Anda di halaman 1dari 28

A S P E K K E P E R I L A K UA N PA DA

PENGANGGARAN MODAL

GHADIS AMANDA FAJRINA


HERLIYANI

VIDIA AINNIE RISA DAHLIA

KELOMPOK 6

1
Faktor-Faktor Keperilakuan pada
Penganggaran Modal dan Definisi
Penyusunan Anggaran Modal
FAKTOR PERILAKU

Manajer keuangan dan akuntan manajemen terlibat


secara mendalam pada penyusunan anggaran
operasional, baik dalam pengembangan anggaran
maupun dalam pelaporan kinerja setelahnya.
DEFENISI PENYUSUNAN ANGGARAN MODAL

Penyusunan anggaran modal dapat


didefinisikan sebagai proyeksi
mengalokasikan dana untuk proyek
atau pembelian jangka panjang.

4
PROSES PENYUSUNAN
ANGGARAN
1 2 3
Implementati Control and
Goal Setting on Performance
Stage Evaluation
Stage Stage

Aktivitas perencanaan dimulai Pada tahap implementasi rencana formal Anggaran yang diimplementasikan akan
dengan penterjemahan tujuan utama digunakan untuk mengkomunikasikan berfungsi sebagai unsur kunci dalam
organisasi ke dalam aktivitas spesifik objectives dan strategi-strategi organisasi system pengendalian. Anggaran
dari sasaran-sasaran. dan untuk memotivasi secara positif tersebut akan menjadi tolok ukur bagi
orang-orang yang ada di dalam kinerja aktual dan akan menjadi dasar
organisasi. penilaian bagi Management by
Exception.
.

6
JENIS DAN PENTINGNYA
FAKTOR-FAKTOR
KEPERILAKUAN DARI
PENYUSUNAN ANGGARAN
MODAL
Jenis dan Pentingnya Faktor-faktor Keprilakuan dari
Penyusunan Anggaran Modal

2. Masalah Prediksi yang Disebabkan


oleh Perilaku Manusia

1. Masalah dalam Mengidentifikasi Proyek


Potensial Perubahan keberhasilan dari suatu proyek sejalan
Sebagaimana dapat dilihat, orang-orang yang dengan waktu sebaiknya dipertimbangkan dalam
terlibat dalam penyusunan anggaran harus memprediksikan data untuk pengambilan keputusan
memiliki kemampuan kreatif untuk mencari dan dengan mempertimbangkan peningkatan kinerja dari
meneliti sejumlah proyek modal potensial yang karyawan yang terlibat dalam proyek tersebut.
tersedia bagi organisasi.
8
Jenis dan Pentingnya Faktor-faktor Keprilakuan dari
Penyusunan Anggaran Modal

3. Masalah Manajer dan Ukuran


Kinerja Jangka Pendek
Manajemen puncak harus
mempertimbangkan siklus ini dalam prosedur
seleksi proyek dan sebaiknya mengevaluasi
sampai sejauh mana masalah tersebut terjadi
dan bagaimana hal itu akan memengaruhi
usulan tertentu.

4. Masalah yang Disebabkan oleh


Identifikasi Diri dengan Proyek
Terdapat mekanisme yang elegan untuk
“menyelamatkan” proyek sebelum manajer
yang sebenarnya sangat bagus meninggalkan
perusahaan atau bertindak secara
disfungsional untuk menghindari keharusan
untuk mengakui bahwa suatu proyek yang
mereka usulkan tidak berhasil.
Jenis dan Pentingnya Faktor-faktor Keprilakuan dari
Penyusunan Anggaran Modal

5. Pengembangan Anggota dan Proyek 6. Penyusunan Anggaran Modal sebagai


Modal Ritual
Dalam proses seleksi proyek, manajemen Beberapa ilmuwan keperilakuan
puncak harus mempertimbangkan apakah menyarankan bahwa seluruh proses
proyek yang diusulkan baik untul
penyusunan anggaran modal adalah
pengembangan dari si pengusul proyek
tersebut pada saat ini. sebuah ritual.
10
Jenis dan Pentingnya Faktor-faktor Keprilakuan dari
Penyusunan Anggaran Modal

7. Perilaku Mencari Risisko


dan Menghindari Risiko 8. Membagi Kemiskinan
Individu bereaksi secara berbeda Fenomena “membagi kemiskinan”
terhadap risiko. Beberapa orang sering kali memiliki dampak yang
tampaknya menikmati pengambilan penting dalam proses penyusunan
keputusan yang berisiko dan berdaa anggran modal. Hal ini terjadi ketika
dalam situasi yang berisiko tersedia lebih banyak proyek
sementara yang lain mencoba untuk anggaran modal yang potensial lebih
menghindari hal-hal tersebut. menguntungkan dibandingkan
dengan dana yang tersedia untuk
mendanainya, suatu kondisi yang
disebut dengan rasionalisasi modal.

11
KONSEKUSENSI
PENYIMPANGAN PADA
PROSES PENYUSUNAN
ANGGARAN
K O N S E K U S E N S I P E N Y I M PA N G A N PA D A P R O S E S
P E N Y U S U N A N A N G G A R A N

Distrust (Rasa Tidak Resistance(Resistensi) Internal Conflict(Konflik Other Unwanted Side Effects
Percaya) Internal) (Efek Samping Lain Yang
Anggaran adalah sumber dari Walaupun anggaran digunakan Gejala/tanda yang paling umum Tidak Diinginkan)
tekanan yang dapat secara luas dan sangat dari adanya konflik adalah Anggaran dapat menghasilkan
menciptakan mendukung, namun tetap ketidakmampuan untuk efek-efek samping lainnya yang
kecurigaan/ketidakpercayaan, ditolak oleh banyak anggota mencapai kerjasama tidak diharapkan.
permusuhan, dan organisasi. antarindividu dan
menyebabkan penurunan antarkelompok selama proses
kinerja. penyusunan budget.
Distrust
(Rasa Tidak Percaya)
1. Anggaran cenderung terlalu menyederhanakan atau
mengubah situasi “sebenarnya” dan gagal memberikan
keberagaman faktor eksternal.
2. Anggaran tidak cukup menggambarkan variabel-variabel
A l a s a n kualitatif seperti tenaga kerja, kualitas bahan, dan efisiensi
m u n c u l n y a mesin.
k e t i d a k p e r c a y a a n 3. Anggaran menggambarkan secara sederhana apa yang
telah diketahui supervisor.
4. Anggaran secara teratur digunakan untuk menggerakkan
supervisor sehingga ukuran-ukuran kinerja dapat
diperkirakan.
5. Anggaran melaporkan penekanan pada hasil bukan pada
sebab.
6. Anggaran mengganggu gaya kepemimpinan para
supervisor.
7. Anggaran cenderung memberi tekanan pada kegagalan.

14
Resistance(Resistensi)

A l a s a n t e r j a d i n ya p e n o l a k a n Anggaran membawa

1. perubahan, dengan demikian


mengancam status quo.

Banyak manajer dan


supervisor tidak paham
mengenai seluk beluk 3. Proses anggaran
penyusunan anggaran. 2. membutuhkan sejumlah besar
perhatian dan menyita banyak
waktu.

15
Internal Conflict
(Konflik Internal)

Konflik internal dapat berkembang sebagai hasil dari interaksi-interaksi ini, atau sebagai
hasil dari laporan kinerja yang diperbandingkan antara satu departemen dengan
departemen lainnya. Gejala/tanda yang paling umum dari adanya konflik adalah
ketidakmampuan untuk mencapai kerjasama antarindividu dan antarkelompok selama
proses penyusunan budget.
O t h e r U n w a n t e d S i d e E f f e c t s ( E f e k
S a m p i n g L a i n Y a n g T i d a k D i i n g i n k a n )

1. Terbentuknya kelompok-kelompok (informal) kecil yang menggagalkan


pencapaian sasaran-sasaran anggaran.

2. Dapat memberikan tekanan yang berlebihan mengakibatkan frustasi,


kemarahan, dan penyakit-penyakit fisik yang diakibatkan oleh stress.

3. Anggaran juga dapat menekan inisiatif individu dan inovasi-


inovasi

17
KONSEP-KONSEP
PERILAKU BERKAITAN
DALAM PERENCANAAN
Konsep-Konsep Perilaku Berkaitan Dalam Perencanaan

Organizational Size and Structure (Ukuran dan Struktur Organisasi)


Ukuran dan struktur organisasi mempengaruhi perilaku manusia dan pola-
pola interaksi dalam tahap penyusunan sasaran, implementasi, serta
pengendalian dan evaluasi dari proses perencanaan.

Leadership Styles (Gaya Kepemimpinan)


Gaya kepemimpinan juga mempengaruhi suatu lingkungan perencanaan
organisasi. Teori X Mc Gregor menjelaskan suatu pengendalian yang sangat
ketat, gaya kepemimpinan otoritas dibutuhkan dalam rangka pengendalian
untuk mencapai efisiensi, merupakan pendekatan manajerial untuk
bekerjasama dengan bawahan.

Stability of Organizational Environments (Stabilitas Lingkungan


Organisasi)
Lingkungan yang stabil mengurangi resiko dan memungkinkan proses
penetapan tujuan menjadi demokrasi dan partisipasif. Perubahan
lingkungan yang sangat cepat menghasilkan situasi dengan resiko yang
tinggi.
19
TAMPILAN
RASIONAL
TA M P I L A N
RASIONAL
Faktor manusia sangat terlibat dalam proses penyusunan
anggaran modal. Dalam meninjau faktor-faktor ini, terdapat
masalah masalah-masalah yang ditimbulkan oleh:
1. kesulitan dalam mengidentifikasikan dan memilih proyek
modal dan kebutuhan akan kreativitas dan penilaian
manusia
2. kesulitan dalm memprediksi perilaku manusia dan
bagaimana hal ini diperparah oleh sifat jangka panjang dari
proyek modal.
3. terdapat banyak manajer yang cenderung untuk memiliki
perspektif jangka pendek karena evaluasi kinerja mereka
biasanya didasarkan pada ukuran-ukuran jangka pendek.

21
SARAN-SARAN
PERBAIKAN
SARAN-SARAN
PERBAIKAN
1. Penting bagi mereka yang terlibat dalam penyusunan
anggaran modal menyadari faktor-faktor keperilakuan yang
melekat pada proses tersebut
2. Audit pasca-implementasi dilakukan terhadap proyek-proyek
anggaran modal
3. Audit pasca-implementasi yang disarankan di sini sebaiknya
dilakukan sebelum akhir dari masa proyek modal tersebut
dan sebaiknya mempertimbangkan kondisi-kondisi yang
berubah
4. Menetapkan ukuran-ukuran kinerja jangka pendek untuk
proyek modal yang konsisten dengan kinerja jangka
panjang dari proyek tersebut.
PENELITIAN YANG
BERKAITAN DENGAN
ASPEK KEPERILAKUAN
PADA PENGANGGARAN
MODAL
Judul Penelitian: Pengaruh Hurdle Rates dan Framing Terhadap Eskalasi
Komitmen dalam Penganggaran Modal.

Latar Belakang:
Dalam menjalankan tugas kepemimpinan di organisasi /perusahaan seorang
pemimpin/ manajer harus dapat mengambil keputusan. Hasil dari keputusan yang telah
diambil oleh seorang manajer tidak hanya berdampak untuk jangka pendek namun juga
untuk jangka panjang kelangsungan hidup dari organisasi tersebut. Salah satu contoh
keputusan yang diambil seorang manajer adalah keputusan akan investasi dalam suatu
proyek perusahaan.
Dalam konteks keputusan penganggaran modal, mekanisme pengendalian
penting yang digunakan oleh organisasi adalah penetapan sasaran tingkat pengembalian
minimum, yang seringkali disebut sebagai hurdle rates (misal, Horngern et al. 2000;
Langfield-Smith et al. 1997).

25
Berbeda dengan teori keagenan, teori prospek (prospect theory) memberi penjelasan
mengenai eskalasi komitmen sebagai akibat dari pembingkaian (framing) yang
diterima oleh manager tersebut, dan framing informasi tersebut dapat mempengaruhi
keputusan yang dibuat oleh seorang manajer. Pembingkaian informasi (framing) baik
secara positif dan negatif dapat mempengaruhi manajer dalam mengambil suatu
keputusan.
Tinjauan Pustaka:

1 2 3

Eksalasi Hurdle Rates


3. Framing
Komitmen (Pembingkaian)

Eskalasi komitmen adalah Pembingkaian adalah suatu cara


Hurdle rates adalah mekanisme
kecenderungan pembuat keputusan menggunakan bahasa untuk mengelola
pengendalian penting, dalam makna. Hal ini merupakan cara pemimpin
untuk melanjutkan proyek yang tidak
konteks keputusan untuk mempengaruhi bagaimana suatu
ekonomis, padahal telah tersedia
penganggaran modal, yang kejadian harus dilihat dan dipahami.
informasi tentang kinerja masa lalu
Pembingkaian melibatkan pemilihan dan
yang buruk dan kemungkinan digunakan oleh organisasi
penekanan satu atau lebih aspek dari
alternatif masa depan yang lebih melalui penetapan sasaran suatu subjek dengan mengabaikan yang
menguntungkan untuk dana yang tingkat pengembalian minimum. lain. (Robbins dan Judge, 1998 ; dalam
ditanamkan. Wardani dan Sukirno, 2014) 27
Thank you!
Any questions?