Anda di halaman 1dari 19

 Unit Banking System

Pola operasional perbankan pada ruang


lingkup unit tersebut
 Branch Banking System
Pola operasional perbankan yang terdiri dari
kantor pusat, kantor cabang yang terpadu,
terencana dan ada desentralisasi serta wilayah
operasional yang luas
 Bank lebih fleksible
 Bank dapat melakukan intermediasi lokal
 Bank dapat melakukan ekspansi ke daerah
ekonomi baru
 Rencana jangka panjang oleh kantor pusat,
rencana jangka pendek oleh kantor cabang
 Delegasi wewenang lebih jelas
 Sistem memungkinkan menjangkau pasar
terdekat
 Kantor cabang didirikan oleh kantor pusat dan
dibiayai oleh kantor pusat
 Kantor cabang memiliki wewenang melakukan
transaksi dengan pihak ketiga
 Kantor cabang dapat mendanai dari sumber dana
kantor cabang sendiri, tetapi jika tidak cukup
dapat meminta bantuan ke kantor pusat
 Kantor cabang dapat memutuskan pemberian
pembiayaan sendiri berdasarkan standar dari
kantor pusat
 Kantor cabang dapat mengelola uang tunai dari
hasil penghimpunan dana maupun dari pelunasan
pembiayaan
 Sebagai unit usaha
Kantor cabang bagian dari kantor pusat
 Sebagai unit bisnis
Kantor cabang berdiri sendiri
 Kantor cabang tidak memiliki akun modal
 Akun modal di kantor cabang adalah Rekening
Antara Kantor (RAK) – Kantor Pusat
 RAK – Kantor Pusat adalah selisih antara
aktiva dan pasiva kantor cabang
 RAK – Kantor Pusat saldo normalnya adalah
kredit
 RAK – Kantor Pusat bagi kantor pusat
merupakan investasi pada cabang
 Kantor Pusat  Kantor Cabang
Dr. RAK Kantor Pusat Dr. Kas 500.000.000
500.000.000 Cr. RAK Kantor Pusat
Cr. Kas 500.000.000
500.000.000
Dr. Kendaraan 150.000.000
Cr. Kas
150.000.000
 Transaksi antar kantor cabang bank syariah
akan memunculkan hubungan utang piutang
antar cabang
 Sistem akuntansi antar kantor cabang ada 2:
 Sentralisasi : melibatkan RAK Kantor pusat
 Desentralisasi : hanya melibatkan RAK masing
masing cabang
CABANG SBY CABANG MDN
 Dr. Rek Giro Gito 10.000.000  Dr. RAK Kantor Pusat
Cr. RAK Kantor Pusat 10.00.000
10.00.000  Cr. Rek Giro Santi 10.000.000

KANTOR PUSAT
Dr. RAK Cabang SBY 10.000.000
Cr. RAK Cabang MDN
10.000.000
CABANG SBY CABANG MDN

 Dr. Rek Giro Gito 10.000.000  Dr. RAK Cab SBY 10.000.000
Cr. RAK Cabang MDN  Cr. Rek Giro Santi 10.000.000
10.00.000
 Pada tanggal 20 Agustus 2007 Bank Niaga
Syariah Cabang Jakarta mentransfer dana
sebesar Rp250.000.000 ke Cabang Surabaya
atas beban nasabah giro Yanuar. Transfer
tersebut untuk keuntungan nasabah giro
Hendriansyah di Bank Niaga Syariah Cabang
Surabaya. Buat pencatatan bank dengan sistem
sentralisasi dan sistem desentralisasi!
 Penyusunan laporan keuangan kantor cabang
bank sesuai dengan siklus akuntansi yang umum
diterima
 Kebijakan akuntansi kantor cabang harus sesuai
dengan kebijakan akuntansi kantor pusat
 Rekening adminsitratif disajikan terpisah karena
bersifat single entry
 Saldo rekening administratif akan memunculkan
“Long position” dan “short position”
 Long Position jika Tagihan Administratif >
Kewajiban Administratif
 Short Position jika Tagihan Administratif <
Kewajiban Administratif
 Neraca gabungan hanya menyajikan aktiva
dan pasiva bank kepada pihak luar. Hubungan
kantor pusat dan cabang serta antar cabang
harus ditiadakan
 Laporan laba rugi harus menghindari
perhitungan biaya dan pendapatan yang sama
 Mengeliminasi saldo RAK Pusat dan Cabang
 Mengeliminasi saldo RAK antar kantor cabang
 Menjumlah saldo yang ada dalam neraca
cabang dan pusat
 Menjumlah saldo rekening laba rugi kantor
pusat dan cabang
 Nasabah
 Bank Penarik (drawer bank)
 Bank Tertarik (drawee bank)
 Benefeciary
 Outgoing transfer
 Incoming Transfer
 Setoran Transfer dapat berupa:
 Setoran tunai
 Pendebetan
 Pencairan tabungan, deposito, warkat lain
 Bank membukukan jumlah bersih yang
menjadi hak benefeciary
 Tanggal 1 Agustus 2007 Doni yang merupakan nasabah giro
memberikan amanat kepada Bank BNI Surabaya untuk
mentransfer dana yang ditujukan kepada Fani nasabah
Bank BNI Semarang sebesar Rp 85.000.000. Untuk itu Doni
melakukan perintah pendebetan giro sebesar Rp 25.000.000,
menyerahkan cek Bank BTN Jakarta Rp 7.000.000, cek Bank
BCA Bandung Rp 9.000.000, cek bank sendiri yang ditarik
oleh Banu sebesar 12.000.000, dan sisanya tunai. Komisi
transfer Rp 15.000 atas beban giro. Kliring dinyatakan
efektif pada hari itu juga.
 Bank Niaga Solo pada tanggal 1 Oktober 2007 menerima
amanat dari nasabah giro Shinta untuk mentransfer dana
sebesar Rp 30.000.000 ke Bank Mega Jakarta. Untuk transfer
ini nasabah dibebani komisi transfer Rp 10.000.000 atas
beban giro