Anda di halaman 1dari 33

Percepatan Mewujudkan

Universal Health Coverage


Provinsi Kalimantan Selatan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.


Sistematika Penyajian

Pendahuluan

Perkembangan Jaminan Kesehatan Nasional dalam Pencapaian


UHC

Peran Daerah dalam Percepatan Pencapaian Universal Health


Coverage

Penutup
Universal Health Coverage
Universal health coverage merupakan kondisi yang memastikan setiap warga dalam
populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif,
preventif, kuratif, dan rehabilitatif bermutu dengan biaya terjangkau. ( WHO)

3 Dimensi UHC:
1. Seberapa besar prosentase penduduk
yang dijamin
2. Seberapa lengkap pelayanan yang
dijamin
3. Seberapa besar proporsi cost sharing
oleh penduduk

Pentahapan cakupan universal sangat dipengaruhi oleh kemauan politik


Pemerintah, konsensus penduduk, dan kemampuan keuangan suatu negara.
Aspek Utama Universal Health Coverage

1. Access  Coverage population 3. Financial Protection


2. Quality Health Services
PERKEMBANGAN UPAYA UHC

 Secara Nasional dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka


Menengah Nasional) salah satu target prioritasnya terwujudnya UHC
(Universal Healt Coverage) pada tahun 2019. Dari 254 juta jiwa
penduduk Indonesia atau 95 % nya akan menjadi peserta Jaminan
Kesehatan Nasional – dalam Kartu Indonesia Sehat yang dikelola oleh
BPJS Kesehatan.
 Jaminan kesehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar
Peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan
dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada
setiap orang yang telah membayar Iuran Jaminan kesehatannya yang
dibayar oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah maupun peserta yang
membayar iuran secara mandiri.
PERKEMBANGAN UPAYA UHC

 Untuk mewujudkan komitmen global sebagaimana amanat resolusi WHA


ke-58 tahun 2005 di Jenewa yang menginginkan setiap negara
mengembangkan Universal Health Coverage (UHC) bagi seluruh
penduduk, maka pemerintah bertanggung jawab atas pelaksanaan jaminan
kesehatan masyarakat melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
sebagai upaya perlindungan pelayanan kesehatan semsesta bagi
masyarakat.
 Seperti kita ketahui bahwa salah satu Provinsi di Kalimantan yaitu Kaltara
jadi provinsi ke lima (5) di Indonesia yang mampu memberikan jaminan
kesehatan bagi penduduknya hamper 100 persen dalam memenuhi target
UHC, dari 4 (empat provinsi lainya yaitu Provinsi DKI Jakarta, Aceh
Nanggroe Darusalam, Gorontalo dan Papua Barat.
PERKEMBANGAN UPAYA UHC

• Berbanding dengan Kalimantan Timur hingga tahun 2018 dengan


jumlah kepesertaan JKN KIS sebesar 78 %, dari total jumlah penduduk
3,5 juta jiwa, sehingga tersisa 17 % atau kurang lebih sebanyak
600.000 masyarakat yang harus menjadi peserta JKN-KIS agar dapat
memenuhi target UHC.

• Kalimantan Selatan hingga tahun 2018, jumlah kepesrtaan JKN 66,84


% dari coverage penduduk, masih ada sebesar 25, 24 %.

• Dalam upaya pencapaian percepatan target cakupan semesta /UHC


akan optimal apabila Pemerintah diharapkan adanya komitmen
pembiayaan yang disepakati Pemerintah Kabupaten/Kota dan
Provinsi.dengan rencana 60 : 40 persent.
Dasar Utama Penyelenggaraan JKN secara Nasional

• UUD 1945
Pasal 34 ayat (2) : Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat
dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat ke
manusiaan.
• UU Nomor 40 Tahun 2004
Pasal 19 ayat (1) : Jaminan Kesehatan diselenggarakan secara nasional berdasarkan
prinsip asuransi sosial dan prinsip equitas
• Perpres Nomor 111 Tahun 2013
Pasal 6 ayat (1) : Kepesertaan Jaminan Kesehatan bersifat wajib dan mencakup seluruh
penduduk Indonesia.
Dasar Utama Penyelenggaraan JKN secara Nasional
• Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.
• Peraturan Presiden Nomor 28 tahun 2016 tentang perubahan kesinambungan
program Jaminan Kesehatan.
• Perpres Nomor 19 tahun 2016 tentang besaran iuran kepesertaan Jaminan
Kesehatan.
• Peraturan Presiden RI Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.
• Perpres Nomor 74 tahun 2014 tentang pedoman penyusunan peta jalan
penyelenggaraan Jaminan Sosial Bidang Kesehatan dan Bidang
Ketenagakerjaan, dimana Jamkesda berintegrasi ke BPJS kesehatan..
• Instruksi Presiden Nomor 8 tahun 2017 tentang optimalisasi pelaksanaan
program JKN.
• Permendagri Nomor 33 tahun 2016 tentang APBD 2018, diantaranya dalam
rangka mewujudkan Universal Health Coverage, Pemerintah Daerah melakukan
Integrasi Jaminan Kesehatan Daerah dengan JKN.
Dasar Utama Penyelenggaraan JKN secara Nasional

• KEPUTUSAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN

Nomor 188.4/0712/ KUM/ 2018, Tentang Pembentukkan Tim Percepatan UHC Program Ja
minan Kesehatan Nasional, Provinsi kalimantan Selatan.
Pelaksanaan SJSN dalam RPJMN 2015-2019
Pengembangan Jaminan Kesehatan Nasional untuk Mencapai UHC pada Tahun 2019
Agenda utamanya adalah menjamin akses pelayanan kesehatan yang berkualitas
bagi seluruh masyarakat terutama masyarakat miskin.

Arah Kebijakan dan Strategi :


Memantapkan Pelaksanaan SJSN melalui
a. Peningkatan cakupan kepesertaan melalui KIS
b. Peningkatan jumlah Faskes yang menjadi penyedia layanan sesuai standa
r antara lain melalui kerjasama antara Pemerintah dgn swasta
c. Peningkatan pengelolaan jaminan kesehatan dalam bentuk penyempurna
an dan koordinasi paket manfaat, insentif penyedia layanan, kendali mut
u & biaya, pengembangan HTA & Monev
d. Penyempurnaan sistem pembayaran untuk penguatan pelayanan kesehat
an dasar, kesehatn ibu dan anak, insentif tenaga kesehatan di DTPK dan
peningkatan upaya promotif dan preventif perorangan
e. Pengembangan berbagai regulasi termasuk standar guideline pelayanan
kesehatan;
f. Peningkatan kapasitas kelembagaan untuk mendukung mutu pelayanan;
dan
g. Pengembangan pembiayaan pelayanan kesehatan kerjasama pemerintah
swasta
Strategi Pembangunan Kesehatan 2015-2019

1. Akselerasi Pemenuhan Akses Pelayanan Kesehatan Ibu, Anak, Remaja,


dan Lanjut Usia yang Berkualitas.
2. Mempercepat Perbaikan Gizi Masyarakat.
3. Meningkatkan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
4. Meningkatkan Akses Pelayanan Kesehatan Dasar yang Berkualitas
5. Meningkatkan Akses Pelayanan Kesehatan Rujukan yang Berkualitas
6. Meningkatkan Ketersediaan, Keterjangkauan, Pemerataan, dan Kualitas
Farmasi dan Alat Kesehatan
7. Meningkatkan Pengawasan Obat dan Makanan
8. Meningkatkan Ketersediaan, Penyebaran, dan Mutu Sumber Daya
Manusia Kesehatan
9. Meningkatkan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
10. Menguatkan Manajemen, Penelitian Pengembangan dan Sistem
Informasi
11. Memantapkan Pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)
Bidang Kesehatan
12. Mengembangkan dan Meningkatkan Efektifitas Pembiayaan Kesehatan
2. Perkembangan
Program Jaminan
Kesehatan Nasional
Perluasan Cakupan JKN

Bonus Demografi
Pentingnya Perluasan Cakupan JKN
1. Amanah UUD bahwa
negara harus mengembangkan
Jaminan sosial bagi seluruh
warganya

2. Bonus Demografi dan


kompetisi global membutuhkan SD
M yang sehat

3. Perlindungan Kesehatan bagi


kelompok misin dan rentan
Sumber : BPS
Pemanfaatan Program JKN (1)

Tingkat Utilisasi Rawat Jalan dan Rawat Inap Sebelum dan Setelah JKN
Setelah JKN
Sebelum JKN Sebelum JKN Setelah JKN

Sejak implementasi JKN Utilisasi meningkat terutama pada kelompok masyarakat miskin dan tidak mampu ( Bottom 40%)
3. Peran Pemerintah Daerah
dalam Percepatan
Pencapaian Universal Health
Coverage
Garis Besar Inpres No.8 Tahun 2017

Tujuan : Menjamin Keberlangsungan Program JKN dan meningkatkan kualitas


pelayanan bagi peserta JKN

Instruksi di berikan kepada :


6. Menteri Ketenagakerjaan
1.Menko PMK
7. Menteri Komunikasi dan Informatika
2.Menkes
8. Jaksa Agung
3.Menteri Dalam Negeri
9. Direksi BPJS Kesehatan
4.Menteri Sosial
10. Para Gubernur
5.Menteri BUMN
11. Para Bupati dan Walikota

Instruksi Presiden kepada 11 Kementerian/ Lembaga dan Pemerintah Daerah


mengambil langkah- langkah sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing dalam
rangka menjamin keberlangsungan dan peningkatan kualitas pelayanan bagi Peserta JKN
dan pencapaian Universal Health Coverage
Instruksi Kepada Gubenur

Memastikan Bupati & walikota menyediakan


01
Meningkatkan pembinaan &
pengawasan kepada Bupati & walikota 05 sarana & prasarana pelayanan
kesehatan dan SDM Kesehatan di wilayahnya

Mengalokasikan anggaran Memastikan BUMD mendaftarkan & mem


02 dalam rangka pelaksanaan JKN 06 berikan data yang lengkap dan benar
Memastikan Bupati dan
Memastikan pembayaran iuran Jaminan
Walikota mengalokasikan anggaran dalam
03 rangka pelaksanaan program JKN 07 Kesehatan bagi seluruh pengurus dan
pekerja BUMD

Memastikan Bupati dan Memberi sanksi Administrati berupa tdk


04 Walikota mengalokasikan anggaran dalam 08 mendapat pelayanan public tertentu
rangka pelaksanaan berupa : perizinan terkait usaha kepada
program JKN pemberi kerja selain penyelnggara negara
yang tidak patuh
Instruksi Kepada Bupati/Walikota

Memastikan BUMD medaftarkan &


Mengalokasikan anggaran dalam memberikan data yang lengkap dan
01 pelaksanaan JKN 04 benar bagi para pengurus, pekerja
dan keluarganya

Memastikan seluruh penduduk Memastikan pembayaran iuran JK


02 terdaftar dlm JKN 05 bagi seluruh pengurus &
pekerjanya pada BUMD
Memberi sanksi Administrati berupa
Menyediakan sarana & Prasarana tdk mendapat pelayanan public
pelayanan kesehatan sesuai
03 Standar kesehatan dan SDM 06 tertentu berupa : perizinan terkait
usaha, kepada pemberi kerja selain
Kesehatan yang berkualitas penyelnggara negara yang tidak
patuh
Peran Pemda : Kepesertaan

Peran Pemerintah Daerah

PEMERINTAH DAERAH
1. Memastikan Seluruh
(APBD) Penduduknya terdaftar menjadi
peserta JKN

2. Memastikan BUMD mendaftarkan


dan membayar iuran JKN

3. Dapat memberikan sanksi


administrative bagi Pemberi kerja
yang tidak patuh
Sumber Pembiayaan di FKTP Milik Pemda
APBN
CSR
APBD

Dana Desa JKN


Sumber
Pembiayaan
DBHCT DAK Fisik

Pajak DAK Non Fisik


Rokok

Tujuan Pembiayaan Kesehatan:


Tersedianya dana kesehatan yang mencukupi, berkesinambungan, te
ralokasi adil dan merata serta termanfaatkan secara berhasil guna

DERAJAT
KESMAS
Potret Penduduk Upaya UHC di Kal.Sel. (1)
Data Kependudukan Kabupaten/Kota

Persiapan Percepatan UHC Provinsi Kalimantan Selatan

Jumlah Pendu Data Penduduk Y Jumlah Pend Jumlah JKN- Data Penduduk Y
No Kabupaten/Kota Laki-Laki Perempuan Jumlah JKN-KIS Kelebihan UHC Kelebihan UHC
duk ang Belum UHC uduk KIS ang Belum UHC

Dukcapil BPJS Dukcapil BPJS Dukcapil BPJS Dukcapil Dukcapil Kab/Kota BPJS Kab/kota Kab/Kota
1 BANJARMASIN 332.009 - 330.136 - 662.145 465.927 196.218 - 648.526 465.927 182.599 -
2 BANJARBARU 118.457 - 115.634 - 234.091 181.403 52.688 - 223.715 181.403 42.312 -
3 BANJAR 277.773 - 270.347 - 548.120 269.531 278.589 - 542.204 269.531 272.673 -
4 TAPIN 92.798 - 91.848 - 184.646 109.601 75.045 - 181.778 109.601 72.177 -

5 HULU SUNGAI SELATAN 114.205 - 113.788 - 227.993 232.275 0 4.282 229.889 232.275 0 2.386

6 HULU SUNGAI TENGAH 127.929 - 127.047 - 254.976 185.962 69.014 - 260.292 185.962 74.330 -

7 HULU SUNGAI UTARA 113.303 - 113.678 - 226.981 231.522 0 4.541 223.295 231.522 0 8.227
8 BALANGAN 65.178 - 63.762 - 128.940 135.793 0 6.853 129.400 135.793 0 6.393
9 TABALONG 122.121 - 118.904 - 241.025 157.918 83.107 - 247.106 157.918 89.188 -
10 BARITO KUALA 159.210 - 153.660 - 312.870 168.311 144.559 - 316.386 168.311 148.075 -
11 TANAH LAUT 178.238 - 169.655 - 347.893 198.254 149.639 - 334.328 198.254 136.074 -
12 TANAH BUMBU 162.666 - 154.127 - 316.793 174.354 142.439 - 311.436 174.354 137.082 -
13 KOTABARU 166.905 - 154.784 - 321.689 168.310 153.379 - 320.683 168.310 152.373 -

Total 2.030.792 - 1.977.370 - 4.008.162 2.679.161 1.344.677 15.676 3.969.038 2.679.161 1.306.883 17.006

Banjarmasin, Januari 2019


Potret Penduduk Upaya UHC di Kal.Sel. (2)
Data Kependudukan Kabupaten/Kota (Dukcapil)
Persiapan Percepatan UHC Provinsi Kalimantan Selat
an

Data Penduduk DATA MASY


Jumlah Pendudu Jumlah JK DATA TENA SISA RENCAN
No Kabupaten/Kota Laki-Laki Perempuan Yang Belum U BUKA PEKER
k N-KIS GA KERJA A UHC
HC JA

Dukcapil BPJS Dukcapil BPJS Dukcapil BPJS Dukcapil Nakertran Nakertrans prov
1 BANJARMASIN 332.009 - 330.136 - 662.145 465.927 196.218 89.594 27.784 78.840
2 BANJARBARU 118.457 - 115.634 - 234.091 181.403 52.688 15.532 6.163 30.993
3 BANJAR 277.773 - 270.347 - 548.120 269.531 278.589 18.847 9.121 250.621
4 TAPIN 92.798 - 91.848 - 184.646 109.601 75.045 16.956 4.085 54.004
5 HULU SUNGAI SELATAN 114.205 - 113.788 - 227.993 232.275 0 3.447 3.013 -
6 HULU SUNGAI TENGAH 127.929 - 127.047 - 254.976 185.962 69.014 4.511 5.335 59.168
7 HULU SUNGAI UTARA 113.303 - 113.678 - 226.981 231.522 0 2.121 4.621 -
8 BALANGAN 65.178 - 63.762 - 128.940 135.793 0 6.624 1.645 -
9 TABALONG 122.121 - 118.904 - 241.025 157.918 83.107 8.313 4.216 70.578
10 BARITO KUALA 159.210 - 153.660 - 312.870 168.311 144.559 9.986 5.299 129.274
11 TANAH LAUT 178.238 - 169.655 - 347.893 198.254 149.639 35.066 5.556 109.017
12 TANAH BUMBU 162.666 - 154.127 - 316.793 174.354 142.439 24.343 10.450 107.646
13 KOTABARU 166.905 - 154.784 - 321.689 168.310 153.379 23.849 7.990 121.540
Total 2.030.792 - 1.977.370 - 4.008.162 2.679.161 1.344.677 259.189 95.278 1.011.681
Potret Penduduk Upaya UHC di Kal.Sel. (3)
Data Kependudukan Kabupaten/Kota.

Persiapan Percepatan UHC Provinsi Kalimantan Selatan

Data Penduduk Yang DATA TENAGA KERJ DATA MASY BUK


No Kabupaten/Kota Jumlah Penduduk Jumlah JKN-KIS Kelebihan UHC SISA RENCANA UHC
Belum UHC A AN PEKERJA

Kab/Kota BPJS Kab/kota Kab/Kota Nakertran Nakertrans


prov
1 BANJARMASIN 648.526 465.927 182.599 - 89.594 27.784 65.221

2 BANJARBARU 223.715 181.403 42.312 - 15.532 6.163 20.617


3 BANJAR 542.204 269.531 272.673 - 18.847 9.121 244.705
4 TAPIN 181.778 109.601 72.177 - 16.956 4.085 51.136
5 HULU SUNGAI SELATAN 229.889 232.275 0 2.386 3.447 3.013 -
6 HULU SUNGAI TENGAH 260.292 185.962 74.330 - 4.511 5.335 64.484
7 HULU SUNGAI UTARA 223.295 231.522 0 8.227 2.121 4.621 -
8 BALANGAN 129.400 135.793 0 6.393 6.624 1.645 -
9 TABALONG 247.106 157.918 89.188 - 8.313 4.216 76.659
10 BARITO KUALA 316.386 168.311 148.075 - 9.986 5.299 132.790
11 TANAH LAUT 334.328 198.254 136.074 - 35.066 5.556 95.452
12 TANAH BUMBU 311.436 174.354 137.082 - 24.343 10.450 102.289
13 KOTABARU 320.683 168.310 152.373 - 23.849 7.990 120.534

Total 3.969.038 2.679.161 1.306.883 17.006 259.189 95.278 952.416

Banjarmasin, Pebruari 2019


Potret Penduduk Upaya UHC di Kal.Sel. (4)
LAPORAN TIM MONEV DAN PERTIMBANGAN KLINIS
DATA JUMLAH PENDUDUK KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2018
Jumlah Peserta JKN/KIS Peserta Jamkeda Bel
Jumlah Penduduk
NO. KAB/KOTA Jumlah Penduduk um Terintegrasi dala
MIskin PBI Non PBI m JKN/BELUM UHC

1 Banjarmasin 648.526 132.592 114.212 350.145 13.662


2 Banjarbaru 223.715 58.793 46.055 117.992 12.712
3 Banjar 543.779 106.051 101.321 132.638 49.880
4 Tapin 181.778 56.548 46.788 9.394 9.760
5 Hulu Sungai Selatan 229.889 68.505 101.013 66.202 62.674
6 Hulu Sungai Tengah 260.292 - 110.555 60.397 89.340
7 Hulu Sungai Utara 226.981 87.071 97.544 45.194 5.444
8 Balangan 129.505 38.769 110.551 18.604 -
9 Tabalong 247.106 51.976 53.451 89.993 -
10 Barito Kuala 316.386 16.111 81.310 6.024 178.477
11 Tanah Laut 334.328 59.714 71.554 102.778 58.426
12 Tanah Bumbu 311.436 32.362 105.771 59.316 146.349
13 Kotabaru 320.683 14.202 54.112 98.428 5.011
JUMLAH 3.974.404 722.694 1.094.237 1.157.105 631.735
*Sumber Data Kab/Kota Banjarmasin, 28 Januari 2019
Potret Pembiayaan UHC Prov.Kal.Sel, 2019. (5)
DATA PERKIARAAN PEMBIAYAAN UHC, K
ALSEL, 2019

Data Penduduk
Jumlah Pendu Jumlah JKN
No Kabupaten/Kota Laki-Laki Perempuan Yang Belum UH Biaya per Bulan Biaya per Tahun SHAREING BIAYA
duk -KIS
C
Dukcapil BPJS Dukcapil BPJS Dukcapil BPJS Dukcapil (Rp). (Rp.) 40% 60%
1 BANJARMASIN 332.009 - 330.136 - 662.145 465.927 196.218 4.513.014.000 54.156.168.000 21.662.467.200 32.493.700.800
2 BANJARBARU 118.457 - 115.634 - 234.091 181.403 52.688 1.211.824.000 14.541.888.000 5.816.755.200 8.725.132.800
3 BANJAR 277.773 - 270.347 - 548.120 269.531 278.589 6.407.547.000 76.890.564.000 30.756.225.600 46.134.338.400
4 TAPIN 92.798 - 91.848 - 184.646 109.601 75.045 1.726.035.000 20.712.420.000 8.284.968.000 12.427.452.000
HULU SUNGAI SEL
5 ATAN 114.205 - 113.788 - 227.993 232.275 0 - - - -
HULU SUNGAI TEN
6 GAH 127.929 - 127.047 - 254.976 185.962 69.014 1.587.322.000 19.047.864.000 7.619.145.600 11.428.718.400
HULU SUNGAI UTA
7 RA 113.303 - 113.678 - 226.981 231.522 0 - - - -
8 BALANGAN 65.178 - 63.762 - 128.940 135.793 0 - - - -
9 TABALONG 122.121 - 118.904 - 241.025 157.918 83.107 1.911.461.000 22.937.532.000 9.175.012.800 13.762.519.200
10 BARITO KUALA 159.210 - 153.660 - 312.870 168.311 144.559 3.324.857.000 39.898.284.000 15.959.313.600 23.938.970.400
11 TANAH LAUT 178.238 - 169.655 - 347.893 198.254 149.639 3.441.697.000 41.300.364.000 16.520.145.600 24.780.218.400
12 TANAH BUMBU 162.666 - 154.127 - 316.793 174.354 142.439 3.276.097.000 39.313.164.000 15.725.265.600 23.587.898.400
13 KOTABARU 166.905 - 154.784 - 321.689 168.310 153.379 3.527.717.000 42.332.604.000 16.933.041.600 25.399.562.400
Total 2.030.792 - 1.977.370 - 4.008.162 2.679.161 1.344.677 30.927.571.000 371.130.852.000 148.452.340.800 222.678.511.200

Banjarmasin, 12 Pebruari 2019


ALOKASI DANA JKN - JKP KAB/KOTA
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
ALOKASI
NO PROVINSI
2016 2017 2018
1 Integrasi Jamkesda 6.722.532.000 5.610.576.000
2 Jamkesprov 28.000.000.000 15.000.000.000 8.095.000.000

ALOKASI
NO KAB/KOTA
2016 2017 2018
1 Banjarmasin 11.659.209.866 - -
2 Banjarbaru 3.500.000.000 4.074.600.000 3.407.361.408
3 Banar 5.218.920 12.576.636.000 3.555.776.200
4 Tapin 4.112.100.000 5.253.700.000 4.612.500.000
5 HSS 21.413.080.000 - -
6 HST 31.052.740.477 18.494.452.000 -
7 HSU 8.295.121.900 447.034.900 447.000.000
8 Balangan 10.000.000.000 15.335.807.970 -
9 Tabalong 200.000.000 5.535.262.186 96.687.990.000
10 Batola 1.918.113.960 9.057.497.182 7.213.829.979
11 Tanah Laut 1.842.302.700 2.782.272.000 1.619.220.100
12 Tanbu 58.949.322.514 31.558.096.820 43.055.000.000
13 Kotabaru 5.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000
157.947.210.337 115.115.359.058 170.598.677.687
ALOKASI DANA PROVINSI

INTEGRASI
NO TAHUN
ALOKASI REALISASI PERSENTASI
1 2016
2 2017 6.722.532.000 6.722.532.000 100,00
3 2018 5.610.576.000 5.610.576.000 100,00
4 2019 5.794.344.000 - -

JAMKESPROV
NO TAHUN
ALOKASI REALISASI PERSENTASI
1 2016 28.000.000.000 7.039.687.098 38.17
2 2017 15.000.000.000 7.436.173.662 50
3 2018 8.095.000.000 5.899.277.843 72,88
4 2019 9.004.652.000 - -
Langkah/strategi /upaya UHC di Kal.Sel (1)

 Universal Health Coverage merupakan penjamian kesehatan yang


memastikan setiap warga dalam populasi memilik akses yang adil
terhadap pelayanan kesehatan promotof, preventif, kuratif dan
rehabilitative, bermutu dengan biaya terjangkau.
 UHC mengandung dua elemen inti yaitu akses pelayanan kesehatan
yang adil dan bermutu bagi setiap warga, dan perlindungan risiko
finantial ketika warga menggunakan pelayanan kesehatan.
 UHC sebagai perwujudan yang saling berhubungan antara :
Kesamaan akses pelayanan kesehatan – setiap orang membutuhkan
akan mendapatkan pelayanan kesehatan, bukan hanya bagi mereka
yang mampu membayar saja.
 Kualitas pelayanan kesehatan yang baik dan terus meningkat bagi
pserta yang menerima pelayanan.
Langkah/strategi/Upaya UHC di Kal.Sel (2)

 Memastikan bahwa biaya pelayanan kesehatan yang digunakan tidak


membuat masyarakat dalam kerugian keuangan/finansial.
 Berdasarkan data kepersertaan Jaminan Kesehatan dari
Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Selatan, dalam pencapaian UHC,
diharapkan adanya dukungan komitmen dari Pemerintah Daerah
setempat.
 Pemerintah Daerah Kabupaten/kota, dapat mempersiapkan rencana
kebutuhan kepersertaaan penduduknya untuk dimasukan dalam jaminan
kesehatan sebagai pelayanan kesehatan smesta / UHC yang dkelola
oleh BPJS.
 Adanya dukungan semua pihak kelembagaan /SKPD/ dilingkungan
Pemerintah Daerah untuk pengaturan biaya anggaran dalam menyikapi
pengembangan UHC di daerahnya.
Langkah/Strategi/Upaya UHC di Kal.Sel (3)

 Adanya verifikasi data penduduk yang valid dengan kerjasama


lembaga terkait (Dinas Dukcapil, Dinsos, BPS dan lembaga lainya)
untuk sasaran UHC.
 Adanya payung hukum / peraturan / Keputusan para Walikota/Bupati
dan Bapak Gubernur untuk pelaksanaan UHC Program JKN dengan
Kartu Indonesia Sehat.
 Perlu adanya agenda rencana pertemuan lembaga/ SKPD terkait,
Lintas Sektor dan Program serta Badan pengelola jaminan
kesehatan, untuk kesepakatan pengembangan dan pencapain UHC
Kabupaten/kota /Provinsi Kalimantan Selatan.
Penutup
 Pencapaian UHC meliputi cakupan masyarakat, pelayanan kesehatan yang
berkualitas dan perlindungan finansial masyarakat melalui jaminan kesehat
an

 Jaminan Kesehatan Nasional merupakan cara dalam mencapai UHC.

 Pencapaian UHC membutuhkan dukungan dan kerjasama semua stake hol


der baik Pemerintah, Pemerintah Daerah maupun pihak Swasta

 Memperluas cakupan JKN menuju UHC untuk meminimalisir pembiayaan k


esehatan secara tunai perorangan (OOP).
33