Anda di halaman 1dari 12

CROSS-SECTIONAL

• Mencakup semua jenis penel yg


pengukuran variabelnya dilakukan
hanya 1 kali, pada satu saat
• Dapat bersifat deskriptif : studi
pengukuran antropometri bayi baru
lahir
• Dapat bersifat analitik : studi
perbandingan kadar kholesterol
masyarakat pedesaaan dengan
perkotaan
Cross-Sectional study
Population

Risk + Risk +
Disease + Disease -

sample
Risk - Risk -
Disease - Disease -
cross – sectional study
EC
EC
n
P s
EnC
EnC
n
CROSS SECTIONAL
 Cross sectional deskriptif :
 Penelitian persentase bayi yg mendapat ASI
ekslusif di suatu komunitas
 Penelitian prevalensi asma pada anak sekolah di
Jakarta

 Cross sectional analitik : beda proporsi,


beda prevalensi, hubungan antar variabel
 Beda proporsi pemberian ASI ekslusif
berdasarkan tingkat pendidikan ibu
 Hubungan antara merokok dengan penyakit
jantung koroner
Strengths of Cross – Sectional studies

 fast and inexpensive


 no loss to follow up
 the results give the demographic and clinical
characteristic of the study group
 gives prevalence of the disease and risk
factors
 convenient for examining networks of links
Weaknesses of Cross – sectional studies
 difficult/ impossible for establishing causal
relationship
 impractical for the study of rare disease if
the samples is drawn from general
population
 can only measure prevalence, not incidence
 limits the information they can produce
on prognosis, natural history and disease
causation
ANALISIS CROSS SECTIONAL
Desease No desease

Exposed A B
Not exposed C D

A B A B

C D C D

A/A+B VS. C/C+D A/A+C VS. B/B+D


OR
?
INTERPRESTASI HASIL
1. rasio prevalens = 1  prevalens penyakit pd subyek dg
faktor risiko sama dg prevalens penyakit pd subyek tanpa

?
faktor risiko, maka faktor yg diteliti bukanlah merupakan
faktor risiko.
2. Rasio prevalens > 1  & rentang interval kepercayaan
tdk mencakup angka 1 : faktor tsb merup faktor risiko
3. Rasio prevalens < 1  & rentang interval kepercayaan

?
tdk mencakup angka 1 : faktor tsb merup faktor protektif
(mencegah terjadinya efek)
4. Rentang interval kepercayaan mencakup angka 1 
artinya : mungkin nilai prevalensinya = 1  belum dapat
disimpulkan bahwa faktor yg dikaji merup faktor risiko
atau faktor protektif

?
LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN CROSS
SECTIONAL

1. Mengidentifikasi variabel-variabel penelitian,


faktor risiko, faktor efek
2. Menetapkan subyek penelitian
3. Melakukan observasi / pengukuran variabel
yg merupakan faktor risiko & efek sekaligus
berdasarkan status keadaan variabel saat
itu
4. Melakukan analisis korelasi dg cara
membandingkan proporsi antar klpk hasil
observasi
Ingin mengetahui hub status gizi dg
perkembangan psikomotorik pd anak-
anak usia 12-24 bln

• Variabel efek / dependen :


• Variabel risiko / independen :
• Variabel risiko yg dikendalikan :
• Subyek penelitian :
• Responden penelitian :
• Pengukuran :
• Analisis Data :
Ingin mengetahui hub status gizi dg
perkembangan psikomotorik pd anak-
anak usia 12-24 bln

1. Rasio prevalensi sebesar 3, interval


kepercayaan 95% 1,4 s/d 6,8 ???
2. Rasio prevalensi sebesr 3, interval
kepercayaan 95% 0,8 sd 7 ???
3. Rasio prevalensi sebesar 0.8, interval
kepercayaan 95% 0,5 s/d 0,8 ???
4. Rasio prevalensi sebesar 0,8, interval
kepercayaan 95% 0,7 s/d 6,7 ???