Anda di halaman 1dari 19

Persoalan-Persoalan di

Tingkat Provinsi dan


Lokal dalam Surveilans
KELOMPOK 5
AISH BAITY KURNIA – 1306375475
KHANSA FAHRINKA UFAIRA – 1306406796
MARISKA ROBIYANTI – 1306375512
SHELLINA TIARA N – 1306375563
TESA IRWANA – 1306375683
Outline

Otoritas untuk pelaporan data surveilans di tingkat lokal maupun propinsi

Sumber-sumber dari jenjang surveilens

Persoalan-persoalan dalam sederetan daftar penyakit yang wajib


dilaporkan (notifiable disease)

Analisis data

Sumber-sumber surveilens pada tingkat lokal dan propinsi

Pendekatan-pendekatan menerjemahkan data ke dalam aksi


Alur Distribusi Data Surveilans
Terpadu Penyakit

Surveilans Terpadu
Penyakit (STP)

Pelaksanaan surveilans epidemiologi


penyakit menular dan surveilans
epidemiologi penyakit tidak menular
dengan metode pelaksanaan surveilans
epidemiologi rutin terpadu beberapa
penyakit yang bersumber data
Puskesmas, Rumah Sakit,
Laboratorium dan Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota.
Jejaring Kerja Surveilans

Jejaring kerja surveilans


• Suatu mekanisme koordinasi kerja antar unit penyelenggara
Surveilans Kesehatan, sumber-sumber data, pusat penelitian,
pusat kajian dan penyelenggara program kesehatan, meliputi
tata hubungan Surveilans Kesehatan antar wilayah
Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat.

Terdiri dari jaringan kerjasama:


• dengan penyelenggara pelayanan kesehatan, laboratorium dan
unit penunjang lainnya.
• dengan pusat-pusat penelitian dan kajian, program intervensi
kesehatan dan unit-unit surveilans lainnya.
• antara unit surveilans kabupaten/kota, provinsi dan nasional.
• berbagai sektor terkait nasional, bilateral negara, regional, dan
internasional.
Jejaring Kerja Surveilans
Otoritas untuk Laporan Data
Surveilans

Diturunkan dari hukum-hukum di tingkat lokal dan


propinsi

Catatan vital dan laporan morbiditas dikembangkan


pada tingkat provinsi

Sistem nasional dikembangkan  partisipasi provinsi


secara sukarela

Desentralisasi kekuasaan dicanangkan dalam undang-


undang otonomi daerah
Sumber-Sumber Data Surveilans
(Kepmenkes RINo.1116/Menkes/SK/VIII/2003)
Data kesakitan yang dapat diperoleh dari unit
pelayanan kesehatan dan masyarakat.

Data kematian yang dapat diperoleh dari unit


pelayanan kesehatan serta laporan kantor
pemirintah dan masyarakat.

Data demografi yang dapat diperoleh dari unit


statistik kependudukan dan masyarakat

Data geografi yang dapat diperoleh dari unit unit


meteorologi dan geofisika

Data laboratorium yang dapat diperoleh dari unit


pelayanan kesehatan dan masyarakat.
Data kondisi lingkungan

Laporan wabah

Laporan penyelidikan wabah/KLB

Laporan hasil penyelidikan kasus perorangan

Studi epidemiology dan hasil penelitian lainnya

Data hewan dan vektor sumber penular penyakit


yang dapat diperoleh dari

unit pelayanan kesehatan dan masyarakat.

Laporan kondisi pangan


Surveilans di Tingkat Lokal/Pusat
a. Menjadi pusat rujukan surveilans epidemiologi regional dan nasional
b. Pengembangan dan pelaksanaan surveilans epidemiologi regional dan
nasional
c. Kerjasama surveilans epidemiologi dengan propinsi, nasional dan
internasional
Surveilans di Tingkat Propinsi
a. Pusat rujukan surveilans epidemiologi propinsi
b. Pengembangan dan pelaksanaan surveilans
epidemiologi propinsi
c. Kerjasama surveilans epidemiologi dengan
pusat dan kabupaten/kota

Sumber
Data

Indentifikasi dan rujukan


kasus
Notifiable diseases

 Reportable diseases adalah


penyakit-penyakit yang wajib
dilaporkan oleh dokter dan atau
laboratories ke dinas kesehatan
setempat
 Notifiable diseasesCDC /WHO
menyatakan mengenai penyakit atau
kondisi yang memenuhi definisidari
kasus nasional maupun internasional
• Bertujuan untuk menganalisis tren pneyakit dan menentukan burden of
disease.
• Di revisi secara periodik.
• Penyakit dapat ditambahkan ke dalam daftar, ketika terdapat patogen
baru muncul , atau penyakit mungkin dihapus karena adanya penurunan
insiden
Prioritas dalam menentukan
penyakit yang wajib dilaporkan
Kepentingan kesmas (mortalitas,
morbiditas)

Tersedia pencegahan yang efektif dan


layak

Berpotensi epidemik

Target eradikasi, eliminasi atau


pengawasan regional atau internasional
Faktor-faktor yang mempengaruhi
kelengkapan dari data penyakit yang
wajib dilaporkan

Langkah-
langkah/metode
Fasilitas diagnostik
pengendalian
yang tersedia
penyakit yang
berlaku

Sumber daya dan


Kesadaran
prioritas
masyarakat
pemerintah
sumber-sumber surveilens pada
tingkat lokal dan propinsi
10 macam sumber data rekomendasi
WHO

 a.Registrasi mortalitas
b. Laporan morbiditas
c. Laporan epidemi
d. Investigasi laboratorium
e. Investigasi kasus individu
f. Investigasi lapangan epidemik
g. Survei
h. Studi reservoir binatang dan distribusi vektor
i. Penggunaan biologis dan obat
j. Pengetahuan populasi dan lingkungan
Selain itu untuk surveilans, data dapat juga diperoleh dari :
a. Statistik rumah sakit dan tempat perawatan lainnya
b. Pencatatan dokter-dokter
c. Laporan laboratorium kesehatan masyarakat
d. Daftar absen kerja atau sekolah (bahan kuliah,
Surveilans Epidemiologi).
Menterjemahkan Data ke dalam Aksi

Mengidentifikasi masalah

Menggunakan data untuk menyusun


Prioritas

Bekerja dengan masyarakat untuk


menyusun solusi

Menggunakan data untuk alokasi


sumber-sumber terbatas
APEXPH
(Assessment Protocol for Excellence in Public Health)
APEXPH di resmikan pada tahun 1991 oleh
NACCHO bersama CDC

The Assessment Protocol for Excellence in Public Health (APEXPH) is a flexible


planning tool developed for local health officials to:

 Assess the organization and management of the health department;

 Provide a framework for working with community members and other


organizations to assess the health status of the community; and

 Establish the leadership role of the health department in the community.


APEXPH

Local health departments


assess internal capacity

Identify priority
community health issues

Develop action plans


Daftar Pustaka

 Kepmenkes RI No.1116/Menkes/SK/VIII/2003
 PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN
SURVEILANS KESEHATAN
 Kgm.bappenas.go.id, (2006). LAPORAN LAPORAN Kajian Kajian Kebijakan Kebijakan Penanggulangan Penanggulangan
((Wabah Wabah) ) Penyakit Penyakit Menular Menular ((Studi Studi Kasus Kasus DBD). [online] Available at:
http://kgm.bappenas.go.id/document/makalah/18_makalah.pdf [Accessed 2 Jun. 2015].
 http://fk.uns.ac.id/static/materi/Surveilans_-_Prof_Bhisma_Murti.pdf
 http://sinforeg.litbang.depkes.go.id/upload/regulasi/PMK_No._45_ttg_Penyelenggaraan_Surveilans_Kesehatan_.pdf
 National Association of Country & City Health Officials, (n.d.). APEXPH | NACCHO. [online] Available at:
http://www.naccho.org/topics/infrastructure/APEXPH/ [Accessed 2 Jun. 2015].
 APEXPH, PACE EH, and MAPP: Local Public Health Planning and Assessment at a Glance. (2007). NACCHO. Available at:
http://www.naccho.org/topics/infrastructure/mapp/upload/mapppaceapex.pdf [Accessed 2 Jun. 2015].
 http://whoindonesia.healthrepository.org/bitstream/123456789/642/1/Pedoman%20Nasional%20Pemeriksaan%20Labo
ratorium%20Mendukung%20Sistem%20Kewaspadaan%20Dini%20dan%20Respons%20%28INO%20AAD%20007%20XW%2008%2
0J%20SE-09-148892.PDF
 Pedoman Nasional – kementrian kesehatan. (n.d.).
 Perawat, P. P. (2013). Berita Negara, (473), 1–6.
 Reportable versus Notifiable. (n.d.).
http://health.state.tn.us/ReportableDiseases/Common/Global%20Definition%20Reportable%20vs%20Notifiable.pdf