Anda di halaman 1dari 10

PRINSIP-PRINSIP

PERKEMBANGAN
1. Perkembangan Merupakan Proses Yang Tidak
Pernah Berhenti (Never Ending Process)

Perkembangan berlangsung secara terus


menerus sejak masa konsepsi sampai mencapai
kematangan atau masa tua . Perkembangan
yang progresif dialami individu dari sejak
dilahirkan sampai usia remaja sedangkan pada
usia dewasa perkembangan tetap berjalan
secara stabil dan mengalami penurunan
(regressif) pada masa tua sampai pada akhir
kehidupan.
2. Semua Aspek Perkembangan Saling
Mempengaruhi

Setiap aspek perkembangan individu, baik fisik, emosi,


intelegasi maupun sosial, satu sama lainnya saling
mempengaruhi. Contohnya apabila seorang anak dalam
masa pertumbuhan fisiknya mengalami gangguan (
sering sakit sakitan ), maka dia akan mngalami
kemandegan dalam perkembangan aspek lainnya ,
seperti kecerdasannya kurang berkembang, demikian
juga sebaliknya anak yang sehat akan mengalami
perkembangan yang lancar. Walaupun ada kasus kasus
tertentu pada masa perkembangannya seperti yang
dialami anak cacat.
3. Perkembangan Mengikuti Pola

Setiap tahap perkembangan merupakan hasil


pekembangan perkembangan dan tahp sebelumnya
merupakan prasyarat bagi perkembangan
selanjutnya. Contohnya, untuk dapat berjalan,
seorang anak harus bisa berjalan terlebih dahulu dan
berjalan merupakan prasyarat bagi perkembangan
selanjutnya, yaitu berlari atau meloncat.
Sementara itu, yelon dan weinsten 1977
(dalam syamsu yusuf 2011) mengemukan tentang
arah atau pola perkembangan itu sebagai berikut:
1. Cephalocaudal & proximal-distal. Maksudnya, perkembangan
manusia itu mulai dari kepala kaki (cephalocaudal), dan dari
tengah.
2. Struktur mendahului fungsi. Ini berarti bahwa anggota tubuh
individu itu akan dapat berfungsi setelah matang strukturnya.
3. Perkembangan itu berdiferensiasi. Maksudnya, perkembangan itu
berlangsung dan umum ke khusus (spesifik)
4. Perkembangan itu berlangsung dari konkret ke
abstrak.Maksudnya perkembangan itu berproses dari suatu
kemampuan berpikir yang konkret (objek tampak) menuju ke
abstrak (objeknya tidak nampak).
5. Perkembangan itu berlangsung dari egosentrisme ke
perspektivisme. Ini berarti bahwa pada mulanya seorang anak
hanya melihat atau memperhatikan dirinya sebagai pusat.
6. Perkembangan itu berlangsung dan “outter control to inner
control”. Maksudnya, pada awalnya anak sangat bergantung pada
orang lain (terutama orangtuanya).
4. Perkembangan Terjadi Pada Tempo Yang
Berlainan

Perkembangan fisik dan mental mencapai


kematangannya terjadi pada waktu dan tempo
yang berbeda (ada yang cepat dan yang lambat),
Umpamanya, otak mencapai bentuk ukurannya
yang sempurna pada umur 6-8 tahun. Tangan,
kaki, dan hidung mencapai perkembangannya
yang maksimum pada masa remaja.
5. Setiap Fase Perkembangan Mempunyai Ciri
Khas

Prinsip ini dapat dijelaskan dengan contoh


sebagai berikut: sampai usia 2 tahun, anak
memusatkan untuk mengenal lingkungannya,
menguasai gerak-gerik fisik dan belajar
berbicara. Pada usia 3-6 tahun,
perkembangannya dipusatkan untuk menjadi
manusia sosial (belajar bergaul dengan orang
lain).
6. Setiap Individu Yang Normal Akan Mengalami
Tahap/Fase Perkembangan

Prinsip ini berarti bahwa dalam menjalani


hidupnya yang normal dan berusia panjang
individu akan mengalami fase-fase
perkembangan: bayi, kanak-kanak, anak,
remaja, dewasa ,dan masa tua.
7. Prinsip Kematangan

Prinsip ini berpendapat bahwa usaha belajar


bergantung pada tingkat kematangan yang di
capai anak. Hal ini juga berarti tidak perlu
memaksa anak usia dini belajar membaca
sebelum kematangannya untuk belajar
membaca datang.
Jadi pertumbuhan dan perkembangan bukan
usaha yang timbul dengan sendirinya. Tetapi untuk
menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan
yang baik diperlukan adanya perhatian berupa
perawatan physik dan psikhis maupun bimbingan
dari orang tua, guru, masyarakat karena merupakan
awal terbentuknya organ-organ tubuh individu dan
tersusunnya jaringan syaraf yang membentuk
sistem lengkap.