Anda di halaman 1dari 12

Etika Bisnis, GCG dan CSR dalam

Mendukung Manajemen

Inel Pramita

Ajeng Chalimatussadiyah

Andre Novria

NEXT
Etika dalam Bisnis
Etika bisnis adalah aplikasi pemahaman kita tentang
apa yang baik dan benar untuk beragam
institusi, teknologi, transaksi , aktivitas dan usaha
yang di sebut dengan bisnis. Etika bisnis berarrti
bertumpu pada kesetiaan sikap etis dan komitmen
moral untuk tidak berbuat curang, merugikan
orang lain, Negara dan masyarakat, mengancam
lingkungan serta kebudayaan yang telah ada.

Keadilan dalam Etika Bisnis


• Distributive justice yakni adanya distribusi yang
memadai dan adil dalam masyarakat.
• Retributive Justice. Keadilan ini adalah keadilan
pada sisi hukum Artinya semua orang memiliki
hak dan posisi yang sama di mata hukum.
• Compensatory Justice. Keadilan ini dimaksudkan
bahwasannya semua orang berhak dihormati atas
harta benda yang dimilikinya
Etika bisnis yang baik

Faktor yang mempengaruhi prilaku etika


bisnis
• Lingkungan Bisnis
• inti daripada etika bisnis yang
Sering kali para eksekutif perusahaan
pantas dikembangkan di tanah air
dihadapkan pada suatu dilema yang
kita adalah pengendalian diri,
menekannya, seperti misalnya harus
sesuai dengan falsafah Pancasila
mengerjar kuota penjualan, menekan
yang kita miliki..
ongkos-ongkos, peningkatan efisiensi dan
• kepekaan terhadap keadaan dan
bersaing.
lingkungan masyarakat. Etika
• Organisasi
bisnis harus mengandung pula
Secara umum anggota organisasi itu
sikap solidaritas sosial
sendiri saling mempengaruhi satu dengan
• mengembangkan suasana
yang lainnya (proses interaktif).
persaingan yang sehat.
Individu
• yang besar membantu yang
Seseorang yang memiliki filosofi moral,
kecil..
dalam bekerja dan berinteraksi dengan
• memelihara jatidiri, jiwa
sesame akan berprilaku etis.
kebangsaan dan jiwa patriotik.
GCG

??????
?
GCG adalah prinsip yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan agar
mencapai keseimbangan antara kekuatan serta kewenangan perusahaan dalam
memberikan pertanggungjawabannya kepada para shareholderskhususnya,
dan stakeholders pada umumnya. GCG diperlukan untuk mendorong
terciptanya pasar yang efisien, transparan dan konsisten dengan peraturan
perundang-undangan. Penerapan GCG perlu didukung oleh tiga pilar yang
saling berhubungan, yaitu negara dan perangkatnya sebagai regulator, dunia
usaha sebagai pelaku pasar, dan masyarakat sebagai pengguna produk dan jasa
dunia usaha.
Prinsip-prinsip Good Corporate Governance
• Keadilan (Fairness)
Keadilan adalah kesetaran perlakuan dari perusahaan terhadap pihak-pihak
yang berkepentingan sesuai dengan kriteria dan proporsi yang seharusnya.
• Transparansi/Keterbukaan (Transparency)
Tranparansi adalah keterbukaan dalam melaksanakan suatu proses kegiatan
perusahaan.
• Akuntabilitas (Accountability)
Akuntabilitas adalah pertanggungjawaban atas pelaksanaan fungsi dan tugas-
tugas sesuai dengan wewenang yang dimiliki oleh seluruh organ perusahaan
termasuk pemegang saham.
• Pertanggungjawaban (Responsibility)
Pertanggungjawaban adalah kesesuaian didalam pengelolaan perusahaan
terhadap peraturan perundangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi
yang sehat.
• Keterbukaan dalam Informasi (Disclosure)
Disclosure adalah keterbukaan dalam mengungkapkan informasi yang bersifat
material dan relevan mengenai perusahaan harus dapat memberikan informasi
atau laporan yang akurat dan tepat waktu.
• Kemandirian (Independency)
Kemandirian adalah suatu keadaan dimana perusahaan bebas dari
pengaruh atau tekanan pihak lain yang tidak sesuai dengan
mekanisme korporasi
a) Faktor Internal
Maksud faktor internal adalah pendorong
keberhasilan pelaksanaan praktek GCG yang berasal
dari dalam perusahaan. Beberapa faktor dimaksud
antara lain:
§ Terdapatnya budaya perusahaan (corporate
culture) yang mendukung penerapan GCG dalam
mekanisme serta sistem kerja manajemen di
perusahaan.
§ Berbagai peraturan dan kebijakan yang
dikeluarkan perusahaan mengacu pada penerapan
nilai-nilai GCG.
§ Manajemen pengendalian risiko perusahaan juga Faktor yang
didasarkan pada kaidah-kaidah standar GCG. mempengaruhi
§ Terdapatnya sistem audit (pemeriksaan) yang GCG
efektif dalam perusahaan untuk menghindari setiap
penyimpangan yang mungkin akan terjadi.
§ Adanya keterbukaan informasi bagi publik untuk
mampu memahami setiap gerak dan langkah
manajemen dalam perusahaan sehingga kalangan
publik dapat memahami dan mengikuti setiap derap
langkah perkembangan dan dinamika perusahaan
dari waktu ke waktu.
b) Faktor Eksternal
§ Pelaku dan lingkungan bisnis
Meliputi seluruh entitas yang mempengaruhi pengelolaan
perusahaan,
§ Pemerintah dan regulator Lanjutan
Pemerintah dan badan regulasi berkepentingan untuk
memastikan bahwa Perusahaan mengelola keuangan dengan
benar dan mematuhi semua peraturan dan undang-undang agar
memperoleh kepercayaan pasar dan investor.
§ Investor
Meliputi semua pihak yang berkaitan dengan pemegang saham
dan pelaku perdagangan saham termasuk perusahaan investasi.
§ Komunitas Keuangan
Meliputi semua pihak yang berkaitan dengan persyaratan
pengelolaan keuangan perusahaan termasuk persyaratan
pengelolaan perusahaan terbuka, seperti komunitas bursa efek,
Bapepam-LK, US SEC dan Departemen Keuangan RI.
CSR

CSR (Corporate Social Responsibility)


Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan sebuah
fenomena dan strategi yang digunakan perusahaan untuk
mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan stakeholder-nya.
CSR dimulai sejak era dimana kesadaran akan sustainability
perusahaan jangka panjang adalah lebih penting daripada
sekedar profitability perusahaan.
Berikut ini adalah manfaat CSR bagi perusahaan:
· Meningkatkan citra perusahaan.
· Mengembangkan kerja sama dengan perusahaan lain.
· Memperkuat brand merk perusahaan dimata masyarakat.
· Membedakan perusahan tersebut dengan para pesaingnya.
· Memberikan inovasi bagi perusahaan.
manfaat CSR bagi masyarakat:
§ Meningkatknya kesejahteraan masyarakat sekitar dan
kelestarian lingkungan.
§ Adanya beasiswa untuk anak tidak mampu di daerah
tersebut.
§ Meningkatnya pemeliharaan fasilitas umum.
§ Adanya pembangunan desa/fasilitas masyarakat yang
bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak
khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan
tersebut berada.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Corporate Social Responsibility
Menurut Yusuf Wibisono dalam bukunya Membedah Konsep dan
Aplikasi CSR (2007:7), implementasi Corporate Social
Responsibility (CSR) pada umumnya dipengaruhi oleh beberapa
faktor, antara lain:
a. Komitmen pimpinannya
Perusahaan yang pimpinannya tidak tanggap dengan masalah sosial,
jangan diharap akan memedulikan aktivitas sosial
b. Ukuran dan kematangan sosial
Perusahaan besar dan mapan lebih mempunyai potensi member
kontribusi ketimbang perusahaan kecil dan belum mapan.
c. Regulasi dan sistem perpajakan yang diatur pemerintah
Semakin amburadul regulasi dan penataan pajak akan membuat
semakin kecil ketertarikan perusahaan untuk memberikan donasi dan
sumbangan sosial kepada masyarakat. Sebaliknya, semakin kondusif
regulasi atau semakin besar insentif pajak yang diberikan, akan lebih
berpotensi memberi semangat kepada perusahaan untuk berkontribusi
kepada masyarakat.