Anda di halaman 1dari 11

PRESENTASI KASUS PADA PASIEN

POST OPERASI SECTIO CAESARIA


DI RUMAH SAKIT PANEMBAHAN
SENOPATI BANTUL

ENY ASTUTI
32-188-06-11-2011
KASUS
Ny. P 41 tahun P4A0 datang ke poly obsgyn untuk
kontrol post sectio caesaria hari ke 14,
TD:140/110. Ny.P mengeluhkan agak pusing.
ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN

Data obyektif:
TD: 140/110 mmHg
luka post op terlihat kering

Data subyektif:
Ny. P mengeluhkan agak pusing
2. DIAGNOSA
a. gangguan integritas kulit berhubungan dengan
tindakan pembedahan.
b. nyeri berhubungan dengan luka post operasi
c. Resiko infeksi berhubungan dengan luka post
operasi
3. INTERVENSI
DIAGNOSA 1 :
gangguan integritas kulit berhubungan dengan
tindakan pembedahan.

TUJUAN: tidak terjadi gangguan integritas kulit,


dengan kriteria hasil : penyembuhan luka tepat
waktu
INTERVENSI
• Kaji area luka
• Selidiki apakah ada keluhan gatal sekitar luka
• Diskusikan tentang perawatan insisi, gejala
infeksi dan pentingnya diet nutrisi.
• Penggantian balutan atau sesuai pesanan
• Kaji fundus, lochia, dan kandung kemih dengan
tanda-tanda vital.
DIAGNOSA 2:
nyeri berhubungan dengan luka post operasi

TUJUAN:
Klien dapat beradaptasi dengan nyeri yang
dialami
INTERVENSI
• Kaji nyeri yang dialami klien
pengukuran nilai ambang nyeri dapat dilakukan
dengan skala maupun deskripsi.
• Terangkan nyeri yang diderita klien dan
penyebabnya
meningkatkan koping klien dalam melakukan
guidance mengatasi nyeri.
• Ajarkan teknik distraksi
pengurangan persepsi nyeri.
• Kolaborasi pemberian analgesik
mengurangi onset terjadinya nyeri dapat dilakukan
dengan pemberian analgetika oral maupun sistemik
dalam spectrum luas/spesifik
• DIAGNOSA 3;
Resiko infeksi berhubungan dengan luka post
operasi

• TUJUAN;
tidak terjadi infeksi selama perawatan
perdarahan dan luka operasi
INTERVENSI
• Kaji kondisikeluaran (jumlah,warna,dan bau dari
luka operasi). Adanya warna yang lebih gelap dan
bau tidak enak mungkin merupakan tanda infeksi.
• Terngkan pada klien pentingnya perawatan luka
selama masa post operasi. Infeksi dapat timbul
akibat kurangnya kebersihan luka.
• Lakukan perawatan luka. Inkubasi kuman dapat
menyebabkan infeksi.
• Terngkan pada klien cara mengidentifikasi infeksi.
Berbagai manifestasi klinis dapat menjadi tanda
non spesifik infeksi; demam dan peningkatan rasa
nyeri mungkin merupakan gejala infeksi.
Referensi
• Carpenito, L. J. 2001. Diagnosa keperawatan.
Jakarta: EGC.
• Doengoes, M. E,. 2000. Rencana askep pedoman
untuk perencanaan dan pendokumentasian
perawatan pasien. Jakarta: EGC.
• Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis obstetric. Jakarta:
EGC.
• Prawirohardjo, S. 2000. Buku acuan nasional
pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.
Jakarta: Yayasan Bina Pustaka