Anda di halaman 1dari 17

SURAT BERHARGA YANG DIMILIKI

PENGERTIAN SURAT BERHARGA YANG DIMILIKI

• Surat berharga disebut juga sekuritas atau efek


merupakan bentuk penanaman sementara dalam rangka
pemanfaatan dana yang belum digunakan, mempunyai
pasaran dan dapat diperjualbelikan dengan segera,
dimaksudkan untuk dijual dalam jangka waktu dekat bila
terdapat kebutuhan dana untuk kegiatan usaha bank,
dan tidak dimaksudkan untuk menguasai perusahaan
lain. Surat berharga yang biasa diperjualbelikan oleh
bank terdiri atas surat pengakuan utang wesel, sertifikat
Bank Indonesia, obligasi, sekuritas kredit, atau setiap
derivative dari surat berharga atau kepentingan lain atau
suatu kewajiban dari penerbit, dalam bentuk yang lazim
diperdagangkan dalam pasar uang.
Jenis-jenis Surat Berharga yang
Dimiliki
Surat berharga dapat diperjualbelikan di pasar uang dan
pasar modal.
• Saham merupakan bagian dari kepemilikan yang
diperjualbelikan perusahaan untuk meningkatkan modal.
Pemilik saham akan memperoleh dividen dan capital
gain.
• Obligasi merupakan surat utang. Keuntungan pembeli
berasal dari kurs jual dan kurs beli obligasi.
• SBI adalah surat berharga atas unjuk yang diterbitkan
bank indonesia sebagai pengakuan utang berjangka
waktu pendek dengan diskonto.
Saham dan obligasi
AKUNTANSI
SURAT
1.Surat Berharga yang BERHARGA
Diperdagangkan (Trading)
adalah surat berharga yang YANG
dimiliki bank dengan tujuan
memperoleh keuntungan atas DIMILIKI
perbedaan harga pasar jangka
pendek.

• Pencatatannyan dinilai sebesar harga perolehan


• Kenaikan harga pasar dicatat sebagai keuntungan atas
penempatan surat berharga periode berjalan dan sebaliknya.
Pada 10 januari 2007 Bank Bima membeli 100.000 lembar
saham PT Indosat dengan harga Rp. 5.500/lembar. Nilai
nominal saham Rp. 5.000/lembar. Transaksi pembeliannya
dilakukan atas beban rekening Giro pada Bank Indonesia.

Pada tanggal yg sama Bank Bima membeli 100.000 lmbr


saham PT. Telkom dengan harga perolehan Rp.
1.940/lmbr, nilai nominal Rp 2.000/lmbr. Pembelian
dibebankan ke rekening Giro pada BI.

Tanggal Akun Debit Kredit


10/01/2007 Surat Berharga-Saham 550.000
Giro pada BI 550.000
(100.000 X 5.500)

Tanggal Akun Debit Kredit


10/01/2007 Surat Berharga-Saham 194.000
Giro pada BI 194.000
(100.000 X 1.940)
Pada 31 Januari 2007, harg saham PT Indosat Rp
6.000/lmbr dan PT Telkom Rp 1.500/lmbr

Jurnal penyesuaian nilai wajar saham PT Indosat


Tanggal Akun Debit Kredit
31/01/2007
Jurnal Surat Berharga-Saham
penyesuaian 50.000.000
nilai wajar saham PT Indosat
Pend-selisih penilaian 50.000.000
efek (600.000 - 550.000)

Tanggal Akun Debit Kredit


31/01/2007 Beban-selisih penilaian efek 44.000.000
Surat Berharga-Saham 44.000.000
(150.000 - 194.000)
Pada 5 Februari 2007, 100.000 lmbr saham PT Indosat
dijual seharga Rp 6.200/lmbr dan 100.00 lmbr PT Telkom
seharga Rp 1.700/lmbr

Tanggal Akun Debit Kredit


05/02/2007 Giro pada BI 620.000
Surat berharga-Saham 600.000
Keuntungan penjualan efek 20.000

Tanggal Akun Debit Kredit


05/02/2007 Giro pada BI 150.000
Surat berharga-Saham 150.000
Keuntungan penjualan efek 20.000
Ilustrasi obligasi
10 januari 2007 Bank Bima membeli obligasi PT Indosat
seharga Rp 490.000, nominal obligasi Rp 500.000 diskonto
12%per tahun . Jangka waktu obligasi 10 tahun.bunga
dibayar setiap 6 bulan sekali yaitu 1 juni dan 1 desember.
Pembelian atas beban rekening Giro pada BI.
(Bunga berjalan blm dibayar 1 des 2006-9 jan 2007)
Tanggal Akun Debit Kredit

10/01/2007 Surat berharga-obligasi 500.000.000


Pendapatan bunga obligasi 6.575.342
Giro pada BI 496.575.342
Pend.premi obligasi ditangguhkan
10.000.000
1 Juni Bank Bima menerima pembayaran bunga dari PT
Indosat

Tanggal Akun Debit Kredit


01/06/2007 Giro pada BI 29.917.808
Pend bunga-Obligasi 29.917.808
(182/365 x 12% x
500.000.000)

Tanggal Akun Debit Kredit


01/12/2007 Giro pada BI 30.082.192
Pend bunga-Obligasi 30.082.192
(183/365 x 12% x
500.000.000)
Pada 1 Desember 2007,Obligasi PT Indosat dijual dengan
harga Rp 495.000.000

Tanggal Akun Debit Kredit


31/12/2007 Giro pada BI 495.000.000
Pend. Premi obligasi ditangguhkan 10.000.000
Kerugian penjualan obligasi 5.000.000
Pend premi Obligasi 10.000.000
Surat berharga yang dimiliki 500.000.000
Surat Berharga yang Tersedia
untuk Dijual
Keuntungan/kerugian yg blm direalisasi Pada 1 Februari 2007 Bank Bima
akibat kenaikan/penurunan harga pasar membeli efek seharga Rp
tidak diakui dalam lap.L/R periode 510.000.000, nilai nominal Rp
berjalan,tetapi diakui sebagai komponen 500.000.000 jangka waktu 3 bulan
ekuitas dan diakui sebagai L/R pada saat dan bunga 10%. Semua transaksi
realisasi. melalui Giro pada BI.

Tanggal Akun Debit Kredit


01/02/2007 Efek-efek 510.000.000
Giro pada BI 510.000.000

Tanggal Akun Debit Kredit


28/02/2007 Pend. Bunga yg diterima 3.835.616
Pend bunga 3.835.616
(28/365 x 10% x
500.000.000)
Tanggal Akun Debit Kredit
28/02/2007 Ekuitas-selisih penilaian efek 5.000.000
Efek-efek 5.000.000

Pada 10 Maret, efek-efek dijual dengan harga Rp 520.000.000

Tanggal Akun Debit Kredit


10/03/2007 Giro pada BI 520.000.000
Efek-efek 505.000.000
Keuntungan penjualan efek 10.000.000
Ekuitas selisih penilain efek
5.000.000
Surat Berharga yang Dimiliki Hingga Jatuh
Tempo
Efek yang dibeli dengan sistem diskonto
1 Maret 2007, Bank Bima membeli efek dengan harga Rp 700.000.000 jangka
waktu 3 bulan dan diskonto 10%. Semua transaksi dilakukan melalui rekening
giro pada Bank Indonesia.

Tanggal Akun Debit Kredit


01/03/2007 Efek-efek 700.000.000
Giro pada Bank Indonesia 682.356.164
Pend. Bunga ditangghkn 17.643.836
(92/256x10%x700.000.000)

Tanggal Akun Debit Kredit


31/03/2007 Pend.Bunga ditangguhkan 5.945.205
Pend bunga efek 5.945.205
(30/92x17.643.836)
Efek yang dibeli dengan bunga di belakang (secara
periodik) dan harga sebesar harga nominal.
1 Maret 2007, Bank Bima membeli efek seharga Rp 700.000.000
jangka waktu 3 bulan dan diskonto 10%. Semua transaksi melalui
rekening Giro pada BI.
Tanggal Akun Debit Kredit
01/03/2007 Efek-Efek 700.000.000
Giro Pada BI 700.000.000

Tanggal Akun Debit Kredit


31/03/2007 Pend.bunga diterima 5.945.205
Pend bunga efek 5.945.205
(31/365 x 10% x
700.000.000)

Tanggal Akun Debit Kredit

01/06/2007 Giro pada BI 705.945.205


Efek-efek 700.000.000
Efek Yang Dibeli dengan bunga
dibelakang (secara periodik)
harga diatas harga nominal
1 Maret 2007, Bank Bima membeli efek dengan harga Rp 709.000.000
nominal Rp 700.000.000 jangka waktu 3 bulan diskonto 10%.
Tanggal Akun Debit Kredit
01/03/2007 Efek-efek 709.000.000
Giro pada BI 709.000.000

Tanggal Akun Debit Kredit


31/03/2007 Pend.Bunga diterima 5.945.205
Pend Bunga efek 5.945.205
(31/365x10%x700.000.
000)

Tanggal Akun Debit Kredit


31/03/2007 Pend.Bunga efek 3.000.000
Efek-efek 3.000.000
(1/3 x 9.000.000)
Efek Yang Dibeli dengan Bunga di belakang
(periodik) harga dibawah harga nominal
1 Maret 2007, Bank Bima membeli efek dengan harga Rp 688.000.000
nominal Rp 700.000.000 jangka waktu 3 bulan diskonto 10%.
Tanggal Akun Debit Kredit
01/03/2007 Efek-efek 688.000.000
Giro pada BI 688.000.000

Tanggal Akun Debit Kredit


31/03/2007 Pend.Bunga diterima 5.945.205
Pend Bunga efek 5.945.205
(31/365x10%x700.000.
000)

Tanggal Akun Debit Kredit


31/03/2007 Pend.Bunga efek 4.000.000
Efek-efek 4.000.000
(1/3 x 12.000.000)
17 Maret 2007 Bank Bima memenangkan lelang SBI dengan nilai
nominal Rp 500.000.000 diskonto 12% jangka waktu 2 bulan (17
maret- 17 mei 2007. Transaksi melalui rekening Giro pada BI
Tanggal Akun Debit Kredit
17/03/2007 Surat berharga-SBI 500.000.000
Pend.bunga dtrm dmka 10.027.397
Giro pada Bank Indonesia 489.972.603
(61/365x12%x500.000.000)

Tanggal Akun Debit Kredit


17/06/2007 Giro pada Bank Indonesia 500.000.000
Surat Berharga-SBI 500.000.000