Anda di halaman 1dari 75

NAMA : LUH PANI

JABATAN : WIDYAISWARA
INSTANSI : BPSDM PROVINSI BALI
ASAL : DESA BILA,KEC. KUBU-
TAMBAHAN, BULELENG
ALAMAT : JL. RAYA SESETAN NO. 248
B DENPASAR
NO HP : 087861878239
EMAIL : luh.pani3@gmail.com
3
ASN & Tantangan Bangsa

15
2015 • AFTA
Independensi
danNetralitas Kompetensi
• ASEAN
20 Community
2020
Kesejahteraan
pegawai Integritas Kinerja/Produ
ktivitaskerja

Pengawasan
gawasan 25 • WORLD Class
2025
Kualitas Bureaucracy
dan Pelayanan
akuntabilitas Publik
2030
30 • VISI Indonesia
Maju (McKinsey)
Tujuan Utama ASN
22 Oktober 2014
Mas Pono 2014
Refleksi

Manusia
Indonesia
Sejumlah Penyakit

Asma: asal
mengisi absen Pucat: Pulang
cepat
BaTuk (banyak
ngantuk) AIDS (alfa, ijin dan
dikit-dikit sakit) Ginjal (gaji ingin
naik , kerja lambat
JanTung (kerja KuRap (kurang
hitung-hitungan) rapi) Asam Urat: Asal
sampai kantor
Kram (kurang PaNu uring2an atau tidur
trampil) (Pandai Nuduh))

KuTil TBC (tidak bisa


FLU: Facebook- computer)
an melulu (kurang teliti)
BiSul (Bisanya
KuDis (kurang hanya usul)
disiplin)
7
REALITAS
KERJA
APARATUR?

8
9
HASIL BELAJAR
Setelah menyelesaikan
pembelajaran, peserta
diharapkan mampu
mengaktualisasi nilai-nilai dasar
akuntabilitas dalam pelaksanaan
tugas jabatannya.

10
INDIKATOR HASIL BELAJAR

1. Memahami Akuntabilitas secara konseptual


teoritis sebagai landasan untuk
mempraktikkan prilaku akuntabel
2. Memahami mekanisme, logika dan
operasionalisasi akuntabilitas dalam
menciptakan sistem dan linkungan
organisasi yang akuntabel
3. Menjelaskan penerapan
akuntabilitas secara menyeluruh dalam
organisasi;
4. Memberikan contoh perilaku akuntabel
untuk penegakan akuntabilitas; dan
5. Menganalisis atau menilai contoh
penerapan akuntabilitas secara tepat

11
MATERI POKOK
1. Konsep Akuntablilitas;
2. Mekanisme logika, dan operasionalisasi
Akuntablilitas;
3. Akuntablilitas dalam Konteks Organisasi;
4. Menjadi PNS yang Akuntabel; dan
5. Studi Kasus Akuntablilitas.

12
Deskripsi Singkat
Mata Diklat Akuntabilitas PNS diberikan untuk
meningkatkan kompetensi peserta Pelatihan
tentang nilai-nilai dasar dan konsep akuntabilitas
publik, konflik kepentingan dalam masyarakat,
netralitas PNS, keadilan dalam pelayanan publik,
serta sikap perilaku yang konsisten.

Melalui mata diklat ini peserta akan dinilai


kemampuannya dalam mengaktualisasikan nilai-
nilai dasar akuntabilitas guna pelaksanakan tugas
jabatannya.

13
14
15
Pengertian
Akuntabilitas :
kewajiban pertanggungjawaban yang harus
dicapai

Akuntabilitas PNS :
kewajiban setiap individu, kelompok atau
institusi untuk memenuhi tanggung jawab
yang menjadi amanahnya yakni menjamin
terwujudnya nilai-nilai publik

16
Akuntabilitas sering disamakan dg
responsibilitas atau tanggung jwb. Namun pd
dasarnya, kedua konsep tsb memiliki arti yg
berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban
, sedangkan akuntabilitas adalah kewajiban
pertanggungjawaban yang harus dicapai.

AKUNTABILITAS PNS 10 September 2019 17


18
Nilai-Nilai Publik
 Mampu mengambil pilihan yang tepat & benar ketika
terjadi konflik kepentingan; antara kepentingan publik
dengan kepentingan sektor, kelompok dan pribadi

 Memiliki pemahaman & kesadaran untuk menghindari


dan mencegah keterlibatan PNS dalam politik praktis

 Memperlakukan Warga Negara secara sama dan adil


dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan
publik

 Menunjukkan sikap dan perilaku yang konsisten dan


dapat diandalkan sebagai penyelenggara pemerintahan

19
Aspek-Aspek Akuntabilitas
1. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan (Accountability is a
relationship)

2. Akuntabilitas berorientasi pada hasil (Accountability is


results oriented)

3. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan


(Accountability requires reporting)

4. Akuntabilitas menimbulkan konsekuensi (Accountability


is meaningless without consequences)

5. Akuntabilitas memperbaiki kinerja (Accountability


improves performance)

20
1. Akuntabilitas Adalah Sebuah Hubungan
Hubungan dua pihak antara
individu/kelompok/institusi dengan
negara dan masyarakat
Pemberi kewenangan bertanggung jawab
memberikan arahan yang memadai,
bimbingan dan mengalokasi sumber daya
sesuai tugas dan fungsinya
Individu/kelompok/institusi bertanggung
jawab memenuhi semua kewajibannya

21
2. Akuntabilitas Berorientasi Pada Hasil
Hasil yang diharapkan : perilaku
aparat pemerintah yang bertanggung
jawab, adil dan inovatif.

Setiap individu/kelompok/institusi
dituntut untuk bertanggung jawab
dalam menjalankan tugas dan
kewajibannya, serta selalu bertindak
dan berupaya memberikan kontribusi
untuk mencapai hasil maksimal

22
3. Akuntabilitas Membutuhkan Adanya Laporan

Laporan Kinerja: perwujudan dari akuntabilitas.


Laporan kinerja berarti mampu menjelaskan
tindakan dan hasil yang telah dicapai oleh
individu/kelompok/institusi, serta mampu
memberikan bukti nyata dari hasil & proses yang
telah dilakukan.
Dalam dunia birokrasi, bentuk akuntabilitas
setiap individu berwujud suatu suatu laporan
yang didasarkan pada kontrak kerja, untuk
institusi adalah LAKIP

23
4. Akuntabilitas Menimbulkan Konsekuensi
Akuntabilitas = kewajiban.
Kewajiban tanggung jawab
menghasilkan konsekuensi
Konsekuensi dapat berupa penghargaan atau
sanksi

24
5. Akuntabilitas Memperbaiki Kinerja
Akuntabilitas: memperbaiki kinerja PNS dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat
Akuntabilitas proaktif: sebuah hubungan dan
proses yang direncanakan untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan sejak awal, penempatan
sumber daya yang tepat, dan evaluasi kinerja.
Proses setiap individu/kelompok/institusi
dimintai pertanggungjawaban secara aktif yang
terlibat proses evaluasi dan berfokus peningkatan
kinerja.

25
 ..\My Videos\PENTINGNYA TANGGUNG JAWAB.mp4

26
Apa yang Saudara pelajari
dari tayangan film tersebut?
Pentingnya Akuntabilitas
Akuntabilitas
 prinsip dasar bagi organisasi yang berlaku pada
setiap level/unit organisasi sebagai suatu
kewajiban jabatan dalam memberikan
pertanggungjawaban laporan kegiatan kepada
atasannya
 norma yang bersifat informal tentang perilaku
PNS yang menjadi kebiasaan perilaku
organisasi/aturan formal yang berlaku (ex.PP
no.53/2010 ttg disiplin PNS)

28
3 Fungsi Utama Akuntabilitas:
1. Menyediakan kontrol demokratis (peran
demokrasi). Demokrasi mempunyai unsur hak
dan tanggung jawab
2. Mencegah korupsi dan penyalahgunaan
kekuasaan (peran konstitusional)
3. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran
belajar)

(Bovens, 2007)

29
Akuntabilitas : kontrak antara aparat birokrasi dengan
pemerintah serta antara pemerintah (diwakili PNS)
dengan masyarakat.
Kontrak kedua pihak memiliki ciri a.l :
1. Akuntabilitas eksternal: tindakan pengendalian yang
bukan bagian dari tanggung jawabnya
2. Akuntabilitas interaksi: pertukaran sosial dua arah
antara yang menuntut dan yang menjadi bertanggung
jawab (dalam memberi jawaban, respon, dsb)
3. Hubungan akuntabilitas merupakan hubungan
kekuasaan struktural (pemerintah dan publik) yang
dapat dilakukan secara asimetri sebagai haknya untuk
menuntut jawaban

30
Akuntabilitas publik terdiri
atas 2 macam, yaitu:
1. Akuntabilitas vertikal:
 pertanggungjawaban ke atas
(kepada otoritas yang lebih tinggi)
 Pertanggungjawaban “ke bawah”
kepada publik
2. Akuntabilitas horizontal :
 pertanggungjawaban kepada
masyarakat luas
 pertanggungjawaban ke samping

31
 ..\My Videos\KISAH NYATA POLISI MENILANG
ISTRINYA.mp4

32
Curah Pendapat
 Pelajaran apa yang Saudara dapat dari tayangan film
tersebut?

33
Tingkatan Dalam Akuntabilitas

Akuntabilitas stake
holder

Akuntabilitas organisasi

Akuntabilitas kelompok

Akuntabilitas individu

Akuntabilitas personal

34
1. Akuntabiltas Personal
 Mengacu pada nilai-nilai yang ada
pada diri seseorang seperti :
kejujuran, integritas, moral dan
etika pribadi yg akuntabel adalah
yang menjadikan dirinya sebagai
bagian dari solusi bukan masalah.

2. Akuntabilitas Individu
 Mengacu pada hubungan antara
individu dan lingkungan kerjanya
berdasarkan nilai-nilai lingkungan

35
3. Akuntabilitas Kelompok
Kinerja sebuah institusi biasanya
dilakukan atas kerjasama
kelompok. Akuntabilitas kelompok
adalah pertanggungjawaban
kelompok dalam mencapai tujuan
organisasi

4. Akuntabilitas Organisasi
Pertanggungjawaban organisasi
(kinerja) kepada stakeholders
lainnya.

36
5. Akuntabilitas Stakeholder

 Stakeholder : masyarakat umum,


pengguna layanan, dan pembayar
pajak yang memberi masukan, saran
dan kritik terhadap kinerjanya.

 Akuntabilitas stakeholder : tanggung


jawab organisasi pemerintah untuk
mewujudkan pelayanan dan kinerja
yang adil, responsif dan bermartabat

37
38
39
40
Kisah Nyata di PT KAI
 Mereka sudah tiada. Namun, semangatnya menjadi inspirasi
PT KAI.
 Air mata itu kembali menetes dari mata Amalia (51) saat tirai
warna merah menurun di atas gerbang Balai Diklat Teknik
Perkeretaapian Sopyan Hadi dibuka, kamis (19 Des 2013). Kali
ini bukan tangis kesedihan seorang ibu.
 Rasa bangga diwujudkan lewat dua tangan menengadah
mengucap syukur pada Yang Kuasa. Ada nama anak
kesayangannya di belakang lembaga pelatihan dan pendidikan
bagi calon masisnis khusus commuter line itu.
 “Semoga semangat Sopyan Hadi ditiru semua pegawai PT
KAI. Terima kasih, anak kami sudah diberi kehormatan
sebesar ini.” kata Amalia diselingi bunyi deru commuter line
Bekasi-Tanah Abang yang baru masuk stasiun Bekasi.

41
Lanjutan Kisah……
 Kisah Sopyan Hadi bersama dua awak commuter line1131,
masinis Darman Prasetyo dan asisten masinis Agus Suroto, kini
seperti legenda. Ketiganya tidak lari saat moncong kereta
hendak menabrak truk pengangkut BBM yang melintang di rel
sekitar Bintaro, Senin (19 Des 2013) lalu.
 Merteka malah meminta penumpang mundur ke belakang dan
menutup kabin masinis. Ratusan penumpang selamat. Namun
ketiganya pergi untuk selama-lamanya dijilati api sisa ledakan
24.000 liter premium.
 “Sopyan mungkin karyawan baru, tetapi punya dedikasi yang
lama ditanamkan di PT KAI. Kisah mereka akan selalu bersama
kami,” kata direktur sarana PT KAI Eko Martono.
 Keinginan PT KAI menyimpan semangat awak 1131 bukan hiasan
kata. Tiga Balai Diklat di Bekasi, Yogyakarta dan Bandung kini
menggunakan nama mereka…… (penggalan esay Kompas 21/12
2013 42
Curah Pendapat

Nilai-nilai perilaku apa yang bisa Saudara teladani dari


kisah nyata Sofyan Hadi?

43
Mekanisme Akuntabilitas

 Setiap organisasi memiliki mekanisme akuntabilitas


tersendiri.
 Contoh mekanisme akuntabilitas organisasi antara
lain :
 Sistem penilaian kinerja
 Sistem akuntansi
 Sistem akreditasi
 Sistem pengawasan CCTV, finger print, atau software
untuk memonitor pegawai menggunakan computer
atau website yang dikunjungi.

45
Dimensi Akuntabilitas
1. Akuntabilitas Kejujuran (Personal), indikator: Nilai-nilai
Pribadi
2. Akuntabilitas Hukum : terkait dengan kepatuhan kepada
hukum dan peraturan.
Indikator : norma agama, norma etika dan norma hokum

3. Akuntabilitas Kinerja :
Input/ Process/ Output/ Outcome Benefit/ Impact/
masukan proses luaran /hasil manfaat dampak

Kegiatan
Program
Kebijakan

46
Menciptakan Lingkungan Kerja yang Akuntabel

1. Kepemimpinan
Kepemimpinan transformasional, yang
mampu mentransformasi nilai-nilai secara
konsisten dan berkesinambungan. Siapakah
dan bagaimanakah pemimpin seperti itu
2. Transparansi
Membuat keseluruhan proses diketahui dan
dipahami oleh seluruh stakeholders. Ini akan
membuat stakeholders lebih siap untuk
berpartisipasi dalam proses

47
3. Tanggung jawab
Mengerjakan semua tugas dengan
paripurna dengan inisiatif sendiri.
Tanpa menunggu perintah.
Persoalannya bagaimana membangun
tanggung jawab pada setiap ASN.
4. Keadilan.
Tidak melihat siapa tetapi melihat apa
dan bagaimana sebuah persoalan.
5. Kepercayaan
Kepercayaan (kredibilitas/dapat
dipercaya) harus dibangun dengan
menunjukkan kejujuran, transparansi

48
6. Keseimbangan.
Memperhatikan keseimbangan kewajiban
dan hak
7. Kejelasan
Kejelasan tentang kontrak kerja apa yang
menjadi tanggung jawab ASN, bagaimana
proses dan cara
mempertanggungjawabkan, bahkan jelas
tentang konsekuensi terhadap ASN
maupun terhadap kinerja institusi.

49
8. Konsistensi
Tanggung jawab sebagai habitus
sebagai nilai yang menjadi
landasan sikap dan perilaku hidup
sehari-hari

50
Alat Pengukuran Akuntabilitas Birokrasi di Indonesia

1. Perencanaan
 Perencanaan Strategis (RPJP), RPJM, RKP/RKP-D untuk
institusi dan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) untuk setiap PNS
 Kontrak kinerja, sebagaimana PP no.46/2011 tentang
penilaian prestasi kerja PNS

2. Laporan kinerja
 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
berisi capaian perencanaan dan perjanjian kinerja pada
tahun tertentu, pengukuran dan analisa capaian kinerja
serta akuntabilitas keuangan.
 Laporan Kinerja Capaian SKP

51
Langkah-langkah Yang Harus Dilakukan Dalam
Menciptakan Framework Akuntabiltas

Tentukan tujuan dan


tanggung jawab

Berikan Evaluasi dan Rencanakan apa yang


masukan perbaikan akan dilakukan untuk
mencapai tujuan

Lakukan implementaasi
Berikan laporan secara monitoring kemajuan
lengkap

52
53
1. Transparansi dan akses informasi
Keterbukaan informasi:
standar normatif untuk mengukur legitimasi
pemerintahan. Semua WNI berhak mendapatkan
informasi
berpengaruh besar pada berbagai sektor dan
urusan publik di Indonesia.
Memberi jaminan konstitusional agar praktik
demokrasi & good governance bermakna dalam
proses pengambilan kebijakan publik bertumpu
pada partisipasi masyarakat & akuntabilitas
lembaga penyelenggara kebutuhan publik)

54
Informasi publik
 adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola,
dikirim dan/atau diterima oleh suatu Badan Publik yang
berkaitan dengan penyelenggaraan negara, dan/atau
badan publik lainnya sesuai UU serta informasi lain
berkaitan dengan kepentingan publik (pasal 1 ayat 2)

 Informasi publik terbagi 2 kategori :


1. Informasi yang wajib disediakan dan diumumkan
2. Informasi yang dikecualikan/perlu dirahasiakan.
Pengecualian ini tidak boleh permanen,
ukurannya adalah (a) UU, (b) kepatutan dan (c)
kepentingan umum.

55
Badan Publik

Lembaga eksekutif, legislatif,


yudikatif dan badan lain yang fungsi
dan tugas pokoknya berkaitan dengan
penyelenggaraan negara,
sebagian/seluruh dananya bersumber
dari APBN, APBD atau organisasi non
pemerintah sebagian/seluruh dananya
bersumber dari APBN, APBD,
sumbangan masyarakat, atau luar
negeri (pasal 1 ayat 3)

56
Prinsip Universal Keterbukaan Informasi
1. Maximum Access Limited Exemption (MALE)
semua informasi bersifat terbuka & bisa diakses masyarakat. Kecuali: (i)
informasi yang dibatasi; dan (ii) pembatasan tidak permanen
2. Permintaan tidak perlu disertai alasan
Akses informasi merupakan hak setiap orang. Tetapi penyalahgunaan
informasi bisa dipidanakan
3. Mekanisme sederhana, murah dan cepat
Nilai dan daya guna informasi sangat ditentukan konteks waktu
4. Informasi harus utuh dan benar. Informasi yang salah bisa mengakibatkan
misleading
5. Informasi Proaktif
Menyangkut informasi yang penting diketahui publik (ex. Bahaya/bencana
alam)
6. Perlindungan Pejabat yang beritikad baik

57
58
2. Praktek Kecurangan (fraud) dan Perilaku Korup
1. Penyelenggaraan pelayanan yang baik untuk publik harus
memenuhi Standar etika birokrasi.
2. Penyalahgunaan wewenang berdampak pada praktik
kecurangan (fraud).
Tiga cabang utama dari fraud tree adalah:
a. Kecurangan tindak pidana korupsi
b. Kecurangan penggelapan asset
c. Kecurangan dalam laporan keuangan
3. Pada umumnya fraud terjadi karena 3 hal yang dapat terjadi
bersamaan :
a. Insentif/tekanan
b. Sikap/rasionalisasi untuk membenarkan tindakan
c. Kesempatan

59
3. Penggunaan Sumber Daya Milik Negara

Dalam aktivitas pekerjaan, instansi


pemerintah dilengkapi fasilitas,
aset-aset untuk mencapai tujuan
organisasi dalam melayani publik
(fasilitas publik).
Dilarang digunakan untuk
kepentingan pribadi
Terkait dengan masalah etika

60
4. Konflik Kepentingan

Situasi yang timbul dimana tugas publik dan kepentingan


pribadi bertentangan.
Normatif: kepentingan umum di atas kepentingan pribadi,
tetapi sesungguhnya yang paling penting adalah bagaimana
menyikapinya agar kepentingan umum tidak terganggu.
Mereka yang menyadari tanggung jawab, tidak hanya akan
berbuat sekedar memenuhi prosedur, tetapi bagaimana
substansi bisa dilaksanakan dengan baik.

61
62
Apa yang diharapkan dari PNS?
Perilaku Individu (Personal Behaviour):
 Bertindak sesuai persyaratan legislatif, kebijakan lembaga &
kode etik yang berlaku
 Tidak mengganggu, menindas/diskriminasi terhadap
rekan/anggota masyarakat
 Kebiasaan kerja PNS, perilaku & tempat kerja
pribadi/profesional hubungan berkontribusi harmonis
terhadap lingkungan kerja aman & produktif
 Memperlakukan anggota masyarakat & kolega secara hormat,
penuh kesopanan, kejujuran & keadilan, memperhatikan
kepentingan, hak-hak, keamanan & kesejahteraan
 Membuat keputusan adil, tidak memihak & segera
mempertimbangkan informasi yang ada, UU & kebijakan serta
prosedur institusi
 Melayani pemerintah setiap hari dengan tepat waktu, memberi
masukan informasi & kebijakan

63
1. Perilaku berkaitan transparansi & akses informasi

PNS tidak mengungkap informasi


resmi/dokumen yang diperoleh selain sesuai
syarat hukum/otoritas institusi
PNS tidak menyalahgunakan informasi resmi
untuk keuntungan pribadi/komersial untuk diri
sendiri/yang lain
PNS akan mematuhi persyaratan legislatif,
kebijakan instansi dan semua arahan yang sah
mengenai komunikasi dengan menteri, staf
menteri, anggota media & masyarakat umum.

64
2. Menghindari perilaku curang & koruptif
(Fraudulent and Corrup Behaviour)
PNS tidak melakukan kecurangan, tidak terlibat
dalam praktik penipuan, tidak terlibat praktik
korupsi:
 PNS tidak melakukan penipuan yang
menyebabkan kerugian keuangan aktual atau
potensial bagi seseorang atau institusinya
 PNS tidak berbuat curang dalam menggunakan
posisi dan kewenangan mereka untuk
keuntungan pribadinya
 PNS harus melaporkan setiap perilaku curang
atau korup
 PNS harus melaporkan setiap pelanggaran kode
etik institusi
 PNS harus memahami dan menerapkan
kerangka akuntabilitas sektor publik
65
3. Perilaku terhadap penggunaan sumber daya negara
(use of public resources)
Bertanggung jawab terhadap pengeluaran resmi
Menggunakan sumber daya dengan teliti & efisien
Hanya melakukan pengeluaran sehubungan dengan
pekerjaan institusi
Tidak menggunakan waktu dan sumber daya kantor
untuk pekerjaan partai politik atau keuntungan
pribadi
Mematuhi kebijakan & pedoman dalam penggunaan
setiap fasilitas secara bertanggung jawab
Memastikan perjalanan dinas untuk tujuan resmi &
benar-benar diperlukan
Menggunakan kekayaan negara & barang milik negara
secara bertanggung jawab, efektif & efisien

66
4. Perilaku PNS Berkaitan Dengan
Penyimpanan & Penggunaan Data serta
Informasi Pemerintah

Bertindak & mengambil keputusan secara transparan


Menjamin penyimpanan informasi yang bersifat rahasia
Mematuhi perencanaan yang telah ditetapkan
Diperbolehkan berbagi informasi untuk mendorong
efisiensi & kreativitas
Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan
negara
Memberikan informasi secara utuh dan benar terkait
kepentingan kedinasan
Tidak menyalahgunakan informasi

67
5. Perilaku PNS berkaitan konflik kepentingan

Memastikan kepentingan pribadi tidak


bertentangan dengan kemampuan mereka
melakukan tugas-tugas resmi dan tidak
memihak
Perilaku berhati-hati, terutama untuk hal-hal
menyangkut kepentingan umum
Memahami potensi konflik kepentingan di
masa depan.

68
Keputusan PNS yang Akuntabel ?

• Keputusan & tindakan yang tepat & akurat (keputusan


berimbang & tidak bias
• Keputusan yang adil & mematuhi prinsip due proses
(akuntabel & transparan)
• Keputusan melakukan pekerjaan secara penuh, efektif &
efisien
• Keputusan yang sesuai standar publik/sesuai etika
• Keputusan untuk mendeklarasi secara terbuka bila terjadi
potensi konflik kepentingan

69
ANALISIS KASUS
AKUNTABILITAS PELAYAN
PUBLIK
DAN ETIKA BIROKRASI
DISKUSI KELOMPOK

 Bagaimana mengelola pelayanan publik


agar dapat berjalan secara prima?
 Bagaimana meningkatkan kepercayaan
masyarakat kepada aparatur birokrat
sebagai pelayan publik?
 Bagaimana menurunkan tindakan
penyelewengan seperti korupsi dan
penyuapan?
 Bagaimana menciptakan birokrasi yang
jujur, adil, transparan dan akuntabel?

71
Etos Kerja Jansen Sinamo
1. Kerja adalah rahmat; bekerja tulus penuh kesabaran
2. Kerja adalah amanah; bekerja benar penuh integritas
3. Kerja adalah panggilan suci; bekerja keras penuh
semangat
4. Kerja adalah melalui pekerjaan aktualisasi diri
5. Kerja adalah ibadah; bekerja serius penuh kecintaan dan
pengabdian
6. Kerja adalah seni; bekerja cerdas penuh kreativitas
7. Kerja adalah kehormatan; bekerja tekun penuh keunggulan
8. Kerja adalah pelayanan; bekerja paripurna penuh
kerendahan hati

72
SIKAP ADALAH SEGALANYA,
UBAH SIKAP ANDA,
MAKA SEGALANYA AKAN BERUBAH

(KEITH HARRELL)

73
… tidak jadi wali kota
atau bahkan mati sekali
pun demi rakyat surabaya
saya siap sekali…
(kompas, 25 Okt 2015)

9/10/2019 74
Jika kita meneruskan apa yang
selalu kita lakukan, maka kita
akan mendapatkan apa yang
selalu kita peroleh
(Billi S. Lim)

TIADA GADING YANG TAK RETAK

TERIMA KASIH