Anda di halaman 1dari 3

MODUL I

PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN

Pengertian persekutuan (Patnership) :


Menurut Suparwoto (1997, hal 1) persekutuan dapat didefinisikan sebagai suatu
gabungan atau asosiasi dari dua individu atau lebih untuk memiliki dan menyelenggarakan
suatu usaha secara bersama dengan tujuan untuk memperoleh laba. Persekutuan dapat
didirikan oleh baik oleh dua orang atau lebih yang semuanya mempunyai usaha atau pun belum
memiliki usaha. Firma merupakan salah satu bentuk dari persekutuan dan pendiri-pendirinya
merupakan pemilik dari firma tersebut yang disebut dengan anggota-anggota atau sekutu-
sekutu firma.
Tujuaan pendirian persekutuan biasanya adalah untuk memperluas usaha dan
menambah modal agar lebih dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain serta
meningkatkan laba.
Perbedaan Perseroan Terbatas (PT) dengan persekutuan antara lain:
1. umur persekutuan terbatas dan secara hukum dinyatakan bubar jika ada perubahan dalam
komposisi sekutu atau anggota, tetapi secara ekonomis dapat terus beroperasi untuk
melanjutkan usahanya tanpa perlu dilikuidasi, sedangkan umur suatu perseroaan terbatas
dianggap tidak terbatas meskipun perubahan komposisi pemilikan perusahaan tidak
mengakibatkan berakhirnya umur perseroan.
2. Perijinan pendirian persekutuan lebih mudah dibandingkan dengan pendirian Perseroan
Terbatas yang membutuhkan prosedur yang lebih sulit dan lama.
3. Tanggungjawab setiap anggota persekutuan dalam bentuk Firma tidak terbatas bahkan
sampai harta milik pribadinya, sedangkan kewajiban pemegang saham hanya terbatas
sampai sebesar modal yang ditanamkan atau yang diinvestasikan.
4. Masing-masing anggota persekutuan dalam firma terlibat aktif dalam pengelolaan firma
secara langsung, sedangkan pemegang saham bisa tidak aktif dalam pengelolaan
perseroan. Mereka memilih dewan direksi untuk melaksanakan pengelolaan perseroan.
Perusahaan dengan bentuk persekutuan dapat dijumpai pada berbagai jenis
perusahaan seperti perusahaan penerbitan, perusahaan perdagangan, perusahaan jasa.
Ada beberapa karakteristik persekutuan menurut Drebin (1982) adalah sebagai berikut:
1. Berusaha bersama-sama atau saling mewakili (Mutual Agency), artinya setiap anggota
dalam menjalankan usaha persekutuan adalah merupakan wakil dari anggota-anggota

Martha Carolina SE,Sk,M.Ak Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 1 Akuntansi Keuangan Lanjutan Universitas Mercu Buana http://www.mercubuana.ac.id
10. Prosedur likuidasi
11. Uraian lainnya yang dianggap penting dan membutuhkan penjelasan lebih rinci
Akuntansi pendirian persekutuan berbentuk Firma
Firma biasanya didirikan oleh beberapa anggota untuk berusaha bersama-sama guna
mencapai suatu tujuan tertentu. Masing-masing anggota yang mendirikan firma dapat terdiri
dari beberapa kemungkinan sebagai berikut:
1. Firma didirikan oleh anggota-anggota yang semuanya belum mempunyai usaha (semua
anggota baru)
2. Firma didirikan oleh anggota yang sudah memiliki usaha sebelumnya dan anggota yang
belum memiliki usaha

Firma didirikan oleh anggota-anggota yang semuanya belum memiliki usaha


Jika firma didirikan oleh sekutu-sekutu yang semuanya belum memiliki usaha, maka
setoran-setoran langsung dicatat dalam buku firma yang baru. Jika setoran-setoran meliputi
aktiva non-kas, maka aktiva non-kas tersebut terlebih dahulu dinilai menurut harga pasar atau
nilai wajarnya. Apabila nilai wajarnya atau harga pasarnya tidak dapat ditentukan maka aktiva
non-kas tersebut dinilai menurut perjanjian sekutu-sekutu firma tersebut.
Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai prosedur akuntansi pendirian firma
yang didirikan oleh semua sekutu yang belum memiliki usaha, maka berikut ini diberikan
contoh:
Pada tanggal 1 Januari 2001, Tuan Lang, Nona Ling, dan Tuan Lung sepakat untuk mendirikan
firma Lang Ling Lung. Berikut ini adalah setoran modal masing-masing anggota:

Tuan Lang Tuan Ling Tuan Lung

Kas 100.000.000 25.000.000

Persediaan 80.000.000 40.000.000

Perlengkapan 15.000.000 5.000.000 5.000.000

Peralatan 35.000.000 65.000.000 30.000.000

Diminta: buat jurnal dalam buku firma Lang Ling Lung dan susun Neraca Firma per 1 Januari
2001.
Penyelesaian:
Jurnal yang harus dibuat untuk mencatat transaksi penyetoran modal masing-masing anggota
adalah sebagai berikut:

Martha Carolina SE,Sk,M.Ak Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 3 Akuntansi Keuangan Lanjutan Universitas Mercu Buana http://www.mercubuana.ac.id
Firma didirikan oleh sekutu yang sudah memiliki usaha dan sekutu yang sebelumnya
belum memikiki usaha.
Apabila firma didirikan oleh sekutu yang telah memiliki usaha dan sekutu yang
sebelumnya belum memiliki usaha, maka prosedur akuntansinya adalah sebagai berikut:
1) Mengadakan penilaian kembali aktiva atau kekayaan milik sekutu yang sudah memiliki
usaha.
2) Mencatat setoran dari sekutu yang sebelumnya belum memiliki usaha.
3) Menyusun neraca awal firma.
Karena adanya sekutu pendiri firma yang sebelumnya telah memiliki usaha, maka ada dua
metode akuntansi yang sudah dapat digunakan untuk mencatat pendirian firma yaitu:
1) Melanjutkan buku perusahaan lama.
2) Membuka buku baru tersendiri.
Ad 1) Melanjutkan buku perusahaan lama.
Apabila persekutuan yang dibentuk melanjutkan pembukuan salah satu sekutunya, maka
semua perkiraan sementara ditutup dan dilakukan penyesuaian kembali terhadap posisi
keuangan agar dapat menyusun laporan keuangan pada saat dibentuknya persekutuan.
Contoh :
Pada tanggal 31 Desember 2002, A, B, D dan I bersepakat untuk mendirikan firma yang
bergerak dibidang perdagangan handphone. A adalah sekutu yang sebelumnya telah memiliki
usaha sedangkan sekutu lainnya belum memiliki usaha. Neraca PD A yang disusun sesaat
sebelum firma didirikan mempunyai posisi keuangan sebagai berikut:
PD A

Neraca

Per 31 Des 2002

Kas 35.000.000 Hutang Usaha 30.000.000

Piutang Usaha 15.000.000 Wesel Bayar 50.000.000

Persediaan 40.000.000 Modal A 70.000.000

Perlengkapan 5.000.000

Peralatan 55.000.000

Total Aktiva 150.000.000 Total Pasiva 150.000.000

Martha Carolina SE,Sk,M.Ak Pusat Pengembangan Bahan Ajar


‘11 5 Akuntansi Keuangan Lanjutan Universitas Mercu Buana http://www.mercubuana.ac.id