Anda di halaman 1dari 34

JOURNAL

READING

Gambaran Klinis Sinus Preaurikuler dan Angka


Kekambuhan dari Penanganan Supra-aurikuler

Oleh:
Marselno Tatipikalawan
2014-84-063

Pembimbing:
dr. Julu Manalu, Sp.THT-KL
Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik
Pada Bagian Ilmu Kesehatan THT-KL
Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura
Ambon
2019
Anatomi Pinna

https://hearinghealthmatters.org/waynesworld/2017/the-human-pinna-part-2/
Embriologi telinga

(Fagan J. Excision of preauricular pits and sinuses)


Embriologi telinga

(Fagan J. Excision of preauricular pits and sinuses)


Anatomi fistel preaurikuler

(Fagan J. Excision of preauricular pits and sinuses)


Teknik operasi

(Widodo DW, Harba’i HM. Surgical management of preauricular fistula


based on plastic-reconstructive algorithm. 2019)
Simple sinusectomy

(Widodo DW, Harba’i HM. Surgical management of preauricular fistula


based on plastic-reconstructive algorithm. 2019)
Simple sinusectomy

(Widodo DW, Harba’i HM. Surgical management of preauricular fistula


based on plastic-reconstructive algorithm. 2019)
Simple sinusectomy

(Widodo DW, Harba’i HM. Surgical management of preauricular fistula


based on plastic-reconstructive algorithm. 2019)
Penanganan supra-aurikuler

(Fagan J. Excision of preauricular pits and sinuses)


Penanganan supra-aurikuler

(Fagan J. Excision of preauricular pits and sinuses)


Penanganan supra-aurikuler

(Fagan J. Excision of preauricular pits and sinuses)


Penanganan supra-aurikuler

(Fagan J. Excision of preauricular pits and sinuses)


Pendahuluan
• Sinus preaurikuler adalah malformasi
kongenital jinak dari jaringan lunak preaurikuler
• Insidensi: 0,1%-0,9% di Amerika Serikat, 0,9%
di Inggris, dan 4%-10% di beberapa lokasi di
Asia dan Afrika
• Sinus preaurikuler lebih sering unilateral dan
sporadik
Pendahuluan
• Penelitian di China telah memetakan
kemungkinan lokus terjadinya fistula
preaurikuler kongenital ke kromosom
8q11.1q13.3
• Aurikula berkembang pada arcus pharingeal
pertama dan kedua selama minggu ke-6
gestasi.
• Arcus pharyngeal pertama dan kedua akan
membentuk tiga tonjolan secara terpisah.
Pendahuluan
• arcus pharyngeal pertama  membentuk
tragus, crus helix, dan helix
• arcus pharyngeal kedua  antihelix, scapha,
dan lobulus.
• berfusi untuk membentuk aurikula (minggu ke
7-8 masa gestasi)
• Fusi inkomplit  sinus preaurikuler
Pendahuluan
• Congdon dkk. membuat klasifikasi klinis
menurut tempat orifisium dari sinus
preaurikuler
• Sekali terinfeksi, akan muncul lebih sering
sebagai eksaserbasi akut.
• Infeksi rekuren atau persisten dari sinus
preaurikuler harus dieksisi saat tidak dalam
keadaan inflamasi.
• Teknik standar untuk eksisi sinus preaurikuler
 simple sinusectomy
Pendahuluan
• Kekambuhan pascaoperasi diakibatkan dari
pemotongan inkomplit dari lapisan epitel.
(simple sinusectomy  9% - 42%)
• Penanganan supra-aurikula didasarkan teori:
fistula hampir selalu ada dalam jaringan
subkutan antara fascia temporalis dan
perikondrium dari kartilago helix
Pendahuluan
• Semua jaringan pada superfisial dari fascia
temporalis diambil bersama-sama dengan
sinus preaurikuler + eksisi kartilago sepanjang
basis sinus
• Sedikit angka kekambuhan (5%)
Pendahuluan
Tujuan utama dari penelitian ini adalah:
• merangkum gambaran klinis dari sinus
preaurikuler
• mengevaluasi angka kekambuhan dari
penanganan supra-aurikula
Materi dan Metode
• Januari 2007 - Desember 2016,
• 87 pasien (96 telinga) dengan sinus
preaurikuler simptomatik menjalani eksisi
surgikal pada Departemen Bedah
Otolaringologi-Kepala dan Leher, Rumah Sakit
Pendidikan Pyongyang, Universitas Kim Il
Sung.
• 35 telinga menjalani simple sinusectomy
• 61 telingan menjalani penanganan supra-
aurikuler
Materi dan Metode
• Semua infeksi diterapi dengan antibiotik yang
sesuai
• Penelitian menganalisa angka antara laki-laki
dan perempuan, kelompok usia dari prevalensi
tertinggi, tipe sinus preaurikuler paling banyak
didapat menurut klasifikasi Congdon,
gambaran klinis, dan angka kekambuhannya.
• Seluruh pasien di-follow-up sampai paling tidak
tiga bulan setelah operasi
Hasil
Tabel 1: Distribusi usia dan jenis kelamin

No. Usia Laki-laki Perempuan Total (%)

1 0-10 6 1 7 (8,1)
2 11-20 28 20 48 (55,2)
3 21-30 12 11 23 (26,4)
4 31-40 5 2 7 (8,1)
5 41-50 0 1 1 (1,1)
6 >50 0 1 1 (1,1)
Total 51 36 87 (100,0)
Hasil
Tabel 2: Lateralitas sinus preaurikuler

No. Lateralitas Kasus (%)

1 Kanan 31 (35,6)

2 Kiri 47 (54,0)

3 Bilateral 9 (10,4)

Total 87
Hasil
Tabel 3: Prevalensi menurut klasifikasi Congdon

Tempat orifisium Telinga (%)

Tipe preaurikuler -
Tipe marginal helicine 83 (86,5)
Tipe crural 12 (12,5)
Tipe posterior helicine -
Tipe postaurikuler 1 (1,0
Tipe helico-bulbar -
Tipe central lobular -
Total 96 (100,0)
Hasil

Gambar 1: Klasifikasi Congdon tipe preaurikuler (A),


tipe marginal helicine (B), tipe crural (C), tipe
posterior helicine (D), tipe postaurikuler (E), tipe
helico-lobular (F), tipe sentral lobular (G)
Hasil
Tabel 4: Gejala klinis sinus preaurikuler

Gejala klinis Kasus (%)

Nyeri telinga 71 (81,5%)

Pembengkakan area preaurikuler 65 (75,3%)

Discharge telinga 60 (69,4%)

Gatal 49 (55,7%)

Nyeri kepala 23 (26,4%)

Demam 10 (11,2%)
Hasil
Tabel 5: Angka kekambuhan

χ2 P
Metode (kasus) Kekambuhan (%)
Penanganan supra-
2 (3,3)
aurikuler (n = 61)
3,928 <0,05
Simple sinusectomy (n
6 (17,1)
= 35)
Diskusi
• Insidens sinus preaurikuler bervariasi secara
global
• Di Asia dan Afrika dilaporkan sebanyak 4%-10%
lebih tinggi dibandingkan di Eropa dan Amerika
Serikat
• Jimoh dkk. melaporkan bahwa prevalensi lebih
tinggi pada usia 1-18 tahun
• Gupta dkk. melaporkan 42,3% pada kelompok
remaja
• Pada penelitian ini, prevalensi sinus preaurikuler
sangat tinggi pada kelompok remaja
Diskusi
• Banyak investigasi menunjukkan rasio jenis
kelamin bervariasi
• Pada penelitian ini sinus preaurikuler dialami
lebih sering pada laki-laki (1,4 kali)
• Sinus preaurikuler sering unilateral dengan
sedikit predominan pada telinga kanan
• Pada penelitian ini, sinus preaurikuler 1,5 kali
terletak lebih di telinga kiri dibandingkan di
kanan.
Diskusi
• Sinus preaurikuler sering terdapat pada margin
anterior dari bagian asending helix
• Meskipun banyak juga yang dilaporkan
terdapat sepanjang margin lateral atau
posterior dari helix, tragus, atau lobulus.
• Ohashi melaporkan bahwa tipe margin helicine
terjadi sebanyak 80%-90% dan tipe crural
sekitar 10%.
• Pada penelitian kami, tipe marginal helicine
berjumlah 86,5% dan crural sebanyak 12,5%.
Diskusi
• Sekali terinfeksi, akan menimbulkan nyeri,
pembengkakan, dan abses dari area
preaurikuler
• Jika infeksi yang terjadi persisten dan rekuren,
tindakan eksisi sinus preaurikuler harus
dilakukan.
• Tujuan operasi adalah mengeksisi lapisan
epitel secara komplit
• Tahun 1990  teknik operasi baru yang
disebut penanganan supra-aurikuler (Prasad
dkk.)
Diskusi
• Terdapat banyak laporan bahwa penanganan
supra-aurikuler secara statistik memiliki angka
kekambuhan lebih rendah dibandingkan simple
sinusectomy.
• Pada penelitian ini, penanganan supra-
aurikuler memiliki angka kekambuhan lebih
sedikit secara signifikan sebanyak 3,3%
dibandingkan simple sinusectomy.
Kesimpulan
• Sinus preaurikuler terjadi pada laki-laki dengan
kejadian 1,4 kali lebih sering, dan
prevalensinya lebih tinggi pada kelompok
remaja dibandingkan yang lain.
• Perbedaan signifikan diobservasi pada angka
kekambuhan antara penanganan supra-
aurikuler dan simple sinusectomy (P < 0,05).
• Penanganan supra-aurikuler adalah teknik
operasi adekuat untuk eksisi sinus
preaurikuler.