Anda di halaman 1dari 11

Definisi

• Polineuropati akut, bersifat simetris dan ascenden, yang


biasanya terjadi 1 – 3 minggu dan kadang sampai 8
minggu setelah suatu infeksi akut.

• Polineuropati pasca infeksi yang menyebabkan terjadinya


demielinisasi saraf motorik kadang juga mengenai saraf
sensorik.

• Polineuropati yang menyeluruh, dapat berlangsung akut


atau subakut, mungkin terjadi spontan atau sesudah
suatu infeksi.
Sinonim

• Acute Inflammatory Demyelinating


Polyneuropathy
• Landry Guillain Barre Syndrome
• Acute Inflammatory Polyneuropathy
• Acute Autoimmune Neuropathy
• Inflammatory
Polyradiculoneuropathy
Klasifikasi
• Acute Motor-Sensory Axonal Neuropathy
(AMSAN)
• Acute Motor-Axonal Neuropathy (AMAN)
• Miller Fisher Syndrome
• Chronic Inflammatory Demyelinative
Polyneuropathy (CIDP)
• Acute pandysautonomia
Etiologi

• Infeksi virus : Citomegalovirus (CMV), Ebstein Barr


Virus (EBV), enterovirus, Human Immunodefficiency
Virus (HIV).
• Infeksi bakteri : Campilobacter Jejuni, Mycoplasma
Pneumonie.
• Pasca pembedahan dan Vaksinasi.
• 50% dari seluruh kasus terjadi sekitar 1-3 minggu
setelah terjadi penyakit Infeksi Saluran Pernapasan
Atas (ISPA) dan Infeksi Saluran Pencernaan.
Patogenesis

• Didapatkannya antibodi atau adanya


respon kekebalan seluler (cell
mediated immunity) terhadap agen
infeksius pada saraf tepi.
• Adanya auto antibodi terhadap
sistem saraf tepi.
• Didapatkannya penimbunan
kompleks antigen antibodi dari
Gejala Klinik

• kelemahan pernafasan atau


orofaringeal.
• Perubahan otonom
• Nyeri
• Perubahan Sensorik
• Keterlibatan saraf kranial
• Kelemahan
Tatalaksana
• Tujuan utama penatalaksanaan adalah mengurangi gejala,
mengobati komplikasi, mempercepat penyembuhan dan
memperbaiki prognosisnya.
Tatalaksana
1. Sistem pernapasan
Gagal nafas merupakan penyebab
utama kematian pada penderita SGB.
Pengobatan lebih ditujukan pada
tindakan suportif dan fisioterapi. Bila
perlu dilakukan tindakan trakeostomi,
penggunaan alat Bantu pernapasan
(ventilator) bila vital capacity turun
dibawah 50%.
2. Fisioterapi
Fisioterapi dada secara teratur untuk
mencegah retensi sputum dan kolaps
Tatalaksana
3.Imunoterapi
Tujuan pengobatan SGB ini untuk
mengurangi beratnya penyakit dan
mempercepat kesembuhan ditunjukan
melalui system imunitas.

a. Plasma exchange therapy (PE)


• untuk mengeluarkan faktor
autoantibodi yang beredar.
• Waktu yang paling efektif untuk
melakukan PE adalah dalam 2 minggu
Tatalaksana
b. Imunoglobulin IV
• Intravenous inffusion of human
Immunoglobulin (IVIg): menetralisasi
autoantibodi patologis yang ada atau
menekan produksi auto antibodi
tersebut.
• Pengobatan dengan gamma globulin
intravena lebih menguntungkan
dibandingkan plasmaparesis karena
efek samping/komplikasi lebih
ringan.
• Pemberian IVIg ini dilakukan dalam 2
minggu setelah gejala muncul