Anda di halaman 1dari 47

HERNIA

Luh Kadek Shastri Utami Wijayanti


1761050018
Tinjauan Pustaka
Definisi

Hernia

•Hernia merupakan penonjolan isi


rongga melalui defek atau bagian
terlemah dari dinding rongga yang
bersangkutan
Epidemiologi

Berdasarkan frekuensi hernia yang sering terjadi, sekitar 75% hernia terjadi di sekitar
lipat paha.
• Hernia ini dapat berupa hernia inguinal direk, indeirek, dan femoralis.

Sekitar 10% hernia merupakan hernia insisional

10% hernia ventralis, 3% hernia umbilikalis

sekitar 3% adalah hernia lainnya


Skema Hernia
Anatomi
Kantong Hernia dan isinya
Isi

• Ileum
• Omentum Majus
• Colon
• Diverticulum Meckel
• Ovarium
• Cairan Ascites
Etiologi

Kongenital
• Sempurna
• Tidak Sempurna
Akuisita
• Peningaktan tekanan intrabdominal (mengejan, angkat beban)
• Konstitusi tubuh (orang gemuk)
Klasifikasi

Berdasarkan
Letaknya

Berdasarkan
Sifatnya
Klasifikasi
Berdasarkan Letaknya
Groin Pelvis

• Hernia Inguinalis Indirek • Hernia Obturator


• Hernia Inguinalis Direk • Hernia Skiatik
• Hernia Femoralis • Hernia Perineal

Anterior Lainnya

• Hernia Epigastrika • Hernia Richter


• Hernia Spieghel • Hernia interstisialis
• Hernia Sikatriks • Hernia Gelincir
Klasifikasi
Berdasarkan Letaknya
Klasifikasi
Berdasarkan Letaknya

Hernia Inguinalis Indirek


• Kantong hernia keluar dari rongga
peritoneum melalui anulus inguinalis
internus yang terletak lateral dari
pembuluh epigastrika inferior.
Anatomi
Kanalis Inguinalis
Kanalis Inguinalis

• Batas Kraniolateral  anulus inguinalis


internus
• Medial Bawah anulus inguinalis eksternus
• Atap aponeurosis otot oblikus eksternus
abdominis dan di dasarnya terdapat
ligamentum inguinale.
• Kanalis inguinalis ini berisi funikulus
spermatikus pada laki-laki dan ligamentum
rotundum pada perempuan
Klasifikasi
Berdasarkan Letaknya

Hernia Inguinalis Direk


• Hernia di mana kantong hernia
menonjol langsung ke depan
melalui trigonum Hesselbach.
Anatomi
Trigonum Hesselbach

Trigonum Hesselbach

• Batas inferior
ligamentum inguinale
• Lateral  vasa epigastrika
inferior
• Medial  tepi otot rektus
abdominis di bagian
medial.
Klasifikasi
Berdasarkan Letaknya

Hernia Femoralis
•Pada pemeriksaan fisik, ditemukan
benjolan lunak di lipat paha di bawah
ligamentum inguinal di medial vena
vemoralis dan lateral tuberkulum pubikum.
Klasifikasi
Berdasarkan Letaknya

Hernia Femoralis
• Pintu masuk hernia femoralis adalah anulus
femoralis.
• Selanjutnya isi hernia masuk ke dalam kanalis
femoralis yang berbentuk corong sejajar dengan
vena femoralis sepanjang kurang lebih 2 cm dan
keluar pada fossa ovalis di lipat paha.
Anatomi
Kanalis Femoralis

Kanalis Femoralis
• Batas kranioventral dibentuk
oleh ligamentum inguiale.
• Kaudodorsal oleh os. pubis dari
ligamentum iliokpektineale
(ligamentum Cooper).
• Sebelah lateral oleh sarung vena
femoralis.
• Sebelah medial oleh ligamentum
lakunare Gimbernati.
Klasifikasi
Berdasarkan Letaknya

Hernia Epigastrika
•Hernia yang menonjol
melalui defek di linea
alba, yang terletak di
sisi kranial umblikus.
Klasifikasi
Berdasarkan Letaknya

Hernia Spieghel
• Hernia interstisialis
yang terletak antara
m.transversus
abdominis dan
m.oblikus internus
abdominis
Klasifikasi
Berdasarkan Letaknya
Hernia Sikatriks
• Hernia sikatriks atau disebut juga
dengan hernia insisional
merupakan hernia yang terjadi
pada bekas luka operasi.
• Sayatan pada nervus
menyebabkan anestesia kulit dan
paralisis otot
• Jika lebih dari dua saraf terpotong
hernia ventralis dapat terjadi
Klasifikasi
Berdasarkan Sifatnya

Reponibel Irreponibel Inkarserata Strangulata


Klasifikasi
Berdasarkan Sifatnya
Klasifikasi
Hernia Lainnya

Hernia Richter
•Hernia strangulata di
mana strangulasinya
hanya menjepit
sebagian dinding
usus.
Klasifikasi
Hernia Lainnya

Hernia Interstisialis
• Hernia interparietalis atau
disebut juga dengan
hernia interstisialis
merupakan hernia yang
kantongnya menjorok ke
dalam celah antara lapisan
dinding perut
Klasifikasi
Hernia Lainnya

Hernia Gelincir
• Hernia gelincir atau disebut juga
dengan sliding hernia merupakan
hernia yang sebagian kantongnya
terbentuk dari organ isi hernia
misalnya sekum atau kandung
kemih.
• Hernia gelincir dapat terjadi karena
isi kantong berasal dari organ yang
letaknya ekstraperitoneum
Manifestasi Klinis

Umumnya keluhan pada orang dewasa berupa benjolan di lipat


paha yang timbul pada waktu mengejan, batuk, atau
mengangkat beban berat, dan menghilang saat istirahat atau
berbaring.

Pada bayi dan anak-anak, benjolan biasanya hilang timbul di lipat


paha di mana hal ini biasanya diketahui orang tua. Jika hernia
tersebut menganggu, maka anak dan bayi seringkali gelisah,
banyak menangis.
Diagnosis

Anamnesis
• Apakah ada benjolan di lipatan paha/perut bagian bawah
pada scrotum/labium mayor pada wanita?
• Apkah ada benjolan timbul pada waktu terjadi peningkatan
tekanan intra abdominal, misalnya mengejan, menangis,
batuk, atau mengangkat beban berat?
• Ada nyeri/tidak?
Diagnosis
Pemeriksaan Fisik

Inspeksi
• Tampak benjolan dilipatan. Apabila tidak didapatkan
benjolan, penderita kita minta untuk melakukan
manuver valsava.
• Benjolan berbentuk lonjong (HIL) atau bulat (HIM)
• Tanda-tanda radang ada atau tidak, pada hernia
inguinalis biasanya tanda radang (-).
Diagnosis
Pemeriksaan Fisik

Palpasi
• Dilakukan dalam keadaan ada benjolan hernia, bila tidak tampak
benjolan penderita diminta mengejan atau melakukan manuver
valsava.
• Tentukan konsistensinya
• Lakukan reposisi (bisa masuk atau tidak)
• Untuk membedakan antara hernia inguinalis lateralis dan
medialis dapat dilakukan beberapa macam test (provokasi test)
Diagnosis
Pemeriksaan Fisik

Auskultasi
• Ditemukan suara bising usus
(diatas benjolan)
Diagnosis
Pemeriksaan Fisik

Zieman Test Thumb Test


Diagnosis
Pemeriksaan Fisik

Finger Test Translumination Test


Diagnosis Banding

Limfadenitis
Hidrokel
inguinalis

Varikokel Lipoma

Limfoma
Tata Laksana
Non Bedah
Tata Laksana Non-Bedah
• Pengobatan konservatif terbatas pada tindakan
melakukan reposisi manual dan pemakaian
penyangga atau penunjang untuk
mempertahankan isi hernia yang telah direposisi.
• Reposisi tidak dilakukan pada hernia inguinalis
strangulata
• Reposisi dilakukan secara bimanual.
• Tangan kiri memegang isi hernia sambil
membentuk corong sedangkan tangan kanan
mendorongnya ke arah cincin hernia dengan
sedikit tekanan perlahan yang tetap sampai
terjadi reposisi
Tata Laksana
Non Bedah

Tata Laksana Non-Bedah


• Reposisi dilakukan dengan
menidurkan anak mengggunakan
sedartif dan kompres es di atas
hernia.
• Bila reposisi berhasil, anak disiapkan
untuk operasi di hari berikutnya.
• Jika reposisi tidak berhasil, maka
operasi harus segera dilakukan
dalam waktu enam jam
Tata Laksana
Bedah
Tata Laksana
Bedah

Tata Laksana Bedah


• Prinsip dasar operasi hernia terdiri atas herniotomi dan hernioplasti

Herniotomi
• Dilakukan pembebasan kantong hernia sampai ke lehernya. Kantong
dibuka, dan isi hernia dibebaskan kalau ada perlekatan kemudian
direposisi.
• Kantong hernia dijahit-ikat setinggi mungkin lalu dipotong
Tata Laksana
Bedah

Hernioplasti
• Dilakukan tindakan memperkecil anulus inguinalis internus dan memperkuat
dinding belakang kanalis inguinalis.
• Dikenal berbagai metode hernioplasti seperti memperkecil anulus inguinalis
internus dengan jahitan terputus, menutup dan memperkuat fasia
transversalis, dan menjahitkan pertemuan otot transversus abdominis internus
dan otot oblikus internus abdominis yang dikenal dengan nama conjoint
tendon, ke ligamentum inguinale Pouparti menurut metode Bassini, atau
menjahitkan fasia transversalis, otot transversus abdominis, dan otot oblikus
internus abdominis ke ligamentum Cooper pada metode Lotheissen-McVay.1
Tata Laksana
Bedah

Hernioplasti Bebas Regangan


• Pada tahun 1980-an dipopulerkan pendekatan operasi bebas
regangan yaitu teknik hernioplasti bebas regangan
menggunakan mesh (hernioplasti bebas regangan), dan
sekarang teknik ini banyak dipakai.
• Pada teknik ini digunakan mesh prostesis untuk memperkuat
fasia transversalis yang membentuk dasar kanalis inguinalis
tanpa menjahitkan otot-otot ke ligamentum inguinale.1
Tata Laksana
Bedah

Hernioplasti Bebas
Regangan
Herniotomi dan Hernioplasti
Hernia Inguinal Direk
Tata Laksana
Bedah

Laparoskopi
• Pada operasi hernia secara laparoskopik, mesh
prostesis diletakan di bawah peritoneum secara
intraperitoneal on-lay mesh procedure (IPOM) pada
dinding perut atau ekstraperitoneum secara
transabdominal preperitoneal technique (TAPP)
atau total extraperitoneal mesh placement (TEP).
Komplikasi

Sumbatan dapat terjadi total atau parisal seperti pada hernia Richter. Bila
cincin hernia sempit, kurang elastis, atau lebih kaku seperti pada hernia
femoralis dan hernia obturatoria, lebih sering terjadi jepitan parsial.

Jarang terjadi inkarserasi retrograd, yaitu dua segmen usus terperangkap di


dalam kantong hernia dan satu segmen lainnya berada dalam rongga
peritoneum seperti huruf W

Jepitan cincin hernia kan menyebabkan gangguan perfusi jaringan isi hernia.
Komplikasi

Pada permulaan terjadi bendungan vena sehingga terjadi edema organ atau struktur
di dalam hernia dan transudasi ke dalam kantong hernia.

Timbulnya edema menyebabkan jepitan pada cincin hernia semakin bertambah


sehingga akhirnya peredaran darah jaringnan terganggu (strangulasi).

Isi hernia menjadi nekrosis dan kantong hernia akan berisi transudat berupa cairan
serosanguinus.

Kalau isi hernia terdiri atas usus, dapat terjadi perforasi yang akhirnya menimbulkan
abses lokal, fistel, atau peritonitis, jika terjadi hubungan dengan rongga perut
Komplikasi
Daftar Pustaka
Daftar Pustaka
1. Malangoni A, Rosen MJ. Hernias. Dalam: Sjamsuhidajat, de Jong, penyunting.
Buku Ajar Ilmu Bedah Sistem Organ dan Tindak Bedahnya (1) Edisi ke-4. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran ECG.
2. Malangoni A, Rosen MJ. Hernias. Dalam: Townsend CM, Beauchamp RD, Evers
BM, Mattox KL, penyunting. Sabiston textbook of surgery: the biological basis
of modern surgical practice. Edisi ke-19. Philadelphia: Elsevier Saunders; 2012.
3. Wibisono E, Jeo WS. Hernia Abdominalis. DalamTanto C, Liwang F, Hanifati S,
Pradipta EA, penyunting. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi ke-4 Jakarta: Media
Aesculapius; 2014.
4. Griffen F. Open surgical repair of inguinal and femoral hernia in adults
[Internet]. Uptodate.com. 2019 [cited 3 August 2019]. Available from:
https://www.uptodate.com/contents/open-surgical-repair-of-inguinal-and-
femoral-hernia-in-adults
Terima Kasih