Anda di halaman 1dari 48

MATERI DASAR

RAPPELLING – PRUSIKING
(PANJAT TEBING)

OLEH : LA TEAM
RAPPELLING?

 Salah satu teknik turun dari tebing atau


permukaan yang tinggi dengan memakai tali
karmantel. Teknik rapelling ini bisa dibilang
bergantung penuh dari alat yang dipakai.
Saat rapelling, tali karmantel dipakai untuk
jalur lintasan dan juga untuk bergelantungan.
PRUSIKKING ?

 Dalam kegiatan di alam biasanya diartikan


sebagai sebuah kegiatan menaiki atau
memanjat sebuah tali (carmantel) dengan
bantuan dua buah tali kecil (prusik) beserta
peralatan yang mendukungnya
MANFAAT RAPPELLING

 1. Melatih keberanian
 2. Melatih kehati-hatian
 3. Melatih kedisiplinan
 4. Melatih kerjasama
 5. Melatih siap menerima semua tantangan
VARIASI DALAM RAPPELLING

 BODY RAPPEL
 ARM RAPPEL
 SLING RAPPEL
 SLING RAPPEL
 BREAKEBAR RAPPEL
BODY RAPPEL

 Teknik ini adalah yang paling sederhana


karena hanya menggunakan sebuah tali
tanpa alat tambahan apapun. Caranya
adalah dengan melilitkan tali utama
sedemikian rupa ke tubuh, teknik ini penting
untuk dikuasai mengingat anda tak akan
pernah tau kapan anda berada dalam situasi
darurat yang mengharuskan teknik ini
digunakan
BODY RAPPEL
ARM RAPPEL

 Hampir sama dengan body rappel hanya


saja pada arm rappel tali terlebih dahulu
dililitkan di kedua tangan melewati bagian
belakang badan. Cara ini biasa digunakan
untuk menuruni tebing yang tidak terlalu
curam.
ARM RAPPEL
SLING RAPPEL

 Pada teknik ini peralatan yang digunakan


bukan hanya tali tetapi ada tambahan
sling/webbing dan sebuah carabiner
umumnya carabiner screw jenis pear.
Sling/webbing digunakan sebagai pengganti
fungsi harness yang dililitkan ke pinggang.
Carabiner dihubungkan ke sling/webbing
tersebut yang berfungsi sebagai alat rappel
SLING RAPPEL
BREAKEBAR RAPPEL

 Teknik ini adalah yang paling umum


digunakan dalam Rappelling, peralatan yang
digunakan sudah lebih lengkap untuk
kegiatan rappelling, seperti tali, harness (bisa
dari webbing), dan breakbar. Modifikasi dari
breakbar adalah penggunaan alat descender
seperti Figure 8, ATX dan sebagainya
PRUSSIKKING

 Rope Walking System


 Sit-stand system
ROPE WALKING SYSTEM

Ciri utama dari sistim ini adalah kedua kaki


diikat pada ascender yang terpisah,
sehingga setiap kaki dapat bergerak dengan
bebas. Gerakan yang terlihat seperti seorang
yang sedang menaiki tangga. Semakin tegak
badan seseorang, semakin efisien sistim ini
berjalan. Rope walking system terdiri dari
Basis Mitchell system.
ROPE WALKING SISTEM

 Basis Mitchell System


SIT-STAND SYSTEM

 Berbeda dengan rope walking system, pada


sistim ini tidak menggunakan dua ascender,
tetapi cukup hanya satu ascender. Kedua
kaki bergerak bersama, sehingga beban
ditopang bersama. Keuntungannya kaki tidak
cepat capai dan mudah untuk istirahat. Sit
stand system terdiri dari frog system
SIT-STAND SYSTEM

 Frog System
STANDAR OPERATOIN
PROCEDUR (SOP)

 Agar kegiatan berjalan lancar dan juga untuk


meminimalisir kecelakaan maka mengikuti
SOP menjadi sebuah keharusan apalagi
dalam kegiatan di alam bebas yang rawan
terjadi kecelakaan. Berikut SOP dalam
Rappeling yang harus diketahui
STANDAR OPERATOIN
PROCEDUR (SOP) RAPPELLING

1. Pastikan anchor terpasang dengan baik


2. Pastikan tali sudah terpasang dan ujung tali
menyentuh dasar (tanah)
3. Sesuaikan ritme saat turun agar tidak terlalu
cepat
4. Jaga posisi badan tetap tegak lurus dengan
tebing dan hindari benturan pada tubuh
5. Selalu melakukan pengamatan keatas dan
kebawah saat turun
DEFENISI PANJAT TEBING

 Panjat Tebing adalah Seni olahraga atau


Hobi yang dilakukan dengan mengandalkan
kelenturan dan kekuatan otot serta tekhnik
tersendiri untuk memanjat mencapai Puncak
Tertinggi (TOP)
ETIKA PEMANJATAN

Secara khusus ada beberapa aspek yang


perlu diperhatikan dalam etika panjat tebing
adalah sebagai berikut :
1. Menghormati adat istiadat dan kebiasaan
masyarakat setempat.
2. Menjaga kelestarian alam.
3. Merintis jalur baru.
4. Memanjat jalur bernama.
5. Pemberian nama jalur.
6. Memberi keamanan bagi pemanjat lain
ALAT - ALAT

 TALI CARAMANTLE
 HARNEST
 CARABINER
 HELMET
 WEBBING
 PRUSSIK
 SEPATU PANJAT
 CHOCK BAG/CHALK BAG
ALAT – ALAT

 DESCENDER
 ASCENDER
 GRIGRI
 HAMMER
 PULLEY
 HANDDRILL
TALI CARAMANTLE

 Secara umun tali Carmentel di bagi menjadi dua


macam yaitu :
- Static adalah tali yang mempunyai daya lentur
6% – 9%, digunakan untuk tali fixed rope yang
digunakan untuk ascending atau descending.
Standart yang digunakan adalah 10,5 mm.
 - Dynamic adalah tali yang mempunyai daya
lentur hingga 25%, digunakan sebagai tali utama
yang menghubungkan pemanjat dengan
pengaman pada titik tertinggi.
TALI CARAMANTLE
HARNEST

 Harnest adalah alat pengikat di tubuh


sebagai pengaman yg nantinya dihubungkan
dengan tali
CARABINER

 Carabiner adalah cincin kait yg terbuat dari


alumunium alloy sebagai pengait dan
dikaitkan dgn alat lainnya.
- Karabiner Skrup/carabiner srew gate
- Karabiner Snap/carabiner non screw gate
HELMET

 Helmet adalah pelindung kepala yg


melindungi kepala dari benturan dari benda-
benda yang terjatuh dari atas.
WEBBING

 Webbing, peralatan panjat yg berbentuk


pipih tidak terlalu kaku dan lentur, biasa
digunakan sebagai harnest
TALI PRUSIK

 Prusik, merupakan jenis tali carmentel yg


berdiameter 5-6 mm, biasanya digunkan sbg
pengganti sling runner dan juga dpt
digunakan untuk meniti tali keatas dengan
menggunakan simpul prusik, seperti pada
SRT.
SEPATU PANJAT

 Sepatu Panjat, sbg pelindung kaki dan


mempunyai daya friksi yg tinggi sehingga dpt
melekat di tebing. Jenisnya sendiri yang
sering digunakan adalah soft
(lentur/fleksibel) dan hard (keras)
CHOCK / CHALK BAG

 Chock bag/Calk bag, sebagai tempat MgCo3


(Magnesium Carbonat) yg berfungsi agar
tangan tdk licin karena berkeringat sehingga
akan membantu dalam pemanjatan
DESCENDER

 Descender, peralatan yg digunakan untuk


meniti tali kebawah serta mengamankan
leader disaat membuat jalur, biasanya yg
sering digunakan adalah figure of eight dan
auto stop
ASCENDER

 Ascender, peralatan yg digunakan untuk


meniti tali ke atas dan secara otomatis akan
mengunci bila dibebani. Jenis yang
digunakan biasanya jumar dan croll
GRIGRI

 Grigri, alat ini digunakan untuk membelay,


alat ini mempunyai tingkat keamanan yg
paling tinggi karena dapat membelay dengan
sendirinya.
HAMMER

 Hammer, berfungsi untuk menanamkan


pengaman dan melepaskan kembali,
biasanya yg diapakai jenisnya ringan dan
mempunyai kekuatan tinggi dan ujungnya
berfungsi mengencangkan mur pada saat
memasang hanger
PULLEY

 Pulley, mirip katrol, kecil dan ringan tetapi


memiliki kemampuan dalam beban yg berat.
Digunakan untuk perlengkapan evakuasi.
HANDDRILL

 Handdrill, merupakan media untuk mengebor


tebing secara manual, yg berfungsi untuk
menempatkan pengaman berupa bolt serta
hanger.
SIMPUL – SIMPUL

 Simpul Delapan Ganda


Untuk pengaman utama dalam penambatan
dan pengaman utama yang dihubungkan
dengan tubuh atau harnest. Toleransi 55% –
59%.
SIMPUL – SIMPUL

 Simpul Delapan Tunggal


Untuk pengaman utama dalam penambatan
dan pengaman utama yang dihubungkan
dengan tubuh atau harnest apabila carabiner
tidak ada Toleransi 55% – 59%.
SIMPUL – SIMPUL

 Simpul Pangkal
Untuk mengikat tali pada penambat yg
fungsinya sebagai pengaman utama (fixed
rope) pada anchor natural dsb. Toleransi
terhadap kekuatan tali akan berkurang
sebesar 45%.
SIMPUL – SIMPUL

 Simpul Jangkar
Untuk mengikat tali pada penambat yg
fungsinya sebagai pengaman utama (fixed
rope) pada anchor natural dsb. Toleransi
terhadap kekuatan tali akan berkurang
sebesar 45%.
SIMPUL – SIMPUL

 Simpul Frusik
Simpul yang digunakan dalam teknik
Frusiking SRT
SIMPUL – SIMPUL

 Simpul Italy
Untuk repeling jika tidak ada figure eight atau
grigri. Toleransi terhadap kekuatan tali akan
berkurang 45%.
KODE – KODE PANJAT TEBING

1. Climb : Pemanjat Menginstrusi kepada


Pembilay bahwa pemanjat siap memanjat
2. Climbing : Pembilay Memberitahukan
kepada pemanjat bhw dia siap
mengamankan
pemanjat
3. On Belay : Pemanjat Menginstrusi kepada
pembilay bahwa pemanjat memulai
memanjat
KODE – KODE PANJAT TEBING

4. Belay On : Pembilay Memberitahukan


kepada pemanjat bhw dia telah
mengamankan pemanjat
5. Full : Pemanjat Menginstrusi kepada
pembilay agar tali dikencangkan
6. Slack : Pemanjat Menginstrusi kepada
pembilay agar tali dikendorkaN
7. Rock : Pemanjat Memberitahukan kepada
orang yang berada dibawah bahwa ada
batuan tebing yang jatuh
KODE – KODE PANJAT TEBING

8. Top : Pemanjat Memberitahukan bahwa dia


telah sampai pada puncak
9. Belay of : Pemanjat Menginstrusi kepada
pembilay bahwa dia tidak membutuhkan lagi
pengamanan
0. Of Belay : Pembilay Menginstrusi kepada
pemanjat bahwa dia tidak mengamankan lagi