Anda di halaman 1dari 52

BNNK TARAKAN

ANALIS ISU KONTEMPORER


( BAHAYA NARKOBA )
BNNK TARAKAN
• Visi
• Menjadi perwakilan BNNP di Kota Tarakan yang Profesional
dan mampu menyatukan dan menggerakkan seluruh
komponen masyarakat di kota tarakan dalam melaksanakan
pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran
gelap Narkotika (P4GN)
• Misi
• Bersama instansi pemerintah dan seluruh komponen
masyarakat kota tarakan melaksanakan pencegahan,
pemberdayaan, pemberantasan, rehabilitasi, hukum dan
kerjasama dibidang P4GN.
BADAN NARKOTIKA NASIONAL KOTA TARAKAN
KONDISI DARURAT NARKOBA
FAKTA FEBRUARI
Tangkapan 1,037 Ton2018
Pemusnahan Sabu-sabu
seberat 5 Kg di Tarakan 2017
PENGUNGKAPAN
SABU 5.1 KG
PENGUNGKAPAN 38 KG DI
KALTARA
PERMASALAHAN NARKOTIKA

NARKOTIKA MERUPAKAN PENYAKIT KRONIS, DAPAT


1 MENYEBABKAN RUSAK OTAK, KETERGANTUNGAN, LOST
GENERATION

INDONESIA NEGARA KEPULAUAN BANYAK PINTU MASUK


2 LEWAT LAUT/ PELABUHAN TIDAK RESMI

PENDUDUK INDONESIA NO 4 TERBESAR DUNIA SETELAH


3 CINA, AMERIKA, INDIA, POTENSI MENDATANGKAN
KEUNTUNGAN BISNIS NARKOTIKA

NARKOTIKA MEMILIKI JARINGAN INTERNASIONAL, MULAI


4 DARI AFRIKA BARAT, IRAN, AFGANISTAN, TIONGKOK,
MALAYSIA , INDONESIA, EROPA

PENYEBARAN NARKOTIKA DI INDONESIA MENYASAR KE


5 GENERASI TUA, MUDA, REMAJA DAN ANAK-ANAK

LEMBAGA PEMASYARAKATAN MENJADI TEMPAT PEREDARAN


6 NARKOTIKA
10
APA ITU
NARKOBA ?

BADAN NARKOTIKA NASIONAL KOTA TARAKAN


APA ITU NARKOBA??
 Adalah Zat atau Obat yang berasal dari tanaman
atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi
sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau
perubahan kesadaran, hilangnya rasa,
mengurangi/menghilangkan rasa nyeri dan dapat
menimbulkan ketergantungan
BAGAIMANA KONDISI
KEJAHATAN NARKOBA
SAAT INI?
Demand Supply
Prevalensi penyalah guna narkoba  Dipasok dari dalam dan luar
usia produktif tahun 2017 sudah negeri
mencapai 1,77 % atau hampir  meskipun pelaku dihukum
sekitar 3,3 berat,namun masih
Juta orang, dari tahun ke tahun mengendalikan bisnisnya dari
terjadi pengguna baru dalam penjara (75%)
 variasi pola dan modus yg
digunakan jaringan narkotika
selalu berubah-rubah.
UU NO. 35 TH 2009 TTG NARKOTIKA & PREKURSOR NARKOTIKA
UU NO. 5 TH 1997 TTG PSIKOTROPIKA

NARKOTIKA :
1. ALAMI (GANJA, OPIUM, DAUN KOKA, HASHIS) GANJA, SHABU DAN
2. SEMI SINTETIS (MORFIN, KOKAIN, KODEIN, HEROIN)
3. SINTETIS (PETIDIN, METHADON, DLL ATS, NPS) EKSTASI ADALAH
NARKOBA YANG PALING
BANYAK DIKONSUMSI
OLEH PENYALAHGUNA
NARKOBA
GANJA SHABU EKSTASI

OBAT DAFTAR G : OBAT BEBAS :


OBAT-OBATAN DAFTAR G OBAT JENIS SAKIT KEPALA
(TROMADOL, TRIHEX, PIL (ANALGESIC) JADI YANG
KOPLO, XANAX, DSB), PALING BANYAK
YAITU OBAT RESEP/KERAS DIKONSUMSI SECARA
TERNYATA JUGA BANYAK BERLEBIH (OVER) DARI DOSIS
YANG DIKOMSUMSI OLEH SEHARUSNYA OLEH PARA
PARA PENYALAHGUNA PENYALAHGUNA UNTUK
NARKOBA. MENDAPATKAN “EFEK”-NYA

18
Hingga saat ini BNN
telah menemukan
74 Jenis zat NPS Terbaru
yang Beredar di Indonesia
Apa saja Jenis
Zat NARKOBA
Berdasarkan
Efeknya?
HALUSINOGEN DEPRESAN STIMULAN
Mengakibatkan seseorang Menekan sistem saraf pusat Mengakibatkan kerja organ
menjadi ber-halusinasi dan mengurangi aktivitas tubuh lebih cepat dari
dengan melihat suatu fungsional tubuh, sehingga biasanya sehingga
hal/benda yang sebenarnya pemakai merasa tenang mengakibatkan penggunanya
tidak ada / tidak nyata lebih bertenaga
• ALOKOHOL
• METHADONE • AMFETAMIN
• GANJA (TERMASUK
• OPIAT (MORFIN, HEROIN) • METHAMFETAMIN
DEPRESAN)
• GANJA • KOKAIN
• EKSTASI • MDMA(xtc)
• NIKOTIN
GANJA
Tanaman yang tumbuh didaerah tropis yang sifatnya
halusinagen yang dapat memperlambat cara kerja saraf
otak. Sebutan lain Mariyuana atau Cimenk. bentuknya
seperti daun singkong kecil berwarna hijau.

 Ganja terdeteksi dalam sistem tubuh selama 30 hari


setelah digunakan
 Kecemasan, kesenangan dan reaksi panik berlebihan
 Mengganggu memori jangka pendek dan kemampuan
belajar
 Kemampuan mengemudi atau menggunakan mesin juga
dirugikan oleh penggunaan ganja
 Memperlambat pengolahan informasi , yang mengarah ke
kinerja mental lamban
Methampetamine
Shabu, Ice, Crystal, Meth

 Diawali dengan penemuan amphetamine thn 1887.


 Merupakan zat adiktif bersifat stimulan.
 Secara dramatis mempengaruhi sistem saraf pusat.
 Penyalahgunaan berakibat bbg mslh kesehatan, gangguan
ingatan, perilaku psikotik potensi kerusakan jantung dan
otak.
 Sangat adiktif, menyebabkan ketergantungan yg tinggi
(peningkatan dosis).
Ecstasy

Salah satu jenis methamphetamine atau derivate


dari amphetamine yang sifatnya bekerja mengaktifkan
kerja susunan saraf pusat.
Bentuknya tablet atau kapsul bermacam-macam
warna.

EFEK SAMPING
 Dehidrasi
 Hiperaktif
 Sakit kepala
 Jantung berdebar
 Halusinasi
 Kehilangan selera makan
 Paranoid
Inhalan
Zat yang Dihirup

EFEK JANGKA PENDEK


 Feeling dizzy, over exicted/happy
 Impaired
 Diare, sakit kepala
 Hidung berdarah dan perih sekitar mulut & hidung
 Gelisah, disorientasi, distorsi, tak sadar
 Mudah Marah

EFEK JANGKA PANJANG


 Gemetar, lelah
 Hilang berat badan
 Kerusakan otak dan organ penting lain
 Iritabel dan depresi
 Kejang dan koma
Gejala Klinis Penyalahgunaan Narkoba

Perubahan Fisik Perubahan Perilaku


 Kesehatan fisik dan penampilan diri  Susah diajak bicara
menurun
 Kurang disiplin
 Badan kurus
 Malas
 Suka membolos

 Mata kemerahan  Mengabaikan kegiatan ibadah


 Muka pucat dan bibir kehitaman  Mudah tersinggung
 Berkeringat secara berlebihan  Emosi naik turun dan tidak ragu
 Mata berair memukul
 Pupil mata menurun  dll
Peran Serta Masyarakat (UU No. 35 Tahun 2009)

Pasal 104
Masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas luasnya untuk berperan serta
dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba
(P4GN)
Pasal 105
Masyarakat mempunyai hak & tanggung jawab dalam upaya P4GN

Pasal 106
Hak masyarakat diwujudkan dlm bentuk:
- mencari, memperoleh dan memberikan informasi;
- memperoleh pelayanan;
- memperoleh perlindungan hukum.

Pasal 107
Masyarakat dapat melaporkan kepada pejabat yang berwenang atau BNN jika
mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran gelap narkotika

Pasal 108
Membentuk suatu wadah yang berkoordinasi dengan BNN

Badan Narkotika Nasional RI www.bnn.go.id


28
INPRES NO 6 TAHUN 2018
Inpres 6 Flow Chart
Tahun 2018 Implementasi
Tentang Inpres No.6
RAN P4GN Tahun 2018

Mengkoord
K/L Pengawasan
1. Para Menteri
Kabinet Kerja;
2. Sekretaris
Kabinet; Pemantauan
3. Jaksa Agung; & Evaluasi
4. Kapolri;
5. Panglima TNI;
6. Kepala BIN; Melaksanakan Melaporkan
7. Para Pimpinan RAN Hasil RAN
LPNK;
8. Para Pimpinan
Kesekretariatan
Lembaga
Negara;
9. Para Gubernur;
dan
10. Para Bupati
/Walikota

Mengkoord
Fungsi
Pemda Koordinasi

Laporan Berkala
B A DA N N A R KO T I K A N A S I O N A L R E P U B L I K
INDONESIA

 Pelaksanaan tes urine kepada seluruh


pegawai asn dan calon asn
 Pembentukan regulasi p4gn
RAN AKSI  Peningkatan kampanye publik penyedian
PEMERINTAH layanan rehabilitasi disetiap provinsi,
DAERAH kabupaten dan kota
TK. I DAN TK. II  Pemetaan & pemusnahan ladang ganja
 Penyediaan data terkait p4gn
 Pengembangan potensi masyarakat
pada kawasan rawan dan rentan
narkotika dan prekursor narkotika.
PEMENDAGRI
NOMOR 12 TAHUN 2019

TENTANG
FASILITASI PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN
PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DAN
PREKURSOR NARKOTIKA
MENTERI
LURAH
SERTA
GUBERNUR
KEPALA
DESA
PELAKSANAAN
FASILITASI

BUPATI/
CAMAT WALIKOTA

PERANGKAT
DAERAH
FASILITASI P4GN
TERSEBUT DIATAS MELIPUTI

 PENYUSUNAN PERATURAN DAERAH MENGENAI P4GN


 SOSIALISASI
 PELAKSANAAN DETEKSI DINI
 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
 PEMETAAN WILAYAH RAWAN P4GN
 PENINGKATAN KAPASITAS PELAYANAN REHABILITASI MEDIS
 PENINGKATAN PERAN SERTA DINAS TERKAIT DAN PIHAK LAIN
 PENYEDIAAN DATA DAN INFORMASI MENGENAI P4GN.
SUSUNAN KEANGGOTAAN TIM
TERPADU P4GN DI DAERAH
PROVINSI, TERDIRI ATAS:

 KETUA : GUBERNUR
 WAKIL KETUA 1 : SEKRETARIS DAERAH PROVINSI
 WAKIL KETUA 2 : KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL
PROVINSI
 SEKRETARIS : KEPALA BADAN KESATUAN BANGSA DAN
POLITIK PROVINSI
 ANGGOTA : 1. UNSUR PERANGKAT DAERAH DI PROVINSI SESUAI DENGAN
KEBUTUHAN
2. UNSUR KEPOLISIAN DI DAERAH PROVINSI
3. UNSUR TENTARA NASIONAL INDONESIA DI DAERAH PROVINSI
SUSUNAN KEANGGOTAAN TIM
TERPADU P4GN DI DAERAH
KAB/KOTA, TERDIRI ATAS:

 KETUA : BUPATI / WALIKOTA


 WAKIL KETUA 1 : SEKRETARIS DAERAH KAB/KOTA
 WAKIL KETUA 2 : KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL
KAB/KOTA
 SEKRETARIS : KEPALA BADAN KESATUAN BANGSA DAN
POLITIK KAB/KOTA
 ANGGOTA : 1. UNSUR PERANGKAT DAERAH DI PROVINSI SESUAI DENGAN
KEBUTUHAN
2. UNSUR KEPOLISIAN DI DAERAH KAB/KOTA
3. UNSUR TENTARA NASIONAL INDONESIA DI DAERAH KAB/KOTA
SUSUNAN KEANGGOTAAN TIM
TERPADU P4GN DI DAERAH
CAMAT, TERDIRI ATAS:

 KETUA : CAMAT
 WAKIL KETUA : SEKRETARIS CAMAT
 ANGGOTA : 1. KEPALA UNIT PELAKSANAAN TEKNIS DINAS
2. KEPALA DESA / LURAH
3. UNSUR KEPOLISIAN DI KECAMATAN
4. UNSUR TENTARA NASIONAL INDONESIA DI KECAMATAN
PERAN SERTA MASYARAKAT?

Mencari, memperoleh dan memberikan Informasi


adanya dugaan telah terjadi tindak pidana Narkotika
UU 35 TAHUN 2009
PASAL 104,105,106,107,108 Memperoleh pelayanan dalam mencari,
memperoleh dan memberikan informasi

HAK TANGGUNG JAWAB Menyampaikan saran dan pendapat secara


bertanggung jawab kepada penegak hukum atau BNN

Memperoleh jawaban atas pertanyaan tentang


laporan yang diberikan

Memperoleh perlindungan hukum dalam


menjalankan haknya atau saat diminta hadir
dalam persidangan
BAB XV
KETENTUAN PIDANA
Pasal 111
1. Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum
menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai,
atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk
tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat)
tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda
paling sedikit Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan
paling banyak Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).
Pasal 112
Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum
memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan
Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan
pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12
(dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800.000.000,00
(delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8.000.000.000,00
(delapan miliar rupiah).
Pasal 114
1. Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum
menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima,
menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau
menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana
penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima)
tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda
paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan
paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

2. Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)


yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu)
kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam
bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku
dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup,
atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling
lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).
Pasal 127
1. Setiap Penyalah Guna:
a. Narkotika Golongan I bagi diri sendiri dipidana dengan pidana
penjara paling lama 4 (empat) tahun;
b. Narkotika Golongan II bagi diri sendiri dipidana dengan pidana
penjara paling lama 2 (dua) tahun; dan
c. Narkotika Golongan III bagi diri sendiri dipidana dengan pidana
penjara paling lama 1 (satu) tahun.

2. Dalam memutus perkara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), hakim


wajib memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
54, Pasal 55, dan Pasal 103.

3. Dalam hal Penyalah Guna sebagaimana dimaksud pada


ayat (1) dapat dibuktikan atau terbukti sebagai korban
penyalahgunaan Narkotika, Penyalah Guna tersebut wajib
menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.
Pasal 128
Orang tua atau wali dari pecandu yang belum cukup umur,
1.

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (1) yang sengaja


tidak melapor, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 6
(enam) bulan atau pidana denda paling banyak
Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah).
2. Pecandu Narkotika yang belum cukup umur dan telah
dilaporkan oleh orang tua atau walinya sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 55 ayat (1) tidak dituntut pidana.
3. Pecandu Narkotika yang telah cukup umur sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 55 ayat (2) yang sedang menjalani
rehabilitasi medis 2 (dua) kali masa perawatan dokter di
rumah sakit dan/atau lembaga rehabilitasi medis yang ditunjuk
oleh pemerintah tidak dituntut pidana.
4. Rumah sakit dan/atau lembaga rehabilitasi medis sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) harus memenuhi standar kesehatan
yang ditetapkan oleh Menteri.
REHABILITASI
PASAL 54
PECANDU NARKOTIKA DAN KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA WAJIB MENJALANI
REHABILITASI MEDIS DAN REHABILITASI SOSIAL
PASAL 55 (1)
ORANG TUA ATAU WALI DARI PECANDU NARKOTIKA YANG BELUM CUKUP UMUR
WAJIB MELAPORKAN KEPADA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT, RUMAH SAKIT,
DAN/ATAU LEMBAGA REHABILITASI MEDIS DAN REHABILITASI SOSIAL YANG
DITUNJUK OLEH PEMERINTAH UNTUK MENDAPATKAN PENGOBATAN DAN/ATAU
PERAWATAN MELALUI REHABILITASI MEDIS DAN REHABILITASI SOSIAL.

PASAL 55 (2)
PECANDU NARKOTIKA YANG SUDAH CUKUP UMUR WAJIB MELAPORKAN DIRI ATAU
DILAPORKAN OLEH ORANGTUANYA KEPADA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT, RUMAH
SAKIT, DAN/ATAU LEMBAGA REHABILITASI MEDIS DAN REHABILITASI SOSIAL YANG
DITUNJUK OLEH PEMERINTAH UNTUK MENDAPATKAN PENGOBATAN DAN/ATAU
PERAWATAN MELALUI REHABILITASI MEDIS DAN REHABILITASI SOSIAL.
Sasaran layanan
Rehabilitasi

Korban Penyalahguna Narkoba


Pecandu

Penyalahguna Narkoba Keluarga/Orang Tua/Orang


tredekat pecandu narkoba
PULIH
OUT COME
LAYANAN
REHABILITASI PRODUKTIF

BERFUNGSI SOSIAL
Apa yang harus anda lakukan
bila ada keluarga, kerabat,
tetangga, sebagai
penyalahguna NARKOBA
MASUK REHABILITASI
BNN TIDAK DIPUNGGUT
BIAYA

Segera Laporkan
pada IPWL /
layanan Rehabilitasi
untuk di
REHABILITASI
TEMPAT PELAYANAN REHABILITASI DI KALIMANTAN
UTARA 2019

NO. KABUPATEN NAMA INSTANSI JENIS LAYANAN JENIS REHABILITASI

1. BULUNGAN - KLINIK PRATAMA BNNP RAWAT JALAN MEDIS


- PUSKESMAS TG. SELOR RAWAT JALAN MEDIS
2. TARAKAN - RSUD TARAKAN RAWAT JALAN MEDIS
- RS. PERTAMEDIKA RAWAT JALAN MEDIS
- YAYASAN SEKATA RAWAT INAP SOSIAL
- KLINIK KARSA RAWAT JALAN MEDIS
- RS AL RAWAT JALAN MEDIS
- Klinik Polres Tarakan RAWAT JALAN MEDIS
- Klinik Pratama BNNK Tarakan RAWAT JALAN MEDIS
3. MALINAU - - -
4. NUNUKAN KLINIK PRATAMA BNNK RAWAT JALAN MEDIS
5. KTT - - -
Apa syarat-syarat awal
Untuk Rehabilitasi ?
 Mengisi Form
 KTP
 Pas Photo
 Kartu Keluarga
3 PILIHAN PECANDU NARKOBA

1. MELAPOR KE BNN /
POLISI untuk di Rehab

3. MATI SIA-SIA

2. DITANGKAP DAN
DIPENJARA
Muhamad Ali IR, SH.,MH
Kepala Seksi Pencegahan &
Pemberdayaan Masyarakat
HP. 082218218619

Anda mungkin juga menyukai