Anda di halaman 1dari 64

ENDOKRIN

OENTOENK
Pendahuluan

 Sistem endokrin bekerja paralel dengan


sistem saraf mengontrol pertumbuhan,
pematangan seksual dan homeostasis.
 Sistem endokrin umumnya bekerja melalui
hormon, sedangkan sistem saraf bekerja
melalui neurotransmiter yang dihasilkan oleh
ujung-ujung saraf
Eksokrin & Endokrin

 Tdpt 2 tipe kelenjar yaitu eksokrin & endokrin.


 Kelenjar eksokrin melepaskan sekresinya ke dlm
duktus pd permukaan tubuh, seperti kulit/organ
internal, spt lapisan traktus intestinal.
 Kelenjar eksokrin termasuk hepar, pankreas
(kelenjar eksokrin dan endokrin), payudara &
kelenjar lakrimalis utk air mata.
 Kelenjar endokrin melepaskan sekresinya langsung
ke dalam darah
Peran hipotalamus dan kelenjar hipofise

 2 kelenjar endokrin yg utama → hipotalamus &


hipofise.
 Aktivitas endokrin dikontrol scr langsung & tak
langsung oleh hipotalamus, yg menghub sistem
persarafan dgn sistem endokrin.
 Dlm berespons thdp input dr area lain dlm otak & dr
hormon dlm darah, neuron dlm hipotalamus
mensekresi bbrp hormon realising & inhibiting.
 Hormon ini bekerja pd sel-sel spesifik dlm kelenjar
pituitary yg mengatur pembentukan & sekresi
hormon hipofise.
 Hipotalamus & kelenjar hipofise dihubungkan oleh
infundibulum.
 Struktur dan
fungsi
hipotalamus
 Hipotalamus terletak di
batang otak tepatnya di
dienchepalon, dekat
dengan ventrikel otak
ketiga (ventrikulus tertius)
 Hipotalamus sebagai pusat
tertinggi sistem kelenjar
endokrin yang menjalankan
fungsinya melalui humoral
(hormonal) dan saraf.
Hormon-hormon hipotalamus
1. ACTH : Adrenocortico Releasing Hormon.
ACIH : Adrenocortico Inhibiting Hormonc.
2. TRH : Tyroid Releasing Hormpnd.
TIH : Tyroid Inhibiting Hormone.
3. GnRH : Gonadotropin Releasing Hormonf.
GnIH : Gonadotropin Inhibiting Hormong.
4. PTRH : Paratyroid Releasing Hormonh.
PTIH : Paratyroid Inhibiting Hormoni.
5. PRH : Prolaktin Releasing Hormonj.
PIH : Prolaktin Inhibiting Hormonk.
6. GRH : Growth Releasing Hormonl.
GIH : Growth Inhibiting Hormon.
7. MRH : Melanosit Releasing Hormonn.
MIH : Melanosit Inhibiting Hormon
Hipotalamus sebagai bagian dari sistem
endokrin mengontrol sintesa dan sekresi
hormon-hormon hipofise. Hipofise anterior
dikontrol oleh kerja hormonal sedang bagian
posterior dikontrol melalui kerja saraf.
KELENJAR HIPOFISIS
(PITUITARY GLAND)
PENDAHULUAN

 Hipofisis adalah organ kecil yang menjuntai di


bawah dasar otak
 Merupakan sebuah kelenjar yang banyak
berperan dalam aktivitas berbagai hormon.
Anatomi

 Kelenjar ini terlindung di


dlm ruang  sella
tursica (bagian dari os
sphenoid) di dasar
tengkorak
Hipofisis dibagi 2 bagian:
1. Lobus anterior (adenohypofisis), tdr:
pars intermedia,
pars distalis (lobus anterior),
pars tuberalis
2. Lobus posterior (Neurohypofisis), tdr:
eminentia mediana
tangkai infundibulum
pars nervosa (lobus posterior, lobus neuralis)
adenohypofisis

neurohypofisis
adenohypofisis

neurohypofisis
Adenohypofisis

 Pars Distalis / Lobus Anterior


 Berdasarkan reaksi pewarnaannya ada 2 jenis:
sel alfa (asidofil) : menyerap zat warna yg bersifat
asam, meliputi:
somatotrops  sekresi GH
mammotrops  sekresi PRL
sel beta (basofil) : zat warna yg bersifat basa
thyrotrops  sekresi TSH
gonadotrops  sekresi LH dan FSH
corticotrops  sekresi ACTH
 Pars Intermedia
- mengelilingi tangkai infundibulum, berhubungan
langsung dengan pars distalis
 peranan langsung belum diketahui
 Hormon yg dihasilkan: Melanocyte Stimulating Hormon 
mempengaruhi pigmen pada kulit
 Pada amphibi hormon ini bekerja pd melanofor
Neurohypofisis

 serabut saraf tidak bermielin


 diantaranya terdapat sel mirip sel glia: Pituicyt
 Menurut Romeis Pituicyt dibagi menjadi :
 reticulopituicyt
 mikropiyuicyt
 adenopituicyt
 fibropituicyt
Hipofisis Anterior

Hormon-hormon :
1. Adenocorticotropic Hormone (ACTH)
2. Thyroid Stimulating Hormone (TSH)
3. Prolactin (PRL)
4. Growth Hormone (GH)
5. Follicle Stimulating Hormone (FSH)
6. Luteinizing Hormone (LH)
Adenocorticotropic Hormone
(ACTH)
 Fg utama : menstimulasi pertumbuhan dan sekresi
korteks adrenal (kortisol)
 Sekresi ACTH dipengaruhi oleh persarafan dan CRH
(corticotropin-releasing hormone).
 Tekanan fisik, emosional dan kimiawi seperti nyeri,
trauma, hipoksia, hipoglikemi, dingin,
pembedahan, depresi dan penambahan vasopresin
serta interleukin-1 dapat menstimulasi ACTH dan
sekresi kortisol
 Ada feedback negatif dari kortisol dan
glukokortikoid sintetis terhadap sekresi ACTH
Growth Hormone
 GH: suatu hormon polipeptida asam amino yang
disintesis dan disekresi oleh somatotrof di pituitari
anterior.
 Fungsi : meningkatkan pertumbuhan linier
 GH meningkatkan sintesis protein dengan
meningkatkan pembentukan asam amino dan
mempercepat transkripsi dan translasi DNA melalui
IGF-1.
 GH juga mempengaruhi metabolisme karbohidrat
 menurunkan pemanfaatan karbohidrat,
mengurangi pemasukan glukosa ke dalam sel.
Thyroid Stimulating Hormone
(TSH)
 Fungsi utama : menstimulasi pertumbuhan
dan sekresi kelenjar tiroid
 Sekresi TSH juga menyebabkan peningkatan
ukuran dan vaskularisasi kelenjar tiroid 
↑sintesis protein melalui mRNA.
 Sekresi TSH dikontrol oleh kelenjar
hipotalamus melalui fungsi stimulasi dan
inhibisi.
Prolaktin (PRL)
 Fungsi :menstimulasi laktasi pd masa post-
partum.
 Selama kehamilan, sekresi prolaktin meningkat
 perkembangan payudara  produksi ASI
(bersama estrogen, progesteron, hPL, insulin
dan kortisol).
 PRL tidak berpengaruh pada regulasi fungsi
kelenjar gonad  hiperprolaktinemia pada
manusia akan mengakibatkan hipogonadisme,
menghilangkan ciri seks sekunder pd ♂ &♀
 Peranan PRL lainnya  memodulasi sistem
imun.
Follicle Stimulating Hormone
(FSH)
 Pada ♀: menstimulasi pertumbuhan ovarian
follicle dan sekresi estrogen
 Pada ♂: produksi sperma
Luteinizing Hormone (LH)

 Pada ♀: stimulasi ovulasi dan pembentukan


corpus luteum
 Pada ♂: stimulasi sekresi testosteron
1. VASOPRESIN (ADH)
- me retensi H2O o/ginjal
- vasopresor (kontraksi otot
polos arteriol)

Hipofisis
Posterior
2. OKSITOSIN
-m’rangsang kontraksi otot polos
uterus u/m’bantu pengeluaran bayi
selama persalinan
-m’dorong pengeluaran susu dr
kel.mamaria selama menyusui
(-) cairan krn keringat/<<minum

Osmoreseptor (m’ukur jml cairan


dlm drh)

Melepaskan ADH

Permeabilitas epitel meningkat

Retensi Na + air

Jmlh urine menurun


Perdarahan hebat

TD menurun

Melepaskan ADH

vasokontriksi

TD meningkat
TIROID

Anatomi
• Kelenjar tiroid terdiri dari
2 lobus (kiri dan kanan)
dihubungkan melalui
isthmus, warna coklat
terang, kenyal
• Lokasinya pada bagian
anterior leher, vertebra
C5-T1, berat 15-20g,
panjang 4-5cm, lebar
2cm, tebal 2-4cm,
dengan tebal isthmus 2-
6mm.
• Pada sisi posterior
melekat erat pada trakea
dan laring
 Sel sekretorik utama tiroid
tersusun menjadi gelembung-
gelembung berongga yaitu
Folikel(menghasilkan 2 hormon-
Tetraiodotironin dan
triiodotironin)
 Lumen bagian dalam dipenuhi
Koloid(Konstituen utamanya
adalah tiroglobulin-berisikan
hormon tiroid
 Sel C (sel sekretorik jenis lain-
mengeluarkan hormon peptida
Kalsitonin)berperan dalam
metabolisme kalsium
Suplai Darah
 A.tiroidea superior : cabang
dari a.karotis eksterna dan
memberi darah sebesar 15-
20%. Sebelum mencapai
kelenjar tiroid, bercabang dua
menjadi ramus anterior dan
ramus posterior, yang akan
beranastomose dengan
cabang a.tiroidea inferior.
 A.tiroidea inferior, lanjutan
dari trunkus tiroservikalis yang
berasal dari a.subklavia, dan
memberikan darah paling
banyak yaitu 76-78%.
 Drainase vena dari kelenjar
tiroid berawal dari pleksus
venosus yang kemudian
bergabung menjadi tiga
percabangan
 V.tiroidea superior yang
menuju ke vena jugularis
interna atau vena fasialis
 V.tiroidea media ke vena
jugularis interna
 V.tiroidea inferior ke vena
brakiosefalika
Fungsi hormon-hormon tiroid
a. Mengatur laju metabolisme tubuh. Baik T3 dan T4 kedua-duanya
meningkatkan metabolisme karena peningkatan komsumsi oksigen dan
produksi panas. Efek ini pengecualian untuk otak, lien, paru-paru dan
testes Kedua hormon ini tidak berbeda dalam fungsi namun berbeda
dalam intensitas dan cepatnya reaksi. T3 lebih cepat dan lebih kuat
reaksinya tetapi waktunya lebih singkat dibanding dengan T4. T3 lebih
sedikit jumlahnya dalam darah. T4 dapat dirubah menjadi T3 setelah
dilepaskan dari folikel kelenjar.
b. Memegang peranan penting dalam pertumbuhan fetus khususnya
pertumbuhan saraf dan tulang
c. Mempertahankan sekresi GH dan gonadotropin
d. Efek kronotropik dan Inotropik terhadap jantung yaitu menambah
kekuatan kontraksi otot dan menambah irama jantung.
e. Merangsang pembentukan sel darah merah
f. Mempengaruhi kekuatan dan ritme pernapasan sebagai kompensasi
tubuh terhadap kebutuhan oksigen akibat metabolisme
g. Bereaksi sebagai antagonis insulin
PARATIROID
 Kelenjar paratiroid menempel pada bagian
anterior dan posterior kedua lobus kelenjar
tiroid oleh karenanya kelenjar paratiroid
berjumlah empat buah.
Parathormon mengatur metabolisme kalsium dan
posfat tubuh.

 Organ :targetnya adalah tulang, ginjal dan usus kecil


(duodenum).
 Terhadap tulang, PTH mempertahankan reabsorpsi tulang
sehingga kalsium serum :meningkat.
 Di tubulus ginjal,hormon inipun akan meningkatkan reabsorpsi
Ca dan Mg di tubulus ginjal, meningkatkan pengeluaran Posfat,
HCO3 dan Na
 PTH mengaktifkan vitamin D. Dengan vitamin D yang aktif akan
terjadi peningkatan absorpsi kalsium dan posfat dari intestin..
 karena sebagian besar kalsium disimpan di tulang maka efek PTH
lebih besar terhadap tulang. Factor yang mengontrol sekresi PTH
adalah kadar kalsium serum
STRUKTUR & FUNGSI ENDOKRIN
PANKREAS
 Pankreas terletak di
retroperiotoneal rongga
abdomen bagian atas, dan
terbentang horizontal dari
cincin duodenal ke lien.
Panjang sekitar 10-20 cm
dan lebar 2,5-5 cm.
mendapat pasokan darah
dari arteri mensenterika
superior dan splenikus.
 Pankreas berfungsi sebagai organ endokrin
dan eksokrin.
 Fungsinya sebagai organ endokrin didukung
oleh pulau-pulau Langerhans.
Pulau Langerhans terdiri 3 jenis sel

 sel alpha yang


menghasilkan yang
menghasilkan
glukoagon
 sel beta yang
menghasilkan insulin
 sel deltha yang
menghasilkan
somatostatin namun
fungsinya belum jelas
diketahui
Organ sasaran

 Hepar
 otot
 jaringan lemak
a. Efek pada hepar

 1) Meningkatkan sintesa dan penyimpanan


glukosa
 2) Menghambat glikogenolisis,
glukoneogenesis dan ketogenesis
 3) Meningkatkan sintesa trigliserida dari
asam lemak bebas di hepar
b. Efek pada otot

 1) Meningkatkan sintesis protein


 2) Meningkatkan transportasi asam amino
 3) Meningkatkan glikogenesisc.
c. Efek pada jaringan lemak

 1) Meningkatkan sintesa trigliserida dari


asam lemak bebas
 2) Meningkatkan penyimpanan trigliserida
 3) Menurunkan lipolisis
REGULASI SEKRESI GLUKAGON
Struktur dan Fungsi Kelenjar
Adrenal
 Terletak di kutub atas kedua ginjal. Disebut
juga sebagai kelenjar suprarenalis karena
letaknya di atas ginjal. Dan kadang juga
disebut sebagai kelenjar anak ginjal karena
menempel pada ginjal.
Kelenjar adrenal terdiri dari dua lapis yaitu
bagian korteks dan bagian medulla.
a. Korteks adrenal

 Korteks adrenal esensial untuk bertahan


hidup. Kehilangan hormon adrenokortikal
dapat menyebabkan kematian. Korteks
adrenal mensintesa tiga kelas hormon steroid
yaitu mineralokortikoid, glukokortikoid, dan
androgen.
Mineralokortikoid
(pada manusia terutama adalah aldosteron)

 dibentuk pada zona glomerulosa korteks adrenal.


Hormon ini mengatur keseimbangan elektrolit
dengan meningkatkan retensi natrium dan ekskresi
kalium. Aktivitas fisiologik ini selanjutnya membantu
dalam mempertahankan tekanan darah normal dan
curah jantung. Defisiensi mineralokortikoid
(penyakit Addison’s) mengarah pada hipotensi,
hiperkalemia, penurunan curah jantung, dan dalam
kasus akut, syok. Kelebihan mineralokortikoid
mengakibatkan hipertensi dan hipokalemia.
Glukokortikoid

 dibentuk dalam zona fasikulata. Kortisol


merupakan glukokortikoid utama pada
manusia. Kortisol mempunyai efek pada
tubuh antara lain dalam:
a. metabolisme glukosa (glukosaneogenesis)
yang meningkatkan kadar glukosa darah
b. metabolisme protein; keseimbangan cairan
dan elektrolit; inflamasi dan imunitas; dan
terhadap stresor.
Androgen

 Merupakan hormon pelengkap ovarium dan


testis
b. Adrenal medulla

 Menghasilkan hormon Epinefrin dan


norepinefrin
 Berfungsi sebagai kesiapan tubuh alam
menghadapi keadaan gawat
Struktur dan Fungsi
Kelenjar Gonad
a.Testes

 Dua buah testes ada dalam skrotum. Testis


mempunyai dua fungsi yaitu sebagai organ endokrin
dan organ reproduksi. Menghasilkan hormon
testosteron dan estradiol dibawah pengaruh LH.
 Pada masa pubertas hormon ini akan merangsang
perkembangan tanda-tanda seks sekunder seperti
perkembangan bentuk tubuh, pertumbuhan dan
perkembangan alat genital, distribusi rambut tubuh,
pembesaran laring dan penebalan pita suara serta
perkembangan sifat agresif.
b. Ovarium

 Seperti halnya testes, ovarium juga berfungsi sebagai organ


endokrin dan organ reproduksi. Sebagai organ endokrin, ovarium
menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Sebagai organ
reproduksi, ovarium menghasilkan ovum (sel telur) setiap
bulannya pada masa ovulasi untuk selanjutnya siap untuk dibuahi
sperma.
 Estrogen dan progesteron akan mempengaruhi perkembangan
seks sekunder, menyiapkan endometrium untuk menerima hasil
konsepsi serta mempertahankan proses laktasi.Estrogen
dibentuk di sel-sel granulosa folikel dan sel lutein korpus luteum.
Progesteron juga dibentuk di sel lutein korpus luteum.
TERIMA
KASIH