Anda di halaman 1dari 19

Molecular single-ion magnets based on lanthanides

and actinides: Design considerations and new


advances in the context of quantumtechnologies
Simon G. McAdamsa, Ana-Maria Ariciua, Andreas K. Kostopoulosa, James P.S. Walshb, Floriana Tunaa,
School of Chemistry and Photon Science Institute, University of Manchester, Oxford Road, Manchester M13
9PL, United KingdombDepartment of Chemistry, Northwestern University, Evanston, IL 60208, United States
oleh ;

Herbi E Sentosa
ABSTRACT

f-element single-ion magnets (f-SIMs) ;

 Lanthanide Single-Ion Magnets (Ln-SIMs)


 Actinide Single-Ion Magnets (An-SIMs)

Dengan membahas faktor-faktor utama


yang mempengaruhi sifat magnetik dan
kuantum dari Single ion magnets

Aplikasi dari Single Ion Magnets(SIM) ;


 Ultra-high-density data storage
 Spintronics
 Quantum Information Processing (QIP).
INTRODUCTION

 Single Molecule Magnets(SMM) adalah senyawa logam-organik


yang memiliki sifat superparamagnetik dan menunjukkan slow
magnetic relaxation yang murni berasal dari molekul.
 Single Ion Magnets(SIM) adalah cabang atau sub-kelas dari SMM
dimana senyawa ion logam pada ligan field yang memiliki sifat
magnetik dan menunjukkan slow magnetic relaxation.
 Lantanida dan aktinida adalah unsur-unsur logam transisi blok f,
unsur-unsur ini ditempatkan terpisah dalam tabel periodik untuk
menunjukkan bahwa keperiodikan struktur elektroniknya
berbeda dengan unsur lain.
 Slow magnetic relaxation bermanifestasi sebagai histeresis
dalam medan magnet yang bergantung pada suatu senyawa,
karena momen magnetik dicegah dari relaks ke nilai
keseimbangannya dalam waktu.
Effect of local geometry
 Polynuclear six-coordinate complexes

Panjang ikatan Dy-O ke terminal alkoxide lebih pendek dari pada ke pusat µn-
oksida (n = 5 atau 6) sekitar 0,2-0,3 Å. Penyimpangan relaksasi ini pada keadaan
tereksitasi pertama dan menekan QTM pada zero-field, menghasilkan energi
barrier untuk relaksasi magnetisasi melebihi 800 K, dengan slow magnetic relax
yang diamati hingga 50 K.
 Pseudo-linear Oh and D5h complexes

ion 𝐷𝑦 3+ merupakan geometri pseudo-


oktahedral, dalam koordinat oleh dua ligan
tridentate carbene(karbena tridentat) yang
menempatkan dua dianionic carbon di
sepanjang sumbu-z dan empat donor nitrogen
netral di bidang xy pada koordinat bola. Di sini,
sumbu C = Dy = C hampir linier.
 High rotational symmetry axial ligands

Terlepas dari kesamaan struktural


disamping, sifat magnetik kedua
senyawa ini sangat berbeda.
Sementara senyawa 18
menunjukkan perilaku SIM yang
lemah dengan tidak ada
koersivitas magnetik, senyawa 17
menunjukkan histeresis magnetik
dengan koersif-field besar 7000
Oe pada T = 1,8 K, dan energi
barrier 286 K. Koersivitas
bertahan hingga sekitar 6 K,
sedangkan loop histeresis
bertahan hingga 12 K
effect of ligand modification
Ligan modifikasi menyediakan rute tambahan yang bermultifungsi
untuk mengendalikan perilaku SIM.

Modifikasi Ligan meliputi


 Modifikasi kimia, seperti oksidasi atau protonasi
 Penggantian atom donor terkoordinasi sebagai sarana untuk
mengubah potensial elektrostatik dan / atau panjang ikatan atom
Ln-donor
 Fungsionalisasi / substitusi ligan perifer.
.....................................................................................................
 Ligand oxidation and reduction
 Ligand protonation or deprotonation
 Donor atoms
 Peripheral ligands
Ligand oxidation and reduction

Oksidasi dua elektron dari [{𝑃𝑐(𝑂𝐸𝑡)2 )8 𝑇𝑏]− menjadi


[{𝑃𝑐(𝑂𝐸𝑡)2 )8 𝑇𝑏]+ menghasilkan peningkatan Ueff sebesar 8% dari 728 K
menjadi 791 K karena pemisahan ligand-field yang diperkuat melalui
pemendekan jarak Pc-Pc dan pemendekan jarak 𝑇𝑏𝐼𝐼𝐼 pada koordinat.
Magnet ion tunggal memiliki potensi besar sebagai bit kuantum
molekuler (qubit) untuk pemrosesan informasi kuantum (QIP).