Anda di halaman 1dari 16

KONSERVASI LINGKUNGAN

EKOSISTEM, MATERI DAN ENERGI

OLEH:
KELOMPOK 1 (SATU):
FEBI YULIA (1410941018)
ARIENDA MEIDIANA PUTRI (1510942012)
MAHDIAH ZULFA (1610941023)

DOSEN:
YOMMI DEWILDA, MT
OUTLINE

25% 25% 25% 25%


ENERGI RAMAH
EKOSISTEM MATERI DAN STUDI KASUS
LINGKUNGAN
ENERGI

SUCCESS
100%

Your Coffee Shop 2


EKOSISTEM
Ekosistem adalah tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur
lingkungan yang saling mempengaruhi

Ciri ekosistem adalah sebagai berikut,


1. Memiliki sumber energi yang konstan, umumnya cahaya
matahari atau panas bumi pada ekosistem yang
ditemukan di dasar laut yang dangkal.
2. Populasi makhluk hidup mampu menyimpan energi dalam
bentuk \ materi organik.
3. Terdapat daur materi yang berkesinambungan antara
populasi dan lingkungannya.
4. Terdapat aliran energi dari satu tingkat ke tingkat yang
lainnya.
Contoh ekosistem diantaranya, Ekosistem alami, hutan
Ekosistem binaan, agroekosistem Ekosistem buatan,
aquarium
MATERI

DEFENISI MATERI

Materi adalah segala segala sesuatu yang memiliki masa dan menempati ruang.
Perpindahan materi dari satu organisme yang dimakan ke organisma yang
memakannya. Organisme pemakan menunmpuk materi dalam tubuhnya untuk
pertumbuhan dirinya dan mengarur proses etabolisme. Materi mengalir ke pengurai
atau jasad renik dan demikian seterusnya.

HUBUNGAN EKOSISTEM DAN MATERI

Sebuah ekosistem dapat berfungsi dengan adanya aliran materi dan energi.
Aliran tersebut mengalir dari mata rantai yang satu ke mata rantai dalam suatu
rantai makanan

HUBUNGAN MATERI DAN ENERGI


Sebuah ekosistem dapat berfungsi dengan adanya aliran materi dan
energi. Aliran tersebut mengalir dari mata rantai yang satu ke mata
rantai dalam suatu rantai makanan

Your Coffee Shop 4


ENERGI ENERGI RAMAH LINGKUNGAN
Bersamaan dengan aliran materi dalam peristiwa
makan memakan terjadi pula aliran energi. Aliran Lingkungan dan Terbarukan Energi ramah lingkungan adalah sumber energi dan
energi adlah rangkaian urutan perpindahan bentuk tenaga yang ramah terhadap lingkungan. Khususnya, sumber-sumber energi
energi satu ke energi lainnya yang dapat diperbaharui dan tidak mencemari lingkungan.
Sumber energi baru adalah sumber energi yang dapat dihasilkan oleh teknologi
baru baik yang berasal dari sumber energi terbarukan maupun sumber energi
Siklus energi dlaam ekosistem berlangsung tidak berubah bentuk dan tak terbarukan. Sumber energi terbarukan adalah sumber energi yang ramah
tidak hilang. Hal ini dinamakan hukum kekekalan energi atau hukum lingkungan dan tidak mencemari lingkungan, dimana sumber energi tersebut
termodinamika. dihasilkan dari sumber daya energi yang berkelanjutan jika dikelola dengan baik.
Hukum Termonidinamika I menyatakan energi dapat diubah darisatu Energi terbarukan adalah energi yang digunakan dan apabila habis dapat
bentuk menjadi bentuk lainnya tetapi tidak dapat dimusnahkan. diperoleh lagi (terbarukan
Sedangkan Hukum Ternodinamika III menyatakan tidak ada proses Contoh air, sinar matahari dan angin terdapat pula energi yang berasal dari
pengubahan energi secara sempurna. Sumber energi bermacam- makhluk hidup. Termasuk energi sering disebut juga sebagai biomassa, yang
macam. Matahari adalah sumber energi utama kehidupan sebagai salah satu contohnya adalah minyak jelantah.
)
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ENERGI RAMAH LINGKUNGAN

KELEBIHAN KELEMAHAN
1. Ketersediaan teknologi untuk efisiensi penyimpanan energi yang masih
1. Energi yang dihasilkan tidak akan habis dan selalu tersedia sehingga tidak
terbatas.
akan terjadi krisis kelangkaan.
2. Biaya instalasi awal untuk pembangkit listrik dari energi alternatif relatif
2. Energi alternatif tidak menghasilkan limbah yang akan membahayakan
tinggi atau mahal.
lingkungan dalam jangka panjang.
3. Sumber energi alternatif sangat tergantung pada faktor-faktor alami.
3. Sumber energi hanya membutuhkan biaya awal untuk instalasi sehingga
4. Pembangkit dari sumber energi alternatif belum bisa beroperasi
untuk kemudian dapat berjalan dengan sendirinya secara gratis.
seefisien sumber energi konvensional. Teknologi yang tersedia saat ini
4. Memiliki pasokan energi yang melimpah..
belum cukup mampu menggantikan energi konvensional dengan energi
5. Tidak mencemari lingkungan.
alternatif.

Your Coffee Shop 6


CONTOH ENERGI RAMAH LINGKUNGAN

PIEZOELEKTRIC
HYDRO POWER

PANAS BUMI

MATAHARI
• ETHANOL

• BIODIESEL

• ENERGI TIDAL

• GELOMBANG LAUT

• DLL BIOFUEL& BIOMASSA


Methanol
Your Coffee Shop 7
KONVERSI LIMBAH PLASTIK MENJADI MINYAK SEBAGAI
BAHAN BAKAR ENERGI BARU TERBARUKAN

PERMASALAHAN
1. produksi plastik di seluruh dunia meningkat
2. Limbah plastik ini tidak mudah terurai di lingkungan dan memerlukan perlakuan khusus untuk
pengolahannya
3. Sumber pencemaran lingkungan TERBESAR

SOLUSI
1. Diperlukan pengolahan limbah plastik yang aman bagi manusia dan lingkungan.
2. Proses pengolahan limbah plastik menjadi minyak setara bensin dan solar diharapkan menjadi solusi mengatasi
masalah kebutuhan energi untuk kelangsungan hidup manusia.
3. Hal sejalan dengan program di negaranegara maju yaitu tentang pengembangan energi terbarukan atau energi
baru terbarukan
PROSES KONVERSI LIMBAH PLASTIK

Bahan:
1. limbah plastik LDPE (Low Density Polyethylene).
Plastik LDPE (Low Density Polyethene). Contoh:
penggunaan yang sering kita jumpai ialah Kresek
Plastik, Botol Plastik, Pipa Plastik dan Mainan Plastik
yang biasa kita lihat
2. Zeolit alam sbg Katalis
Alat Uji :
1. Bacth Temperatur 400° C.
Prinsip yang digunakan:
Proses pirolisis yaitu proses pemberian kalor tanpa
disertai oleh adanya udara atau oksigen dan murni
karena adanya perpindahan panas, konduksi, konveksi
dan radiasi. Produk yang dihasilkan dari proses pirolisis
degradasi termal kemudian mengalir melalui kondensor
menuju ke penampung minyak.
PROSES KONVERSI LIMBAH PLASTIK

Metode Pengujian
1. Limbah plastik yang sudah ditimbang
dimasukan ke dalam reaktor, diisi katalis
natural zeolite sebarat 100 gr dipanaskan
terlebih dahulu hingga 450 °C
untukmengaktifkan katalis
2. Nyalakan Reaktor Batch suhu 400 °C .
3. Terjadi proses pirolisis
4. Dalam kondenser terjadi kondensasi paksa,
karena gas melewati tabung yang dialiri air
pada temperatur ruangan dengan debit
tertentu yang konstan
5. Setelah gas mulai berkurang dan tidak ada lagi
tetesan minyak pada tabung penampung,
proses dihentikan
Hasil Pengujian
1. Karakteristik Minyak Pirolisis limbah plastik
• Pirolisismenggunakan katalis natural zeolite fresh yang sudah dikalsinasi menghasilkan produk cair
sebesar 24,64%,produk gas sebesar 51,65% dan produk padatsebesar 24,64% (persentase massa)
• Hasil pengujian properties minyak pirolisis limbah plastik LDPE dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2. Properties minyak pirolisis dan biosolar

Karakteristik Satuan Biosolar WPO


Specific Gravity at
- 0.8445 0,7993
60/60 of
Viscosity
Kinematic at mm2/s 4.012 1,836
40 oC
Flash Point
oC 66.5 ∗)
PM.c.c
Pour Point oC 6 27
Cloud Point oC 4.0 ∗∗)
Water Content % vol Trace 1,04
Ash Content % wt 0.076 0,065
Density kg/l 0.8445 0,7993
Nilai Kalor MJ/kg 45,22 45,79

Your Coffee Shop 11


2. Distribusi Rantai karbon (uji GC-MS) Gas Chromatography Mass Spectroscopy
• Pengujian menggunakan GC-MS (Gas Chromatography Mass Spectroscopy) diperlukan untuk
mengetahui jumlah dan kandungan unsur hidrokarbonnya
• Hasil uji GC-MS, terlihat bahwa sampel minyak pirolisis mengandung banyak senyawa, hal ini bisa
diketahui dari banyaknya puncak (peaks) dalam spektra GC tersebut. Setiap peaks menggambarkan
senyawa kimia yang terkandung dalam sampel.
• Hasil penelitian menunjukan bahwa sampel minyak pirolisis limbah plastik akan menghasikan
kecenderungan pembentukan unsur hidrokarbon yang bervariasi dari proses pirolisi
• Peaks yang tercatat terdapat 114. Banyaknya peaks yang muncul mengindikasikan bahwa kandungan
kimia yang terkandung dalam minyak pirolisis sangat bervariasi

Tabel 3. Data GC WPO temperatur 400 oC


Nama Nomor
Area Formula Formula
Peaks Senyawa Atom PONA
(%) Kimia Dasar
Kimia C

3 2,21 BUTANOL C5H12 CnHn+2 5 Paraffin


9 3,26 BENZENE C6H6 CnHn 6 Aromatic
13 3,1 HEPTYNE C7H12 CnH2n-2 7 Acetylene

TRICOSAN
58 1,64 C23H48 CnH2n+2 23 Paraffin
E

TRICOSAN
92 2,66 C23H48 CnH2n+2 23 Paraffin
E

Your Coffee Shop 12


3. Distribusi Senyawa Hidrokarbon (PONA : Parafin, Olefin, Napthane, Aromatic dan Acetylene)
• Adalah pengamatan terhadap klasifikasi senyawa hidrokarbon
• Hasil pengamatan menunjukkan bahwa komposisi bahan baku plastik pada proses pirolisis
menentukan arah kecenderungan pembentukan senyawa-senyawa hidrokarbon yang dihasilkan
• Hasil Menunjukkan Senyawa yang terbentuk adalah parafin dimana Senyawa parafin memiliki kualitas
pembakaran terbaik, sebalikya senyawa aromatic memiliki kualitas pembakaran yang buruk untuk
motor diesel. Senyawa parafin biasanya cenderung memiliki massa jenis bahan bakar yang rendah
namun memiliki nilai kalori yang lebih besar relatif dibandingkan dengan bahan bakar dari senyawa
napthane

Your Coffee Shop 13


4. Kesetimbangan energi (energy balance) dari proses pirolisis
• Energi termal yang dihasilkan tidak sebanding dengan energi listrik yang dibutuhkan meskipun secara kuantitatif
memiliki jumlah yang sama

Tabel 4. Konsumsi energi listrik yang diperlukan padaproses pirolisis

Your Coffee Shop 14


KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat


ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Metode pirolisis dapat dikembangkan sebagai salah satu cara mengolah limbah plastik, metode ini selain dapat
mengurangi jumlah limbah plastik juga dapat merubahnya menjadi minyak pirolisis plastik yang dapat dikembangkan
menjadi bahan bakar minyak alternatif yang memiliki kualitas yang setara dengan bahan bakar minyak komersial.
2. Pengunaan katalis menurunkan produk cair dan meningkatkan produk gas
3. Minyak pirolisis dari bahan baku plastik tunggal memiliki properti minyak yang terbaik dilihat dari massa jenis yang
rendah, viskositas kinematis yang rendah dan nilai kalori tinggi. Pengujian produk cair dari limbah plastik
menggunakan GC-MS menunjukkan komponen hidrokarbon berada pada rentang C4-C44

Your Coffee Shop 15


THANK YOU!
Your Coffee Shop 16