Anda di halaman 1dari 63

|  

Ô     |  
Start

Pengaturan Batas Penyusunan


Daerah Layanan Rancangan Rinci
6Survey
6Pendataan
6Verifikasi
Pemilihan Perangkat Penjilidan Gambar
Utama atau
Teknologi

Perhitungan
Demand Perhitungan Volume

Penyusunan
Rancangan Dasar
Penetapan
Teknologi yang akan
Finish
Dipilih
Tahapan Perencanaan
ë @    | 

Persiapan, Survey Pendahuluan, Survey Lapangan,
Survey Teknik
ë | 
 Ô 
Ô @@
ë |  

     
Ô@Ô@@Ô@
ë Ô   
Pemilihan & Penempatan node-node jaringan,
Batas Layanan, dll
@   
Survey Lapangan(1)
Meliputi :
ë Persiapan Survey
ë Peta kota/wilayah daerah layanan
ë Semua informasi yang berupa
ë Rencana pengembangan/perluasan
wilayah
ë Kependudukan yang diperinci
ë Perekonomian diperinci
ë Informasi mengenai jaringan telepon
existing
Survey Lapangan(2)
ë Survey Pendahuluan
Survey pendahuluan berupa pengenalan
medan atau lapangan dan keadaan
setempat secara garis besar, sehingga
diperoleh suatu gambaran atau gagasan
untuk menyusun strategi pelaksanaan.
ë Meneliti dan mencocokkan data
pelanggan
ë Mengadakan penelitian dan mencocokan
data/gambar jaringan existing
Survey Lapangan(3)
ë Survey Lapangan (½  )
ë Untuk seluruh daerah pelayanan yang
direncanakan
ë Secermat mungkin
ë Survey 
.
ë Untuk menentukan jumlah keseluruhan 

yang telah ditentukan untuk periode 0.5 ± 15
tahun
Survey Lapangan(4)
ë Survey Teknik.
Survey teknik dikerjakan bersama dengan
survey demand
ë Menentukan batas-batas daerah pelayanan
sentral dan rumah kabel.
ë Menentukan lokasi sentral, rumah kabel, dan titik
pembagi/DP.
ë Menentukan jalannya/penyaluran kabel (V 
 ) dalam daerah pelayanan sentral/RK
ë Menentukan pengelompokan pencatuan kabel
|  Ô 
|  Ô 

a                   


   
 aa aa   aa 

|          

|  
         

          


         


         

|            


        

|    
         

 
 
         

           

         
Peramalan Demand Pelanggan
(Demand SSL)
SSL adalah saluran yang harus disediakan
untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Hal
ini akan sangat terkait dengan kapasitas
yang akan dipasang
Dipilih penggunaan metode peramalan makro
dan mikro
| 


Pelajari BAB peramalan demand


| 
 
Penetapan Teknologi

Penetapan teknologi harus pertimbangan


faktor-faktor :
ë Kondisi Geografis Pelanggan
ë Klasifikasi Layanan Pelanggan
ë Kebutuhan Jumlah SST
ë Kebutuhan Jenis Service
ë Kemampuan Teknologi
| 


Pelajari BAB Teknologi xDSL


Ô   
Ô   

ë Merupakan proses perencanaan dengan


memperhatikan hasil-hasil proses perencanaan
sebelumnya, kemudian dituangkan dalam
sebuah gambar peta.
ë Dari proses ini akan diperoleh hasil desain peta
dan penempatan node-node jaringan.
Batas Pelayanan KP

Menentukan Batas Pelayanan Distribusi


Batas Pelayanan Distribusi berdasarkan
penempatan KP pada daerah pelayanan RK
atau DCL (Daerah Catu Langsung) dengan
tepat, sehingga kebutuhan telepon dapat
dicatu dengan baik dari KP tersebut.
Batas Pelayanan KP


 Ô 
   |
ë Kebutuhan telepon untuk kurun waktu 15
tahun
ë Batas Pelayanan

ë Kapasitas

ë Panjang Drop Wire

ë KP existing
Batas Pelayanan KP

  Ô | |


ë Daerah yang sudah mantap (daerah
pelayanan sudah terisi bangunan-bangunan
yang tetap)
ë Daerah yang belum mantap (daerah
pelayanan masih banyak lahan-lahan
kosong) harus mempertimbangkan faktor
besarnya investasi
Batas Pelayanan KP
   |  |  
@|@   |   @| @   |  


ë Digunakan untuk daerah- ë Dipasang di daerah yang
daerah yang sudah teratur belum mantap/belum
dan permanen (Sattled Area) permanen.
ë Aman dari gangguan lalu ë Letak tiang harus aman,
lintas. sehingga tidak mengganggu
ë Tidak merusak pandangan lalu lintas dan pejalan kaki,
sekelilingnya. pintu masuk/keluar
ë Pada tikungan yang tajam, perumahan/pertokoan dll.
letaknya 5 meter dari ë Diupayakan serasi dengan
tikungan tersebut. keadaan lingkungan.
ë Diupayakan letaknya di ë Memudahkan petugas
antara dua persil. JARKAB melakukan
pemeliharaan.
ë Dipertimbangkan tentang
keseimbangan rute.
Batas Pelayanan RK

ë 
| 
ë 

Batas Pelayanan RK
|  

ë Bahwa daerah disekitar RK tersebut mempunyai
konsentrasi kebutuhan telepon yang tinggi.
ë Tidak terlalu jauh dari MH terdekat.

ë Lokasi RK selaras, serasi dan aman dengan


lingkungan sekitarnya. Serta memudahkan petugas
dalam memeriksa dan memperbaiki jaringan kabel
yang tersambung pada RK tersebut.
ë Penempatan diupayakan agar tidak ada catuan
sekunder yang membalik.
Batas Pelayanan Sentral

Batas pelayanan sentral adalah suatu daerah


pelayanan telepon yang dicatu oleh satu
sentral telepon dimana daerah tersebut
dibatasi oleh kondisi tertentu dan batas
tersebut memenuhi persyaratan teknis
sentral dan jaringan kabel yang telah
ditetapkan
Batas Pelayanan Sentral.

ë Untuk sentral tunggal


ë Kebutuhan telepon
ë Syarat batas redaman kabel
ë Batas Administrasi kota ybs
ë Kondisi geografi, utilitas, batas-batas riil/nyata tertentu.
ë Untuk sentral jamak
harus diperhatikan kapasitas maksimum sentral
terhadap jumlah kebutuhan telepon secara
keseluruhan
*ormalisasi Daerah Pelayanan
DP/RK/STO.
ë *ormalisasi daerah pelayanan
DP/RK/Sentral adalah pengaturan kembali
batas-batas daerah pelayanan DP/RK/STO.
ë Menghindari terjadinya tumpang tindih catuan
antara DP/RK/Sentral.
ë Merapihkan sistem jaringan kabel telepon
sehingga dapat memudahkan pelayanan dan
pemeliharaan.
ë Memperbaharui/mengganti jaringan kabel dalam
daerah pelayanan DP/RK yang rusak atau tidak
sesuai lagi dengan spesifikasi teknis yang ada.
Pembuatan Rancangan Dasar
u  V  

Rancangan dasar adalah rancangan secara


garis besar yang mengandung pokok-pokok
rancangan dari jaringan kabel lokal.
Ô
 Ô   
ë Peta dan gambar jaringan existing
ë Daftar klem langganan dan daftar tunggu
Pembuatan Rancangan Dasar
u  V  
  |  
Penyusunan buku laporan survey dan analisanya untuk:
ë Pembangunan jaringan kabel baru,
ë Penyusunan peramalan 
 (
V )
untuk 0,5 dan 15 tahun mendatang
ë Menentukan letak teoritis dari sentral
ë Menentukan letak dari TP
ë Menentukan batas daerah pelayanan RK serta letak
dari RK-RK.
ë Dibuat skema kabel primer yang tergambar
rute/jalan
Pembuatan Rancangan Dasar
u  V  
ë Perluasan jaringan kabel lokal,
ë Menyusun peramalan 
 daerah pelayanan,
yang akan diperluas jaringan kabelnya untuk 0, 5,
15 tahun
ë Menentukan letak dan kapasitas TP baru dan TP
tambahan
ë Menentukan daerah pelayanan dan lokasi dari
RK-RK baru
ë Dibuat skema kabel primer dengan rute kabel
primer yang akan mencatu RK-RK
Pembuatan Rancangan Dasar
u  V  
Pembuatan/penyusunan gambar rancangan
dasar (  V    )
ë Peta umum
ë Peta skema V
ë Peta skema kabel primer
ë Peta skema sistem alarm tekanan gas
ë Peta daerah pelayanan RK
ë Gambar penyusunan kabel primer pada RPU
(tanpa skala)
Pembuatan Rancangan
Terperinci (Detailed Design

Pembuatan rancangan terperinci merupakan


penjabaran dari rancangan dasar dan harus
dikerjakan secermat mungkin.
Pembuatan Rancangan
Terperinci (Detailed Design
  |  
ë @  

Berpedoman pada distribusi 


, estimasi letak
TP-TP, rute-rute kabel, letak RK dan informasi-
informasi lain yang ada pada rancangan dasar
ë Pemilihan dan penentuan tempat (alamat) yang tepat
ë Pemilihan jenis peralatan yang tepat
ë Mengukur semua jarak-jarak
ë Menghitung peralatan yang diperlukan.
ë Pemilihan kapasitas, jenis, dan diameter urat kabel
Pembuatan Rancangan
Terperinci (Detailed Design
  |  
ë |  
!      

   {  {{ { 
"
Peta/gambar rancangan terperinci nantinya
merupakan gambar-gambar yang akan dipakai
untuk melaksanakan pekerjaan fisik
pembangunan/perluasan jaringan telepon, oleh
karenanya dituntut kecermatan dan ketelitian
dalam mengerjakan, sehingga akan menghasilkan
gambar-gambar yang betul-betul akurat.
Pembuatan Rancangan
Terperinci (Detailed Design
| 
 # |  $
 
Cara Perhitungan
ë Kabel Tanah/udara
ë Panjang riil = panjang span + panjang untuk
keperluan penyambung kabel, RK, KP dan
cadangan (stub kabel)
ë Toleransi penarikan = panjang span + 4%
s/d 5%
ë Sehingga volume kebutuhan kabel = panjang
riil + toleransi penarikan.
Pembuatan Rancangan
Terperinci (Detailed Design
ë Kabel Duct
ë Kebutuhan kabel (pada duct existing) =
panjang span + panjang untuk keperluan
penyambungan kabel, RK, dan cadangan
kabel (kalau ada).
ë Kebutuhan kabel (pada duct baru) = (panjang
span x 1,04) + panjang untuk keperluan
penyambungan kabel, RK dan cadangan
kabel
Pembuatan Rancangan
Terperinci (Detailed Design

ë nd Cap
Yang dimaksud volume kebutuhan end cap
disini adalah untuk keperluan kabel
cadangan dan dihitung berdasarkan skema
kabel (primer dan sekunder).
Pembuatan Rancangan
Terperinci (Detailed Design
ë Perhitungan Volume Pengadaan
Kelengkapan Kabel
ë Volume kelengkapan kabel (accessories) terdiri
dari :
ë Alat sambung (tanpa dan dengan tekanan)
ë Rumah kabel
ë Kotak pembagi
ë Terminal strip MDF, RK, dan KP
ë Tiang telepon
Pembuatan Rancangan
Terperinci (Detailed Design
ë Daftar Isian yang harus dibuat :
ë Volume pengadaan material
ë Volume jasa
ë Rincian perhitungan kabel primer
ë Rincian perhitungan alat sambung, endset,
tempat sambungan kabel tanah
ë Volume pengadaan RK, MDF, pekerjaan switch
over dan terminasi.
ë Rincian perhitungan kabel sekunder
Pembuatan Rancangan
Terperinci (Detailed Design
ë Rincian perhitungan alat sambung kabel tanah,
kabel udara dan tempat sambungan kabel.
ë Rincian perhitungan KP, terminal strip KP,
terminal strip KP, tiang KP dan pekerjaan switch
over sekunder.
ë Rincian perhitungan galian kabel
ë Rincian penghitungan lintasan kabel pada jalan,
pembukaan lapisan, dan perbaikan kembali
bekas galian
ë Rincian penghitungan lintasan parit, sungai, rel
KA, tiang rute KU dan temberang.
|%&'() (&(*&|%() Ô (
$ %& 

ë Berdasarkan peta skema kabel primer dihitung volume


material kabel primer berikut alat sambung dan Rumah Kabel
(RK).
ë Berdasarkan peta skema kabel sekunder, alat sambung, KP,
tiang KP (berikut kelengkapannya), temberang (tarik , sokong),
SPBT dan SPAT.
ë Berdasarkan peta skema duct dapat dihitung jumlah pipa,
jarak dan type manhole/handhole.
ë Berdasarkan peta lokasi kabel primer, sekunder dan duct
dapat dihitung jumlah galian dan komposisinya.
|%&'() ( @ &(@  @&

ë Menurut jenis pekerjaannya


ë Menurut peta lokasi kabel
ë Menurut gambar desain sipil
& +  %

K = ( a + b p1 ) l1 + ( a + b p2 ) l2 +
««««. = a L + b M
Dimana : a = cost per kabel meter
b = cost per pair meter
L = total panjang kabel
M = jumlah pair meter
& + |%% (|%(+ $'() ( %

,-*"(
dimana : C = unit penyambungan per pair
* = jumlah pair
|  
 
 @ 
 
$
   

1. Masukkan total demand setiap type bangunan kedalam


kotak perhitungan
2. Hitung total demand setiap baris & kolom, lalu hitung pula
kumulatifnya.
3. Hitung nilai Pusatnyal d kumulatif akhir/ 2= 5392/2=2696
4. Tentukan pusat demandnyal perhatikan pusat yang bernilai
2694 yang berkisar di koordinat (3,3)
5. Lakukan pembobotanl tujuan: untuk mengetahui berapa biaya
yang harus ditanggung pada pusat demand di koordinat
tersebut.
Rumus: F(x,y)= Ȉ W i * (|x-ai|+|y-bi|)
6. Hitung Total Costl Jumlahkan semua hasil pembobotan

45
$
   

ë Lakukan Penentuan letak sentral dengan
beberapa metode berikut ini:
a) Metode Terpusat (coverage center)

46
|  

0 96 186 216 360 462

576 711 324 774 628 840

726 276 226 430 480 120

568 266 0 292 484 0

894 468 197 410 138 0

584 531 296 399 0 0


47
$
 *.) 
b. Center Of Gravity (COG)
1. Masukkan total demand setiap type bangunan kedalam kotak
perhitungan

48
$
 *.)
2. Hitung total demand setiap baris & kolom, lalu hitung
kuadratisnya (d^2), kemudian kalikan dengan koordinatnya
((d^2)*X dan (d^2)*Y).
3. Tentukan X,Y sebagai pusat demandnyal
X= Ȉ(d^2)*X / Ȉ(d^2)
Y= Ȉ(d^2)*Y / Ȉ(d^2)
Pada contoh kasus, didapatkan pusat pada koordinat (2,79 ,
3,38) atau dengan kata lain (3,4)
4. Lakukan pembobotanl tujuan: untuk mengetahui berapa biaya
yang harus ditanggung pada pusat demand di koordinat
tersebut.
Rumus: F(x,y)= Ȉ W i * (|x-ai|+|y-bi|)
5. Hitung Total Costl Jumlahkan semua hasil pembobotan

49
$
 ( 
c. *TT
1. Masukkan total demand setiap type bangunan kedalam kotak perhitungan

50
$
 (
2. Hitung total demand setiap baris & kolom, lalu hitung pula
kumulatifnya.
3. Hitung nilai Mediannyal d kumulatif akhir/ 2= 5392/2=2696
4. Tentukan nilai dari:
Dx(n)&Dy(n)l nilai demand tepat sebelum demand median
(2696)
Dx(n+1)&Dy(n+1)l nilai demand tepat sesudah demand median
(2696)
5. Tentukan nilai dari:
X(n)&Y(n)l Posisi koordinat dari Dx(n)&Dy(n)
X(n+1)&Y(n+1)l Posisi koordinat dari Dx(n+1)&Dy(n+1)
6. Hitung nilai Xo dan Yol
Xo= Xn+[((Median-Dx(n))*(X(n+1)-X(n))) / (Dx(n+1)-Dx(n))]
Yo= Yn+[((Median-Dy(n))*(Y(n+1)-Y(n))) / (Dy(n+1)-Dy(n))]
51
$
 (
7. Tentukan pusat demandnyal Pada contoh kasus, didapatkan
pusat pada koordinat (2,5 , 2,8) atau dengan kata lain (3,3)
8. Lakukan pembobotanl tujuan: untuk mengetahui berapa biaya
yang harus ditanggung pada pusat demand di koordinat
tersebut.
Rumus: F(x,y)= Ȉ W i * (|x-ai|+|y-bi|)
9. Hitung Total Costl Jumlahkan semua hasil pembobotan

52
   |  @ 
 
ë Bandingkan cost total antara ketiga metode
yang telah dilakukan
ë Pilih cost yang paling kecil, berarti disitulah
posisi sentral
ë Dalam perhitungan yang telah kita lakukan,
diperoleh metode yang menghasilkan cost
terkecil adalah metode terpusat dengan total
cost 9446.
   |  Ô@ $ 
ë DSLAM (Digital Subscriber Line Access
Multiplexer) biasanya ditempatkan di dekat
sentral Telkom. Hal ini disebabkan :
ë Di dalam DSLAM terdapat Splitter yang berfungsi
sebagai pemisah antara voice dan data. Jika
voice maka diteruskan ke sentral, jika data maka
akan diteruskan ke ISP.
ë Selain itu diperlukan proses switch yang cepat
antara sentral dan DSLAM sehingga dihindari
jarak yang jauh dari keduanya.
|  
|   
ë Lakukan Penempatan RK Berdasarkan Demand:
w Langkah-langkahl
1. Masukkan total demand setiap type bangunan kedalam
kotak penempatan RK.
2. Kelompokkan beberapas demand berdasarkan ketentuan
di bawah ini:
a. RK yang digunakan berkapasitas 1200 pairs dengan
input 500 pairs, output 500 pairs, dan cadangan 200
pairs.
b. Kombinasikan jumlah demand yang berdekatan dan jika
sudah mencapai angka ” 500 SST, maka tempatkanlah
1 RK.
c. Tidak boleh mengkombinasikan demand yang
55 menempati grid yang berjauhan, contoh :
menggabungkan antara grid A1 dengan 5
|  
|  

56
   |  
|  


57
%|'@ 

58
*.)

59
(

60
|%(%$|  (

61
 
/ 01 2 3 45 0/
24 30 56 25 12 37
40 21 11 25 33 6
55 1 30 24 10 6
42 32 22 31 5 3
20 17 20 15 7 47
ë Tentukan Letak sentral dengan metode
terpusat, COG, *TT
ë Tentukan juga letak RK dengan asumsi
kapasitas RK 50