Anda di halaman 1dari 24

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA PASIEN ULCUS

DIABETICUM ANKLE SINISTRA DI RSU’ AISYIYAH


PONOROGO

PROGRAM STUDI PROFESI FISIOTERAPI


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA

HUTAMI RINDYASTUTY
J130170114
Pengertian

 Diabetes mellitus masih menjadi masalah kesehatan di dunia. DM merupakan kondisi


meningkatnya kadar gula darah yang berisiko menimbulkan komplikasi makrovaskular dan
mikrovaskular. Prevalensi DM terus meningkat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Salah
satu komplikasi DM adalah ulkus diabetikum yang terjadi akibat berkurangnya sensasi nyeri
karena neuropati.

 Penyakit Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan
protein yang berhubungan dengan defisiensi relatif atau absolut sekresi insulin yang ditandai
dengan hiperglikemia kronis yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan keturunan.

 Sedangkan Ulkus Diabeticum adalah keadaan ditemukannya infeksi, tukak atau destruksi ke
jaringan kulit yang paling dalam di kaki pada pasien Diabetes Mellitus (DM) akibat
abnormalitas syaraf dan gangguan pembuluh darah arteri perifer.
 Faktor risiko terjadi ulkus diabetikum pada penderita penyakit DM adalah:

a. Jenis Kelamin

b. Lama Penyakit Diabetes Mellitus (DM)

c. Neuropati

d. Peripheral Artery Disease


Epidemiologi
 International Diabetes Federation (2014) menujukan bahwa terdapat 387
juta orang yang menderita diabetes di dunia dan akan terus meningkat.
Pada tahun 2035 jumlah tersebut akan meningkat menjadi 55% atau 592
juta orang.

 Pravelensi DM di indonesia pada tahun 2013 adalah 2,1 % lebih tinggi


dibandingkan tahun 2007 (1,1%). Pada tahun 2016 di Ternate di lakukan
penelitian dari tahun 2011 sampai 2015 ditemukan pasien DM sebanyak
984 orang dan diperkirakan akan terus meningkat.
Klasifikasi Luka Diabetes
 Grade 1 : Ulkus Supericial tanpa terlihat jaringan dibawah kulit
 Grade 2 : Ulkus dalam tanpa pembentukan abses
 Grade 3 : Ulkus dalam dengan selulitis / abses atau osteomyelitis
 Grade 4 : Gangrene jaringan kaki atau bagian distal kaki dengan atau tanpa selulitis
 Grade 5 : Gangrene seluruh kaki atau sebagian tungkai bawah

Tanda dan Gejala

a. Stadium I menunjukkan tanda asimptomatis atau gejala tidak khas (kesemutan


gringgingen).
b. Stadium II menunjukkan klaudikasio intermitten (jarak tempuh menjadi pendek).
c. Stadium III menunjukkan nyeri saat istirahat.
d. Stadium IV menunjukkan kerusakan jaringan karena anoksia (nekrosis, ulkus).
Keterangan Umum Pasien
Identitas Pasien
 No RM : 444432
 Nama : Ny. M
 Umur : 66 tahun
 Jenis Kelamin :P
 Alamat : Krajan 2/1, Kranggan, Sukorejo, Ponorogo
 Agama : Islam
 Pekerjaan : Petani
Data Medis Rumah Sakit

 (Hasil : Foto Rontgen, uji Laboratorium, CT-Scan, MRI, EMG,


EKG, EEG, dll yang terkait dengan permasalahan fisioterapi)

 Dokumentasi Luka:
Panjang : 15 cm
Lebar : 7 cm
Dalam : 3 cm
(Hasil : Foto Rontgen, uji Laboratorium, CT-Scan, MRI, EMG, EKG,
EEG, dll yang terkait dengan permasalahan fisioterapi)

 GDA : Rabu/ 05-09-18  375


Kamis/ 06-09-18  374
Jumat/ 07-09-18  357
PEMERIKSAAN SUBJEKTIF

Keluhan Utama dan Riwayat Penyakit Riwayat Keluarga dan Status Sosial
Sekarang

Tidak ada keluarga yang memiliki riwayat


penyakit yang sama.
• Keluarga pasien mengatakan adanya luka basah pada
punggung kaki sebelah kiri serta adanya kelemahan pada
tubuh sisi kanan. ±2 bulan yang lalu sebelum masuk RS
pasien mengeluh timbul luka pada punggung kaki kirinya. Riwayat Penyakit Dahulu
Awalnya luka timbul karna sebelumnya pasien tersandung
batu, lama kelamaan luka menjadi besar, membengkak
dan bernanah, namun pasien tidak mengeluhkan nyeri
pada luka tersebut, pasien mencoba mengobati dengan
betadine tapi lukanya tidak kunjung sembuh, sebelumnya
pasien sering merasakan kesemutan pada kedua kakinya. Hipertensi (+)
Kemudian pasien memeriksakan diri ke RSU ‘Aisyiyah Diabetes Melitus (+)
Ponorogo pada hari selasa, 04 september 2018 dan pasien
disarankan oleh dokter untuk rawap inap
PEMERIKSAAN OBJEKTIF

BP : 123/66 mm/Hg
HR : 73 x/Sec
RR : 21 x/Sec
SH : 36,3°C
TB : 153 cm
BB : 48 Kg

1. Ada pitting odeme ankle sinistra


2. Nyeri tekan pada daerah metatarsal sekitar
luka
3. Tidak ada perbedaan suhu
Inspeksi Inspeksi

Inspeksi Statis :
1. Terpasang perban pada pedis
sinistra
2. Terdapat 1 luka bagian kaki
Inspeksi Dinamis :
(pada bagian metatarsal
sinistra)
3. Tampak adanya oedema Saat berjalan tidak menapak
4. Terdapat cairan luka penuh
berwarna bening dan bukan
nanah (eksodatserousa)
5. Tampak adanya ulkus
Tidak dilakukan

Tidak dilakukan
Pemeriksaan Gerak Dasar

a. Gerak Aktif b. Gerak Pasif


Regio Gerakan ROM Nyeri Regio Gerakan ROM Nyeri Endfeel

Wrist Plantar flexi Terbatas + Wrist Plantar flexi Terbatas + Firm

Dorsal flexi Terbatas + Dorsal flexi Terbatas + Firm


Inversi Terbatas + Inversi Terbatas + Firm

Eversi Terbatas + Eversi Terbatas + Firm


Pemeriksaan Nyeri

Pemeriksaan Nyeri menggunakan VDS

Nyeri diam : 3 cm
Nyeri tekan : 5 cm
Nyeri gerak : 5 cm
Pemeriksaan Fisik

a. ROM

Regio Bidang Gerak Nilai ROM

Ankle S S : 15° - 0° - 25°

F F : 10° - 0 - 10° b. MMT

Regio Bidang Gerak MMT

Ankle Plantar flexi 4


Dorsal flexi 4
Inversi 4

Eversi 4
Pemeriksaan Khusus

Pemeriksaan sensoris Hasil


Diskriminasi 2 titik (+/-)

Pemeriksaan sensibilitas Hasil


Kasar – Halus Hiposensitif
Tajam – Tumpul Hiposensitif

Odema Dextra Sinistra


↓5 24 cm 27 cm
↑5 22 cm 25 cm
Maleolus 25 cm 26 cm
Diagnosa Fisioterapi

Impairment Functional Limitation Disability

1. Adanya nyeri diam, tekan ,


dan gerak plantar fleksi,
dorsi fleksi, inversi dan
eversi ankle sinistra
2. Adanya penurunan LGS
plantar fleksi, dorsi fleksi, Pasien mengalami keterbatasan Pasien tidak dapat
inversi dan eversi ankle dalam berjalan, bercocok berpartisipasi di lingkungan
sinistra tanam, bertani, serta aktifitas sekitar seperti mengikuti
3. Adanya penurunan kekuatan IRT lainnya. pengajian sholat berjamaah
otot ankle sinistra di masjid dan kerja bakti.
4. Adanya penurunan
sensibilitas
5. Adanya oedema
Program Fisioterapi

Short Term Long Term

a) Mengurangi nyeri diam,


tekan, dan gerak plantar
fleksi, dorsi fleksi, inversi
dan eversi ankle a) Meningkatkan aktivitas
b) Meningkatkan LGS plantar fungsional seperti berjalan.
fleksi, dorsi fleksi, inversi b) Rangsangan kasar-halus,
dan eversi ankle tajam-tumpul : untuk
c) Meningkatkan kekuatan otot meningkatkan sensibilitas
ankle dextra
d) Menurunkan odema pada
ankle dextra
Intervensi Fisioterapi

Treatment Frekuensi Intensitas Type Time


Pumping Action Setiap hari 2 set 10 rep Active Exercise 8 - 10 detik
Stretching 3x/minggu 1 set 8 rep Isotonic exc 8 detik
Static Kontraksi Setiap hari 2 set 10 rep Isometric 8 – 10 detik
resisted exc
Exercise 3x/minggu 2 set 10 rep Hold Rilex 8 – 10 detik
Rencana Evaluasi
Prognosis
1. Nyeri dengan VDS
2. Diameter luka dengan midline
3. LGS dengan goneometri
4. Kekuatan otot dengan MMT
5. Spasme dengan palpasi Quo at Vitam : Bonam
6. Oedema dengan antropometri Quo at Sanam : Dubia ad malam
7. Kemampuan fungsional dengan Quo at Cosmeticam : Dubia ad malam
index FADI Quo at Fungsionam : Dubia ad malam
EVALUASI TINDAK LANJUT

Nyeri LGS MMT Oedema Index


T0 Diam : 3 S: 15° - 0° - 25° Dorsi Fleksi : 4 maleolus = 1 cm Score FADI : 46
Tekan : 5 T: 10° - 0° - 10° Plantar Fleksi: 4 ↓ 5 = 3 cm
↑ 5 = 3 cm
Gerak : 5 Inversi : 4
Eversi : 4
T1 Diam : 3 Dorsi Fleksi : 4 Score FADI : 46
S: 15° - 0° - 25° maleolus = 3 cm
Tekan : 5 T: 10° - 0° - 10°
Plantar Fleksi: 4 ↓ 5 = 3 cm
Gerak : 5 Inversi : 4 ↑ 5 = 3 cm
Eversi : 4
T2 Diam : 2 Dorsi Fleksi : 4 Score FADI : 46
Tekan : 4 S: 15° - 0° - 25° Plantar Fleksi: 4
T: 10° - 0° - 10° maleolus = 2 cm
Gerak : 4 Inversi : 4
↓ 5 = 2 cm
Eversi : 4
↑ 5 = 2 cm
HASIL TERAPI AKHIR

Pasien atas nama Ny. M umur 66 tahun, diagnosa Fisioterapi


(penurunan Lingkup Gerak Sendi, kelemahan pada anggota gerak
bawah sinistra, dan gangguan sensibilitas) setelah mendapatkan
Fisioterapi 3 kali mendapatkan hasil sebagai berikut :
a) Terdapat penurunan nyeri
b) Belum terdapat perubahan yang signifikan pada lingkup gerak
sendi ankle sinistra
c) Belum terdapat adanya peningkatan kekuatan otot
d) Belum terdapat perubahan yang signifikan pada sensibilitas pasien
e) Sudah terdapat penurunan nilai antropometri pada pengukuran
oedema pasien
Edukasi

1. Menjaga luka agar tetap kering


2. Pasien dianjurkan untuk menjaga pola makannya agar kadar gula dalam darah
terpelihara dengan baik, sehingga mempercepat penyembuhan luka sesuai
anjuran dokter.
3. Pasien diminta untuk melakukan latihan yang telah diajarkan.