Anda di halaman 1dari 33

MINI PROJECT

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG


MALARIA DENGAN ANGKA KEJADIAN MALARIA DI RT 01
KAMPUNG BUTON
JANUARI – FEBRUARI 2019

Disusun oleh
dr. Astrid Abrahams
dr. David C. Haurissa
dr. Eka Rachmawati
dr. JuwitaV. Ginting
dr. Nur Fajri Ramadhan
dr. Yayu Damaiyanti Ayomi

PEMERINTAH KOTA JAYAPURA


DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS TWANO ENTROP
2019
LATAR BELAKANG
 Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit infeksi
yang memberikan morbiditas yang cukup tinggi di dunia

 Merupakan infeksi yang ke-3 teratas dalam jumlah


kematian.

 Walaupun di beberapa Negara sudah maju tidak dijumpai


lagi infeksi malaria, tetapi lebih dari 106 negara di dunia
masih menangani infeksi malaria, khususnya di
daerah tropic
 Kawasan Asia Tenggara terdapat 1,4 miliar penduduk
beresiko terkena malaria, dan 352 juta pada resiko tinggi

 WHO (2014), kasus malaria di kawasan Asia Tenggara


dan Selatan tahun 2013 sebesar 1,5 juta kasus.

 Proporsi malaria tertinggi dari jumlah kasus tahun 2013


adalah India (58%), Myanmar (22%) dan Indonesia
(16%). (Mahmudi, 2015).
 Angka kematian malaria di Indonesia cukup tinggi,
mencapai 250 juta

 5 provinsi dengan insiden dan prevalensi tertinggi adalah


:
1. Papua (9,8% dan 28,6%).
2. Nusa Tenggara TImur (6,8% dan 23,3%).
3. Papua Barat (6,7% dan 19,4%).
4. Sulawesi Tengah (5,1% dan 12,5%).
5. Maluku (3,8% dan 10,7%).
 Upaya promotif dan preventif merupakan salah satu
strategi yang diutamakan oleh Kementrian Kesehatan
meningkatkan pelayanan kesehatan, salah satunya
dengan cara mengukur dan memberikan
pengetahuan.

 Pengetahuan yang cukup terhadap malaria, baik


tentang gejala, pengobatan, dan pencegahan,
diharapkan bisa menekan angka kejadian malaria.
• “ Adakah hubungan tingkat pengetahuan tentang malaria dengan angka
Rumusan kejadian malaria di rt 01 kampung buton periode januari – februari 2019?”
Masalah

• Tujuan Umum
• Untuk melihat apakah ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan angka kejadia malaria di
kampung buton.
• Tujuan Khusus
Tujuan • Untuk mengetahui gambaran pengetahuan warga tentang malaria di kampung buton.
Penelitian • Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan warga tentang malaria dengan angka
kejadian malaria di kampung buton periode Januari 2019.

• Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan tugas miniproject internsip dokter di
puskesmas.
• Sebagai sumbangan ilmiah dan informasi dalam memperkaya hasanah ilmu pengetahuan
serta merupakan bacaan bagi peneliti berikutnya.
• Sebagai bahan masukan bagi institusi terkait guna lebih memberikan dorongan dalam
Manfaat pencegahan malaria.
Penelitian • Sebagai aplikasi ilmu yang diperoleh serta merupakan pengalaman berharga bagi
peneliti dalam memperluas wawasan dan pengetahuan.
TINJAUAN PUSTAKA
• Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini
terjadi setelah seseorang melakukan pengindraan
PENGETAHUAN terhadap objek tertentu. (Ferry Efendi dan
Makhfudli, 2009)
• Menurut Notoatmodjo, (2007) domain kognitif yang
mempunyai enam tingkatan pengetahuan sebagai berikut:
• Tahu (Know)
Tingkatan • Memahami (Comprehension)
pengetahuan • Aplikasi (Aplication)
• Analisis (Analysis)
• Sintesis (Sinthesis)
• Evaluasi (Evaluation)

• Menurut Notoatmojo (2010) ada beberapa faktor yang


mempengaruhi pengetahuan seseorang, yaitu :
Faktor – faktor • Pendidikan
yang • Media massa / informasi
mempengaruhi • Sosial budaya dan ekonomi
pengetahuan • Lingkungan
• Pengalaman
• Usia
Menurut Nursalam (2008), kriteria untuk menilai
tingkat pengetahuan dibagi menjadi tiga kategori

Tingkat pengetahuan tinggi apabila


skor atau nilai : 76 – 100 %

Tingkat pengetahuan sedang apabila


skor atau nilai : 56 – 75 %

Tingkat pengetahuan rendah apabila


skor atau nilai : < 56 %
MALARIA
 Definisi :
Malaria penyakit menular yang
disebabkan oleh parasite (protozoa) dari genus
plasmodium, yang dapat ditularkan melalui
gigitan nyamuk anopheles (Depkes RI,2008)
Etiologi
• Gejala demam timbul intermiten dan dapat kontinyu.
Malaria Falsiparum.
• Jenis malaria ini paling sering menjadi malaria berat yang
Disebabkan oleh Plasmodium falciparum. menyebabkan kematian.

• Gejala demam berulang dengan interval bebas demam 2 hari.


Malaria Vivaks.
• Telah ditemukan juga kasus malaria berat yang disebabkan oleh
Disebabkan oleh Plasmodium vivax. Plasmodium vivax.

• Manifestasi klinis biasanya bersifat ringan. Pola demam seperti


Malaria Ovale. pada malaria vivaks.
Disebabkan oleh Plasmodium ovale.

• Gejala demam berulang dengan interval bebas demam 3 hari.


Malaria Malariae.
Disebabkan oleh Plasmodium malariae.

• Gejala demam menyerupai malaria falsiparum.


Malaria Knowlesi.
Disebabkan oleh Plasmodium knowlesi.
Gejala klasik malaria yang umum terdiri dari tiga
stadium (TRIAS MALARIA)
Masa Inkubasi

Jenis Plasmodium Masa Inkubasi


Cara Penularan

Plasmodium falciparum 9 – 12 (12 hari)  Penularan secara


alamiah (natural
Plasmodium vivax 12 – 17 (15 hari) infection)
 Penularan tidak
Plasmodium ovale 16 – 18 (17 hari)
alamiah (not
Plasmodium malariae 18 – 40 (28 hari) natural infection)

Plasmodium knowlesi 9 – 12 (12 hari)


DIAGNOSIS
 Diagnosis malaria ditegakkan dengan
melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik,
pemeriksaan laboratorium.

 Diagnosis pasti malaria harus ditegakkan


dengan pemeriksaan sediaan darah secara
mikroskopis atau uji diagnostik cepat (Rapid
Diagnostic Test = RDT).
Penatalaksanaan Malaria
Pengobatan Malaria falsiparum dan malaria knowlesi Pengobatan Malaria vivax menurut berat badan
menurut berat badan dengan DHP dan Primakuin dengan DHP dan Primakuin

Pengobatan infeksi campur P. falciparum + P. vivax/P. ovale


dengan DHP + Primakuin
KERANGKA KONSEP
“Ada Hubungan tingkat
pengetahuan dengan
angka kejadian malaria di
kampung buton 2019 ”

HIPOTESIS PENELITIAN
• Penelitian analitik dengan metode
Rancangan
Penelitian pendekatan menggunakan rancangan
cross sectional.

Lokasi • Penelitian ini dilaksanakan di


dan Waktu RT 01 Kampung Buton pada
Penelitian Februari 2019.
• Populasi
• Warga RT 01 Kampung Buton sebesar
150 KK.
Subyek • Sampel
Penelitian • Sampel sebanyak 109 KK (perhitungan
menggunakan rumus Slovin)
• Teknik pengambilan sampel
• Simple random sampling

• Variabel terikat
Variabel • Kejadian Malaria.
Penelitian • Variabel bebas
• Tingkat Pengetahuan
Definisi operasional
Variabel Definisi Operasional Kategori/kriteria Alat Ukur Skala

Bebas : Tingkat pengetahuan adalah Tahu sekali : Kuisioner Ordinal


kemampuan menjawab dengan bila jawaban
Tingkat benar 14 pertanyaan dalam benar > 75%
pengetahuan kuesioner tentang: pengertian
malaria, penyebab malaria, Tahu :
penyebaran, cara penularan, gejala bila jawaban
klinis, pengobatan, pencegahan Benar 56 – 75%.
dengan kategori:
Tahu sekali; KurangTahu :
Tahu; bila jawaban
Kurang tahu; benar < 56%.

Terikat : Gambaran tentang frekuensi Malaria : bila res-ponden Kuesioner Nominal


penderita Malaria yang ditemukan sedang dan /masih
Kejadian pada suatu waktu tertentu di suatu menderita malaria pada
Malaria kelompok masyarakat. Januari – Februari 2019;

Tidak malaria : bila


responden menyatakan
tidak pernah menderita
Malaria.
Saving Data entry

Coding Cleaning

Teknik
Editing Pengolahan Tabulating
Data

Analisis Data

Analisis data yang digunakan pada penelitian


ini menggunakan analisis univariat dan bivariat.
Gambaran Umum Tempat Karateristik Responden
Penelitian Umur responden
Kampung Buton terletak Umur Frekuensi Persentase %
di daerah ketinggian Bukit 18 – 33 tahun
Skyline. Warga yang 34 – 49 tahun
28 26
51 47
bermukin di kampung itu
heterogen, mulai dari 50 - 65 tahun
30 27

suku Buton, Jawa hingga Total


109 100

masyarakat asli Papua.


Umur

27% 26% 18 - 33 tahun


34 - 49 tahun
50 - 65 tahun
47%
Tingkat pendidikan Pekerjaan

Tingkat Pendidikan Frekuensi Persentase % Tingkat Pendidikan Frekuensi Persentase %

SD 44 40 Pegawai Negeri 4 3

SMP 40 37 Karyawan swasta /


wiraswasta 53 49
SMA /
PerguruanTinggi 25 23
Ibu rumah tangga 52 48

Total 109 100 Total 109 100


Tingkat Pengetahuan Angka Kejadian Malaria

Tingkat Frekuensi Presentase % Tingkat Frekuensi Presentase %


Pengetahuan Pengetahuan
Malaria 50 46
Tahu Sekali 22 20

Tahu 28 26 Tidak Malaria 59 54

Kurang Tahu 59 54
Total 109 100
Total 109 100
H0: Tidak ada hubungan antara tingkat
pengetahuan dengan kejadian
malaria di RT 01 Kampung Buton,
ANALISIS

KelurahanEntrop, Kota Jayapura.

H1: Terdapat hubungan antara tingkat


pengetahuan dengan kejadian
malaria di RT 01 Kampung Buton,
Kelurahan Entrop,Kota Jayapura.
Angka Kejadian Malaria menurut
Tingkat Pengetahuan

Kejadian Malaria

Tingkat
Total p value
Pengetahuan Malaria Tidak Malaria

Tahu Sekali 10 (45,4%) 12 (54,6%) 22 (100%)

Tahu 12 (42,9%) 16 (57,1%) 28 (100%)


0,774

Kurang Tahu 28 (47,5%) 31 (52,5%) 59 (100%)

Total 50 (100%) 59 (100%) 109 (100%)


Malaria masih menjadi permasalahan
utama dalam kacamata kesehatan dunia

Terdapat dua faktor yang berpengaruh terhadap kejadian


malaria  faktor intrinsik yang berasal dari individu
dan faktor ekstrinsik yang berasal dari lingkungan
• Notoatmodjo (2003) pengetahuan yang bersifat kognitif merupakan
domain yang sangat penting bagi terbentuknya suatu tindakan.

• Tindakan yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada
perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan responden

Dari kenyataan ini, berarti tingkat


Menurut hasil analisis  tidak ada
pengetahuan bukan satu-satunya faktor
hubungan tingkat pengetahuan
risiko yang menyebabkan malaria di RT
dengan angka kejadian malaria di RT
01 Kampung Buton, kemungkinan ada
01 Kampung Buton.
faktor risiko lain yang mempengaruhi
Kebiasaan menggunakan kelambu

Kebiasaan pemakaian obat anti nyamuk

Pekerjaan

Lingkungan
Faktor inilah yang dapat menyebabkan daerah
Kampung Buton sebagai salah satu daerah
endemis malaria di Kelurahan Entrop.

Hal ini terbukti pada laporan bulan Januari – Februari


2019 angka kejadian Malaria di Kampung Buton
sebesar 85 kasus dari 295 kasus positif malaria di
wilayah kerja PuskesmasTwano
Kesimpulan
 Sebagian besar responden di RT 01 Kampung Buton, yaitu
sebanyak 54% bukan penderita Malaria dan sisanya sebanyak
46% pernah atau sedang menderita Malaria.
 Tingkat pengetahuan tentang Malaria terdistribusi sebagai
berikut: pada responden yang pernah atau sedang mengalami
Malaria, sebagian besar kurang tahu tentang penyakit Malaria
(47,5%). Sedangkan pada responden yang tidak malaria,
sebagian besar tahu tentang penyakit Malaria (57,1%).
 Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang
malaria dengan angka kejadian Malaria di RT 01 Kampung
Buton yang di tunjukkan dengan hasil uji Spearmen Correlation
diperoleh nilai Sig. = 0,774 (>0,05).
SARAN
Bagi subjek penelitian
 Perlunya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan agar penyebaran penyakit
Malaria dapat berkurang.
 Perlunya kesadaran masyarakat untuk mencegah gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu,
memakai obat anti nyamuk atau menghindari keluar saat malam hari.
 Perlu untuk mendorong peningkatan pemahaman tentang penyakit malaria dengan cara aktif mencari
informasi dari berbagai sumber terutama dari tenaga kesehatan setempat.
Bagi petugas kesehatan
 Diperlukan adanya tambahan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat khususnya tentang malaria.
Hal ini dapat dilakukan melalui sosialisasi pada saat PKK, Posyandu, atau pada saat ke Puskesmas.
 Perlunya evaluasi wilayah RT yang memiliki angka kejadian Malaria yang tinggi untuk membantu
memberi pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan agar terhindar dari Malaria.
 Kejasama dengan kader, tokoh masyarakat dan pihak – pihak lain untuk sosialisasi lebih lanjut
pentingnya menjaga lingkungan agar terhindar dari Malaria
Bagi penelitian selanjutnya
 Bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian tentang kejadian malaria diharapkan menggunakan
variabel bebas selain faktor pengetahuan, misalnya kebiasaan menggunakan kelambu, kebiasaan
menggunakan obat anti nyamuk, pekerjaan dan lingkungan.