Anda di halaman 1dari 41

DISTILASI

Distilasi
Dalam proses distilasi, terjadi kontak antara fase uap yang volatile dan
fase liquid yang menguap
Contoh:
• Distilasi larutan etanol-air, dimana uap mengandung konsentrasi
etanol yang lebih besar daripada di dalam liquid.
• Distilasi larutan amonia-air untuk menghasilkan uap yang kaya
amonia.
• Distilasi crude petroleum, beberapa fraksi seperti gasoline, kerosine,
dan heating oil didistilasi.
Metode Distilasi Sistem Biner
• Metode pertama :
Uap yang terbentuk dipisahkan langsung dan dikondensasi
Tidak ada kontak antara distilat dengan uap yang baru terbentuk
Contoh : equilibrium (flash) distillation
differential (simple) distillation
• Metode kedua :
Uap yang terbentuk dikondensasi, sebagian distilat dikembalikan
Terjadi kontak antara distilat dengan uap yang baru terbentuk
Contoh : fraksinasi
Kedua metode dapat terjadi pada kondisi batch/ kontinyu dan dilakukan
dengan distilasi steam.
Syarat pemisahan : komposisi uapnya harus berbeda dengan komposisi
liquidnya pada saat terjadi kesetimbangan
Data : kesetimbangan uap-cair dari sistem yang didistilasi

KURVA KESETIMBANGAN
Phase rule: F = C – P + 2
dimana: C = 2 (sistem biner, komponen A dan B)
P = 2 ( fase uap dan cair)
F = 2 – 2 + 2 = 2 (derajat kebebasan)
4 variabel dalam sistem :
• tekanan (P)
• konsentrasi A dalam liquid, x
• temperatur (T)
• konsentrasi A dalam uap, y
Design variabel: T dan P  komposisi: x, y tertentu
T dan x  P dan y tertentu
P dan y  T dan x tertentu

Bila tekanan telah ditetapkan, maka untuk sembarang harga x,


temperatur dan konsentrasi uap dapat diketahui
Data kesetimbangan biasanya dinyatakan dengan temperatur dan
konsentrasi pada tekanan konstan (diagram Txy)
Grafik antara konsentrasi fase uap, y dan konsentrasi fase liquid, x 
Kurva Kesetimbangan
𝑦𝐴 , 𝑦𝐵 𝑦𝐴 + 𝑦𝐵 = 1
A B

𝑃𝑉 𝑇𝑉

𝑃𝐿 𝑇𝐿
A B

Pada keadaan setimbang


• Kecepatan menguap =kecepatan mengembun
• Suhu, tekanan, dan fraksi/ komposisi tidak berubah
• 𝑇𝑉 =𝑇𝐿  kesetimbangan termal/ panas
• 𝑃𝑉 =𝑃𝐿  kesetimbangan mekanis
Bentuk dan sumber data kesetimbangan uap -
cair
1. Tabel X, Y, T pada P tertentu  Perry
2. Diagram
• Diagram X vs Y ( kurva Mc Cabe Thiele)  Perry
• Diagram T vs komposisi (X,Y)  Perry, Foust, Wankat
• Diagram entalpi (H,h) vs komposisi (X,Y) (Kurva Ponchon Savarit)  Foust, Wankat
3. Persamaan
• 𝑌𝐴 = 𝐾𝐴 𝑋𝐴 ; 𝑌𝐵 = 𝐾𝐵 𝑋𝐵 (Biner)
𝑌𝑖 = 𝐾𝑖 𝑋𝑖 (multi komponen)
Dimana 𝐾𝑖 = konstanta kesetimbangan
f(T,P,i)  fig. 13.14 Perry
• Hukum Raoult – Dalton
Raoult: 𝑃𝑖 = 𝑋𝑖 .𝑃𝑖° 𝑃𝑖 = tekanan parsial
Dalton: 𝑃𝑖 = 𝑌𝑖 .𝑃 𝑃𝑖° = tekanan uap murni
𝑃𝑖° 𝑋𝑖
𝑌𝑖 = 𝑃 = tekanan total
𝑃
Persamaan Antoine
𝐵
log 𝑃𝑖° = A-
(𝑇+𝐶)
• Relative volatility
Rasio konsentrasi A pada uap menuju liquid terhadap rasio konsentrasi
B pada uap menuju liquid
𝐾𝐴 𝑃𝐴°
𝛼𝐴𝐵 = ൗ𝐾𝐵 = ൗ𝑃°
𝐵
Kesetimbangan Uap – Cair
• Bubble point
Suhu saat campuran cairan mulai menguap (pertama kali terbentuk
sebuah gelembung di permukaan cairan). Campuran cairan disebut cair
jenuh.
Σyi = 1
• Dew point
Suhu saat campuran cairan mulai mengembun (pertama kali terbentuk
sebuah droplet). Campuran uap pada kondisi ini disebut uap jenuh.
Σxi = 1
• Boiling point
Titik embun = titik uap
Campuran Azeotrop
Campuran yang mempunyai komposisi di fase uap yang sama dengan
komposisi di fase cair
𝑋𝐴 = 𝑌𝐴  T bubble point = T dew point
• Minimum boiling azeotrop
T azeotrop < T boiling point komponen
• Maksimum boiling azeotrop
T azeotrop > T boiling point komponen
 See fig 11.1-3 GK
Simple Batch (Differential) Distillation
Dalam waktu dt, terjadi kesetimbangan uap dan
liquid, tetapi secara keseluruhan distilat total tidak
berkeseimbangan dengan residu akhir.

Bila 𝑛0 : jumlah mol campuran awal dalam


bejana
n : jumlah mol residu pada waktu t
x : fraksi mol komponen A dalam residu
y : fraksi mol komponen A dalam distilat

Maka jumlah mol komponen A dalam residu


𝑛𝐴 = nX
Asumsi bahwa sejumlah kecil liquid, dn mol menguap, maka jumlah mol A dalam uap ini, -𝒅𝒏𝑨
akan menjadi – y dn mol dalam uap
Differensiasi 𝑛𝐴
𝑑𝑛𝐴 = d(xn) = ndx + xdn
ydn = ndx + xdn
Atau
𝑑𝑛 𝑑𝑥
=
𝑛 𝑦−𝑥
Integrasi dari 𝑛0 menjadi 𝑛1 dan dari 𝑥0 sampai 𝑥1 , maka
𝑛0 𝑑𝑛 𝑥 𝑑𝑥 𝑛 𝑥 𝑑𝑥
‫𝑛׬‬ = ‫ 𝑥׬‬0 ln 0 = ‫ 𝑥׬‬0 Persamaan Rayleigh
1 𝑛 1 𝑦−𝑥 𝑛1 1 𝑦−𝑥
Bila relative volatility (α) konstan, maka dapat diturunkan hubungan lain dalam differential
distillation
Misal 𝑛0𝐴 : jumlah mol A mula – mula
𝑛0𝐵 : jumlah mol B mula – mula
𝑛𝐴 : jumlah mol A dalam residu
𝑛𝐵 : jumlah mol B dalam residu
-𝑑𝑛𝐴 : -y dn, penguapan sejumlah kecil mol A dalam uap
-𝑑𝑛𝐵 : -(1-y) dn, jumlah mol B dalam uap
𝑑𝑛𝐴 𝑦
Jadi =
𝑑𝑛𝐵 1−𝑦
𝑦𝐴 /𝑥𝐴
Substitusi pers. α=
𝑦𝐵 /𝑥𝐵
𝑑𝑛𝐴 𝑥
Maka =α
𝑑𝑛𝐵 1−𝑥
𝑛𝐴 𝑛𝐴
Karena x = dan 1–x =
𝑛𝐴 +𝑛𝐵 𝑛𝐴 +𝑛𝐵
𝑑𝑛𝐴 𝑑𝑛𝐵
Maka =α
𝑛𝐴 𝑛𝐵
Integrasi persamaan diatas
1
𝑛𝐵 1 𝑛𝐴 𝑛𝐵 𝑛𝐴 α
ln = ln atau =
𝑛0𝐵 α 𝑛0𝐴 𝑛0𝐵 𝑛0𝐴
Plot pada skala log dengan ordinat 𝑛𝐴 /𝑛0𝐴 diperoleh garis lurus dengan
slope 1Τα
Soal
• Suatu campuran 100 mol yang terdiri dari 50% mol n-pentana dan
50% mol n-heptana, dilakukan didistilasi differensial pada 101.3 kPa
hingga 40 mol terdistilasi. Berapa komposisi rata-rata uap (total) yang
terdistilasi dan komposisi liquid yang tertinggal? Data kesetimbangan
uap-cair bisa dilihat pada Tabel Geankoplis
DISTILASI
FLASH DISTILLATION
Proses Diagram Alir Distilasi Flash
• Campuran berfase cair dipanaskan, kemudian tekanannya
diturunkan/ diekspansi menggunakan valve, akibat pressure drop ini
maka akan terjadi penguapan sebagian yang sangat cepat begitu
umpan masuk dalam tangki, sehingga fase cair tadi menjadi 2 fase
yaitu fase cair dan uap. Sistem ini disebut distilasi flash.
• Selanjutnya uap dan cairan dipisahkan dalam vessel/ drum.
Komponen yang lebih volatile akan banyak terdapat dalam fase uap.
Pada keadaan ini kondisi kesetimbangan tercapai dan mendekati satu
stage ideal/ seimbang. Artinya arus yang keluar dari alat ini dalam
keadaan jenuh. Pada suhu dan tekanan tertentu, Xi
berkesetimbangan dengan Yi.
Neraca Massa dan Panas
• Neraca Massa Total
F=V+L
• Neraca Massa Komponen
F 𝑥𝐹 = V 𝑦𝐷 + L 𝑥𝐵
𝑉 𝑥𝐹 −𝑥𝐵
• 𝑥𝐹 = 𝑉
𝑦
𝐹 𝐷
+ 𝐹−𝑉
𝐹 𝐵
𝑥 =
𝐹 𝑦𝐷 −𝑥𝐵
𝑉
• (𝑦𝐷 − 𝑥𝐵 ) = 𝑥𝐹 − 𝑥𝐵
𝐹
𝐹
Atau 𝑦𝐷 − 𝑥𝐵 = (𝑥𝐹 − 𝑥𝐵 )
𝑉
𝐹 𝐹
𝑦𝐷 = 𝑥𝐹 − − 1 𝑥𝐵
𝑉 𝑉
• Bila f =V/F, fraksi mol feed yang menguap, dan mengganti 𝑦𝐷 dan 𝑥𝐵 dengan y
dan x, maka
𝑥𝐹
y = - 1−𝑓𝑓
x
𝑓
• Material balance line, garis lurus dengan slope [-(1-f)/f] dan memotong kurva
kesetimbangan pada x = 𝑥𝐵 dan y = 𝑦𝐷 serta memotong garis diagonal (y=x) pada
x = 𝑥𝐹
• Kesetimbangan
𝑌𝑖 = 𝐾𝑖 𝑋𝑖
𝐾𝑖 = f(P,T,i)
• Neraca Panas
F ℎ𝐹 = L ℎ𝐿 + V 𝐻𝑣
Σ𝑌𝑖 = 1 Σ𝑋𝑖 = 1 Σ𝑌𝑖 -Σ𝑋𝑖 = 0
𝑍𝑖 𝐾𝑖∗𝑍𝑖
𝑋𝑖 = 𝑉 𝑌𝑖 = 𝑉
1+(𝐾𝑖−1)𝐹 1+(𝐾𝑖−1)𝐹
(𝐾𝑖−1)∗𝑍𝑖
σ𝑖1 𝑉
1+(𝐾𝑖−1)𝐹
Soal
Suatu campuran 50% mol benzene dan 50% mol toluene dilakukan
distilasi flash pada tekanan separator 1 atm. Data kesetimbangan uap-
cair ditunjukkan pada tabel 11.1-1 Geankoplis. Plot besaran-besaran
berikut sebagai fungsi f (fraksi uap)
• Temperatur dalam separator
• Komposisi cairan meninggalkan separator
• Komposisi uap meninggalkan separator
DISTILASI
DISTILASI FRAKSINASI
SKEMA MENARA DISTILASI
V1

Qc
V1 L0 D, xD
L0 hD
R = L0
V2 x0 = xD
F, ZF L1
h0 = hD D
hF V1 = L0 + D
H1 = Qc + L0 + h0 +hD D
QR

B, xB
hB
NERACA MASSA dan PANAS
• Neraca massa total
F = B +D (1)
• Neraca massa komponen
F zF = B xB + D xD (2)
• Neraca panas di sekitar Menara Distilasi
F hF + QR = B hB + D hD + QC (3)
Nilai yang belum diketahui pada persamaan (3) adalah QR dan QC, maka
dibutuhkan 1 persamaan neraca panas lagi, yaitu di sekitar kondenser/
reboiler
Neraca di Sekitar Kondenser Total
• Neraca massa total
V1 = L0 + D
R = L0/D
Jika nilai R dan D diketahui, maka nilai V1 dan L0 dapat dievaluasi
• Neraca panas
V1 H1 = D hD + L0 h0 + QC
H1 = f (Y1, T1, uap jenuh)
h0 =hD = f(xD, TD, cair jenuh)
Dengan neraca panas diatas, QC dapat dievaluasi
Contoh Soal
• Suatu menara distilasi digunakan untuk memisahkan etanol-air pada
tekanan 1 atm. Menara dilengkapi dengan kondensor total dan
reboiler parsial. Umpan berupa cair jenuh sebesar 1000 lbmol/ jam
yang terdiri atas 30% (lbmol) etanol dan sisanya air. Diinginkan hasil
bawah menara distilasi 5% (lbmol) etanol dan hasil atas menara
distilasi 80% (lbmol) etanol. Jika diketahui refluks rasio adalah 2,
tentukan D, B!
Persamaan Garis Operasi Seksi Enriching
𝑉𝑛+1 𝑦𝑛+1 = 𝐿𝑛 𝑋𝑛 + 𝐷 𝑋𝐷

L dan V konstan  L1 = L2 = L3 = Ln = L
V1 = V2 = V3 = Vn = V

𝐿 𝐷 𝐿
𝑦𝑛+1 = 𝑉
𝑥𝑛 + 𝑥𝐷
𝑉
dimana 𝐷
=𝑅= refluks

𝑅 𝑋
𝑦𝑛+1 = 𝑅+1
𝑋𝑛 + 𝐷
𝑅+1
V1
𝑉𝑛+1 = 𝐿𝑛 + 𝐷
𝑉𝑛+1 𝑦𝑛+1 = 𝐿𝑛 𝑋𝑛 + 𝐷 𝑋𝐷
V1 L0 D, xD 𝑦𝑛+1 = 𝑉𝐿 𝑋𝑛 + 𝐷𝑉 𝑋𝐷
L0 𝐿 𝐷 𝑋𝐷
= 𝐿+𝐷 𝑛
𝑋 + 𝐿+𝐷
V2 L1 x0 = xD 𝐿ൗ
h0 = hD 𝑦𝑛+1 = 𝐷 𝑋 + 1 𝑋𝐷
Vn Ln+1 1 𝑛 𝐿
F, ZF 𝐷
+1 +1
𝐷
𝑅 𝑋𝐷
𝑦𝑛+1 = 𝑋 +
𝑅+1 𝑛 𝑅+1
Vn+1 Ln
𝑅 𝑋𝐷
𝑦1 = 𝑋 +
𝑅+1 0 𝑅+1
Persamaan Garis Operasi Seksi Stripping

𝑉𝑚 = 𝐿𝑚1 + 𝐵
𝑉𝑚 𝑦𝑚 = 𝐿𝑚−1 𝑋𝑚−1 + 𝐵 𝑋𝐵

F, ZF
Vm Lm-1

B, xB
Arus Bahan di Sekitar Umpan
F + L + 𝑉ത = 𝐿ത + V

F 𝑧𝐹 + (L - 𝐿ത )xi = (V-𝑉)
ത yi

V L
𝐿ത −𝐿
q=
𝐹

𝑞 1
yi = xi - 𝑧𝐹
𝑞−1 𝑞−1

𝑉ത 𝐿ത 𝐿−𝐿ത 𝐹
yi = xi + 𝑧
𝐹+(𝐿−𝐿ത ) 𝐹+(𝐿−𝐿ത ) 𝐹
(𝐿−𝐿ഥ)
ൗ𝐹 1
= 𝐿−𝐿ഥ xi + 𝐿−𝐿ഥ 𝑧𝐹
1+( ) 1+( )
𝐹 𝐹

−𝑞 1
yi = xi + 𝑧
1−𝑞 1−𝑞 𝐹

𝑞 1
= xi - 𝑧
𝑞−1 𝑞−1 𝐹
Neraca Panas di Sekitar Feed Plate
ℎ𝐹 F + L HL + 𝑉ത 𝐻𝑉ഥ = 𝐿ത 𝐻𝐿ത + V 𝐻𝑉

𝐿−𝐿ഥ ഥ
𝐹+𝐿−𝐿
ℎ𝐹 + 𝐹
ℎ𝐿 = 𝐻𝑉 𝐹

ℎ𝐹 - q ℎ𝐿 = 𝐻𝑉 (1 − 𝑞)

𝐻𝑉 −ℎ𝐹 𝐻𝑉 −ℎ𝐹 𝐶𝑝𝐿 (𝑇𝑏 −𝑇𝑓 )


q= = =1+
𝐻𝑉 −ℎ𝐿 λ λ
Kondisi Umpan
• Cair jenuh, maka q = 1; ℎ𝐹 = ℎ𝐿 ; slope = ~ ; 𝑧𝐹 = tegak lurus
• Uap jenuh, maka q = 0; ℎ𝐹 = 𝐻𝑉 ; slope = mendatar ; 𝑧𝐹 =
mendatar
• Campuran uap&cair, maka 0<q<1; 𝐻𝑉 > ℎ𝐹 > ℎ𝐿 ; slope =
negatif
• Uap lewat jenuh, maka q < 0; H<ℎ𝐹 ; slope = 0<slope<1
• Cairan dingin, maka q > 1; ℎ𝐹 < ℎ𝐿 ; slope > 1
Contoh Soal
• Suatu menara distilasi menggunakan kondensor total dan reboiler
parsial dipakai untuk memisahkan campuran heptana dan etil
benzena dengan fraksi mol heptana 0,42. Menara distilasi
menghasilkan distilat dengan kemurnian 97% mol heptana dengan
residu kemurnian 99% mol etil benzena. Jika umpan cair jenuh,
dengan metode Mc Cabe Thiele tentukan jumlah stage jika R=1,8!
Data kesetimbangan campuran biner heptana dan etil benzena
x heptana = 0; 0,08; 0,185; 0,251; 0,335; 0,487; 0,651; 0,778; 0,914; 1
y heptana = 0; 0,233; 0,428; 0,514; 0,608; 0,729; 0,834; 0,904; 0,963; 1
Soal
• Suatu menara distilasi pada tekanan 1 atm dengan menggunakan
kondensor total dan reboiler parsial dipakai untuk memisahkan
campuran etanol air dengan fraksi mol etanol 0,2. Menara distilasi
menghasilkan distilat dengan kemurnian 80% mol etanol dan residu
dengan kemurnian 2% mol etanol. Jika umpan pada suhu 80°F dengan
metode Mc Cabe Thiele, tentukan jumlah stage pada R=5/3 dengan
laju alir umpan 1000 kmol/jam!
• Diketahui HF pada 80°F = 833.3 kJ/kg; H = 20833.3 kJ/kg; HL = 2916.7
kJ/kg
Batasan Operasi
• Reflux minimum
jumlah stage maksimum
slope <<<
intersept >>>
• Reflux total
jumlah stage minimum
garis operasi = garis diagonal
~ 𝑋𝐷
𝑌𝑛+1 = 𝑋𝑛 = 𝑋𝑛 +
~+1 ~+1
Advanced Binary Distillation
Sebelumnya kita pelajari konsep dasar perancangan menara distilasi
biner sederhana yaitu dengan sebuah arus umpan dilengkapi
kondensor total dan reboiler parsial
Di lapangan banyak dijumpai kemungkinan-kemungkinan susunan
menara distilasi yang tidak sederhana lagi, akan tetapi analisa/
perancangannya dapat dikembangkan berdasarkan metode Mc Cabe
Thiele
Advanced Binary Distillation
• Open steam distillation
• Distillation with two feeds
• Distillation with side stream
• Enriching distillation
• Stripping distillation
• Stripping distillation with open steam
Soal Open Steam Distillation
• Suatu menara distilasi digunakan untuk memisahkan metanol-air,
umpan berupa uap jenuh terdiri dari 50% mol metanol, kecepatan alir
umpan 1000 kmol/jam. Jika diinginkan 95% mol metanol di hasil atas
dan hasil bawah 5% mol metanol, tentukan kecepatan alir di distilat
dan bottom! Jika menara menggunakan kondensor total dan reboiler
parsial (P=1atm), tentukan jumlah stage pada R total dan jumlah stage
ideal jika R = 1,5 Rmin! Jika menara tidak menggunakan kolom
reboiler tetapi steam dimasukkan langsung ke dasar kolom, tentukan
jumlah stage ideal!
Soal Feed Ganda
Sebuah menara distilasi direncanakan untuk memisahkan campuran CS2-CCl4
pada tekanan 1 atm. Feed berasal dari dua tempat yaitu:
Feed 1 dengan rate 60 kmol/jam mengandung 30% mol CS2.
Feed 2 dengan rate 40 kmol/jam mengandung 80% mol CS2.
Produk atas dengan kadar 96% mol CS2 dikeluarkan dari total kondensor,
sedangkan produk bawah dengan kadar 2% mol CS2 diambil langsung dari
plate terbawah. Feed 1 berupa liquid jenuh dan feed 2 berupa uap jenuh. R
operasi = 1,5 dan efisiensi total = 60%
Hitunglah :
• Rate D dan B dalam kg/jam
• N total dan N aktual
• % recovery
Data kesetimbangan CS2 – CCl4 dalam fraksi mol

x y x y
0 0 0,3908 0,6340
0,0296 0,0823 0,5318 0,7470
0,0615 0,1555 0,6630 0,8290
0,1106 0,2660 0,7574 0,8780
0,1435 0,3325 0,8604 0,9320
0,2585 0,4950 1,0 1,0
Soal Side Stream
Suatu campuran etanol-air dengan kadar 16% mol etanol difraksinasi
secara kontinyu dalam sebuah fraksinator. Ada 3 macam produk dari
kolom ini:
• Produk atas (distilat) dengan kadar 77% mol etanol
• Produk bawah dengan kadar 2% mol etanol
• Produk samping (side stream) yang mengambil 25% dari etanol yang
masuk kolom sehingga kadarnya 50% mol etanol, dimana produk ini
dalam keadaan liquid jenuh.
Feed masuk dengan rate 200 kgmol/jam dalam keadaan liquid jenuh.
Menara dilengkapi dengan kondensor total dan reboiler parsial. Bila R
operasi = 2,0 tentukan jumlah plate ideal dan plate aktual bila efisiensi
total = 40%

Anda mungkin juga menyukai