Anda di halaman 1dari 31

Assalamualaikum Wr.

Wb

LAPORAN KASUS
“CHF ET CAUSA HHD”
Oleh : dr. Legina Aromatika
Pembimbing : dr. Desy Ayu Lenisty
Laporan Kasus
• Nama penderita : Tn. S
• Jenis Kelamin : Laki-laki
• Tanggal lahir : 05 – 06- 1954
• Umur : 64 tahun
• MRS tanggal : 11 Desember 2018
Laporan Kasus
• Keluhan Utama : Sesak
• Riwayat Perjalanan Penyakit : Sejak 3 minggu SMRS pasien sering
mengeluhkan sesak napas, sesak dirasakan hilang timbul, muncul saat
beraktifitas dan hilang jika pasien beristirahat. Sesak tidak
dipengaruhi oleh cuaca dingin, debu, atau makanan dan sesak tidak
diawali dengan demam. Keluhan sesak juga menyebabkan pasien
sering terbangun malam hari dan merasa nyaman bila tidur dengan
bantal yang ditinggikan. Pasien juga mengeluhkan kedua kakinya
bengkak sejak 3 hari SMRS. Pasien diketahui memiliki riwayat
Hipertensi sejak 5 tahun yang lalu.
Laporan Kasus
• Beberapa bulan yang lalu pernah mengalami keluhan serupa dan
sudah dilakukan rontgen dada, didapatkan adanya pembesaran
jantung. Pasien tidak rutin mengkonsumsi obat penurun tekanan
darah. Nyeri dada (-), batuk pada malam hari (-), batuk bercampur
darah (-), demam (-). BAK dan BAB tidak ada keluhan. Pasien tidak
pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya. Pasien kemudian
berobat ke IGD RS SMC..
Laporan Kasus
• Riwayat Pengobatan: -
• Riwayat kesehatan/Penyakit: Pasien memiliki riwayat DM dan
Hipertensi sejak 5 tahun yang lalu
• Riwayat Keluarga : Riwayat dalam keluarga yang mengalami penyakit
yang sama disangkal
Pemeriksaan Fisik
• Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
• Kesadaran : Compos Mentis
• Tekanan darah : 160/90
• RR : 26 kali/menit
• HR : 90 kali/menit
• Suhu : 37 derajat celcius
Pemeriksaan Fisik
• Bentuk kepala : Normosefali
• Rambut : Hitam, lurus, tidak mudah dicabut.
• Mata: Konjungtiva pucat (-/-), Sklera ikterik (-/-)
• Mulut : Mukosa mulut dan bibir kering (-), sianosis (-) faring hiperemis
• Leher : JVP 5+3 cmH2O
• Thoraks : Simetris, retraksi (-)
• Cor : Bunyi Jantung I dan II (+) reguler, murmur (-), gallop (-)
• Pulmo : Vesikuler (+/+) normal, ronkhi (-), wheezing (-)
• Abdomen : Datar, soepel, bising usus (+) normal, perkusi
timpani
• Hepar : Tidak Teraba
• Lien : Tidak Teraba
• Ekstremitas : Akral hangat, CRT <2 detik, clubbing finger (-),
• edema pretibial (+/+)
Pemeriksaan Penunjang
EKG
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
HEMATOLOGI

PEMERIKSAAN HASIL NORMAL

Lk: 14-18 gr%

Hemoglobin 12,4 Wn: 12-16 gr%

4500-11.000 ul
Leukosit 6.500

Lk: 40-54 %

Hematokrit 38% Wn: 38-47 %

159-400 u\l
Trombosit 222.000

< 200 mg/dl


GDS 134

10-50 mg/dl
Ureum 39

< 1,3 mg/dl


Kreatinin 0,9
Pemeriksaan Penunjang
Rontgen Thorax
Foto thorax, PA view, posisi erect, simetris, inspirasi dan
kondisi cukup, hasil:
Kedua apex pulmo tenang
Corakan bronkovaskular normal
Sinus costofrenikus lancip
Kedua diafragma licin, tak mendatar
Trakea ditengah
Cor, CTR = 0,63, apex cor berada dibawah diafragma
Sistema tulang yang tervisualisasi intak
Kesan:
Pulmo tak tampak kelainan
Cardiomegali (LVH)
DIAGNOSIS

CHF NYHA grade III/AHA stadium C e.c penyakit


jantung hipertensif (HHD)
Penatalaksanaan
• IVFD RL 10 gtt x/menit (makro)
• - Oksigen 3 l/menit
• - Inj. Furosemid 2x1 amp
• - Amlodipin 10 mg
• - Ambroxol 3x1 tab
• - ISDN 5 mg jika nyeri dada (KP)
• - Kateter Urin
• KIE
Tinjauan Pustaka

• CHF => kelainan struktur dan fungsi jantung sehingga jantung gagal
memompakan oksigen untuk kebutuhan metabolisme jaringan pada
tekanan yang normal atau mampu memenuhi metabolisme jaringan tetapi
pada tekanan pengisian yang meningkat
• Etiologi :
• Kelainan otot jantung
• Aterosklerosis koroner
• Hipertensi sistemik atau pulmonal
• Peradangan dan penyakit miokardium degenerative
• Penyakit jantung lain
Klasifikasi
New York Heart Association Functional Classification
of Heart Failure1

1 3 4
2 Terjadi limitasi Setiap aktivitas
Tanpa limitasi Sedikit limitasi aktivitas fisik. Saat fisik yang
aktivitas fisik. aktivitas fisik, istirahat, tidak ada dilakukan
Aktivitas fisik hilang saat keluhan. Aktivitas menimbulkan
yang biasa istirahat. Aktifitas fisik yang lebih gejala CHF,
tidak fisik yang biasa ringan dari bahkan saat
menimbulkan aktifitas fisik biasa istirahat juga
menimbulkan gejala CHF menimbulkan menimbulkan
gejala CHF gejala CHF keluhan
Klasifikasi

Stadium ACCF/AHA

A : Beresiko terjadinya CHF tanpa kelainan struktur jantung atau gejala dari CHF
B : Kelainan struktural jantung ada, gejala dari CHF tidak ada
C : Kelainan struktural jantung ada, gejala dari CHF ada
D : Gejala yang berat dari CHF dan perlu intervensi spesialisasi
Patofisiologi
Patofisiologi
Diagnosis
• Tanda dan Gejala
Diagnosis
Diagnosis
Diagnosis
Diagnosis
Penatalaksanaan
• Untuk obat- obatan preventif terjadinya gagal jantung pada hipertensi
yang terbukti menurunkan angka mortalitas :
• Diuretik
• Beta bloker (bisoprolol fumarate, metoprolol succinate, and
carvedilol)
• ACE Inhibitor (seperti enalapril)
• ARB (candesartan)
• Antagonis aldosteron (spironolakton)
Pembahasan
• Tn S, 64 tahun, didiagnosis sebagai gagal jantung kongestif NYHA grade
III/AHA stadium C e.c penyakit jantung hipertensif didasarkan kepada klinis,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Dari klinis didapatkan
keluhan sesak nafas yang mulai dirasakan sejak 3 minggu SMRS, sesak
bersifat hilang timbul, muncul saat aktifitas dan hilang jika pasien istirahat.
Sesak yang tidak dipengaruhi oleh cuaca dingin, debu atau makanan
menunjukkan gejala sesak nafas tidak disebabkan oleh alergi.
• Selain itu sesak juga tidak diawali dengan demam serta batuk yang
produktif menunjukkan sesak tidak berasal dari infeksi di saluran
pernafasan. Keluhan sesak yang sering dirasakan pada saat tidur malam
hari atau Paroxysimal nocturnal dyspnea (PND) dan merasa nyaman bila
tidur posisi yang ditinggikan atau ortopnea merupakan manifestasi klinis
yang termasuk ke dalam kriteria mayor gagal jantung menurut Frimingham
dan merupakan tanda gagal jantung kiri.
Pembahasan
• Selain itu, terdapat pula sesak saat aktivitas atau dyspneu on effort dan
sembab atau edema tungkai yang merupakan kriteria minor gagal jantung
menurut framingham. Dari pemeriksaan fisik didapatkan peningkatan JVP
minimal yang menunjukkan adanya bendungan di sistem vena akibat gagal
jantung kanan. Sehingga pada pasien ini ditemukan klinis baik gagal
jantung kiri ataupun kanan. Berdasarkan hal tersebut kemudian pasien
didiagnosis sebagai gagal jantung kongestif.
• Pasien diklasifikasikan sebagai NYHA grade II berdasarkan anamnesis
berupa keluhan sesak nafas yang mulanya muncul saat aktivitas dan sesak
berkurang dengan istirahat. Hal ini sekaligus dapat menunjukkan
progresivitas dari penyakit yang dialami pasien sehingga pasien
dikategorikan ke dalam stadium C menurut klasifikasi ACCF/AHA.
Pembahasan
• Penyebab CHF pada pasien ini diperkirakan akibat penyakit hipertensi
yang diketahui sejak 5 tahun yang lalu, namun pasien tidak rutin
mengkonsumsi obat penurun tekanan darah. Pasien mengaku bahwa
obat hanya diminum apabila pusing atau sakit kepala. Penyebab gagal
jantung akibat penyakit arteri koroner pada pasien ini dapat
disingkirkan karena tidak ditemukan adanya riwayat keluhan nyeri
dada yang khas yang menunjukkan tidak terjadi disfungsi miokard
akibat riwayat sindroma koroner akut sebelumnya. Hipertensi dan
penyakit katup jantung merupakan faktor resiko yang cukup
signifikan dalam menyebakan gagal jantung dengan angka kejadian
sebesar 1.4 – 1.6% dan merupakan penyebab terbanyak nomor 2
setelah penyakit arteri koroner.
Pembahasan
• Gagal jantung kongestif pada pasien dengan hipertensi terjadi akibat
beban tekanan jantung meningkat karena tingginya tekanan di perifer
sehingga jantung melakukan kompensasi dengan cara menambah
jumlah serabut-serabut otot ventrikel kiri agar saat ventrikel
berkontraksi dihasilkan tekanan yang lebih besar dari tekanan di
perifer sehingga perfusi sistemik tetap terjaga yang kemudian, apabila
mekanisme kompensasi tidak dapat dicapai lagi, dapat menyebabkan
terjadinya disfungsi sistolik atau gagal jantung kiri dan seterusnya
terjadi backward failure yang lama kelamaan menyebabkan
bendungan di sistem pulmoner sehingga turut berperan dalam
menyebabkan gagal jantung kanan (gagal jantung kongestif).
Terima kasih atas perhatiannya
• Wassalamualaikum Wr. Wb