Anda di halaman 1dari 37

PENGENDALIAN DBD DENGAN OVITRAP/LAVITRAP

(Aedes aegypti dan Aedes albopictus)


Demam Berdarah Dengue
Penyakit Infeksi Virus akut
yang disebabkan Virus
Dengue yg dibawa nyamuk
aedes yang ditandai demam
Tinggi > 39 c , 2 – 7 hari
Siklus Hidup Vektor DBD
VISI Pengendalian DBD
Meningkatkan kemampuan
masyarakat shg mampu mandiri
mencegah dan melindungi diri
dari penularan DBD melalui
perubahan perilaku (PSN DBD)
dan kebersihan lingkungan.
MISI Pengendalian DBD
1. Menghentikan dan mencegah penularan
penyakit dari penderita ke orang sehat
melalui pengendalian vektor
2. Penduduk yg menjadi sasaran program
pengendalian termasuk individu, kelg,
kelompok & masy
Surveilans Epidemiologi

Penemuan dan Tatalaksana


Kasus
Kegiatan Pokok
Pengendalian Vektor
Program DBD
Peningkatan Peran Serta
Masyarakat

SKD (Sistim Kewaspadaan Dini)


dan Penanggulangan KLB
UPAYA PENGENDALIAN VEKTOR DBD
DI KOTA TEGAL
• PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN 3M
PLUS)
• ABATISASI/PEMBERIAN LARVASIDA
• FOGGING FOKUS
• PEMASANGAN PERANGKAP TELUR/JENTIK
NYAMUK (Ovitrap/Lavitrap)
DATA KASUS JULI 2019
JUMLAH KASUS PER RW
NO KELURAHAN TOTAL
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 Mangkukusuman 0
2 Mintaragen 1 5 6
3 Panggung 1 1 1 1 1 5
4 Slerok 3 1 1 3 8
5 Kejambon 1 1 2
6 Tegalsari 1 1 1 1 4
7 Kraton 1 1
8 Muarareja 2 2
9 Pekauman 1 1 2
10 Debong Lor 0
11 Kemandungan 2 2
12 Pesurungan Kidul 1 1 2
13 Debong Kidul 1 1 1 3
14 Bandung 1 1 1 1 4
15 Tunon 1 1 2
JUMLAH KASUS PER RW
NO KELURAHAN TOTAL
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
16 Keturen 0
17 Kalinyamat Wetan 1 2 1 1 5
18 Randugunting 0
19 Debong Tengah 4 3 3 1 2 13
20 Debong Kulon 1 1 2
21 Margadana 1 1 4 2 2 1 1 12
22 Kalinyamat Kulon 0
23 Sumur Panggang 1 1
24 Pesurungan Lor 1 1
25 Kaligangsa 2 1 3
26 Krandon 0
27 Cabawan 0
0
JUMLAH 80
HASIL KAJIAN KONDISI VEKTOR NYAMUK DBD (aedes)
DI KOTA TEGAL TAHUN 2018

Berdasarkan hasil penelitian Balitbangkes


Banjarnegara tahun 2015 di Kota Tegal :

1. Nyamuk aedes di wilayah endemis di Kota


Tegal kebal terhadap bahan insektisida
yang biasa digunakan (Malathion).
2. Transovarial : Transovarial sampai 7
keturunan, bahwa telur nyamuk sudah
mengandung virus dengue
3. DBD tidak hanya ditularkan oleh Aedes
Aegypti (Rumahan) namun juga Aedes
Albopiptus (Kebun)
4. Karakteristik penularan bergeser diantaranya :
- Penularan bisa sepanjang waktu
- Penderita tidak lagi didominasi oleh balita
tapi semua umur
- Kebiasaan hidup di air bersih bergeser, jentik
nyamuk aedes juga mampu hidup di air
Kotor
Rekomendasi
• Pola PSN yang tidak tepat (Pengurasan) apabila dilihat
dari kerakteristik pola hidup nyamuk, perlu diganti
dengan cara menyedot atau membuang jentiknya saja

• Mengganti bahan insektisida (Fogging) tiap 3 tahun


sekali

• Daerah yang sudah di Fogging harus ditindaklanjuti


dengan PSN berturut-turut selama 4 bulan
• Pemberantasan sarang nyamuk dilakukan
pada fase kasus sedang menurun/ menjelang
peralihan musim

• Penggunaan Ovitrap/Lavitrap untuk


menangkap telur /jentik nyamuk sebagai
upaya memutus rantai perkembangbiakan
nyamuk aedes.
OVITRAP/LAVITRAP

• Ovitrap / lavitrap : alat perangkap telur, larva dan


nyamuk aedes aegypti (rumah) dan aedes
albopiptus (kebun) yang bertujuan untuk
mengurangi / mengendalikan populasi nyamuk.
• Sudah digunakan sejak lama untuk
mengendalikan kasus DBD dan memantau
kepadatan vektor
• Sudah dilaksanakan di 9 kel di Kota Tegal
• Hasil : saat ini sangat efektif mampu menurunkan
populasi nyamuk dan mampu menekan angka kasus
DBD
• Tahun 2018 : angka kasus menurun drastis
dibandingkan tahun 2017,
• 2017 : 79 kasus
• 2018 : 4 kasus, (di kel. yg tdk mendapat perlakuan
Ovitrap)
• 2019 : naik 80 kss, di kota kab lain pun meningkat
tajam, akan tetapi daerah yg dilakukan pemasangan
ovitrap/Lavitrap 80 % tdk muncul kasus DBD...9 lokasi
hanya 1 lokasi yg muncul kasus DBD.

• Tujuannya Memutus Perkembangan Aedes / vektor


DBD
• menurunkan angka kasus DBD
OVITRAP / LAVITRAP
JENTIK TERPERANGKAP DI OVITRAP
Contoh Nyamuk aedes yg dibiakan dari
hasil perangkap Ovitrap
Ovitrap/Lavitrap
Alat dan Bahan :
• Ember / Toples : warna hitam, merah atau
ungu
• Strimin nyamuk
• Pipa paralon/Shock peralon
• Lem
• Gunting/ pisau cutter
• Cat / pylox
• Kawat/cable sheet
• Jerami / damen (Pemikat) /
PELAKSANAAN KEGIATAN
• Kegiatan dilaksanakan selama 5 bulan
• Pemasangan Ovitrap seminggu sekali
• Mengganti air dan jerami tiap memasang
ovitrap
• Semua biaya Kegiatan pemasangan ovitrap
ditanggung oleh APBD II Kota Tegal