Anda di halaman 1dari 27

REFERAT - DISFONIA

KEVIN JONATHAN
406172069
ANATOMI LARING
KARTILAGO
PENYUSUN LARING
• Kartilago Tiroidea (1 buah)
• Kartilago Krikoidea (1 buah)
• Kartilago Aritenoidea (2 buah)
• Kartilago Kornikulata Santorini (2
buah)
• Kartilago Kuneiforme Wrisberg (2
buah)
• Kartilago Epiglotis (1 buah).
CAVUM LARING

• Supraglotis (vestibulum superior) 


ruangan diantara permukaan atas pita
suara palsu dan inlet laring.
• Glotis (pars media)  ruangan yang
terletak antara pita suara palsu dengan pita
suara sejati serta membentuk rongga yang
disebut ventrikel laring Morgagni.
• Infraglotis (pars inferior)  ruangan
diantara pita suara sejati dengan tepi
bawah kartilago krikoidea.
LIGAMENTUM

• Membran Tirohyoid
• Ligamentum krikotiroud dan
krikotrakeal
• Ligamentum vokal, plika
vokalis dan Konus Elastikus
• Membran quadrangular dan
ligamentum vestibular
• Ligamentum epiglotis
OTOT LARING (EKSTRINSIK)

• Otot-otot suprahioid (elevator laring)


• M. Stilohioideus
• M. Milohioideus
• M. Geniohioideus
• M. Digastrikus
• M. Genioglosus
• M. Hioglosus

• Otot-otot Infrahioid (depressor laring)


• M. Omohioideus
• M. Sternokleidomastoideus
• M. Tirohioideus
OTOT LARING
(INTRINSIK)
• Otot-otot adduktor  menutup pita suara
• M. Interaritenoideus transversal dan oblik
• M. Krikotiroideus
• M. Krikotiroideus lateral

• Otot-otot abduktor  membuka pita suara


• M. Krikoaritenoideus posterior

• Otot-otot tensor  menegangkan pita suara


• Tensor Internus : M. Tiroaritenoideus dan M.
Vokalis
• Tensor Eksternus : M. Krikotiroideus
PERSARAFAN
LARING
VASKULARISASI
LARING
FISIOLOGI
FUNGSI LARING

• Fungsi fonasi
• Teori Myoelastik – Aerodinamik
• Teori Neuromuskular

• Fungsi respiratori
• Fungsi proteksi
• Fungsi lainnya
ETIOLOGI DISFONIA  VINDICATE

Vaskular (thoracic aneurysm)

Inflamasi

Neoplasma ( kanker laring dan kanker hilum kiri pada paru)

Degeneratif (amyotrophic lateral sclerosis)

Intoksikasi (merokok, alkohol)

Congenital (laryngeal web)

Alergi (angioedema)

Trauma dan operasi kelenjar tiroid

Endokrin
Anamnesa :
• Onset
• Durasi
• Waktu perubahan suara
• gejala tambahan
DIAGNOSIS • Pekerjaan
• Riwayat pemakaian obat ( u/ pengeringan selaput
lendir saluran vokal [antihistamin, diuretik,
psikotropika])
PETUNJUK KLINIS
Kualitas vokal Kemungkinan penyebab

Desah Arthritis, disfonia spasmodik atau fungsional, masa pada pita suara, paralisis pita suara
Ragu-ragu. tercekik Disfonia spasmodik
Parau, serak, teredam, atau sengau Parkinson disease
Serak memburuk pada pagi hari Laryngopharyngeal reflux(LPR)
Serak memburuk pada akhir hari (sore) Myasthenia gravis, penyalahgunaan vokal
Seperti klakson (Honking) Sarkoidosis
Bernada rendah Hipotiroid, laryngopharyngeal reflux, leukoplakia, muscle tension dysphonia, edema Reinke,
edema pita suara, paralisis pita suara

Keras (raspy) Laryngopharyngeal reflux, muscle tension dysphonia, lesi pita suara
Scanning speech dan disartria Multiple sclerosis
Lemah (volume suara menurun) Paralisis pita suara, Parkinson disease
Suara menghilang, tetapi suara bisikan baik Conversion aphonia
Tegang, artikulasi dipaksakan Muscle tension dysphonia
Tegang Laryngopharyngeal reflux, muscle tension dysphonia, disfonia spasmodik
Tebal, suara dalam dan berbicara lamban Akromegali
Kelelahan vokal Muscle tension dysphonia, myasthenia gravis, Parkinson disease, penyalahgunaan vokal
DIAGNOSIS

Pemeriksaan Fisik :
• Pemeriksaan THT
• Penilaian ketajaman pendengaran
• mukosa saluran napas atas
• Saraf kranial
• Pemeriksaan penyakit sistemik (hipotiroidisme, disfungsi neurologis)
DIAGNOSIS

Pemeriksaan Penunjang :
• Visualisasi laring
• Laringoskopi tidak langsung (indirek)

• Laringoskopi langsung (direk)  rigid telescope, nasofaringoskopi fleksibel

• Video-stroboskopi  melihat getaran pita suara (slow motion)


• Penilaian Suara dan Aliran Udara
• Penilaian Suara Objektif  derajar (grade), kekasaran (roughness), keterengahan (breathyness),
kelemahan (astenitas), dan kekakuan (strain)
• Analisis Akustik  memeriksa energi dalam sinyal listrik yang mewakili suara (Laki laki =
100Hz – 130Hz, Perempuan = 200 Hz – 230 Hz)
• Analisis aerodinamika  mengukur aliran udara selama respirasi dan fonasi (Maximum
Phonation Time [MPT] orang dewasa normal = 15 – 25 s)
• Penilaian aliran udara glotal  pengukuran sensitif yang menangkap jumlah udara yang
melewati pita suara selama fonasi (cc/detik)
DIAGNOSIS BANDING

 Lesi laring Jinak (Benign laryngeal lesions) :


• Laryngitis • Kondroma
• Nodul dan polip pita suara • Neoplasma neuronal : Schwanomma, Neurofibroma
• Edema Reinke
• Amiloidosis
• Kista intrakordal
• Sarcoidosis
• Kista sakular
• Laringokel • Granulomatosis wegener
• Papilomatosis
DIAGNOSIS BANDING

 Lesi Laring Ganas (Malignant laryngeal Lesions) :


• Karsinoma Sel Skuamosa
• Keganasan lain pada laring
DIAGNOSIS BANDING

 Paralisis Pita Suara


 Paralisis pita suara unilateral : suara mendesah, kualitas vokal serak dengan volume
menurun dan kelelahan jika berbicara dalam waktu lama.
 Etiologi : iatrogenik
 Disfonia spasmodik
 Spasme pita suara dalam posisi aduksi selama fonasi, vokal yang dihasilkan adalah
karakteristik tegang dan seolah-olah dicekik.
 Etiologi : gangguan neurologis
DIAGNOSIS BANDING

 Disfonia Fungsional
 Kelainan suara tidak sesuai dengan pengamatan laring
 Etiologi : psikogenik
 Trauma laring
 Cedera eksternal, cedera penetrasi, cedera intubasi
TATALAKSANA
TATALAKSANA

Konservasi vokal
Terapi perilaku suara
Intervensi medis
Intervensi bedah
PENCEGAHAN

Pencegahan Hidrasi
Tindakan pencegahan antirefluks