Anda di halaman 1dari 32

Referat

September 2019

PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT DAN MAKROSOMIA

Novianti Alfina
2018-84-071

Pembimbing:
dr. Novy Riyanti, Sp. OG

Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepanitraan Klinik


Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran
Universitas Pattimura
Ambon 2019
BAB I PENDAHULUAN
PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT)
PENDAHULUAN
Dalam jangka panjang
terdapat dampak berupa
hipertensi, arteriosklerosis,
BBLR karena prematur dan BBLR stroke, diabetes, obesitas,
karena intrauterine growth resistensi insulin, kanker, dan
restriction (IUGR) atau sebagainya. Hal tersebut
Pertumbuhan Janin Terhambat terkenal dengan Barker
(PJT) yaitu bayi cukup bulan hipotesis yaitu penyakit pada
tetapi berat kurang untuk dewasa telah terprogram
usianya. sejak dalam uterus.

Angka mortalitas PJT


meningkat 3-8 kali
dibandingkan dengan bayi
dengan berat lahir normal
PENDAHULUAN

Sekitar 2/3 PJT berasal dari


kelompok kehamilan yang berisiko
tinggi, misalnya hipertensi,
perdarahan antepartum, Nutrisi maternal juga berperan
penderita penyakit jantung, dan penting dalam pertumbuhan dan
kehamilan multipel sedangkan perkembangan janin.
sepertiga lainnya berasal dari
kelompok kehamilan tidak
mempunyai risiko.
BAB II PEMBAHASAN
PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (PJT)
DEFINISI
• Pertumbuhan janin
terhambat ditentukan
bila berat janin kurang
dari 10% dari berat
yang harus dicapai
pada usia kehamilan
tertentu
• Biasanya
perkembangan yang
terhambat diketahui
setelah 2 minggu tidak
ada pertumbuhan
DEFINISI
• Janin KMK diartikan sebagai janin
dengan taksiran berat janin (TBJ) atau
lingkar perut janin pada pemeriksaan
USG yang kurang dari persentil 10
• Beberapa PJT adalah janin KMK,
sementara 50-70% janin KMK adalah
janin konstitusional kecil dengan
pertumbuhan janin yang sesuai dengan
ukuran dan etnis ibu
• Pertumbuhan janin terhambat
menunjukkan terhambatnya potensi
pertumbuhan secara genetik yang
patologis, sehingga didapatkan adanya
bukti-bukti gangguan pada janin seperti
gambaran Doppler yang abnormal, dan
berkurangnya volume cairan ketuban
• PJT adalah ketidak mampuan janin
mempertahankan pertumbuhan yang
diharapkan sesuai dengan kurva
pertumbuhan yang telah terstandarisasi
dengan atau tanpa adanya KMK.
EPIDEMIOLOGI

PJT PJT PJT


-Pada jumlah 1364 bayi -Prevalensi PJT sekitar 8%
Di negara berkembang PJT (20% pertumbuhan dari populasi umum
angka PJT kejadian asimetris, 80% -Di Asia terdapat 9.248 kasus
berkisar antara 2%-8% pertumbuhan simetris). PJT dan di Indonesia kasus
pada bayi prematur, pada PJT mencapai angka 19,8%
bayi matur 5% dan pada -3873 bayi dalam
presentil 25-75 (cukup -52% bayi lahir mati yang
postmatur 15%. berhubungan dengan PJT dan
untuk usia kehamilan). 10% terjadi kematian masa
perinatal sebagai
konsekuensi dari PJT.
PERTUMBUHAN NORMAL
INTRAUTERIN

HIPERPLASIA
HIPERPLASIA DAN HIPERTROFI
Pada 4-20 minggu
kehamilan terjadi HIPERTROFI
Pada 20-28 minggu
mitosis yang sangat
aktifitas mitosis
cepat dan peningkatan Pada 28-40 minggu
menurun, tetapi
jumlah DNA pertumbuhan sel
peningkatan ukuran sel
menjadi maksimal
bertambah.
terutama pada minggu
ke 33, penambahan
jumlah lemak, otot dan
jaringan ikat tubuh.
KLASIFIKASI

ASIMETRIS

SIMETRIS
KLASIFIKASI
FAKTOR RISIKO

Dideteksi sebelum kehamilan Dideteksi selama kehamilan


• Riwayat PJT sebelumnya • Peningkatan kadar MSAFP/Hcg
• Riwayat penyakit kronis • Riwayat minum jenis obat-obatan
• Riwayat Antiphsopholipid tertentu seperti coumarin dan
syndrome (APS) hydantoin
• Indeks massa tubuh yang rendah • Perdarahan pervaginam
• Keadaan hipoksia maternal • Kelainan plasenta
• Partus prematur
• Kehamilan ganda
• Kurangnya penambahan berat
badan selama kehamilan.
ETIOLOGI
Faktor Maternal Fk. Plasenta & Tali Faktor Janin
Pusat
1. HT dalam kehamilan 1. Sindrom twin 1. Infeksi pada janin
2. DM lanjut 2. Totwin transfussion seperti HIV, CMV,
3. Hemoglobinopati 3. Kelainan plasenta rubella, herpes,
4. Penyakit autoimun 4. Solusio plasenta toksoplasmosis,
5. Malnutrisi 5. Plasenta previa sypilis
6. Merokok 6. Insersi tali pusat 2. Kelainan kromoson /
7. Narkotika 7. Kelainan tali pusat genetik (trisomi 13,
8. Kelainan uterus 18, dan 21, triploidy,
turner’s syndrom)
PATOFISIOLOGI
SCREENING PJT
Penapisan PJT dapat dilakukan jika terdapat satu atau lebih
tanda-tanda di bawah ini :
• Gerak janin berkurang
• TFU < 3 cm TFU normal sesuai usia kehamilan
• Pertambahan berat badan < 5 kg pada usia kehamilan 24
minggu atau < 8 kg pada usia kehamilan 32 minggu (untuk ibu
dengan BMI < 30)
• Taksiran berat janin < 10 persentil
• HC/AC > 1
• Volume cairan ketuban berkurang (ICA < 5 cm atau cairan
amnion kantung tunggal terdalam < 2 cm)
DIAGNOSIS
1. Klinis : Faktor risiko
2. Pemeriksaan :
- Palpasi abdomen
- TFU
- Pengukuran Ultrasonographic (USG)
-Non Stres Test (NST)
-Penilaian volume air ketuban / Amniotic Fluid
Index (AFI)
-Penilaian kesejahteraan janin/ Biophisic Score
(BPS)
- Pengukuran Doppler Velocimetry
- Biokimia
TATALAKSANA
Pemantauan
Janin
(Surveillance)

Penatalaksanaan
Kehamilan aterm
Persalinan

Terapi Lain
Penatalaksanaan

Usia Kehamilan <


32 minggu
Kehamilan
preterm
Usia Kehamilan >
32 minggu
MAKROSOMIA
BAB I PENDAHULUAN
MAKROSOMIA
PENDAHULUAN

American College of Obstetricians and Gynecologists

• kata makrosomia tepat digunakan pada janin yang, saat lahir,


memiliki berat 4500 gram atau lebih

Cunningham

• semua neonatus dengan berat badan 4000 gram atau lebih tanpa
memandang usia kemilan dianggap sebagai makrosomia

Pernol ML

• Frekuensi berat badan lahir lebih dari 4000 gram adalah 5,3% dan
yang lebih dari 4500 gram adalah 0,4%.
PENDAHULUAN

Persalinan dengan penyulit


Makrosomia adalah salah satu
makrosomia umumnya faktor
komplikasi pada kehamilan yang
keturunan memegang peranan
akan berdampak buruk pada
penting. Selain itu janin besar
persalinan dan pada saat bayi
dijumpai pada wanita hamil
lahir apabila komplikasi tersebut
dengan diabetes mellitus, pada
tidak dideteksi secara dini dan
postmaturitas dan pada grande
segera ditangani.
multipara.
BAB II PEMBAHASAN
MAKROSOMIA
DEFINISI
Makrosomia adalah bayi yang berat badannya pada saat lahir
lebih dari 4.000 gram Berat neonatus pada umumnya kurang
dari 4000 gram dan jarang melebihi 5000 gram
ETIOLOGI

Pola makan ibu


yang tidak
seimbang atau
berlebihan

Obesitas
Bayi dan ibu yang
menderita
diabetes sebelum
hamil dan bayi
dari ibu yang
menderita
diabetes selama
kehamilan
TANDA DAN GEJALA
• Berat badan lebih dari 4000 gram pada saat lahir
• Wajah menggembung, pletoris (wajah tomat)
• Besar untuk usia gestasi
• Riwayat intrauterus dari ibu diabetes dan polihidramnion
DIAGNOSIS
• Karena saat ini tidak ada metode untuk memperkirakan
ukuran janin yang berlebihan secara akurat, diagnosis
makrosomia tidak dapat dibuat secara definitif sampai bayi
lahir
• Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan akurasi
USG dalam memperkirakan berat janin
• Sejumlah formula telah diusulkan untuk memperkirakan berat
badan janin menggunakan pengukuran kepala, tulang paha,
dan perut
• Perkiraan yang disediakan oleh perhitungan ini, meskipun
cukup akurat untuk memprediksi berat janin yang kecil,
prematur, valid dalam memprediksi berat janin besar
PENANGANAN
1. Intervensi klinis
2. Section Caesarea
3. Induksi persalinan
KOMPLIKASI
1. Pada ibu
• Robekan hebat jalan lahir
• Perdarahan
• Terjadi peningkatan persalinan dengan sectio caesaria.
• Ibu sering mengalami gangguan berjalan pasca melahirkan
2. Pada bayi
• Distosia bahu
• Asfiksia pada bayi
• Brachial Palsy
• Fraktur os. clavicula
• Kematian bila bayi tidak dapat dilahirkan.
• Makrosomia dapat meningkatkan resiko pada bayi mengalami
hipoglikemia, hipokalsemia, hiperviskostas, dan hiperbilirubinemia.
PENCEGAHAN
• Melakukan pemeriksaan kehamilan yang teratur sehingga
kenaikan berat badan janin saat masih dalam kandungan
dapat dikontrol dengan baik.
• Melakukan pemeriksaan kadar gula dalam darah.
• Konsultasikan pola makan dan asupan gizi semasa hamil
dengan dokter.
• Sesuaikan kenaikan berat badan ibu selama kehamilan antara
8-12 kg.
• Lebih banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung
protein (ikan, susu, daging, tahu, tempe) vitamin dan mineral
(sayur dan buah buahan).
• Kurangi makan makanan yang banyak mengandung
karbohidrat
BAB III KESIMPULAN
MAKROSOMIA
KESIMPULAN
• Makrosomia adalah salah satu komplikasi pada kehamilan yang akan
berdampak buruk pada persalinan dan pada saat bayi lahir apabila
komplikasi tersebut tidak dideteksi secara dini dan segera ditangani.
• Bayi besar (makrosomia) adalah bayi yang begitu lahir memiliki
bobot lebih dari 4000 gram. Padahal pada normalnya, berat bayi
baru lahir adalah sekitar 2.500-4000 gram.
• Bayi dari ibu yang menderita diabetes memperlihatkan insiden
sindrom kegawatan pernafasan yang lebih besar dari pada bayi ibu
yang normal pada umur kehamilan yang sama
• Adanya BB yang stabil, panjang badan sesuai dengan usianya tidak
ada pembesaran lingkar kepala dapat menunjukkan kondisi
neonatus yang baik.
• Tanpa memandang besarnya semua bayi dari ibu diabetes sejak
semula harus mendapat pengamatan dan perawatan yang intensif.
TERIMA KASIH