Anda di halaman 1dari 61

Disampaikan oleh

Dewi Lena Suryani K, SKM MPH


Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
RMIK Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Jump to first page


Apa yang kita diskusikan hari
ini?
A. Dalam kasus Neoplasma (diagnosis Utama) sering ditemukan penyakit
lain yang menyertai (diagnosis sekunder) atau penyakit lain yang
disebabkan oleh diagnosis utama tadi (diagnosis komplikasi).
B. Diagnosis sekunder  ada banyak penyakit lain yang menyertai kasus
Neoplasma (diagnosis utama) tetapi pada umumnya yang harus
dicantumkan adalah :
 Penyakit penyakit yang mungkin akan mempengaruhi hidup.
 Misal. DM, Infark Miocard, TBC Berat.
 Penyakit – penyakit yang mengganggu / mempengaruhi pemilihan
terapi terhadap diagnosis utama.
 Misal : Hipertensi, Kehamilan, CVA, Penyakit Hati, penyakit ginjal.

C. Diagnosis komplikasi  yaitu penyakit lain yang memerlukan


terapi khusus, bisa ditimbulkan oleh penyakitnya (diagnosis
utama) sendiri atau karena terapinya.
2
Jump to first page
Jump to first page
Jump to first page
5
Dalam hal sudah / belum mendapat terapi, dikenal
istilah :
 Kasus Primer  kasus yang belum mendapat terapi.
 Kasus Sekunder  kasus yang telah mendapat terapi,
sempurna atau tidak sempurna.
 Kasus residif/ residivitis (kambuhan/ sembuh dalam
jangka waktu tertentu).
 Kasus residu (endapan).
 Kasus metastase
 Dengan tumor primer masih ada ( kode tumor primer).
 Tumor primer tak ada lagi (C77 – C79).

Jump to first page


Jump to first page
Jump to first page
Jump to first page
DIAGNOSIS
NEOPLASMA

• Pada kasus Neoplasma, harus ditentukan :


• Sifat / Behaviour dari Neoplasma (Jinak, ganas, insitu, tidak
jelas).
• Letak organnya secara spesifik , misal : ren, cervix, gaster,
dll.
• Bagian dari organ tersebut dan Lateralitasnya.
• Sebisanya, gunakan 4 digit.

9
Jump to first page
Jump to first page
Hakekat penentuan kasus Neoplasma :
Sifat / bahaviour dari Neoplasma ( jinak-ganas-insitu-tak
jelas tak tentu).
Neoplasma ganas  C00 – C97
Neoplasma insitu  D00 - D09
Neoplasma Jinak  D10 – D36
Neoplasma yang sifatnya tak tentu atau tidak tahu 
D47 – D48.
Tentukanlah asal (organ / jaringan) dari tumor primer
(solid tumor)  C00 – C75.
Tentukanlah apakah primer / kasus metastase/tak dapat
ditentukan :
 Tumor primer solid  C00 – C75 (termasuk atau
tidak).
Tumor metastase, tak dapat ditentukan  C76 –
C80.
Apakah mengenai organ jaringan limfoid, hematopoetik
atau jaringan yang ada kaitannya  C81 – C96.
Bila multiple primer  C97. Jump to first page
Jump to first page
Jump to first page
Kode Neoplasma (ICD-10) ada 2 macam :
1. Diagnosis klinis / topografi (C00 – D48), hal. 181-247 Volume 1.
 Berdasarkan letak tumornya (di organ / bagian organ apa) dan sifatnya.
 Misal.
Tumor ganas Corpus Uteri  di bagian fundus (C 5 4. 3)
Uteri Corpus
Tumor ganas payudara kiri, dikuadrant lateral atas  C50.4.

2. Diagnosis Morfologi dan sifatnya, hal. 1177 – 1204 Volume 1.

 Berdasarkan jenis / asal jaringan / histogenesis, sifat neoplasmanya.


 Misal : Infiltrating ductal Carcinoma (Kode  M8500/3)

Jump to first page


Jump to first page
Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam koding Neoplasma :

1. Kode Neoplasma dalam ICD-10 :


C00 – C75 Neoplasma ganas primer pada tempat tertentu (solid / padat)
C00 – C14 Lip (bibir), oral cavity (rongga mulut) and pharynx (faring = tenggorokan).

C15 – C26 Digestive organs (organ-organ pencernaan).

C30 - C39 Organ Pernafasan dan organ di dalam rongga torak = dada).

C40 – C41 Tulang dan tulang rawan pada persendian

C43 – C44 Kulit

C45 – C49 Jaringan Mesothelial dan Jaringan Lunak

C50 Payudara

C51 – C58 Organ-organ kelamin Wanita

C60 – C63 Organ – organ kelamin Pria

C64 – C68 Saluran kemih

C69 – C72 Mata, Otak, dan bagian lain dari sistim susunan syaraf pusat

C73 – C75 Kelenjar gondok / tiroid dan kelenjar endokrin lainnya.

Jump to first page


C76 – C80 Neoplasma dinyatakan ganas , sekunder dan tidak ada rincian site primer
(asal-nya).
C76 Neoplasma ganas lainnya yang letaknya tak jelas
C77 Neoplasma ganas sekunder dan tidak khas pada kelenjar
getah bening
C78 Neoplasma ganas sekunder pada organ pencernaan dan
respiratorium
C79 Neoplasma ganas sekunder pada tempat lain
C80 Neoplasma ganas tanpa tempat yang spesifik
C81 – C96 Neoplasma ganas , dinyatakan atau diduga primer dari jaringan Lymphoid,
Hematopoetic dan jaringan yang ada kaitannya
C81 – C85 Lymphoma, Hodgkin, Non Hodgkin dan Perpheral &
Cutaneous
C88 Malignant Immunoproliferative Diseases

C90 Multiple Myeloma, Plasmacytoma & Malignant Plasma Cel


Tumor lainnya
C91-C95 Leukaemia
C96 Neoplasma ganas dari jaringan Lymphoid, Haemotopoetic
17 and related tissue lainnya.
Jump to first page
C97 Neoplasma ganas yang independent (primary) terkait multiple sites
(banyak tempat).

D00 – D09 NEOPLASMA INSITU

D10 – D36 Neoplasma Jinak

D37 – D48 Neoplasma yang sifatnya belum dapat ditentukan.


Yang termasuk disini adalah Neoplasma yang tak tentu / Uncertain dan
tak diketahui (unknown) sifatnya /behaviournya; ada keraguan apakah
jinak atau ganas. Pada kode Morfologi diberi kode /1.

18
Jump to first page
1. Primary, Ill-Defined, Secondary and unspecified
sites of malignant Neoplasm. (Primer, dinyatakan
tumor ganas, sekunder dan site keganasan tidak
dirinci).
 Kategori C76 – C80 ditunjukkan untuk :
 Neoplasma ganas yang tidak jelas tumor primernya.
 Neoplasma ganas yang disebutkan sebagai “disseminated
/ scalled/spread/menyebar tanpa disebutkan tumor primer”.
 Untuk kedua keadaan diatas, tumor primernya dianggap
tidak diketahui.

Jump to first page


2. Functional Activity
 Digunakan untuk semua neoplasma yang
memproduksi hormon atau metabolisme lain yang
tertampung di Bab II, sebagai tambahan pada kode
neoplasmanya. Untuk itu, bisa digunakan kode dari
Chapter IV.

 Misal :
 Malignant Pheochromocytoma dari kelenjar adrenal
yang menghasilkan catecholamine hypersecretion.
 Kode Neoplasma C74.1 M8700/3, kode tambahan
E27.5
 Basofil adenoma dari kelenjar Pituitaria dengan
gejala – 2 Cusing.
 Kode Neoplasma D35.2 M8300/0, kode tambahan
E24.0.
Jump to first page
3. Keganasan Jaringan Ektopik
 Neoplasma ganas dari jaringan ektopik diberi kode
sesuai dengan jenis jaringan yang disebutkan.
 Misal :
Neoplasma ganas dari pancreas yang ektopik
diberi kode Neoplasma ganas Pancreas,
unspecified (C25.9).

Jump to first page


Jump to first page
5. Morfologi dari Neoplasma

 Sesuai dengan Morfologi histologis jenis selnya, grup neoplasms malignant dibagi
dalam :
 Carcinoma : Contoh : squamous, adenocarcinoma;
 Sarcoma: Contoh : Mesothelioma.Lymphoma (Hodgkin’s & non-Hodgkin’s.
 Leukaemia;
 Other specified and side-specific types;
 Unspecified cancers.

Cancer adalah istilah generik dan dapat digunakan untuk yang mana saja, walaupun
jarang sekali digunakan untuk sebutan Neoplasm ganas lymphotic, jaringan
haemopoietik berserta jaringan lain yang terkait.

Terkadang kata “carcinoma” digunakan salah sebagai kata ganti lain dari “cancer”.

Jump to first page


Jump to first page
Jump to first page
 Perlu diperhatikan bahwa klasifikasi Neoplasms di Bab II ini
adalah sesuai site lokasi organ yang terkena neoplasm terkait, di
kelompokkan ke group besar “behaviour” (sifat, perilaku)-nya.
 Pada kasus tertentu sifat morfologisnya akan terpapar pada judul
kategori dan judul sub-kategori.

 Klasifikasi histologis neoplasma ada terpisah di Bagian


Morphology Codes pada halaman 1177-1204 Vol. 1, yang diambil
dari ICD-O, dan merupakan klasifikasi ganda untuk keperluan
sistem coding atas dasar topografi dan morfologi neoplasmanya.

 Code morfologi menggunakan 6 digits : 4 digits pertama


mengidentifikasi tipe histologi selnya; digit ke-5 adalah code
behaviournya: malignant primary, malignant secondary
(metastasis), in situ, benign atau uncertain wether malignant atau
benign): digit ke-6 adalak code untuk grading (differensiasi) tumor
solid, yang juga merupakan code khusus bagi Lymphoma dan
Leukemia.

Jump to first page


4. Cara penggunaan subkategori-2 di Bab II.
Perhatikan : aturan penggunaan subkategori (.8) pada Bab II
[Baca note 5]. Apabila diperlukan penggunaan subkategori
untuk “other” (lain-lain) umumnya disediaka nomor code pada
sibkategori (.7).
5. Neoplasma ganas yang tumpah –tindih batas site lokasinya dan
aturan penggunaan subkategori ber-code (.8).
Kategori C00-C75 mengklasifikasikan neoplasm malignant
primer sesuai titik asa neoplasmanya.
Ada banyak kategori 3-karakter yang dibagi lebih lanjut sesuai
sebutan bagian subkategori dari organ terkait.
Suatu Neoplasma yang tumpang tindih menyerang 2 (dua) atau
lebih 2 posisi yang saling bersambungan, namun titik mula site
asal Neoplasmanya tidak dapat ditentukan yang mana, beri
kode (.8), kecuali kombinasi terkait diberi indeks khusus
tersendiri.

Jump to first page


Contoh : Hal. 190
Carcinoma of Aesophagus and Stomach mempunyai kode khusus
C16.0 (cardia), sedangkan Carcinoma permukaan ujung dan
ventral (Tengah) lidah harus diberi kode C02.8. (Hal. 185).
Sebaliknya : Carcinoma ujung lidah yang ekstensi (meluas) ke
bagian tengah (ventral) lidah, harus dikode C02.1, ujung lidah
sebagai titik mula carcinomanya.
Yang dimaksud dengan tumpang-tindih (overlapping) adalah
site-2 yang terlibat saling bersebelahan (kontinues
bersambungan).

Secara urut numerik subkategori-2 secara anatomik


bersambungan, namun tidak semua demikian, untuk
menentukan apakah ada hubungan topografi, hendaknya coder
merujuk ke hubungan antara istilah-istilah anatomi yang terkait.
(Lihat contoh di Hal. 183, note 5 Vol. 1).

Jump to first page


 ICD-O Volume 3  berisi Nomenclatur dari Morfologi Neoplasma. Ini di
reroduce di ICD-10 untuk digunakan dengan kondisi Neoplasma (Chapter
II).
 Nomor kode terdir dari 5 digit, yaitu :
 4 digit pertama  jenis/asal jaringan (hystological Type).
 Digit ke 5 setelah tanda garis miring/slash  menunjukkan
sifat/behaviour dari neoplasma tersebut sebagai berikut :
 /0  Jinak / benign.
 /1  Tidak jelas jinak atau ganas / uncertain behaviour whether
benign or malignant.
– Borderline malignancy.
– Low malignant potential.
 /2  Carcinoma in situ.
 /3  Ganas / malignant, tumor primer/ primary site.
 /6  Ganas / malignant, tumor sekunder atau metastase.
 /9  Ganas/malignant tapi tak jelas apakah primer atau sekunder.

Jump to first page


6. Penggunaan Sub-Kategori didalam Chapter II

 Sub kategori pada chapter II (digit ke-4)


ditunjukkan untuk menunjukkan bagian dari
suatu organ. Untuk .8 untuk kasus yang
overlapping atau kadang-kadang untuk “other”
sub kategori ini sering dipakai .7.
 Sub kategori 8  untuk kasus yang tumpang
tindih = overlapping dan lain.
 Contoh  Tumor ganas dilidah terbagi dari
tengah ke pinggir.
 Sub kategori 9 untuk kasus tanpa spesifikasi =
unspecified.

Jump to first page


7. Malignant Neoplasm Overlapping Site Boundaries and
The Use of Subcategori .8(Overlapping Lesion)

Kategori C00 – C75 sebagai klasifikasi neplasma ganas


primer, tergantung dari asal organnya, selanjutnya dibagi
lagi dalam subkategori, yang merupakan bagian dari
organ tersebut. Kadang neoplasma tersebut menempati
beberapa bagian dari organ tersebut, sehingga disebut
“overlapping”, dengan subkategori .8. Tetapi sub-kategori
ini tidak untuk neoplasma ganas yang berasal dari bagian
organ dan meluas kebagian lain dari organ tersebut.
Misal :
- Neoplasma ganas dari gaster dan usus kecil, diberi kode
C26.8 (overlapping lesion of digestive system).
- C02.8  overlapping lesion of tongue.
Jump to first page
8. Menggunakan Alphabetical Index (Volume 3)
untuk koding Neoplasma

 Selain kode untuk Topografi: untuk


neoplasma juga harus ditentukan Morfologi
dan kode behaviour.
 Rujukan, sebaiknya pertama melalui
Alphabetical Index (Volume 3).

Jump to first page


Jump to first page
Jump to first page
Jump to first page
to be continued… 

Jump to first page


9. Menggunakan ICD-O

 ICD-O menggunakan dual classification,


yaitu untuk Topografi dan Morfologi,
untuk registrasi kanker RS atau
registrasi Pathologi sebaiknya
menggunakan ICD-O.

Jump to first page


Perbedaan ICD-O dan ICD-10
38

ICD 10 memberikan kode yang berbeda untuk Neoplasma dari satu


tempat; Contoh ICD-10 :


- Lung : Malignant Neoplasm  C34.9 (pada paru)
- Lung : Metastatic Neoplasm  C78.0
- Lung : In situ Neoplasm  D02.2
- Lung : Benign Neoplasm  D14.3 (paru ada tumor jinak).
- Lung : Uncertain Neoplasm  D38.1 (ganas / jinak).

Pencatatan dengan ICD – O :


- Lung : Malignant Neoplasm / Carcinoma  C34.9 M 8010/3
- Lung : Metastatic Neoplasm / Seminoma  C34.9 M9061/6
- Lung : In situ Neoplasm / SCC in situ  C34.9 M8070/2
- Lung : Benign Neoplasm / adenoma  C34.9 M8140/0
- Lung : Uncertain Neoplasm / Carcinoid  C34.9 M8240/1
Jump to first page
Jump to first page
Hubungan Kode M dan ICD-10
 Kode /0 : Benign Neoplasm  D10 – D36
 Kode /1 : Uncertain Behaviour  D37 – D38
 Kode /2 : Malignant In situ  D00 – D09 (Jinak)
 Kode /3 : Malignant Neoplasm Primer  C00 – C76
 Bila ICD – O  3.
 C80 – C97.
 Kode /6 : Malignant Neoplasm sekunder
  C77 – C79 .

Kode Bab II pada ICD – 10 pada umumnya =


Kode C pada ICD – O, kecuali :
 C34 Melanoma  C44.- M872 – M879 /3
 C45 Mesothelioma  C--,- M905 /3
 C46 Kaposi’s Sarcoma  C--,- M9140/3
 C81 – C96 Malignant Neoplasm Lymphoid
40
Tissue  C00 – C80 M959 – M998 /3 Jump to first page
CONTOH PENGGUNAAN DALAM KODING NEOPLASMA
Mencari koding dari :
Carcinoma Lobular yang timbul pada lower outher quadrant of the
left breast.
Tata cara coding :
Langkah 1.
 Lihat kata kunci carcinoma pada index alfabetik.
 Carcinoma :
 Lobular (in filtrating) (M8520/3).
 Specified site- see Neoplasma, malignant.

Langkah 2.
 Morfologinya M8520/3.
 Tegaskan bahwa perangai (/3) cocok dengan tumor yang
digambarkan /3 menunjukkan keganasan primer dan oleh karena
itu cocok untuk kasus ini.
9
Jump to first page
Langkah 3 :
 Cek Morfologi (M8520) dengan daftar morfologi

neoplasma pada ICD-10 Volume 1.


 Tetapkan Morfologinya apakah benar untuk kasus ini.

Langkah 4 :
 Cari daftar Neoplasma pada jilid 3.

 Gunakan daftar alfabetik dari lokasi anatomik untuk

menentukan “breast”.
 Perhatikan sub bagian dibawah kata kunci untuk

membedakan bagian dari breast.


 Temukan bagian lower outer quadrant.

Jump to first page


Langkah 5 :
 Lihat kode baris yang cocok pada kolom tumor “malignant

primary”.
 Tumor timbul pada breast, oleh karena itu tumor primer

dan bukan metastase.


 Kode lokasi yang benar pada Bab II adalah C50.2

Langkah 6 :
 Cocokkan pemilikan kode yang telah ditetapkan pada

buku ICD-10 Volume 1.


 Cek apakah ada catatan tidak termasuk.

Langkah 7 :
Kode untuk kasus ini adalah C50.5, M8520/31  ket.
Posisi..
Jump to first page
Contoh : 2
Carcinoma lobular lower outer quadrant of the left breast
Kode : C50.5, M8520/3

Tentukan tata cara mencari kodenya…!!!!

12
Jump to first page
Jump to first page
Jump to first page
Jump to first page
Jump to first page
This is Rena. She has beeb diagnosed with a squamous cell carcinoma arising in the cervix

We have all the information we need to code Rena’s diagnosis. We already know the
site is the cervix. Try to complete

Jump to first page


Rena has been diagnosed with a squamous cell carcinoma arising in the cervix

Jump to first page


Rena has been diagnosed with a squamous cell carcinoma arising in the cervix

Jump to first page


Rena has been diagnosed with a squamous cell carcinoma arising in the cervix

Jump to first page


Rena has been diagnosed with a squamous cell carcinoma arising in the cervix

Using the Table of Neoplasms, find the code for Rena’s diagnosis and enter it here:

Jump to first page


Jump to first page
Jump to first page
Jump to first page
Jump to first page
SOAL LATIHAN :
.
Berikanlah kode pada penyakit dibawah ini :
1. Adenoma malignant broncial. (Adenoma malignant bronkial).
2. Colangiosarcoma (Colangiosarcoma).
3. Polisetemia Vera (Polosetemia vera).
4. Leukemia mielomonositik akut (Acute myelomonocytyc
leukemia).
5. Karsinoma sel squamousa serviks uterus dan 2/3 bagian atas
vagina. (Squamous cell carcinoma cervix uteri and upper two-
thirds of vagina).
6. Lesion on neck identified as metastatic from squamous cell
carcinoma of tonsil (Lesi leher yang diidentifikasi sebagai
karsinoma sel aquamosa yang metastase ke tonsil).

14
Jump to first page
7. Adenocarcinoma gaster 
8. Tumor lobus kiri paru, metastase ke hati
Adenoma lobuler lung left, metastatic to liver
 Neoplasma of liver C22 M8170/3 ;
Secondary malignant neoplasma of other and
3 4 1 5
unspecified digestive organs. C78.8 M8176/6
2
9. Hepatoma metastase ke pancreas

10. Oat cell carcinoma bronchus kanan
 C34.8 M8042/3
11. Basal cell Carcinoma, fibroephithelial pada kulit muka
 C44.3 M8093/3
12. Cystadenoma serosa Malignant ovarium Metastase ke Tulang
 C79.5 M8442/6.
13. Page’s disease kelenjar mamae  C50.0 M8540/3
Jump to first page
14. Infiltrating duct carcinoma mamae quadrant kiri
luar. C50.5 M8500/3
15. Fibromyoma uteri. D25.9 M8890/0
16. Dermatofibroma di kulit leher. D23.4 M8832/0
17. Osteosarcoma tulang tibia atas dan tulang rawan
sendi lutut. D16.9 M9210/0
18. Neurofibromatosis. D85.0 M9540/1
19. Chronic Lymphocytic Leukaemia.C91.1 M9823/3
20. Mixed small and large cell diffuse, Malignant
Lymphoma C83.2 M9675/3

Jump to first page


Terima kasih atas
perhatiannya

dewilenaa@gmail.com
085 867 220 062

61
Jump to first page

Anda mungkin juga menyukai