanuntuk membantu diagnosis:
1. Tes kehamilan

2. Pemeriksaan umum, dapat ditemukan. Pada


jenis tidak mendadak perut bagian bawah
hanya sedikit mengembung dan nyeri tekan.
3. Anamnesis, kehamilan muda nyeri perut
bagian bawah.
4. Pemeriksaan ginekologi, Bila uterus dapat
diraba, maka akan teraba sedikit membesar
dan kadang teraba tumor disamping uterus
dengan batas yang sukar ditentukan.
5. Pemeriksaan laboratorium, diagnosis
kehamilan ektopik terganggu terutama ada
tanda perdarahan dalam ronggan perut.
6. Pemeriksaan kuldosentesis, Douglas ada
darah, cara ini amat berguna dalam
membantu diagnosis kehamilan ektopik
terganggu.
7. Pemeriksaan ultra sonografi, apa bila
ditemukan kantong gestasi diluar uterus
yang didalam nya tampak denyut jantung
janin.
8. Pemeriksaan laparoskopi
1. Pada pengobatan konservatif, yaitu bila
kehamilan ektopik terganggu telah lama
berlangsung (4-6 minggu), terjadi perdarahan
ulang, ini merupakan indikasi operasi.
2. Infeksi
3. Sterilitas
4. Pecahnya tuba fallopii
5. Komplikasi juga tergantung dari lokasi tumbuh
berkembangnya embrio. (sujiatini, et. Al, 2009:
50)
6. Sub illeus karena massa pelvis (Mochtar, 1998:
234)
Menurut Prafitri tahun 2008, penanganannya yaitu:
a. Operatif
Penanganan kehamilan ektopik pada umumnya
adalah laparatomi. Namun harus diperhatikan dan
dipertimbangkan, yaitu: kondisi pasien saat itu,
kondisi anatomik organ pelvis, keinginan penderita
akan organ reproduksinya, lokasi kehamilan ektopik,
kemampuan teknik pembedahan mikro dokter
operator, kemampuan teknologi fertilisasi in vitro
setempat.
Pada kehamilan tuba dilakukan salpingostomi,
partial salpingektomi, salpingektomi, atau salpingo-
ooforektomi, dengan mempertimbangkan: jumlah
anak, umur, lokasi KET, umur kehamilan dan
ukuran produk kehamilan.
b. Kemoterapi
Pada kasus kehamilan ektopik di pars ampularis yang
belum pecah pernah dicoba ditangani dengan kemoterapi
untuk menghindari tindakan pembedahan. Kriteria
kasusnya yaitu:
1) Kehamilan di pars ampularis tuba beum pecah
2) Diameter kantung distansi kurang dari 4 cm
3) Perdarahan dalam rongga perut kurang dari 100 ml
4) Tanda vital tetap stabil dan baik.

Obat yang digunakan adalah methotrexate 1 mg/kg IV dan


citrovorum faktor 0,1 mg/kg IM berselang-seling selama 8
hari. Metrotreksate bekerja mempengaruhi sintesis DNA
dan multiplikasi sel dengan menginhibisi kerja enzim
dihydrofolate reduktase, maka selanjutnya akan
menghentikan proliferasi trofloblas.
ASUHAN KEBIDANAN KEPADA IBU
HAMIL DENGAN KEHAMILAN
EKTOPIK TERGANGGU

I. PENGUMPULAN DATA
Tanggal: 8 Desember 2007 Pukul: 10.00 WIB
A. Pengkajian
1. Identitas
Nama Istri : Ny S Nama Suami : Tn. J
Umur : 25 Tahun Umur : 30 Tahun
Suku : Jawa Suku : Jawa
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jl. Jangli IV Semarang Alamat : Jl. Jangli IV Semarang
2. Keluhan Utama
Ibu mengatakan hamil anak pertama usia kehamilan
3 bulan datang untuk memeriksakan kehamilannya,
ibu mengeluh nyeri perut bagian bawah dengan
mengeluarkan darah sedikit (flek) pada celana

3. Riwayat Hidup
Menarche : 13 tahun
Siklus : kurang lebih 28 hari
Banyaknya : 2 x ganti pembalut
Lamanya : 5-7 hari
Sifat darah : encer bercampur gumpalan
HPHT : 22 September 2008
TP : 29 Januari 2009
4. Riwayat Perkawinan
Ibu menikah I kali, status perkawinan syah sebagai istri
pertama, usia perkawinan 1 tahun, usia saat pernikahan 24
tahun. Ibu mengatakan pernikahannya cukup bahagia dan
dalam keluarga tidak mengalami masalah.

5. Riwayat hamil bersalin dan nifas yang lalu


Ibu hamil anak pertama

6. Riwayat kehamilan sekarang


a. Tanda-tanda kehamilan (trimester I)
PP tes 20 Oktober : hasil positif
b. Pergerakan fetus belum dirasakan
c. Keluhan yang di rasakan
• Mual dan muntah : ya
• Nyeri perut : ya
• Sakit kepala : tidak ada keluhan
• Penglihatan : tidak ada keluhan
• Rasa nyeri atau panas waktu BAK : tidak ada keluhan
• Rasa gatal panas vagina dan sekitarnya : tidak ada
keluhan
• Pengeluaran pervaginam : ibu mengatakan darah
sedikit pada vagina
• Oedema : tidak ada oedema

7. Riwayat kesehatan ibu dan keluarga


a. Kesehatan ibu
Ibu tidak pernah di rawat di RS, penyakit
keturunan tidak ada, penyakit menular tidak ada, dan
penyakit menahun tidak ada.
b. Kesehatan keluarga
Ibu mengatakan di dalam keluarga tidak ada
yang menderita penyakit yang menular dan penyakit
menular dan penyakit keturunan.
8. Pola kebiasaan sehari-hari
a. Nutrisi
1) Sebelum hamil : makan 2 x sehari dengan porsi
nasi sedikit dan lauk yang sedikit, tidak di sertai
dengan buah-buahan dan jarang mengkonsumsi
sayuran, tidak minum susu, ibu minum kurang lebih
7-8 gelas/hari.
2) Saat hamil : ibu makan 2 x sehari, porsi nasi
sedikit dan sayuran yang kurang, lauk kadang mau
kadang tidak, minum susu tidak setiap hari dan
buah-buahan yang kurang. Ibu minum kurang lebih
7-8 gelas/hari

b. Eliminasi
1) Sebelum hamil : BAB : 1-2 x/hari BAK : 5-6 x/hari
2) Saat hamil : BAB : 1 x/hari BAK : 10-11x/hari
c. Istirahat
1) Sebelum hamil : ibu tidur malam kurang lebih 7-8 jam /
hari, tidur siang 1-2 jam/hari
2) Saat hamil : tidur malam 6 jam / hari , tidur siang 1-2
jam/hari

d. Personal hygiene
Sebelum hamil dan saat hamil ibu mandi 2x/hari, ganti
pakaian 2x/hari

e. Aktivitas atau olah raga


Ibu hanya mengerjakan aktivitasnya sebagai ibu rumah
tangga, ibu sering jalan-jalan pagi

f. Seksualitas dan kontrasepsi


Seksualitas antara ibu dan suami sedikit terganggu, sebelum
hamil, ibu belum pernah menggunakan alat kontrasepsi

g. Imunisasi
Ibu mengatakan belum pernah mendapatkan imunisasi TT
B. Pemeriksaan
1. Keadaan umum
a. Keadaan umum : Baik
b. Tanda-tanda vital
TD : 110/90 mmHg RR : 20 x/menit
Nadi : 80 x/menit Temp : 370C
c. BB sebelum hamil : 43 kg
BB saat hamil : 45 kg
Kenaikan BB : 2 kg
d. Tinggi badan : 157 cm
e. LILA : 21 cm
2. Pemeriksaan fisik
1) Rambut : keriting, tidak ada ketombe, dan tidak
mudah rontok, keadaan bersih

2) Mata : kelopak mata: simetris, tidak ada oedema.

3) Konjungtiva : pucat sklera: tidak ikterus

4) Hidung : bentuk simetris, keadaan bersih, tidak ada


polip, fungsi penciuman normal

5) Mulut dan gigi: lidah tidak terdapat stomatitis, gigi


tidak ada lubang dan caries

6) Telinga : keadaan bersih, bentuk simetris, tidak ada


kotoran dan pendengaran baik
7) Leher : tidak ada pembesaran kelenjar thyroid

8) Dada : bentuk payudara simetris, nafas teratur, tidak


ada benjolan abnormal

9) Payudara : membesar simetris, puting susu menonjol,


colostrum belum keluar.

10) Abdomen : tidak ada bekas luka operasi, perut bagian


bawah sedikit menggembung dan nyeri tekan
a) Palpasi : Leopold I : TFU 20 cm
: Leopold II : tidak di lakukan
: Leopold III : tidak di lakukan
b) TBJ : TFU – 12 x 155
: 20 – 12 x 155
: 1240 gr
c) Auskultasi : tidak terdengar denyut jantung janin
11) Punggung : keadaan lordosis, michealis simetris

12) Genetalia : dilakukan pemeriksaan genetalia


eksterna menggunakan spekulum terlihat adanya
darah di kavum douglas dan terdapat sedikit
pengeluaran darah atau flek-flek hitam ke coklatan

13) Ekstremitas
Atas : bentuk simetris, keadaan kuku bersih,
keadaan kulit turgor kulit baik, dapat digerakan
dengan baik, tidak ada kecacatan.
Bawah : bentuk simetris, keadaan kuku bersih,
keadaan kulit baik
3. Pemeriksaan laboratorium
 HB : 9 gr%

 Protein uterus : tidak dilakukan

 USG : tidak terlihat kerangka janin dan ditemukan


kantung gestasi yang terdapat di lumen tuba.
 PP tes : hasil positif

4. Pemerikasaan panggul luar


 Distantia cristarum : 27 cm

 Distantia spinarum : 26 cm

 Konjungtiva external : 20 cm

 Lingkar panggul : 89 cm
II. INTERPRESTASI DATA DASAR
1. Diagnosa
G1 P0 A0 12 minggu dengan KET

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH


POTENSIAL
a. Abortus iminens : terjadi perdarahan bercak yang
menunjukan ancaman terhadap kelangsungan suatu
kehamilan
b. Abortus inkomplit : perdarahan pada kehamilan muda
dimana sebagian dari hasil konsepsi telah di luar kavum
uteri melalui kanalis servikalis
c. Rupture tuba : robekan yang terjadi pada tuba

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN TERHADAP


TINDAKAN
Rujuk dengan kolaborasi dokter.
V. RENCANA
1. Beritahu ibu dan keluarga tentang kondisi ibu saat ini
a. Menjelaskan kondisi ibu
b. Jelaskan tentang kehamilan ibu saat ini
c. Melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan
2. Berikan konseling pada ibu saat ini
a. Anjurkan ibu untuk segera rujuk
b. Beritahu ibu bahwa akan dilakukan tindakan laparatomi
3. Anjurkan ibu untuk istirahat
a. Beritahu ibu untuk istirahat cukup
b. Beritahu ibu untuk makan secara rutin
4. Anjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan gizi
a. Memberitahu ibu untuk makan-makanan yang bergizi
b. Memberitahu ibu untuk makan secara rutin
5. Berikan konseling untuk pasca tindakan
a. Kelanjutan fungsi produksi
b. Resiko hamil ektopik ulangan
c. Kontrasepsi yang sesuai
VI. PELAKSANAAN
1. a. Menjelaskan pada dan keluarga tentang kondisi
ibu saat ini, bahwa ketika dilakukan pemeriksaan
Leopold uterus teraba bulat lebar tetapi tidak
teraba balotemen. Tinggi fundus 20 cm kemudian
pada saat USG ternyata kehamilan berimplantasi
dan tumbuh di luar rahim yaitu di tuba.

b. Jelaskan pada ibu bahwa kehamilan ibu ini


adalah kehamilan di luar rahim, janin tumbuh di
tuba kehamilan ini biasanya tidak bertahan
berakhir dengan abortus.

c. Anjurkan untuk keluarga, agar selalu memberi


dukungan pada kehamilan ibu
2. a. Ibu segera memeriksakan kehamilannya lebih
lanjut ke dokter spesialis kandungan agar ibu dan
keluarga lebih jelas dengan tindakan lebih lanjut
untuk kehamilannya
b. Beritahu ibu tentang tindakan laparatomi yaitu
pembedahan di bagian perut dan segera lakukan
tindakan laparatomi di rumah sakit oleh dokter
untuk menghilangkan sumber perdarahan.

3. Menganjurkan ibu untuk istirahat


a. Istirahat tidur 8-9 jam / hari
b. Melarang ibu untuk melakukan aktivitas yang
berat karena dapat terjadi perdarahan yang berat.
4. a. Jelaskan pada ibu tentang makan-makanan
yang banyak mengandung gizi yaitu makanan yang
mengandung protein, vitamin, karbohidrat, lemak,
mineral. Misalnya makanan sehari-hari; nasi,
sayur, buah-buahan. Sayur misalnya; wortel, tomat,
bayam, katu. Lauk misal; tempe, tahu, telur, hati,
daging. Buah misalnya; jeruk, apel, melon, pepaya,
dan di tambah minum susu.
b. Beritahu ibu agar makan teratur 3x sehari, dan
minum 7-8 gelas / hari
5. a. Jelaskan pada ibu tentang kelanjutan fungsi
reproduksinya kelenjar fungsi reproduksi ibu hanya
60% dari wanita yang pernah dapat KET menjadi
hamil lagi, walaupun angka kemandulannya akan
jadi lebih tinggi.

b. Menjelaskan pada ibu tentang resiko kehamilan


yang berulang itu dilaporkan berkisar antara 0-
14,6% kemungkinan melahirkan bayi cukup bulan
adalah 50%

c. Memberitahu tentang kontrasepsi yang baik


digunakan yaitu dengan menggunakan kondom
atau dengan KB kalender.
VII. EVALUASI
a. Ibu mengerti tentang keadaannya saat ini
b. Ibu mengatakan cukup istirahat
c. Melakukan kolaborasi dengan dokter
d. Ibu dilakukan tindakan laparatomi oleh dokter di
rumah sakit.
e. Ibu mengatakan nyeri pada perut hilang
f. Ibu mengerti tentang resiko kehamilan ulang
g. Ibu tahu alat kontrasepsi yang baik digunakan
h. Cemas ibu sudah berkurang