Anda di halaman 1dari 14

UPAYA

PENANGGULANGAN GAKY
DI JAWA TENGAH

Oleh: DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH

Disampaikan pada Workshop Penanggulangan GAKY Prov Jawa Tengah


Magelang, 30 April 2009
LATAR BELAKANG
• VISI PEMBANGUNAN GIZI : MEWUJUDKAN
KELUARGA MANDIRI SADAR GIZI UNTUK
MENCAPAI STATUS GIZI YANG OPTIMAL.
• MASALAH GAKY : MERUPAKAN SALAH SATU
MASALAH GIZI UTAMA DI JATENG.
• SASARAN PROGRAM GAKY : ELIMINASI
KRETIN BARU.
• ULTIMATE GOAL WHO : TIDAK ADA LAGI
KASUS KRETIN PADA TAHUN 2010.
GAMBARAN MASALAH GAKY DI
JAWA TENGAH
• DATA PREVALENSI GAKY DI JATENG :
 TH. 1982 : 34,0 % ( END. BERAT)
 TH. 1996 : 4,5 % ( NON ENDEMIK)
 TH. 2004 : 9,6 % ( END. RINGAN)
• DATA KADAR YODIUM DALAM URIN :
 TH. 2004 : < 50 Ug/L : 37,5 %
< 100 Ug/L : 62,1 %
• CAKUPAN GARAM BERYOD 2008 : 51,7 %
• CAKUPAN DISTRIBUSI KAPSUL YODIOL DI DAERAH
ENDEMIK BERAT/SEDANG : 36,42 %.
PERKEMBANGAN TERKINI
• KASUS-KASUS GANGGUAN TUMBUH KEMBANG
PADA ANAK BALITA MUNCUL, SEIRING DENGAN
TERJADINYA GIZI BURUK DI HAMPIR SEMUA
KABUPATEN/KOTA.
• KASUS GIBUR DENGAN GANGGUAN TUMBUH
KEMBANG YANG TERJADI DI DAERAH ENDEMIK
BERAT DIDUGA BERKAITAN JUGA DENGAN
TERJADINYA DEFISIENSI GIZI MIKRO : YODIUM.
• DI DAERAH ENDEMIK BERAT TELAH DITEMUKAN
KASUS GANGGUAN TUMBUH KEMBANG TERKAIT
GAKY. DI KAB WONOSOBO DITEMUKAN KASUS
YANG DICURIGAI MEMILIKI TANDA KRETINISME
HASIL PEMERIKSAAN GAKY
DI KAB WONOSOBO

- Pemeriksaan dilakukan pada tgl 7 Feb 2009 di RSU


Wonosobo sebagai tindak lanjut dari adanya laporan
suspek kasus yang dicurigai memiliki tanda / gejala
kretinisme.
- Pemeriksaan melibatkan bidang spesialisasi Anak, Gizi
Anak, Saraf, THT, dan Patologi Klinik FK Undip.
- Pemeriksaan dilakukan terhadap 12 kasus suspek (Balita)
dengan cara wawancara/anamnesis, pemeriksaan fisik,
antropometri, pemeriksaan khusus yaitu perkembangan,
neurology, dan THT serta Laboratorium (TSH, UEI).
- Hasil yang didapatkan, terdapat 1 (satu) kasus balita
perempuan 23 bulan dicurigai Kretin, dgn gejala:
Mixedema, Perawakan pendek, Hambatan perkembangan
berat, Gangguan pendengaran, Spastisitas, Kadar TSH
tinggi, Kadar UEI ibu sangat rendah
KASUS SUSPEK KRETIN
LANGKAH TINDAK LANJUT
1. PERTEMUAN dengan BPP.GAKY, TIM GAKY UNDIP, dan DKK
MAGELANG (24-02-09).
 Analisa masalah terkait perkembangan GAKY
Jateng.

2. WORKSHOP bersama B.LITBANGKES DEPKES, BPP.GAKY, TIM


GAKY UNDIP, PUSAT GAKY IDD CENTER, Dinkes 6 Kab
endemis (Wnsb, Pblg, Kab Mgl, Tmg, Wngr, Banjar), program
terkait Dinkes Prov (tgl 30-04-09).
 Penentuan Kebijakan dan Strategi.
3. KAJIAN KOMPREHENSIF MASALAH GAKY.
 Ujicoba surveilens GAKY dalam rangka eliminasi
kasus kretin baru.
 Bulan Mei s/d Desember 2009, di 5 Kab endemik :
Tmgung, Wnsobo, Banjarneg, Plingga, Wonogiri.
KAJIAN KOMPREHENSIF
PEMETAAN MASALAH GAKY
DALAM RANGKA
ELIMINASI KRETIN BARU

• PERINTISAN SISTEM SURVEILENS


GAKY DI JAWA TENGAH
• UJICOBA DI 5 KABUPATEN ENDEMIS
BERAT / MANTAN ENDEMIS BERAT
TUJUAN

• DIPEROLEHNYA BESARAN MASALAH


GAKY SECARA KOMPREHENSIF SERTA
TERCIPTANYA MEKANISME DETEKSI
DINI DAN INTERVENSI GAKY YANG
SESUAI.
METODOLOGI
• KAJIAN SURVEILENS YANG BERKESINAMBUNGAN

• PENGUMPULAN DATA PREVALENSI :


1. Data Total Goitre Rate
 Sasaran : Ibu Hamil; Frekwensi : 1 th 1x.
2. Data Ekskresi Yodium Urin
 Sasaran Bumil, di daerah dengan prevalensi tertinggi.
• PENGUMPULAN DATA RUTIN :
1. Data Score Index Hipothyroid
 Sasaran : Neonatus, Bayi, Batita, Balita, Anak SD.
2. Data Kadar TSH
 Sasaran : Suspek Kretin berdsrkan Score Index Hipothyroid.
• INTERVENSI PROGRAM :
1. Cakupan Garam Beryodium
2. Cakupan Kapsul Yodiol
• POPULASI
 GOL RAWAN GAKY DI ENDEMIK BERAT.

• UNIT SAMPEL
 KELUARGA YANG MEMPUNYAI GOLONGAN
RAWAN GAKY : NEONATUS, BAYI, ANAK BATITA,
ANAK BALITA, ANAK SEKOLAH DASAR.

• LOKASI KAJIAN
1. Kab. Temanggung :
-. Kec. Candiroto, Tretep, dan Ngadirejo.
2. Kab. Wonosobo :
-. Kec. Watumalang, Kejajar, Kalibawang.
3. Kab. Banjarnegara : Kec Punggelan, Wanadadi.
4. Kab. Purbalingga : Kec Kejobong, Karangmoncol
5. Kab. Wonogiri : Kec Kismantoro, Bulukerto.
RENCANA OPERASIONAL
1. PENYUSUNAN PROPOSAL
2. KOORDINASI TIM
3. TOT PETUGAS/PROGRAMER GAKY
 di Propinsi, dengan peserta Kabupaten
 bulan Mei 2009
4. PELATIHAN PETUGAS PENGUMPUL DATA
 di Kabupaten, dengan peserta Puskesmas
 bulan Mei 2009
5. PELAKSANAAN KAJIAN
 Bulan Juni s/d Nopember 2009
6. PENYUSUNAN LAPORAN KAJIAN
7. SEMINAR AKHIR
 Masukan- masukan dari khalayak dan pakar.
8. PENYUSUNAN PROGRAM REPLIKASI.
HARAPAN
• KESEPAHAMAN BAHWA MASALAH GAKY BERKAITAN
LANGSUNG DENGAN RENDAHNYA KUALITAS SDM
SEKARANG DAN YANG AKAN DATANG.
• ADA KERJASAMA DENGAN SEMUA PIHAK (KEMITRAAN)
UNTUK MENGATASI MASALAH.
• KOMITMEN DAERAH PERLU DIWUJUDKAN DALAM
KETERSEDIAAN DANA APBD KAB.
• PERKEMBANGAN IPTEK MENDUKUNG PENANGANAN
MASALAH GAKY SECARA KOMPREHENSIF.
• HASIL KAJIAN MENJADI MODEL SURVEILANS GAKY
YANG DIREPLIKASI OLEH SELURUH KAB/KOTA DI JAWA
TENGAH