Anda di halaman 1dari 10

Kasus

HIPOKALEMIA

Pembimbing :
dr Tony Darmadi, SpPD
dr Lani Felani, SpPD

Natasha Natalia Gunawan


112017091

FK UKRIDA
STASE ILMU PENYAKIT DALAM RS BAYUKARTA
1
Identitas
Nama • NN. RA
Jenis kelamin • Perempuan
Tempat tanggal lahir • 4 Agustus 1992 (26 th)
Status pernikahan • Belum menikah
Agama • Islam
Pekerjaan • Pegawai administrasi
Pendidikan • SMP
Alamat • Krajan Gebang Raya, Karawang Timur
No. RM • 2017031018

2
Anamnesis
Keluhan utama
• Pasien datang dengan keluhan kedua kaki sulit digerakkan +/- 30 menit SMRS

RPS

• 30 menit SMRS, pasien tidak dapat menggerakkan kedua kaki setelah bangun tidur, kaki
dirasakan lemas sampai tidak dapat mengangkat kedua kaki dalam waktu yang lama dan sulit
untuk berdiri. Kedua tangan dirasakan agak lemas namun masih dapat digerakkan dan dapat
diangkat melawan gravitasi. Pasien sudah merasa lemas sejak 1 minggu sebelumnya namun
masih dapat beraktivitas seperti biasa. Sebelumnya pasien mengatakan kelelahan dan kurang
istirahat selama beberapa hari disertai kurang makan. Pasien sebelumnya tidak ada muntah-
muntah atau diare, BAK dbn.
• Pasien sudah memeriksa lab 10 hari sebelumnya dan ditemukan kadar kaliumnya rendah.
• Selain itu, pasien juga mengeluhkan batuk berdahak dengan dahak warna putih sejak 3 hari yll,
nyeri menelan (-), mual (+), muntah (-), demam (-)
• Hari perawatan pertama, ps masih mengeluhkan lemas dan masih sulit menggerakkan kedua
kaki. Hari perawatan kedua dan ketiga, keluhan lemas berkurang dan kedua kaki sudah dapat
digerakkan seperti biasa, keluhan batuk dan mual masih ada disertai dengan nyeri ulu hati.
3
RPD
Anamnesis sistem
• Pasien pernah mempunyai penyakit cacar air,
influenza, dan gastritis. • Pasien pernah mempunyai penyakit
• Pasien pernah mengalami hal seperti ini cacar air, influenza, gastritis, dan
sebelumnya di tahun 2016 sebanyak 2 kali dan keluhan seperti ini sebelumnya di
2017 sebanyak 2 kali dengan kadar kalium tahun 2016 dan 2017
rendah.
• Pasien rutin mengonsumsi obat KSR 3x1 tablet
dan AsparK 2x1 tablet namun tidak rutin
kontrol karena kesulitan dengan jadwal kerja. Riw Hidup
Pasien tidak mengonsumsi obat lain selain obat
untuk kalium. • Kakek dan ayah pasien mempunyai
penyakit tekanan darah tinggi dan
Riw Keluarga kolesterol.
• Kakek dan ayah pasien mempunyai penyakit
tekanan darah tinggi dan kolesterol. Keluarga
pasien tidak ada yang mempunyai keluhan
seperti pasien

4
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum

• Pasien tampak sakit sedang KGB

• Tidak ada pembesaran


TTV

• TD : 110/80 mmHg Kepala


• HR : 82 kali/menit
• RR : 20 kali/menit • Normocephal
• Suhu: 36,7
Mata
Status Gizi
• CA (-/-), SI (-/-)
• BB: 55 kg, TB: 160 cm, IMT :
Telinga
Aspek kejiwaan
• Liang telinga lapang, sekret (-)
• Tingkah laku wajar
• Alam perasaan cemas
• Proses pikir wajar Mulut

• T1-T1, faring hiperemis


Kulit

• Warna kulit kuning langsat, tidak ikterik, tidak sianosis


5
Dada

• Bentuk thoraks normal

Jantung

• Inspeksi : Tidak tampak ictus cordis


• Palpasi : Teraba ictus cordis pada ICS V linea midclavicularis sinistra
• Perkusi : Sonor
• Auskultasi : BJ I-II murni regular, murmur (-), gallop (-)

Paru

• Inspeksi : Pergerakan dada simetris, tidak ada bagian yang tertinggal


• Palpasi : Pergerakan dada simetris
• Perkusi : Sonor
• Auskultasi : Vesikuler

Perut

• Inspeksi : Datar
• Palpasi : Supel, nyeri ulu hati (+)
• Perkusi : Timpani
• Auskultasi : Bising usus (+)
6
Anggota Gerak Atas Kanan Kiri
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Otot Normotonus Normotonus 31/05/19 jam 07,42

Sendi Bengkak (-) Bengkak (-) K *2,27 mEq/L

Gerakan ROM normal ROM normal


Kekuatan otot 5 5 10/06/19 jam 08.38
Hematologi
Anggota Gerak Bawah Kanan Kiri
Hb 12,1 g/dL
Otot Normotonus Normotonus Leukosit 11.920/uL
Sendi Bengkak (-) Bengkak (-) Ht 35,3 %
Gerakan ROM normal ROM normal Trombosit 348.000/uL
Kekuatan otot 4 4 Elektrolit
K *2,6 mEq/L
Sensorik Normal
Pemeriksaan Refleks
11/06/19 jam 13:57
Refleks Fisiologis Kanan Kiri
K *3,3 mEq/L
Refleks biseps + +
Refleks triceps + + 12/06/19 jam 06:47
Refleks patella + + K *3,2 mEq/L
Refleks archilles + + 7
RINGKASAN
Anamnesis
30 menit SMRS, ps tidak dapat menggerakkan kedua kaki, kedua tangan dirasakan agak lemas
namun masih dapat digerakkan. Ps sudah merasa lemas sejak 1 minggu sebelumnya namun masih
dapat beraktivitas seperti biasa. Sebelumnya ps mengatakan kelelahan dan kurang istirahat
selama beberapa hari disertai dengan puasa. Ps pernah mengalami hal hal ini sejak 2016
sebanyak 2x/tahun. Ps sudah memeriksa lab 10 hari sebelumnya dan ditemukan kadar kaliumnya
rendah. Ps rutin mengonsumsi obat KSR 3x1 tablet dan AsparK 2x1 tablet. Selain itu, ps juga
mengeluhkan batuk berdahak warna putih sejak 3 hari yll, nyeri menelan (-), mual (+), muntah (-),
demam (-)
PF
TTV 13/06/19 dalam batas normal, motorik 5/5/4/4 normotonus
PP
Hipokalemia (31/06 : 2,27; 10/06: 2,6; 11/06: 3,3; 12/06: 3,2)
DIAGNOSA
Diagnosis I : Hipokalemia periodic paralisis
 Dasar diagnosa : paralisis ekstremitas bawah berulang sejak tahun 2016 dengan pemeriksaan fisik lainnya
dalam batas normal dan kadar kalium rendah
Diagnosis II : Dispepsia
 Dasar diagnosa : pasien mual disertai dengan nyeri ulu hati, pasien mempunyai riwayat gastritis
Diagnosis III : Faringitis akut
 Dasar diagnose : batuk berdahak warna putih kental, faring hiperemis

Differential diagnosis HPP:


1. Guillain Barre Syndrome
 Dasar diagnosa : pasien mengalami kelemahan otot sampai paralisis pada tubuh ekstemitas bawah dengan
adanya ISPA
2. Hipoglikemia
 Dasar diagnosa : pasien mengalami kelemahan otot pada anggota tubuh dan intake kurang dengan aktivitas
yang banyak
3. Spasmofilia
 Dasar diagnosa : anggota gerak sulit digerakkan, pasien dalam kondisi lelah dalam bekerja dan kurang tidur
9
Pemeriksaan yang dianjurkan Pencegahan
• Kadar elektrolit Magnesium
• EKG • Hipokalemia : rutin kontrol dan cek
• Urinalisis : mencari etiologi hipokalemi kadar kalium, konsumsi obat kalium oral,
• GDS : menyingkirkan dd/hipoglikemia mengonsumsi makanan tinggi kalium,
• EMG : menyingkirkan dd/GBS istirahat yang cukup, hindari stress
• T3, T4, TSH : mencari etiologi hipokalemia
• Analisis gas darah : mencari etiologi hipokalemia • Dispepsia : makan sedikit tapi sering,
menghindari makanan pencetus
Rencana pengelolaan
• Faringitis : menghindari pencetus,
• KCL 20 mEq dalam RL 1000 mL/24 jam menggunakan masker
• Th/ KSR dan AsparK dilanjutkan
• Domperidone 3x10 mg tab PO
• Ranitidine 2x150 mg PO
Prognosis
• Ambroxol syrup 3x1 cth
• Ad vitam : dubia ad bonam
• Bed rest
• Ad functionam : dubia ad bonam
• Ad sanationam : dubia ad malam
10