Anda di halaman 1dari 16

INDOKTRINASI

Oleh:
NOVIA APRLIANAWATI
PENGERTIAN

• Indoktriansi adalah sebuah proses yang di lakuakn berdasarkan satu


sistem nilai untuk memenangkan gagasan, sikap, sistem berpikir,
perilaku dan kepercayaan tertentu
Teknik Indokrinasi

Tahap brainwashing

Tahap mendirikan fanatisme

Tahap penanaman doktrin


Tahap Brainwashing
• Tahap brainwashing, yakni memulai penanaman nilai
dengan jalan merusak atau mengacaukan terlebih
dahulu tata nilai yang sudah mapan dalam diri
seseorang , sehingga mereka tidak mempunyai
pendirian lagi.
• Metode adalah tanya jawab dan wawancara
mendalam
• Pada saat pikirannya sudah kosong dan kesadaran
rasionalnya tidak lagi mampu mengontrol dirinya,
maka dilanjutkan dengan tahap kedua
Tahap Mendirikan Fanatisme
• Yakni berkewajiban menanamkan ide-ide baru yang
dianggap benar, sehingga dapat masuk kepala tanpa
melalui pertimbangan rasional yang mapan.
• Digunakan pendekatan emosional daripada
pendekatan rasional.
• Apabila siswa telah mau menerima nilai –nilai barulah
ditanamkan doktrin sesungguhnya
Tahap Penanaman Doktrin
• Pada tahap ini dapat melalui pendekatan emosional; keteladanan.
• Pada waktu penanaman doktrin ini hanya dikenal satu nilai kebenaran
yang disajikan, dan tidak ada allernatif lain.
• Semua harus menerima kebenaran itu tanpa harus
mempertanyakan hakekat kebenaran itu.
Induksi dan Orientasi
Nama : Ariani Putri Dewi
NIM : 1510711002
Pengertian
Induksi merupakan kegiatan untuk memperkenalkan
tenaga kerja baru dengan tugas dan pekerjaan, para
penyelia, dan tenaga kerja yang sudah ada.

Setelah diadakan kegiatan induksi, selanjutnya


diadakan kegiatan orientasi. Orientasi adalah
pengenalan dan adaptasi terhadap suatu situasi atau
lingkungan.
Tujuan
• Memperkenalkan tenaga kerja dengan ruang lingkup perusahaan beserta kegiatannya
• Tenaga kerja baru dapat menghindari rintangan atau tindakan hukum yang mungkin
terjadi akibat pelanggaran terhadap peraturan, kebijakan dan ketentuan yang tidak
mereka ketahui
• Menghindari kemungkinan timbulnya kekacauan yang dihadapi tenaga kerja baru atas
tugas dan pekerjaan baru yang diserahkan kepadanya.
• Menghemat waktu dan tenaga bagi tenaga kerja baru dengan memberitahukan kepada
mereka kemana harus mendapatkan bantuan dalam menyelesaikan kesulitan yang
mungkin mereka hadapi.
• Memberi kesempatan kepada tenaga kerja baru menanyakan kesulitan tentang tugas
dan tanggung jawab mereka.
• Memberi peringatan kepada tenaga kerja baru bahwa mereka adalah salah satu unsur
yang dipandang penting bagi perusahaan tempat mereka bekerja.
Prosedur
Pelaksanaan prosedur dibimbing oleh penyelia dan hamper seluruh manajemen
hierarki perusahaan. Terdapat 5 prosedur pelaksanaan, yaitu:

1. Wawancara Penyuluhan Pendahuluan

Dilakukan oleh para penyelia dengan sikap keramahan dan ketegasan namun tanpa tekanan.
Lingkup kegiatannya meliputi:
• Pemberian keterangan kepada tenaga kerja yang bersangkutan mengenai segala sesuatu yang
berhubungan dengan tugas dan pekerjaan yang akan diberikan kepadanya
• Struktur ketenagakerjaan dalam perusahaan termasuk pemberitahuan tentang atasan langsung
yang menilai pekerjaan maupun yang memberikan pembinaan kariernya di masa yang akan datang
• Kemungkinan pengembangan, mutasi, dan promosi, maupun kegiatan ketenagakerjaan lainnya
2. Penunjukkan Tempat-Tempat Tertentu

Menunjukkan tempat-tempat pada lingkungan perusahaan yang berhubungan dengan ruang


lingkup serta prosedur penyelesaian tugas dan pekerjaan yang akan diberikan kepadanya, meliputi:
• Tempat kerja bagi tenaga kerja yang bersangkutan beserta segala sarana dan prasarana sebagai
penunjang dalam penyelesaian tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya
• Ruang istirahat dan tempat beribadah tertentu sesuai dengan agama masing-masing
• Ruang perpustakaan tempat menggali berbagai informasi mengenai ruang lingkup tugas dan
pekerjaannya, serta sebagai media untuk meningkatkan kualitas kerja mereka
• Ruang pimpinan (atasan langsung) sebagai tempat konsultasi masalah pekerjaan dan tempat
melaporkan mengenai pelaksanaan dan hasil pelaksanaan tugas dan pekerjaan yang diberikan
kepadanya
• Tempat-tempat kerja dan jumlah tenaga kerja yang menjadi bawahannya, khususnya bagi tenaga
kerja yang akan menduduki jabatan tertentu
• Tempat-tempat lain yang ada hubungannya dengan tenaga kerja yang bersangkutan untuk
menyelesaikan tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya
3. Pengadaan Pertemuan Kelas

Pengadaan pertemuan kelas diadakan bila jumlah tenaga kerja baru terlalu banyak yang akan
memakan waktu jika dilakukan pertemuan diri dengan masing-masing tenaga kerja. Informasi yang harus
disampaikan dalam pertemuan kelas, antara lain:
• Peraturan, kebijakan, ketentuan perusahaan, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis, serta segala
peraturan mengenai ketenagakerjaan dari pemerintah
• Sejarah singkat mengenai perusahaan sejak berdiri sampai dengan tahapan ekspansi yang pernah
dilakukan
• Jenis keluaran produksi yang dikelarkan perusahaan masa lampau dan sekarang beserta kemungkinan
peningkatan kualitas keluaran produksi di masa yang akan datang
• Struktur organisasi perusahaan dari tingkat yang paling atas sampai dengan tingkat bawah, termasuk
para tenaga operasional perusahaan beserta hubungan vertical dan horizontalnya
• Informasi umum tentang segala hal yang berhubungan dengan ketenagakerjaan, kode etik dalam
bekerja, sanksi terhadap pelanggaran disiplin, pengaman dalam bekerja, komunikasi antara tenaga
kerja maupun dengan pihak luar
• Tanggung jawab tenaga kerja yang bersangkutan beserta batasannya
• Kemajuan dalam bekerja demi kelangsungan perusahaan. Pada kesempatan ini terdapat hal yang perlu
disampaikan seperti kondisi kerja yang teratur, system saran, pemberian pinjaman perusahaan,
asuransi, pension, kompensasi, hari libur, kegiatan ekstra diluar pekerjaan, tempat penyimpanan
akomodasi perusahaan, pelayanan medis, kemungkinan pengembangan tenaga kerja
4. Pengenalan dengan Tenaga Kerja yang Lama

Tantangan bagi manajemen seluruh hierarki perusahaan adalah mewujudkan


hubungan harmonis antara tenaga kerja lama dengan yang baru dalam proses induksi dan
orientasi. Apabila dikemudian hari tenaga kerja baru mengalami kesulitan dapat ditanyakan
ke tenaga kerja lama tanpa merasa canggung, takut, dan malu karena belum kenal.

5. Percobaan Pelaksanaan Tugas dan Pekerjaan

Melakukan percobaan pelaksanaan tugas dan pekerjaan yang akan diberikan


kepada tenaga kerja baru dengan bimbingan penyelia yang akan melakukan perbaikan jika
terdapat kesalahan. Bimbingan dan penyeliaan akan semakin sedikit intensitasnya dari hari
ke hari. Tujuannya adalah agar timbulnya rasa percaya diri para tenaga kerja baru dan siap
melaksanakan tugasnya sendiri tanpa bimbingan dan penyeliaan.
Kontribusi Lingkungan Kerja
Terhadap Efektivitas

Lingkungan kerja baru yang harmonis akan mempengaruhi lancarnya


pelaksanaan program induksi dan orientasi sekaligus efektivitasnya
tercapai. Lingkungan kerja yang harmonis dipengaruhi oleh factor
intern dan ekstern perusahaan. Pada factor intern, misalnya kebijakan
yang diambil manajemen puncak,tenaga kerja structural, dsb.
Sedangkan factor ekstern, seperti kondisi politik, kebijakan pemerintah
yang menyangkut dunia usaha, masyarakat sekitar, dsb. Oleh karena itu
analisis situasi, baik ekstern maupun intern menjadi tantangan bagi
perusahaan.
Faktor Imitasi dan Sugesti
Imitasi merupakan proses saling mencontoh, meniru, dan mengikuti perilaku
orang lain. Sehingga dapat disimpulkan imitasi merupakan factor utama dalam
perkembangan seseorang.
Dalam hubungan social, terdapat factor lain yang memegang peran penting
dalam kelangsungan hubungan sosial selain imitasi, yaitu sugesti. Sugesti adalah
pandangan atau sikap yang dapat diberikan kepada orang lain di luarnya. Dapat dikatakan
sugesti ini dapat mempengaruhi pandangan dan sikap orang lain.
Factor imitasi dan sugesti membawa peran penting, khususnya bagi tenaga kerja
baru. Tenaga kerja baru akan banyak mencontoh, meniru, dan mengikuti segala gerak,
perilaku, etika kerja, dan cara komunikasi tenaga kerja lama baik disadari ataupun tanpa
disadari oleh tenaga kerja baru. Imitasi dan sugesti tidak hanya terjadi oleh tenaga kerja
baru kepada tenaga kerja lama, namun juga dapat sebaliknya.
Hal tersebut menjadi tantangan bagi para penyelia, khususnya untuk menyeleksi
segala gerak dan perilaku serta perbuatan yang kurang menunjang produktivitas kerja.
Oleh karena itu, pendekatan moral dan disiplin kerja, baik lama maupun baru mutlak
diperlukan dengan pembinaan. Agar saat program induksi dan orientasi, tenaga kerja
lama siap untuk diikuti, dicontoh, dan ditiru segala perilaku, gerak, dan perbuatan dalam
menyelesaikan tugas dan pekerjaan dalam kondisi positif.