Anda di halaman 1dari 47

Referat

Hipertensi

Auliana Danisya, S.Ked


141022078
PENDAHULUAN
• Hipertensi  “silent killer” (pembunuh diam-diam) yang
secara luas dikenal sebagai penyakit kardiovaskular yang sangat
umum.

• ↑ TD dan gaya hidup yang tidak seimbang dapat


meningkatkan faktor risiko munculnya berbagai penyakit
seperti arteri koroner, gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal.
• Data epidemiologis menunjukkan bahwa dengan makin
meningkatnya populasi usia lanjut, maka jumlah pasien dengan
hipertensi kemungkinan besar akan bertambah, dimana baik
hipertensi sistolik maupun kombinasi hipertensi sistolik dan
diastolik sering timbul pada lebih dari separuh orang yang
berusia >65 tahun.
• Data dari The National Health and Nutrition Examination
Survey (NHNES) menunjukan bahwa tahun 1999-2000, insiden
hipertensi pada orang dewasa adalah sekitar 9-31%, yang
berarti terdapat 58-65 juta orang hipertensi di Amerika, dan
terjadi peningkatan 15 juta dari data NHANES III tahun 1988-
1991. Hipertensi esensial sendiri merupakan 95% dari seluruh
kasus hipertensi.
DEFINISI
• Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah
sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastolik sedikitnya
90 mmHg menurut JNC VII.
Fisiologi
pengaturan TD
RAA System
Epidemiologi
• Data epidemiologi menunjukkan bahwa dengan meningkatnya
populasi usia lanjut maka jumlah pasien dengan hipertensi
kemungkinan besar juga bertambah, di mana baik hipertensi
sistolik maupun kombinasi hipertensi sistolik dan diastolik
sering timbul pada lebih dari separuh orang yang berusia > 65
tahun. Selain itu, laju pengendalian tekanan darah yang dahulu
terus meningkat dalam dekade terakhir tidak menunjukkan
kemajuan lagi (pola kurva mendatar) dan pengendalian
tekanan darah ini hanya mencapai 34% dari seluruh pasien
hipertensi.
• Sampai saat ini, data hipertensi yang lengkap sebagian besar
berasal dari negara maju. Data dari The National Health and
Nutrition Examination Survey (NHNES) menunjukkan bahwa
dari tahun ke 1999-2000, insiden hipertensi pada orang
dewasa adalah sekitar 29-31% yang berarti terdapat 58-65 juta
orang hipertensi di Amerika dan terjadi peningkatan 15 juta
dari data NHNES III tahun 1988-1991. Hipertensi esensial
sendiri merupakan 95% dari seluruh kasus hipertensi.
KRITERIA
Klasifikasi Tekanan Darah menurut JNC 7

Klasifikasi Tekanan Darah TDS (mmHg) TDD (mmHg)

Normal < 120 Dan < 80

Prehipertensi 120-139 Atau 80-90

Hipertensi derajat 1 140-159 Atau 90-99

Hipertensi derajat 2 ≥ 160 Atau ≥ 100


Kriteria

Klasifikasi Tekanan Darah World Health Organization (WHO) dan International


Society Of Hypertension Working Group (ISHWG)
Kategori Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)
Optimal < 120 Dan < 80

Normal < 130 Dan < 85

Normal tinggi / 130 – 139 Atau 85 – 89


pra hipertensi
Hipertensi derajat I 140 – 159 Atau 90 – 99

Hipertensi derajat II 160 – 179 Atau 100 – 109

Hipertensi derajat III ≥ 180 Atau ≥ 110


Klasifikasi
• Hipertensi Primer atau Esensial
Hipertensi primer atau yang disebut juga hipertensi esensial atau
idiopatik adalah hipertensi yang tidak diketahui etiologinya. 90% dari semua
penyakit hipertensi merupakan penyakit hipertensi esensial.

• Hipertensi Sekunder
Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang terjadi sebagai akibat suatu penyakit,
kondisi dan kebiasaan. Karena itu umumnya hipertensi ini sudah diketahui
penyebabnya. Terdapat 10% orang menderita apa yang dinamakan hipertensi
sekunder. Sekitar 5-10% penderita hipertensi penyebabnya adalah penyakit ginjal
(stenoisarteri renalis, pielonefritis, glomerulonefritis, tumor ginjal), sekitar 1-2%
adalah penyakit kelaian hormonal (hiperaldosteronisme, sindroma cushing) dan
sisanya akibat pemakaian obat tertentu (steroid, pil KB).
Faktor risiko
1. Faktor Genetik
2. Ras
3. Usia
4. Jenis Kelamin
5. Stres Psikis
6. Obesitas
7. Asupan garam Na+
8. Rokok
9. Alkohol
PATOFISIOLOGI
• Hipertensi Primer :
– Beberapa teori patogenesis hipertensi primer meliputi :
• Aktivitas yang berlebihan dari sistem saraf simpatik
• Aktivitas yang berlebihan dari sistem RAA
• Retensi Na dan air oleh ginjal
• Inhibisi hormonal pada transport Na dan K melewati dinding sel pada ginjal
dan pembuluh darah
• Interaksi kompleks yang melibatkan resistensi insulin dan fungsi endotel
• Sebab – sebab yang mendasari hipertensi esensial masih
belum diketahui. Namun sebagian besar disebabkan oleh
resistensi yang semakin tinggi (kekakuan atau kekurangan
elastisitas) pada arteri – arteri yang kecil yang paling jauh dari
jantung (arteri periferal atau arterioles), hal ini seringkali
berkaitan dengan faktor-faktor genetik, obesitas, kurang
olahraga, asupan garam berlebih, bertambahnya usia, dll.
• Hipertensi Sekunder :
Hipertensi sekunder disebabkan oleh suatu proses penyakit
sistemik yang meningkatkan tahanan pembuluh darah perifer
atau cardiac output, contohnya adalah renal vaskular atau
parenchymal disease, adrenocortical tumor, feokromositoma
dan obat-obatan.
Bila penyebabnya diketahui dan dapat disembuhkan sebelum
terjadi perubahan struktural yang menetap, tekanan darah
dapat kembali normal.
Manifestasi Klinis
• Sebagian besar penderita  Asimptomatik
• HT berat / kronik dan (-) diobati :
– Sakit kepala
– Kelelahan
– Mual-muntah
– Sesak napas
– Gelisah
– Pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak,
mata, jantung, dan ginjal
– Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan
koma karena terjadi pembengkakan otak disebut ensefalopati hipertensif yang
memerlukan penanganan segera
Diagnosis

• Anamnesa: Px Fisik:
•Durasi dan derajat TD •Ukur tekanan darah :
₋Pengukuran rutin
•Indikasi HT 2
₋Pengukuran 24 jam
•Faktor risiko (riw. HT/CVS pd ₋Pengukuran sendiri o/
pasien/keluarga, DM, rokok, pasien
hiperlipid, pola makan, •Evaluasi komplikasi target
obesitas, < olahraga) kegagalan organ + HT
•Kerusakan Target organ : sekunder
•Dx HT = Ukur TD min. 2x jarak
–Otak & mata 1 minggu bila TD < 160 / 100
–Jantung mmHg
–Ginjal
•Riw. Obat anti-HT sebelum
Pemeriksaan Penunjang
• Laboratorium
– Profil lipid
– Fungsi ginjal
• EKG
• Echocardiography : Melihat kerusakan target organ LVH
• Plasma Renin Activity (PRA), Aldosteron, Katekolamin urin
• USG pembuluh darah besar (Karotis dan femoral)
• USG ginjal (dugaan kelainan ginjal)
• Px. Neurologis  Ketahui kerusakan pada otak
• Funduskopi  Ketahui kerusakan pada mata
• Mikroalbuminuria atau rasio albumin/kreatinin urin
• Foto thoraks  Kardiomegali
Tatalaksana

• Tujuan :
– TD < 140/90 mmHg (High risk: DM, GGK, Proteinuria) / < 130 / 80
mmHg
– ↓ morbiditas dan mortalitas kardiovaskular
– Hambat laju penyakit ginjal proteinuria
Jnc 7
JNC 8
ESH / ECH Hypertension guideline
P
e
r h
g
u i
a
b d
y
a u
a
h p
a
n
• Apabila dengan perubahan gaya hidup tidak tercapai target
tekanan darah yang diinginkan (tekanan darah < 140/90 mmHg
pada pasien tanpa riwayat diabetes/penyakit ginjal kronis dan
tekanan darah <130/80 mmHg pada seseorang dengan
diabetes/penyakit ginjal kronis)  (+) Obat Antihipertensi Oral
• Pengelompokkan pasien berdasarkan pertimbangan khusus
(special consederations) yaitu kelompok indikasi yang
memaksa (compelling indications) dan keadaan khusus lainnya
(special situations)
Compelling consideration
• Gagal jantung
• Pasca infark miokardium
• Risiko penyakit pembuluh darah koroner tinggi
• Diabetes melitus
• Penyakit ginjal kronis
• Pencegahan stroke berulang
Special situations
• Populasi minoritas
• Obesitas dan sindrom metabolik
• Hipertrofi ventrikel kanan
• Penyakit arteri perifer
• Hipertensi pada usia lanjut
• Hipotensi postural
• Demensia
• Hipertensi pada perempuan
• Hipertesi pada anak dan dewasa muda
• Hipertensi urgensi dan emergensi
Penatalaksanaan
• Pada pasien HT (-) compelling indication  Pengobatan
berdasarkan derajat HT:
– HT Grade 1:
Diuretik Thiazid + pertimbangkan ACE-I – ARB – βB – CCB atau kombinasi
– HT Grade 2:
Kombinasi 2 jenis obat :
Diuretik Thiazid + ACE – / Thiazid + ARB / Thiazid + CCB

• Pada pasien HT (+) compelling indication


– Obat untuk compelling indication + antihipertensi (diuretiK, ACE-I, ARB,
CCB)
Compelling Indication Initial Therapy Options

CHF THIAZ, BB, ACEI, ARB, ALDO ANT

Post infark miokard BB, ACEI, ALDO ANT

Risiko CVD tinggi THIAZ, BB, ACEI, CCB

Diabetes THIAZ, BB, ACEI, ARB, CCB

GGK ACEI, ARB

Pencegahan rekurensi stroke THIAZ, ACEI


PENATALAKSANAAN
• Jenis obat hipertensi yang direkomendasikan
oleh JNC 7 : • Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan
1. Diuretik, terutama golongan Thiazide (THIAZ) dalam pemberian obat anti HT :
atau Aldosterone Antagonist (ALDO ANT) 1. Faktor sosio-ekonomi
2. Beta-blocker (BB) 2. Profil faktor risiko kardiovaskuler
3. Calcium-Channel Blocker (CCB) 3. Ada tidaknya kerusakan organ target
4. Angiotensin Converting Enzyme-Inhibitor 4. Ada tidaknya penyakit penyerta
(ACE-I) 5. Variasi individu dari respon pasien terhadap
5. Angiotensin II Receptor Blocker (ARB obat antihipertensi
6. Kemungkinan adanya interaksi dengan obat
yang digunakan pasien untuk penyakit lain
7. Bukti ilmiah kemampuan obat antihipertensi
yang akan digunakan dalam menurunkan
risiko kardiovaskuler
• Terapi dimulai secara bertahap dan target tekanan darah
dicapai secara progresif dalam beberapa minggu
• Pemilihan memulai monoterapi atau kombinasi tergantung
pada:
– TD awal
– Ada / tidaknya komplikasi
• Bila menggunakan monoterapi dalam dosis rendah dan TD
belum mencapai target  tingkatkan dosis obat tsb / ganti
obat antihipertensi lain dosis rendah
• Efek samping bisa dihindari dengan penggunaan dosis rendah pada monoterapi
maupun kombinasi

• Kombinasi yang telah terbukti efektif dan dapat ditoleransi pasien HT :


– CCB dan BB
– CCB dan ACEI atau ARB
– CCB dan diuretika
– ARB dan BB
– Kadang perlu kombonasi 3 – 4 obat
Klasifikasi Tekanan TDS (mmHg) TDD (mmHg) Perbaikan Pola Terapi Obat Awal tanpa Terapi Obat Awal
Darah Hidup Indikasi Memaksa dengan Indikasi
Memaksa

Normal < 120 dan < 80 Dianjurkan


Prehipertensi 120-139 atau 80-89 Ya Tidak indikasi obat Obat-obatan untuk
indikasi yang memaksa

Hipertensi derajat 1 140-159 atau 9- 99 Ya Diuretika jenis Thiazide untuk Obat-obatan untuk
sebagian besar kasus, dapat indikasi yang memaksa
dipertimbangkan ACE-I, ARB, Obat antihipertensi
BB, CCB, atau kombinasi lain (diuretika, ACE-I,
ARB, BB, CCB) sesuai
kebutuhan

Hipertensi derajat 2 ≥ 160 atau ≥ 100 Ya Kombinasi 2 obat untuk


sebagian besar kasus
Tatalaksana HT umumnya diuretika jenis
menurut JNC 7 Thiazide dan ACE-I atau ARB
atau BB atau CCB
• Pasien yang mendapatkan obat – Ketidakpatuhan pasien dalam
harus mendapatkan evaluasi memperbaiki pola hidup
lanjutan dan pengaturan dosis obat • Asupan alkohol berlebih
• Kenaikan berat badan berlebih
hingga target TD tercapai
– Kelebihan volume cairan tubuh
• Setelah TD stabil  Kunjungan • Asupan garam berlebih
interval 3 – 6 bulan, ditentukan • Terapi diuretika tidak cukup
oleh adanya komorbid: CHF, • Penurunan fungsi ginjal berjalan
diabetes, dan kebutuhan px. lab progresif
• Bila terjadi hipertensi resisten, – Adanya terapi lain
pertimbangkan keadaan berikut : • Masih menggunakan bahan/obat yang
dapat meningkatkan tekanan darah
– Pengukuran tekanan darah yang • Adanya obat yang mempengaruhi atau
tidak benar berinteraksi dengan kerja obat anti
– Dosis belum memadai hipertensi.
– Ketidakpatuhan pasien dalam – Penyebab hipertensi lain/ sekunder
penggunaan obat anti hipertensi
• Rujukan ke dokter spesialis / subspesialis dilakukan pada
kondisi :
• 1. Dalam 6 bulan target pengobatan tidak tercapai
• 2. Didapatkan HT disertai DM atau penyakit ginjal
Hipertensi Pada Diabetes

• Indikasi pengobatan :
Bila tekanan darah sistolik ≥ 130 mmHg dan /atau tekanan darah
diastolik ≥ 180 mmHg.
• Sasaran (target penurunan) tekanan darah :
- Tekanan darah < 130/80 mmHg.
- Bila disertai proteinuria ≥ 1g/24 jam : ≤ 125/75 mmHg
• Tatalaksana:
– Non-farmakoloogis = Modifikasi gaya hidup (↓ BB, ↑ aktivitas fisik, X rokok
& alkohol dan ↓ konsumsi garam)
• Pertimbangan dalam memilih obat antihipertensi :
1. Pengaruh terhadap profil lipid
2. Pengaruh terhadap metabolism glukosa
3. Pengaruh terhadap resistensi insulin
4. Pengaruh terhadap hipoglikemia terselubung
• Obat antihipertensi yang dapat dipergunakan:
ACE-I – ARB – BB – Diuretik dosis rendah – Alpha blocker – CCB non
dihidropiridin
• Pada pasien DM dengan TD sistol 130-139 mmHg / diastol 80-89 mmHg 
Harus melakukan modifikasi gaya hidup ~3 bulan  Gagal capai target 
(+) farmakologis
• Pasien DM dengan TD sistol ≥ 140 mmHg / diastole > 90 mmHg  (+) Modifikasi
gaya hidup + terapi farmakologis lansung.
• Bila monoterapi (-) mencapai TD target  terapi kombinasi (+)
• Catatan :
– ACEI,ARB, dan CCB golongan non-dihidropiridin dapat memperbaiki mikroalbuminuria.
– ACEI dapat memperbaiki kinerja kardiovaskular.
– Diuretik (HCT) dosis rendah jangka panjang , TIDAK terbukti memperburuk toleransi
glukosa.
– Pengobatan hipertensi harus diteruskan walaupun sasaran sudah tercapai.
– Bila tekanan darah terkendali, setelah satu tahun dapat dicoba menurunkandosis secara
bertahap.
– Pada orang tua, tekanan darah diturunkan secara bertahap.
Komplikasi
• Otak: Stroke
• Jantung: Aterosklerosis, penyakit jantung koroner, gagal jantung
• Mata: Kebutaan (pecahnya pembuluh darah pada mata)
• Paru-paru: Edema paru
• Ginjal: Penyakit ginjal kronik
• Sistemik :Penyakit arteri perifer atau penyakit oklusi arteri perifer
Prognosis
• Hipertensi dapat dikendalikan dengan baik dengan pengobatan yang
tepat. Terapi dengan kombinasi perubahan gaya hidup dan obat-
obatan antihipertensi biasanya dapat menjaga tekanan darah pada
tingkat yang tidak akan menyebabkan kerusakan pada jantung atau
organ lain. Kunci untuk menghindari komplikasi serius dari hipertensi
adalah mendeteksi dan mengobati sebelum kerusakan terjadi.
TERIMA KASIH