Anda di halaman 1dari 35

PENILAIAN PORTOFOLIO

TENAGA GIZI
STR KU HABIS MASA BERLAKUNYA
BAGAIMANA CARA MEMPERPANJANG ????

PUSING

BINGUNG

JANGAN BINGUNG, JANGAN PUSING


MUDAH ASAL KITA MAU MELAKSANAKANNYA !!!! OK
• STR ditetapkan berdasarkan Permenkes RI Nomor 46 Tahun 2013
Tentang Registrasi Tenaga Kesehatan,
• Setiap Nakes yang akan menjalankan praktik dan/atau pekerjaan
keprofesiannya wajib memiliki izin dari Pemerintah.
• Untuk memperoleh izin dari Pemerintah sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diperlukan STR.
• STR sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikeluarkan oleh MTKI
dan berlaku secara nasional.
• STR dapat diperpanjang setiap 5 (lima) tahun setelah memenuhi
persyaratan
• Tenaga gizi wajib memiliki STR
• STR harus diperpanjang setiap 5 tahun dan hrs memenuhi 25 Satuan
Kredit Profesi (SKP).
• SKP ini dapat diperoleh melalui 7 parameter yaitu :
• Praktisi asuhan gizi
• Pelaksana Gizi Masyarakat
• Pelaksana Gizi Industri/jasa boga
• Pengembangan dan penelitian
• Pendidik
• Pengelola/ manajer
• Pengabdian Masyarakat
• Tidak semua parameter tersebut harus dipenuhi
• Minimal 2 parameter dan setiap paramater maksimal terdiri atas 5 SKP.
• Maka 25 SKP bukanlah sesuatu yang sulit untuk diperoleh.
• Contoh : Pelaksana gizi masyarakat
• Membuat perencanaan kegiatan setiap tahun : memperoleh 1 SKP, dalam 5
tahun 5 SKP hanya bermodalkan dokumen perencanaan tiap tahun.
• Membuat laporan tahunan : 1 laporan 1 SKP, dlm 5 tahun : 5 SKP
• Mengikuti Seminar, Workshop dan Pelatihan 2 X setahun : 3 SKP, dlm 5
tahun 3 x 5 = 15 SKP
• Dari 3 kegiatan sdh dpt 25 SKP (5 + 5 + 15).

•Mudah kan ????, Tdk sulit kan ????,


Tidak susah kan ?????
• Kendala
• Seorang tenaga gizi hrs menunjukkan bukti fisik dalam
bentuk dokumen dari setiap kegiatan yang mereka lakukan
• Jika tenaga gizi tertib administrasi dan rajin
mendokumentasikan setiap kegiatannya maka penyediaan
dokumen atau bukti fisik bukanlah sebuah tantangan yang
sulit
PERHITUNGAN SKP
Cara Penghitungan SKP

1. Praktisi asuhan gizi


• a. Pelayanan gizi rawat jalan dan praktik mandiri
• Seorang tenaga gizi rata-rata menangani 2 pasien/hari, 5 hari
kerja per minggu.
• Dibuktikan dengan laporan tahunan jumlah kunjungan pasien
yang mendapat pelayanan gizi, dikeluarkan oleh pimpinan
layanan kesehatan yang bersangkutan.
• Berdasarkan perkiraan tersebut ditetapkan nilai SKP adalah
sebagai berikut :
• Sehingga perhitungan SKP- nya sebagai berikut : 2 x 5 x 4 = 40
pasien/ bulan 40 x 12 = 480 pasien/tahun 480 x 5 = 2400
pasien dalam 5 tahun.
• 1. SKP = 200 pasien yang dilayani , apabila pasien yang
dilayani tenaga gizi tersebut sebanyak 2400 pasien dalam 5
tahun maka memperoleh 2400 : 200 = 12 SKP
• Pelayanan gizi rawat inap umum
• Seorang tenaga gizi rata-rata menangani 3 pasien rawat inap/hari,
5 hari kerja per minggu.
• Dibuktikan dengan laporan tahunan pelayanan gizi yang diberikan
pada pasien rawat inap umum.
• Perhitungan SKP- nya : 3 x 5 x 4 = 60 pasien/ bulan, 60 x 12 =
720 pasien/ tahun, 720 x 5 = 3600 pasien dalam 5 tahun
• 1 SKP = 300 pasien, jadi dalam 5 tahun 3600 : 300 = 12 SKP

• Pelayanan khusus Resiko Tinggi (contoh : ICU, NICU, ICCU),
• Seorang tenaga gizi rata-rata 1 pasien rawat inap/hr , 5 hari kerja
per minggu.
• Dibuktikan dengan laporan tahunan pelayanan gizi yang
diberikan pada pasien pelayanan khusus Resiko Tinggi.
• Perhitungan SKP- nya : 1 x 5 x 4 = 20 pasien/ bulan
• 20 x 12 = 240 pasien/ tahun, 240 x 5 = 1200 pasien dalam 5
tahun
• 1 SKP = 100 pasien, dalam 5 tahun, SKP yg diperoleh 1200 : 100 =
12 SKP
2. Pelaksana Gizi masyarakat
• Meliputi kegiatan perencanaan, implementasi/intervensi dan
monitoring dan evaluasi
• Dibuktikan dengan dokumen Laporan Kerja tertulis.
• misalnya kegiatan Posyandu, Intervensi Gizi Kurang Gizi Buruk
dan PMT
• Edukasi, Penyuluhan Gizi Masyarakat/Keluarga/Kelompok
• Konseling Gizi di Puskesmas/Posyandu
• Prog. ASI, PMT ASI.
• Kemitraan Upaya perbaikan gizi masyarakat
• Rencana program kerja : 1 SKP / tahun (jika ahli gizi tim, dibagi
proporsional)
• Implementasi/ intervensi : 1 SKP / tahun (jika ahli gizi tim, dibagi
proporsional)
• Monev : 1 SKP/tahun (jika ahli gizi tim, dibagi
proporsional)
• 3. Pengembangan dan penelitian
• Kegiatan Ilmiah : mengikuti simposium, seminar, diskusi panel, lokakarya
dan workshop dan pelatihan bidang gizi, Ilmu kesehatan, dan ilmu
penunjang gizi ,
• Dibuktikan dengan sertifikat : SKP dikeluarkan oleh Persatuan Ahli Gizi
Indonesia (SK DPP PERSAGI Nomor : 2284/SK/DPP-PERSAGI/XI/2014)
• Karya Ilmiah Tulisan dan Penelitian Gizi
• Harus dipublikasikan dibuktikan dokumen asli karya tulis
• Nilai SKP sesuai ketentuan Panduan Perhitungan Satuan Kredit Profesi
(SKP) kegiatan Pengembangan Keprofesian Persatuan Ahli Gizi Indonesia
(SK DPP PERSAGI Nomor : 2284/SK/DPP-PERSAGI/XI/2014)

3. Pendidik
• Pendidikan /penyuluhan
• Seorang tenaga gizi dalam sehari mengajar rata-rata
2 jam dalam 1 minggu. Sehingga perhitungan SKP- nya sebagai berikut : 2 x
4 = 8 jam / bulan 8 x 8 = 64 jam / tahun, 64 x 5 = 320 jam dalam 5 tahun.
Dibuktikan dengan dokumen SK sebagai tenaga pendidik bidang gizi atau
surat tugas kegiatan penyuluhan/jadwal kegiatan penyuluhan/pelatihan yang
dikeluarkan oleh penyelenggara kegiatan.
• 1 SKP = 40 jam, apabila tenaga gizi yang bersangkutan dalam 5 tahun
melakukan kegiatan mengajar/menyuluh/melatih selama 320 jam
memperoleh : 320 : 40 = 8 SKP.
• Pembimbing praktik mahasiswa
• Seorang Tenaga gizi sebagai pembimbing praktik mahasiswa,
yang bersangkutan mendapatkan 1 SKP per tahun.
• Dibuktikan dengan SK Pembimbing Praktik yang membuktikan
yang bersangkutan melakukan kegiatan tersebut.
• Penyusun Modul/Karya Ilmiah dan Buku bahan ajar,
pedoman Pendidikan/penyuluhan
• Pengelola/Manajer
• Mengembangkan pengelolaan/ manajerial :
• Kepala Departemen/Instalasi Gizi/ Kepala Unit
Penyelenggaraan Makanan(Setara Ka Inst Gizi) /Kepala Institusi
Pendidikan Gizi / Manajer Gizi : 2 SKP/tahun
• Kepala Seksi Pelayanan Gizi Ranap/Rajal/Penyelenggaraan
Makanan atau Sekretaris Program Studi Gizi : 1 SKP/tahun
• Kepala/penangggungjawab praktik pelayanan gizi mandiri : 1
SKP/tahun
• Membuat pedoman :
• Pedoman Administrasi pelayanan gizi : 1 SKP/pedoman
• Pedoman SPO/Instruksi Kerja/Indikator Kinerja/rencana kegiatan Unit kerja Gizi
minimal 5 SOP : 1 SKP
• Dibuktikan dengan SK Penunjukkan Jabatan/Surat Tugas.
CONTOH SKENARIO PERHITUNGAN SKP
Skenario TRD di Puskesmas
Skenario Nutrisionis di Puskesmas
Skenario TRD di RS (Ruangan)
Skenario TRD di RS (Instalasi Gizi)
Skenario Nutrisionis di RS (Ruangan
Skenario Nutrisionis di RS (Instalasi Gizi)
Skenario Ahli Gizi yang Belum Bekerja
• Perhatian Bagi anda yang belum bekerja SKP dpt diperoleh dr
1. Mengikuti seminar atau pelatihan : maksimal 15 SKP
2. Aktif di kegiatan yg dilakukan DPC atau DPD
- menjadi salah satu panitia di pelaksanaan kegiatan Hari Gizi, Hari
pangan dan Hari kesehatan, atau panitia Lomba.
3. Lakukan penyuluhan minimal 4 lokasi setiap bulan
4. Lakukan kegiatan konseling minimal 5 pasien/bulan.
Kegiatan penyuluhan dan konseling bisa anda lakukan di Posyandu
atau di masyarakat dengan menggunakan surat tugas DPD/DPC
PERSAGI.
-.
•JADI JANGAN BILANG MEMPERPANJANG
STR SANGAT SUSAH, DAN TIDAK RIBET
SEPERTI YANG DIBAYANGKAN SELAMA
INI.

•SEMOGA BERMANFAAT