Anda di halaman 1dari 37

KONSEP PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI

KERACUNAN PANGAN DAN PENGAMANAN


SAMPEL SPESIMEN UNTUK UJI
LABORATORIUM

Oleh :
Hary Satrisno, SKM., MPH.
Epidemiologist Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas

Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas


Provinsi Kalimantan Tengah
2019
Pendahuluan
Bahan baku

Peracikan
Pengolaha Pencucian
n
Pemasakan
Pembungkusan/
pewadahan 1. Kel usaha, Individu
1. Hygiene
2. Masyarakat
1. Orang 2. Sanitasi
Transporta 3. Pemerintah
Makanan Pengelolaan 2. Tempat

Pengetahuan, sikap, Peilaku


si

Pengeambilan sampel
3. Waktu
 Host
 Environmental
 Agent
1. Orang  Sarana prasaran
Penyajian 2. Tempat  Peralatan
3. Waktu  SDM

Tindaklanjut
Rekomendasi
Area kajian
Kebijakan
KOORDINASI SANGAT PENTING

Agent Agent

Sumber Sumber

Media Media
PENANGANAN SAMPEL

I. PENGAMANAN SAMPEL

II. PENGAMBILAN SAMPEL

III. PENGEMASAN SAMPEL

IV. PENGIRIMAN SAMPEL


I. Pengamanan sampel
• Lokasi :
sumber cemaran, tempat terjadinya KLB

• Petugas pengambil sampel :


Petugas unit pelaksana kesehatan:
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
Peralatan pengamanan sampel seperti:
• sendok,
• spatula, yang akan digunakan
• pisau, sebagai pengaman sampel
• kantung plastik, harus dalam kondisi steril
• wadah gelas
Prosedur :
1) Identifikasi jenis sampel pangan yang
terkait dengan keracunan pangan :
• bahan mentah,
• setengah jadi,
• atau pangan siap santap
2. Kelompokkan sampel berdasarkan
wujudnya :
• sampel padat,
• sampel cair

3. Amankan sampel di tempat kejadian


kasus keracunan
•Sampel Penyebab Keracunan
1. Pangan restoran/ rumah makan
2. Pangan jasa boga/ catering
3. Pangan rumah tangga
4. Pangan jajanan
5. Pangan Industri Rumah Tangga (IRT)
6. Pangan non IRT (perusahaan)
7. Lain-lain : makanan atau minuman yang
diproduksi oleh dapur umum seperti
pesantren, asrama, panti asuhan, posko
bencana alam
Pengamanan Sampel
1) Jika sampel adalah pangan restoran/
warung makan, jasa boga, pangan
rumah tangga, atau jajanan yang
dikemas (plastik, kertas nasi, kardus,
styrofoam, dll) :
 Ambil sampel dengan kemasannya
 Sampel jangan dibuka
2. Jika sampel adalah pangan restoran/
warung, jasa boga, pangan rumah
tangga atau jajanan yang tidak
dikemas :
Gunakan peralatan steril
Ambil sampel secara aseptis sebanyak +/-
200 g, masukkan sampel kedalam
kantung plastik steril
Tutup rapat/ ikat kemasan berisi sampel
Untuk sampel makanan cair atau
minuman :
Sampel harus diaduk atau dikocok
sebelum diambil agar homogen
Tuang sampel langsung dari wadahnya
+/- 200 mL ke dalam kantung plastik atau
wadah gelas bertutup steril
Tutup rapat kantung plastik
Beri label pada setiap sampel segera
setelah dikemas seperti :
nomor sampel
nama sampel
waktu pengamanan sampel
lokasi pengamanan sampel
petugas pengamanan sampel
3. Buat berita acara pengamanan sampel
pangan
4. Masukkan sampel (kecuali sampel
pangan IRT atau non IRT yang
diambil dengan kemasannya) ke
dalam boks pendingin dengan
ketentuan :
 Sampel dalam kantung plastik : diatur dalam
boks lalu diberi es pack
 Sampel pangan siap saji yang dikemas (kertas
nasi, kardus, styrofoam dll) : sampel dikemas
lagi dalam kantung plastik diatur dalam boks
lalu diberi es batu
5. Bawa sampel dengan alat
transportasi cepat ke tempat
penyimpanan sampel (puskesmas/
rumah sakit yang mempunyai
fasilitas pendingin)

6. Masukkan semua sampel di tempat


yang sesuai, disimpan di lemari
pendingin pada suhu 0-40C
II. Pengambilan Sampel
Prosedur :
Dipilih sampel pangan berdasarkan daftar
pangan yang dicurigai sebagai penyebab
keracunan pangan
Ditentukan jenis uji laboratorium yang diminta
Diambil sampel, dikemas, diberi label
Sampel tersebut harus disertai surat pengantar
pengujian sampel dan jenis uji yang diminta
Segera sampel dikirim ke laboratorium rujukan
sesuai dengan prosedur
Prinsip:
Pengambilan contoh makanan/ minuman
dilakukan secara ASEPTIS, guna
memastikan tidak terdapatnya organisme
penyebab kontaminasi, sehingga contoh
makanan yang diambil representatif
CARA PENGAMBILAN CONTOH
MAKANAN/ MINUMAN

1)Pakai masker dan sarung tangan


2)Nyalakan lampu bunsen
3)Untuk contoh makanan padat :
a) Sampel makanan dari piring saji diambil secara
acak dari bagian tengah dan pinggir dengan
menggunakan sendok steril
b) Apabila sampel berbentuk potongan maka
sampel yang akan diambil dipotong-potong
terlebih dahulu dengan menggunakan pisau
steril, pada berbagai bagian dan mencakup
setiap komponen
c) Masukkan sampel kurang lebih 200 gr ke
dalam botol steril bermulut lebar yang telah
disiapkan secara aseptis.

c) Tutup kembali botol sampel yang telah


berisi sampel rapat-rapat agar tidak
terkontaminasi
Untuk contoh makanan cair :
Kocok botol / wadah yang berisi
makanan cair yang akan diambil
sebagai contoh

Bukalah tutup botol/ wadah secara


aseptis
Tuangkan ke dalam botol sampel
sekitar kurang lebih 200 ml secara
aseptis

Tutup kembali botol sampel


tersebut rapat-rapat agar tidak
terkontaminasi
Untuk contoh minuman:
• Kocok botol / wadah yang berisi minuman
yang akan diambil sebagai contoh

• Bukalah tutup botol/ wadah secara aseptis

• Tuangkan ke dalam botol sampel sekitar


kurang lebih 200 ml secara aseptis

• Tutup kembali botol sampel tersebut rapat-


rapat agar tidak terkontaminasi
• Berikan label identitas pada botol/ plastik klip :
Nama TPM, jenis makanan/ minuman, tanggal
pengambilan, nama pengambil contoh dan jam
pengambilan

• Simpan botol ke dalam box pendingin dan


segera dilakukan pengiriman ke laboratorium

• Contoh perlu dianalisa kurang dari 12 jam


III. PENGEMASAN SAMPEL

TUJUAN :
Mempertahankan kondisi sampel dari
tempat pengambilan sampai ke
laboratorium penguji
Siapkan semua peralatan
pendukung
- Cool Box
- Pendingin/ ice pack
- Plastik steril
Cara pengemasan sampel
dengan es batu/ ice pack
1. Siapkan cool box

2. Siapkan es batu atau ice pack

3. Masukkan es batu pada dasar boks


pendingin

4. Masukan sampel ke dalam boks


pendingin

5. Letakkan es batu di sekeliling sampel


agar suhunya tetap dingin (0-4oC)
Menggunakan es kering
• Jika menggunakan es kering maka
pergunakan box sterofoam atau
sejenisnya jangan menggunakan
logam, plastik, gelas atau bahan
yang kedap udara (cantumkan
keterangan “Berisi es kering”)
IV. PENGIRIMAN SAMPEL
• Kirim sampel sesegera mungkin ke
laboratorium penguji

• Sertakan surat pengantar pengujian


sampel

• Pastikan sistem transportasi sampel


tidak merusak kondisi sampel
TERIMA KASIH

semoga bermanfaat