Anda di halaman 1dari 122

NASIONALISME

Diklatsar CPNS Pemerintah


Kabupaten Bengkalis TA 2019
Tanggal 15 s/d 16 Agustus 2019

BENGKALIS
Biodata
Nama : H. ANDRY SUKARMEN, SE. MP.
Tempat, Tgl Lahir : Duri, 14 Nov. 1963
Pangkat, Gol./Ruang/TMT : Pembina
Utama Muda, IV/c / 1 April 2009
Jabatan : Widyaiswara Ahli Madya
Instansi/Unit Kerja : BPSDM Provinsi Riau
Alamat Kantor : Jl. Ronggowarsito No. -
Pekanbaru
Alamat : Jl. MH Thamrin VII No. 25
Gobah - Pekanbaru. Telp. 0761-561404,
HP. 081275777200, E-mail :
ssukarmenaandry@yahoo.com atau
ssukarmenaandry63@gmail.com
Biodata
PENGALAMAN JABATAN :
1. Kepala Biro Tata Pemerintahan
Setda Prov Riau (2014 – 2015);
2. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja
Kota Pekanbaru (2014);
3. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran
Kota Pekanbaru (2013 – 2014);
4. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan
Keuangan Setko Dumai;
5. Kepala Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kota
Dumai (2011 – 2012);
6. Kepala Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kabupaten Bengkalis
(2005 – 2010).
Motivasi Kepada CPNS :
ASN MEMUPUK NASIONALIME DENGAN MEMPERERAT DAN
MEMPERSATUKAN BANGSA INDONESIA , DAPATKAH ?
Menjabarkan dan membahas :
1. Nilai Pancasila dalam
menumbuhkan
Nasionalisme;
2. ASN sebagai pelaksana
kebijakan publik;
3. ASN sebagai pelayan
publik;
4. ASN sebagai perekat dan
pemersatu bangsa;
Deskripsi Hasil Belajar (Perkalan
Singkat
No 10/2015) Setelah
(Perkalan No
18/2014) Mata mengikuti
Diklat ini pembelajaran ini
membekali peserta mampu untuk :
peserta 1. menunjukan sikap
dengan
kemampuan perilaku Nasionalisme
memahami 2. ASN sebagai
Nasionalisme pelaksana kebijakan
dalam dan pelayan public
mempererat
dan
serta mempererat
mempersatuka dan mempersatukan
n bangsa bangsa.
Indonesia
Indikator Hasil Belajar (Perkalan No 10/2015)
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta
dapat:
1. Peserta dapat mahami
Implementasi nilai-nilai
Nasionalisme Pancasila bagi
ASN;
2. Peserta dapat mengetahui
ASN sebagai pelaksana
kebijakan publik;
3. Peserta dapat mengetahui
ASN sebagai pelayan Publik;
4. Peserta ASN sebagai Perekat
dan Pemersatu bangsa
Pendahuluan
Kenapa
Harus Perubahan ?
Apabila hari ini sama dengan
kemarin, maka kita merugi
Apabila Hari Ini lebih buruk dari
kemarin, maka kita celaka
Al Hadist

If You Don't Change.. You Die (Peter Senge)


There is nothing permanent
exept change... (Heraclitus, 535 -475 BC)
Dasar Hukum Pelatihan

UU No 5/2014
PP No 11/2017 ttg Peraturan LAN
ttg Aparatur Sipil
Manajemen PNS
Negara

PerLAN
Pasal 33-37 No 12/2018 ttg
Pasal 63-65
Pelatihan Dasar
CPNS
Kompetensi yang dibangun

1. Menunjukkan sikap perilaku Bela 2. Mengaktualisasikan nilai-nilai


Negara dasar PNS dalam pelaksanaan
tugas jabatannya

3. Mengaktualisasikan
4. Menunjukkan penguasaan
kedudukan dan peran PNS kompetensi teknis yang
dalam kerangka NKRI dibutuhkan sesuai bidang
tugas
STRUKTUR KURIKULUM
A. Kurikulum Pembentukan B. Kurikulum Penguatan Kompetensi
Karakter PNS, yang terdiri dari : Teknis Bidang Tugas :
Agenda Sikap Perilaku Bela
01 Negara 01 Kompetensi Teknis Umum
Wawasan Kebangsaan & Nilai2
/Administrasi
BN, Anallisis Isu Kontemporer, untuk meningkatkan
Kesiapsiagaan BN pengetahuan dan keterampilan
Agenda Nilai–Nilai Dasar PNS yang bersifat umum/administratif
02 Akuntabilitas, Nasionalisme, dan diperlukan untuk
Etika Publik, Komitmen Mutu, mendukung pelaksanaan tugas
Anti Korupsi dan jabatan.
Agenda Kedudukan dan Peran Kompetensi Teknis Substansi
03 PNS Dalam NKRI 02 untuk meningkatkan
Manajemen ASN, Pelayanan pengetahuan dan keterampilan
Publik, Whole of Government yang bersifat spesifik (substantif
dan/atau bidang) yang
Agenda Habituasi diperlukan untuk mendukung
Aktualisasi melalui pembiasaan pelaksanaan tugas dan jabatan
diri terhadap kompetensi yang Pelaksana dan/atau
04 telah diperolehnya melalui pembentukan jabatan
berbagai mata Pelatihan yang fungsional sesuai dengan formasi
AGENDA PELATIHAN
1. Sikap Perilaku Bela Negara
a.Wawasan Kebangsaan & Nilai-nilai Bela
Negara
b.Analisis isu Kontemporer
c.Kesiapsiagaan Bela Negara
2. Nilai-nilai Dasar PNS
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi

3. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI


Manajemen ASN, Pelayanan Publik,
Whole of Government
4. Habituasi
Aktualisasi melalui pembiasaan diri thd
kompetensi yg tlh diperoleh melalui
TAHAPAN PEBELAJARAN
AGENDA NILAI-NILAI
DASAR PNS
PENGALAMAN BELAJAR AGENDA
SIKAP PERILAKU BELA NEGARA
Membac
a Sikap
Menden
gar Perilaku BN
Dinamika 6 JP
Berdiskusi selama
Kelompok Kelas Simulasi Latsar, baik
+ Menonto
n Film di
Sikap Perilaku 1. WASBANG DAN NILAI NILAI BN 6 JP Lembaga
BN 2. ANALISIS ISU KONTEMPORER 9 JP Pelatihan
3. KESIAPSIAGAAN BN 30 JP
maupun di
Luar Kegiatan Instansinya
Kelas Refleksi (Habituasi)
+
Pendampingan
AGENDA KEDUDUKAN DAN
PERAN PNS DALAM NKRI
PENGALAMAN BELAJAR AGENDA
KEDUDUKAN DAN PERAN PNS DALAM NKRI

1.MANAJEMEN ASN
2.PELAYANAN PUBLIK Membaca
3.WOG Refleksi
Mendengar
Kedudukan Berdiskusi
dan Peran PNS Kelas Simulasi
dalam NKRI @ 6JP Film Pendek
Kasus
Tokoh
Panutan
AGENDA HABITUASI
PENGALAMAN BELAJAR AGENDA HABITUASI

Kemampuan mensintesa
substansi mata pelatihan ke
Konsepsi dalam rancangan
dan aktualisasi
Penjelasan Mendapatkan bimbingan
Aktualisasi penulisan rancangan
aktualisasi
Melaksanakan seminar
Pembelajar rancangan aktualisasi
Habit
an Melaksanakan rancangan
uasi Aktualisasi aktualisasi
Menyusun laporan
aktualisasi
Evaluasi Menyiapkan rencana
presentasi laporan
Aktualisasi pelaksanaan aktualisasi
Melaksanakan seminar
aktualisasi
APA YANG ANDA
HARAPKAN ?

Mampu mengaktualisasikan
Pancasila sebagai nilai-nilai dasar
nasionalisme dalam pelaksanaan tugas
jabatannya.
AGENDA
1) Nilai Pancasila dalam menumbuhkan
Nasionalisme;

2) ASN sebagai pelaksana kebijakan publik;

3) ASN sebagai pelayan publik;

4) ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa; d

5) Studi kasus Nasionalisme


ASN yang mampu mengaktualisasikan
nilai-nilai nasionalisme dalam
menjalankan profesinya sebagai
pelayanan publik yang berintegritas

ASN sbg pemersatu ASN sbg pel ASN


bangsa & mendahulukan kebijakan publik yg
profesional &
kepentingan bangsa & senantiasa
negara diatas mementingkan melayani yg
kepentingan lainnya kepentingan publik berintegritas

Sila 1 Sila 2 Sila 3 Sila 4 Sila 5

ASN yang memahami dan memiliki kesadaran


mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan
tugasnya

ASN berwawasan kebangsaan dan


memiliki nasionalisme yang kuat
Pasal 63 dan “Masa
Pasal 64 percobaan Perkalan 12/2018
UU 5/2014 dilakukan
melalui diklat”
“Membentuk pns profesional yang
Pasal 34 PP karakternya dibentuk oleh sikap
11/2017 perilaku bela negara, nilai dasar
pns,
Mata Pelatihan: Agenda: pengetahuan tentang kedudukan/
Wasbang, isu Sikap/ perilaku peran pns dalam nkri serta
kontemporer, bela bela negara mengusai bidang tugasnya”
negara

Akuntabilitas, Kurikulum
NASIONALISME, Kurikulum
Nilai-nilai penguatan
etika publik, pembentukan
dasar PNS kompetensi
komitmen mutu, karakter pns
teknis bidang
anti korupsi, studi
lapangan
Kedudukan/
Manajemen ASN, peran
yanlik, WOG, PNS dalam
studi lapangan NKRI

Konsepsi Kompetensi Kompetensi


aktualisasi , Habituasi teknis umum/ teknis
evaluasi aktualisasi, administrasi substantif
dll
1. Proxy war;
2. Kemudahan Investasi Tahun 2014
Indonesia Peringkat 114 dari 189 negara;
3. Index Korupsi Indonesia 2014 Peringkat
117 dari 175 negara;
4. The Global Innovation Index 2015
menempatkan Indonesia pada di posisi 97
dari 14
5. The Global Competitiveness Report 2015-
2016 ) menempatkan Indonesia pada di
posisi 37.
POTRET INDONESIA

HUTANG LUAR NEGERI


PENGANGGURAN

KERUSAKAN ALAM
KEMISKINAN MASSIF
26
KELISTRIKAN

Kwh terpasang :
54.488 kwh, Rasio
Elektrifikasi : 88,30 %
wilayah Indonesia,
kwh per kapita : 910
kwh, dan setiap
malam masih
dirundung kegelapan
- tanpa listrik (sumber : Dirjend
Ketenagalistrikan Kemen ESDM)
VIETNAM
98 %
THAILAND
99.3%
BRUNEI
MALAYSIA 99.7 %
99 %

SINGAPORE
100 %

RASIO ELEKTRIFIKASI INDONESIA ???


ENERGI
Tahun 2017 :
ENERGI
Jumlah Subsidi Rp. 160 T terdiri dari :
Subsidi Energi Rp. 77,3 T terdiri dari :
BBM tertentu & LPG 3 Kg Rp. 32,3 T;
Subsidi Listrik Rp. 44,9 T.

Subsidi Non Energi Rp. 82,7 T terdiri dari :


Subsidi Pangan Rp. 19,7 T;
Subsisi Pupuk Rp. 31,1 T;
Subsidi Benih Rp. 1,2 T;
Subsidi Public Service Obligation (PSO) Rp. 4,3 T;
Subsidi Bunga Kredit Rp. 15,9 T;
Subsidi Pajak Rp. 10,3 T.

Tahun 2016 WE CAN


Jumlah Subsidi Rp. 177,6 T terdiri dari : DO IT!
Subsidi Energi Rp. 94,3 T;
Subsidi Non Energi Rp. 83,3 T
ANGKA KEMISKINAN
Sebanyak 28,59 Juta penduduk Indonesia hidup
di bawah standar garis kemiskinan. (sumber : BPS Sep 2012)
TAHUN 2018 : 9,5 % (Prediksi);
TAHUN 2017 : 10,12% dengan jumlah Absolut 26,58
juta jiwa.
TAHUN 1970 : 60 % dengan jumlah Absolut 70 juta
jiwa.

HUTANG LUAR NEGERI


Tahun 2012 sebesar Rp.1.975,62 Triliun & harus
membayar BUNGA hutang Rp.122,2 Triliun (sumber :
Kemenkeu RI Sept. 2012), sedangkan Tahun 2017 :

Rp. 4.849 T atau US $ 352,2 Milyar (1 US $ = Rp.


13.769) (Sumber : BI, Februari 2017)
CORRUPTION INDEX
2012 2017

6 Singapore 87
41 Brunei D 58
32 Malaysia 49
36 Thailand 37
111 Philipines 34
91 Timor-Leste 33
36 Indonesia 37
CORRUPTION INDEX 2017

1 Selandia Baru 89 6 Singapore 87 176 Yaman 87


2 Denmark 87 41 Brunei D 58 177 Afghanistan 87
3 Finlandia 87 32 Malaysia 49 178 Suriah 87
4 Norwegia 87 36 Thailand 37 179 Sudan Selatan 87
5 Swiss 87 111 Philipines 34 180 Somalia 87
91 Timor-Leste 33
36 Indonesia 37
Menurut Donal Fariz dari ICW :
Saat ini harus dilakukan upaya reformasi hukum secara terus
menerus sehingga tidak memberi ruang munculnya niat dan
tindakan korupsi.
Peringkat I korupsi berada di Birokrasi, DPRD, dan KDH,
bentuknya bukan sekedar manipulasi uang transportasi, hotel,
dan uang saku, tetapi tender proyek fiktif, pemerasan, mark up
pengadaan barang/jasa hingga pengelakan pajak.
Pada Birokrasi (banyak persoalan yang komplek), celah korupsi
antara lain :
Pengadaan Barang dan Jasa misalnya Mark Up, Down Up, dan
manipulasi pengadaan barang dan jasa.
Tidak ada Pengawasan efektif sehingga pelaksanaan di
lapangan tidak sesuai rencana.
Sektor Perijinan seperti Ijin Pertambangan, Usaha Perkebunan,
dll.
Kasus yang ditangani KPK menunjukkan Perijinan
Pertambangan, Alih Fungsi Hutan, dan Pengadaan Barang
dan Jasa adalah kasus-kasus yang paling dominan ditangani
penegak hukum karena telah terjadi manipulasi sangat mudah
DASAR HUKUM :
1. UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN;
2. PP No. 11 Tahun 2017 tentang Menejemen
PNS;
3. Perka LAN No. 18 Tahun 2018 tentang
Diklat Latsar CPNS.
Seorang Bangsa Indonesia:
“Ketika saya melihat keadaan
bangsa saya, saya bisa melihat
banyak hal. Saya bisa melakukan
ini dan itu untuk meningkatkan
kualitas bangsa saya. Kemudian
saya bisa lebih meningkatkannya
lagi. Saya bisa membuatnya lebih
sempurna jika saya melakukan ini
dan itu….Ini merupakan proses
yang alami ke arah proses
peningkatan kinerja bangsa saya
berikutnya berikutnya”
Sebagai Warga Negara Indonesia, kita harus mampu
mendorong proses pencapaian cita-cita dan tujuan
berdirinya NKRI
Saatnya sekarang
Melakukan perubahan
MATERI POKOK I

Memahami
Nilai Nilai Pancasila peranan Pancasila
Dalam Menumbuhkan dalam
Nasionalisme ASN menumbuhkan
nasionalisme ASN
Nilai Nilai Wawasan Kebangsaan Karakter
Pancasila Nasionalisme ASN
ASN
PRINSIP-PRINSIP DARI PANCASILA
• PRINSIP KETUHANAN : ketuhanan yg berkebudayaan,
yg lapang dan toleran; bkn ketuhanan yg saling
menyerang, merusak & mengucilkan

• PRINSIP KEMANUSIAAN : yakni yang


berperikemanusian dan berperikeadilan;
bukan menjajah dan eksploitatif

• PRINSIP KEBANGSAAN : yakni mampu


mengembangkan persatuan dari aneka perbedaan,
“bhineka tunggal ika”; bukan kebangsaan yg
meniadakan perbedaan/menolak persatuan
PRINSIP-PRINSIP DARI PANCASILA

• PRINSIP DEMOKRASI : yakni mengembangkan


musyawarah mufakat; bukan demokrasi yang
didikte oleh suara mayoritas (mayorokrasi) atau
minoritas elit penguasa-pemodal (minorokrasi).

• PRINSIP KESEJAHTERAAN : yakni mengembangkan


partisipasi dan emansipasi di bidang ekonomi
dengan semangat kekeluargaan; bukan visi
kesejahteraan yang berbasis individualisme-
kapitalisme
Yudi Latif, Memantapkan Pancasila
(Kompas, 31 Mei 2017)
24

Hapal Pancasila

Tak Hapal Pancasila

76
LANDASAN IDIIL : PANCASILA

Sumber dari
Kesatuan

1 3
segala
sumberhuku Sosial :
m: PS merupakan
PS menjadi referensi satu kesatuan
Per-UU yang utuh

Etika Sosial : Ideologi

2 4
Negara :
Bersifat universal
PS menjadi
dan tercermin
referensi Prilaku dalam pikiran,
perbuatan dan
tindakan
LANDASAN KONSTITUSIONAL : UUD 1945

Pembukaan UUD 1945 Batang Tubuh UUD 1945


Sebagai Norma Dsar : sebagai Norma Hukum :
1. Cita-cita Luhur; 1. Secara Umum : SANRI;
2. Pembentukan UUD 2. Secara khusus :
1945; Penyelenggaraan
Pemerintahan Negara.
3. Negara Demokratis;
4. Falsafah Negara.
ETIKA
SOSIAL
BUDAYA

ETIKA ETIKA
LINGKUNGAN POLITIK &
PEMERINTA
ETIKA HAN
KEHIDUPAN
BERBANGSA
ETIKA ETIKA
KEILMUAN EKONOMI
& BISNIS
ETIKA
PENEGAKAN
HUKUM
Wawasan
Kebangsaan Implikasi
Sudut pandang atau cara Menentukan cara suatu
memandang yg mengandung bangsa,
kemampuan mendayagunakan
seseorang/kelompok orang, kondisi geografis,
untuk memahami keberadaan sejarah,
jatidirinya sebagai suatu bangsa, Ipoleksosbudhankam
juga dalam memandang dirinya negaranya dalam
dan bertingkah laku sesuai mencapai cita cita dan
dengan falsafah hidup bangsanya menjamin kepentingan
baik dalam lingkungan internal nasionalnya
maupun eksternal
WAWASAN KEBANGSAAN
pada hakekatnya adalah hasrat
yang sangat kuat untuk
mewujudkan kebersamaan
dalam mengatasi segala
perbedaan dan diskriminasi.
Sumpah Pemuda
(28 Oktober 1928)

Pengalaman
Didukung
Sejarah Latar Belakang
ideologi
Senasib Sejarah
nasionalisme
Sepenanggungan
PERGESERAN MAKNA
MEMBANGUN BANGSA

Merebut kemerdekaan Mengisi kemerdekaan


dengan bambu runcing dengan ide2 kreatif
AJARAN PARA PEJUANG
BANGSA
“Nasionalis Yang Sedjati, Jang
Nasionalismenya itu Bukan
Timbul Semata- mata suatu
Copie atau Tiruan dari
Nasionalisme Barat akan
Tetapi Timbul dari Rasa Tjinta
akan Manusia dan
Kemanusiaan”
Soekarno : dibawah Bendera Revolusi :
Jilid 1
AJARAN PARA PEJUANG
BANGSA
AJARAN PARA PEJUANG
BANGSA
Nasionalisme Indonesia Nasionalisme Pancasila
adalah suatu gerakan adalah pandangan atau
kebangsaan yang paham kecintaan
timbul pada bangsa manusia Indonesia
Indonesia untuk terhadap bangsa dan
menjadi sebuah tanah airnya yang
bangsa yang merdeka didasarkan pada nilai-
dan berdaulat nilai Pancasila
Bangsa
INDONESIA

terbangun dari 1.128 suku bangsa


yang mendiami 17.504 pulau di wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia
seluas 1.922.570 km²
Tahukah anda bahwa tambang emas terbesar di dunia
itu adalah di Grasberg Papua – Indonesia dengan
produksi 40.9 ton per tahun ?
Jika 1 gram emas = 600 ribu rupiah.
1 kilogram = 600 juta rupiah.
1 ton = 600 M.
40.9 ton = 24,6 Trliun/ tahun.
Itulah produksi “sampingan” PT. Freeport.
Kenapa disebut produksi sampingan PT. Freeport, karena PT. FI produksi
utamanya adalah tembaga yang besarnya 18 juta ton. Perak 3400 ton.
Kandungan emas terbukti di tambang Grasberg Papua saja (belum
termasuk area tambang freeport di area lain di papua) = 1600 Ton.
Dengan harga 600 ribu/ gram (harga pasar sudah di atas 600 ribu/gram)
didapatkan total = 960 triliun. 50% saja kembali ke Papua, sudah kaya raya.
PELEMAHAN NASIONALISME
(GLOBAL FACTOR)

• Individualistik ciri khas masyarakat Barat


(Hofstede).
• Globalisasi.
• Pasar bebas.
• Kekayaan negara dunia ketiga sebagai
sumber bahan produksi (bahan tambang
dan tenaga kerja yang murah).
• Sistim ekonomi yang tidak sepenuhnya
bermoral.
• Sistim politik di dominasi oleh negara
adikuasa.
• orang mengejar kekayaan dengan
konsekueansi kurang memperhatikan
kepentingan bangsa dan negara.
• Media di dalam merubah pola pikir dan budaya.
• Sistim Pendidikan tidak mengutamakan kearifan
lokal.
• Dewan Perwakilan Rakyat bukannnya
mewakili rakyat tapi mewakili
kepentingan politik.
• Pengelolaan aset negara seperti
pelabuhan diserahkan pada perusahaan
asing.
• Budaya Birokrasi dan Budaya Politik
tidak dibentuk berbasis semangat cinta
pada bangsa dan negara.
Upaya untuk
Menumbuhkan Kembali
Nasionalisme Bangsa

2. Peran 3. Peran
1. Peran Keluarga
Pendidikan Pemerintah
• Akuntabilitas
NILAI • Nasionalisme
DASAR • Etika Publik
• Komitmen Mutu
ANEKA • Anti Korupsi

• Sila 1
IMLEMENTASI
• Sila 2
DALAM
• Sila 3
KEHIDUPAN • Sila 4
SEHARI-HARI • Sila 5

• Ideologi
KEHIDUPAN • Politik
• Ekonomi
BERBANGSA • Sosial
DAN • Budaya
BERNEGARA • Pertahanan
• Kemamanan
Sila 1 : Ketuhanan Yang Maha Esa
• Jujur dan punya Integritas
• Hormat pada hak orang lain
• Hormat pada aturan dan hukum masyarakat

• Punya etika sbg prinsip dasar dlm kehidupan


sehari-hari
• Tidak Korupsi & tingkah laku koruptif lainnya
• Sabar

•Jiwa Besar
•Berprasangka baik
Sila 2 : Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

•Tidak Dzalim

•Sopan / Santun

•Saling Tolong Menolong


Sila 3 : Persatuan Indonesia

•Rukun dan Damai

•Menjaga Keutuhan Bangsa

•Menjunjung Tinggi Kehormatan


Bangsa dan Negara
Sila 4 : Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmah
Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan

• Mau mendengar pendapat orang lain


• Siap menang, tetapi juga siap kalah

• Sportif
• Selalu sesuai aturan main/mematuhi undang
yang berlaku

• Bertanggung jawab
• Tolong Menolong
• Tidak Anarkhis
Sila 5 : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat
Indonesia
•Tidak Serakah
•Tepat Waktu

•Mau Bekerja Keras


•Saling Membantu

•Suka Menabung dan Investasi


Yudi Latif, Memantapkan Pancasila
(Kompas, 31 Mei 2017)

24

Hapal Pancasila

Tak Hapal Pancasila

76
MATERI POKOK II

Memahami fungsi
ASN Sebagai dan peran ASN
sebagai pembuat
Pelaksana
dan pelaksana
Kebijakan Publik kebijakan publik
Gambaran kehidupan
bangsa yang sangat penting
bagi ASN sebagai pembuat
dan pelaksana kebijakan
publik
1. AIR: ...50 juta penduduk miskin di perkotaan tdk memiliki
akses thdp air bersih. Apalagi Penyediaan air bersih saat ini
baru menjangkau 9% dari total penduduk Indonesia....!”
2. KERUSAKAN ALAM: 1.8 juta ha hutan di Indonesia dibabat
setiap tahunnya, belum lagi yang disebabkan oleh
kebakaran. Akibatnya, 39% habitat alami turut musnah....
Padahal 30 juta jiwa tergantung hidupnya dari keberadaan
dan kelestarian hutan... 49% (110 juta) penduduk
Indonesia.... hidup di bawah garis kemiskinan (Survey WB)
3. LISTRIK: 70 juta penduduk Indonesia setiap malam masih
dirundung kegelapan - tanpa listrik
4. ENERGI: 52.5% konsumsi energi di negeri ini sangat
tergantung pada BBM..... Dan yang mencengangkan subsidi
untuk 62 juta kiloliter BBM pada tahun 2005 menghabiskan
hampir 20% APBN.
5. KESEHATAN: 2/3 penduduk Indonesia masih mengkonsumsi
makanan kurang dari 2.100 kalori per hari...data ini
menunjukan sebagaian besar masyarakat kita hidup
PENGERTIAN :

1. Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah


profesi bagi pegawai negeri sipil dan
pegawai pemerintah dengan
perjanjian kerja yang bekerja pada
instansi pemerintah.
2. Pegawai Aparatur Sipil Negara
(Pegawai ASN) adalah pegawai negeri
sipil dan pegawai pemerintah dengan
perjanjian kerja yang diangkat oleh
pejabat pembina kepegawaian dan
diserahi tugas dalam suatu jabatan
pemerintahan atau diserahi tugas
negara lainnya dan digaji berdasarkan
peraturan perundang-undangan.
PENGERTIAN :

1. Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah warga


negara Indonesia yang memenuhi syarat
tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN
secara tetap oleh pejabat pembina
kepegawaian untuk menduduki jabatan
pemerintahan.
2. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian
Kerja (PPPK) adalah warga negara
Indonesia yang memenuhi syarat tertentu,
yang diangkat oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian sesuai dengan kebutuhan
Instansi berdasarkan perjanjian kerja untuk
jangka waktu tertentu dalam rangka
melaksanakan tugas pemerintahan.
Warga negara Indonesia yang
diangkat penjadi PNS

M a k a

Sejak saat itu dan seketika itu


pula Ia (PNS) menyerahkab
sebahagian KEDAULATAN
PRIBADINYA kepada Negara
dan Pemerintah Republik
Indonesia
Pelaksana kebijakan publik:
 Setiap pegawai ASN harus memiliki nilai-nilai
kepublikan, berorientasi pada kepentingan publik
dan senantiasa menempatkan kepentingan publik,
bangsa dan negara di atas kepentingan lainnya,
mengedepankan kepentingan nasional ketimbang
kepentingan sektoral dan golongan.
 Untuk itu pegawai ASN harus memiliki karakter
dan orientasi kepublikan yang kuat dan mampu
mengaktualisasikannya dalam setiap langkah-
langkah pelaksanaan kebijakan publik.
1. Kepastian hukum;
2. Profesionalitas; Manajemen
3. Proporsionalitas;
4. Keterpaduan;
ASN
5. Delegasi; berdasarkan
6. Netralitas; pada azas:
7. Akuntabilitas;
8. Efektif dan efisien;
9. Keterbukaan;
10.Nondiskriminatif;
11.Persatuan dan
Kesatuan;
12.Keadilan dan
Kesetaraan; dan
13.Kesejahteraan.
1. Nilai dasar;
2. Kode etik dan kode ASN
perilaku;
3. Komitmen, integritas SEBAGAI
moral, dan tanggung
jawab pada
PROFESI
pelayanan publik; BERLANDAS
4. Kompetensi yang
diperlukan sesuai KAN PADA
dengan bidang
tugas;
PRINSIP:
5. Kualifikasi akademik;
6. Jaminan
perlindungan hukum
dalam melaksanakan
tugas; dan
7. Profesionalitas
jabatan.
NILAI DASAR ASN
1. Memegang teguh ideologi Pancasila;
2. Setia dan mempertahankan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945 serta pemerintahan yang sah;
c. mengabdi kepada negara dan rakyat
Indonesia;
3. Menjalankan tugas secara profesional
dan tidak berpihak;
4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip
keahlian;
5. Menciptakan lingkungan kerja yang
nondiskriminatif;
6. Memelihara dan menjunjung tinggi
standar etika yang luhur;
NILAI DASAR ASN
7. Mempertanggungjawabkan tindakan dan
kinerjanya kepada publik; i. memiliki
kemampuan dalam melaksanakan
kebijakan dan program pemerintah;
8. Memberikan layanan kepada publik secara
jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya
guna, berhasil guna, dan santun;
9. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas
tinggi; l. menghargai komunikasi, konsultasi,
dan kerja sama;
10.Mengutamakan pencapaian hasil dan
mendorong kinerja pegawai;
11.Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan;
12.Meningkatkan efektivitas sistem
pemerintahan yang demokratis sebagai
perangkat sistem karier
Etik dan Kode Perilaku ASN

Kode etik dan kode


perilaku ASN bertujuan
untuk menjaga martabat
dan kehormatan ASN
berisi pengaturan perilaku
agar Pegawai ASN
melaksanakan tugas :
Etik dan Kode Perilaku ASN
a. Jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi;
b. Cermat dan disiplin;
c. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa
tekanan; d. sesuai dengan ketentuan peraturan
perundangundangan;
e. Sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang
Berwenang sejauh tidak bertentangan dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan dan
etika pemerintahan;
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan
negara;
g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara
secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien;
Etik dan Kode Perilaku ASN
h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan
dalam melaksanakan tugasnya;
i. Memberikan informasi secara benar dan tidak
menyesatkan kepada pihak lain yang
memerlukan informasi terkait kepentingan
kedinasan;
j. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara,
tugas, status, kekuasaan, dan jabatannya untuk
mendapat atau mencari keuntungan atau
manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain;
k. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu
menjaga reputasi dan integritas ASN; dan
melaksanakan ketentuan peraturan
perundangundangan mengenai disiplin
Pegawai ASN.
SISTEM MERIT
Adalah :
Konsepsi dalam manajemen
SDM yang menggambarkan
diterapkannya obyektifitas
dalam keseluruhan semua proses
dalam pengelolaan ASN
yakni pada pertimbangan
kemampuan dan prestasi individu
untuk melaksanakan pekerjaanya
(kompetensi dan kinerja).
SISTEM MERIT
Pengambilan keputusan dalam
PENGELOLAAN SDM didasarkan pada
KEMAMPUAN dan KUALIFIKASI seseorang
dalam atau untuk melaksanakan pekerjaan
dan TIDAK BERDASARKAN PERTIMBANGAN
SUBYEKTIF seperti afiliasi POLITIK, ETNIS, DAN
GENDER.
OBYEKTIFITAS dilaksanakan pada semua
tahapan dalam pengelolaan SDM
(REKRUITMEN, PENGANGKATAN,
PENEMPATAN, DAN PROMOSI). Sistem ini
biasanya disandingkan dengan spoil sistem,
dimana dalam penerapan manajemen
SDM-nya lebih mengutamakan
pertimbangan subyektif.
PENGELOLAAN SISTEM MERIT

Bagi organisasi :
1. Sistem merit mendukung keberadaan
PRINSIP AKUNTABILITAS yang saat ini
menjadi tuntutan dalam sektor publik;
2. Mengetahui apa TUJUAN keberadaan
organisasi (visi, misi, dan program yang
akan dilakukan) sehingga organisasi
dapat mengarahkan SDM-nya untuk
dapat mempertanggungjawabkan
keberadaannya;
Bagi pegawai :
Sistem ini menjamin KEADILAN dan juga
menyediakan ruang keterbukaan dalam
perjalanan karir seorang pegawai
MATERI POKOK III

Memahami
ASN Sebagai peran ASN
Pelayan Publik sebagai
pelayan publik
Memperbaiki Pelayanan Publik
Pelayanan Publik 4 dimulai dari membangun
Profesionalisme PNS
3 Perlu PNS Profesional
yang berkarakter sebagai
pelayan publik

2 Prakondisi belum dikelola secara


efektif dan efisien oleh aktor
pembangunan

1
Indonesia Tertinggal di
pentas global
(termasuk pelayanan
publik)
Bagaimana Profesionalisme PNS sebagai
Pelayanan Publik di bentuk di Latsar CPNS?
Adanya ketidak puasan masyarakat terhadap
1
waktu,biaya dan cara pelayanan

Adanya diskriminasi pelayanan atas dasar hubungan


2
pertemanan,afiliasi politik,etnis, dan agama

3 Birokrasi,suap dan pungli sudah dianggap sebagai hal yang wajar


Orientasi Pelayanan tidak terhadap pengguna jasa tapi kepada
4
kepentingan pemerintah bahkan pejabatnya

Budaya yang berkembang bukan budaya pelayanan


5 melainkan budaya kekuasaan

Kewenangan untuk melayani terdistribusi pada banyak satuan


6 birokrasi
Tantangan Sebagai Pelayan Publik
Materi Pokok Pelayanan Publik

Konsep Pola pikir


Pelayanan PNS
Publik Sebagai
Pelayan
Etiket
Publik
pelayanan
Sebagai pelayan publik:
 Setiap pegawai ASN senantiasa bersikap adil
dan tidak diskriminasi dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat.
 Mereka harus bersikap profesional dan
berintegritas dalam memberikan pelayanan.
Tidak boleh mengejar keuntungan pribadi atau
instansinya belaka, tetapi pelayanan harus
diberikan dengan maksud memperdayakan
masyarakat, menciptakan kesejahteraan
masyarakat yang lebih baik.
 Untuk itu integritas menjadi penting bagi setiap
pegawai ASN. Senantiasa menjunjung tinggi
nilai-nilai kejujuran, keadilan, tidak korupsi,
transparan, akuntabel, dan memuaskan publik.
Mengapa harus ada Pelayanan Publik

Kebutuhan Manusia

PRIMER

SEKUNDER

TERSIER
Mengapa harus ada Pelayanan Publik ?
Saya Bayar
Pajak...
Anda Penuhi Siap........
Kebutuhan
Saya...!

Teori Terbentuknya Negara


Jika sepakat untuk memperbaiki
pelayanan publik mulai dari
profesionalisme PNS

Mari Kita Bicara Tentang


Pelayan Publik
Definisi Pelayanan Publik

Boleh
tanya
Mbah
Google!!!

Ahli UU 25/2009 Modul LAN


Pemerintahan di Pusat dan Daerah, dan di
lingkungan BUMN/BUMD dalam bentuk barang
dan/atau jasa, baik dalam pemenuhan kebutuhan
masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan
ketentuan peraturan perundang‐undangan

Definisi Pelayanan Publik

Undang‐Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik,


dijelaskan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian
kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan
peraturan perundang‐ undangan bagi setiap warga negara dan penduduk
atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan
oleh penyelenggara pelayanan publik.
Unsur Pelayanan Publik

Saya Bayar
Pajak... Siap........
Penyelenggara
Anda Penuhi
Pelayanan
Kebutuhan
Saya...! Kepuasan
Pelanggan
Masyarak
at
Penerima
Layanan
Penyedia
Pelayanan Publik
Pelaksana
Pelayanan
Publik Penyelenggara
Pelayanan Publik

INSTANSI
PEMERINTAH

BUMN/D

pejabat
LEMBAGA
pegawai INDEPENDEN

petugas
Prinsip-Prinsip Pelayanan Publik

Prinsip2 Pelayanan

Fundamen Pelayanan
Prinsip-Prinsip Pelayanan Publik
Mudah dan Murah
Aksesibel
Akuntable
Tidak
Diskriminatif

Partisipatif Berkeadilan
Transparan

responsif Efektif dan


efisien
Memperbaiki PolaPikir ASN
sebagai Pelayan Publik

Setelah anda mengetahui Konsep Pelayanan Publik yang baik


Bagaimana menanamkan Konsep tersebut pada PNS?
Memperbaiki Pola Pikir ASN
sebagai Pelayanan Publik

Merubah Pola Pikir ASN

Prinsip2
Cara kerja Pelayanan Yg Baik
Pelayanan
Birokrasi
yang
Terjangkit
“Penyakit”
Fundamen Pelayanan
Memperbaiki Pola Pikir ASN
sebagai Pelayanan Publik
Kondisi yang
diharapkan
Kondisi
Saat ini
Terpenuhinya :
Hak & Kebutuhan dasar
Warga Negara (termasuk perlindungan)
Tercapainya Hal
strategis&Perlindungan

Belum Terpenuhinya Hak & Pelayanan


Kebutuhan dasar Warga Berpatologi
Negara (termasuk perlindungan), Hal Membudayakan
strategis&Perlindungan
Pelayanan
(Sementara warga negara
membayar pajak) Prima
Menanamkan Fundamen
Pelayanan Publik
Hak Warga
Dari Negara
Pajak

Untuk Mencapai Untuk memenuhi


Kebutuhan Dasar
Hal Strategis
termasuk
Perlindungan
Menanamkan Prinsip Profesi ASN

Nilai Dasar: Jujur, Tanggap, Cepat, Tepat,


Akurat, Berdayaguna, Berhasil guna, santun
Kode Etik; Hormat,
Memberikan Santun, Sopan,
pelayanan publik Tanpa Tekanan
Pelaksana profesional,
Kebijakan bebas dari
Publik intervensi politik,
bersih dari
praktik KKN
Perekat dan
Pemersatu
Pelayan Publik Bangsa
Membangun Budaya Pelayanan

Biasakan Berorintasi
Kepuasan Masyarakat

Fahami kembali Membiasakan


hakekat dari Perilaku
Pelayanan Publik Pelayanan
Prima

MELAYANI SEPENUH HATI


Memahami Hakikat Pelayanan

Pemberian pelayan prima kepada


masyarakat yang merupakan perwujudan
kewajiban aparatur pemerintah sebagai
abdi masyarakat
MATERI POKOK IV

ASN Sebagai Memahami fungsi


ASN sebagai
Perekat dan pemersatu bangsa
Pemersatu Bangsa
Potensi Disintegrasi
• Kelompok yang belum menerima
Pancasila dan NKRI
• Konflik Pemekaran Daerah
• Ketidak Percayaan terhadap
pemerintah
• Pemerataan Kesejateraan
• Sumber Daya Alam
Adapun fungsinya sbg pemersatu bangsa
dan negara:
setiap pegawai ASN harus memiliki jiwa
nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang
kuat, memiliki kesadaran sebagai penjaga
kedaulatan negara, menjadi perekat bangsa
dan mengupayakan situasi damai di seluruh
wilayah Indonesia, dan menjaga keutuhan
NKRI
Saat ini Saudara sebagai CPNS,
Bagaimanakah memaknai dan
melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam
konteks Nasionalisme pada pelaksanaan
pelayanan publik yang menjadi tugas
pokok Saudara ?
Peserta dibagi dalam 4 (empat)
Kelompok, setelah selesai
dipresentasikan di depan kelas.
Selamat berdiskusi …. !
Penutup
KESIMPULAN :
1. Nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman dan
diimplementasikan dalam setiap sendi kehidupan
bernegara;
2. Setiap ASN sebagai pelaksana kebijakan berkewajiban
mempedomani dan mentaati peraturan perundang-
undangan, dan berpihak kepada kepentingan
masyarakat;
3. ASN sebagai pelayan publik agar elaksanakan tugasnya
dengan sepenuh hati, berintegritas dan professional;
4. ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa agar dapat
menjaga persatuan NKRI;
5. Membuat hasil evaluasi.
6. Membuat laporan kegiatan.
MANUSIA SEBAGAI RAHMAT
BAGI MANUSIA DAN ALAM SEMESTA

Aku takut mati,


bukan karena mati itu sendiri,
tetapi takut bahwa sebelum sempat aku
memberi makna bagi hidup ini,
mati telah menjemputku,
sehingga hidupku sia-sia … Pangkalpinang, 12 Mei 1992
Iwan Abdulrahman