Anda di halaman 1dari 24

Morbus Hansen

Mutiara Ridhoputrie – 1513010033

Pembimbing:
dr. Lucky Handaryati, Sp. KK
Identitas Pasien
Nama : Ny. S
Usia : 21 tahun
Alamat : Desa Karangtalun 2/3
Pekerjaan : Karyawan pabrik garmen
Agama : Islam
Status Pernikahan : Sudah menikah
Tanggal Pemeriksaan : 19 Agustus 2019
Anamnesis
Keluhan Utama
Pasien merasa jari-jari tangannya kaku dan kebal

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke Poliklinik Kulit RSUD Salatiga dengan keluhan jari-jari

tangannya terasa kaku dan kebal sejak 2 tahun terakhir, terutama ibu jari,

jari telunjuk, dan jari manis. Pasien terkadang tidak merasa ketika sedang

memegang atau menggenggam benda yang kecil. Pasien juga mengeluhkan

terdapat luka pada jari tengah tangan kanannya. Keluhan pasien memberat

ketika suhu dingin, pasien merasa mual seperti mabuk dan tangannya memerah

hingga bengkak. Pasien juga mengeluhkan terdapat bercak putih pada

pinggang yang telah lama tetapi tidak hilang.


Riwayat Penyakit Dahulu
Pada tahun 2013, pasien mengeluhkan muncul
bercak putih pada pipi kiri yang meluas ke kedua
tangan dan kaki hingga perut dan pinggang. Keluhan tidak
disertai gatal
tetapi bercak semakin melebar. Kini bercak putihnya membaik, kecuali
yang
ada di pinggang kirinya. Pada tahun 2017, pasien mengeluhkan kedua
tangan
Riwayatdan kakinyaKeluarga
Penyakit bengkak dan ditemukan adanya luka pada
kaki kanannya.
Keluarga pasien tidak ada yang mengalami keluhan serupa.
Riwayat Sosial Ekonomi

Pasien merupakan seorang karyawan pabrik garmen.


Sebelumnya pasien bekerja di pabrik sosis pada tahun 2017 tetapi
hanya 1 minggu bekerja, karena tempatnya bekerja menggunakan
AC kemudian pasien mengeluhkan kedua tangan dan kakinya
bengkak setelah bekerja. Kemudian pasien bekerja di pabrik garmen
pada tahun yang sama selama 1 tahun. Lalu pasien pergi ke luar
Jawa dengan keluarganya dan kembali ke Jawa pada tahun 2019.
Pasien tidak menggunakan asuransi kesehatan ketika melakukan
pemeriksaan.
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Berat Badan : 40 kg
Tekanan Darah : 125/80
Denyut Nadi : 95 x/menit
Status Dermatologi
Lokasi : Abdomen regio lumbalis sinistra
UKK : Patch hipopigmentasi
Lokasi : Phalang distal III dextra
UKK : Ulkus
Pemeriksaan Fisik
Fungsi
Sensoris Motoris
Dextra Sinistra Dextra Sinistra

N. Auricularis dbn Penurunan fungsi dbn Penurunan fungsi


N. Medianus dbn Penurunan fungsi dbn Penurunan fungsi

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
BTA :+
Diagnosis Banding
• Morbus Hansen
• Pitiriasis Versikolor
• Pitiriasis Alba
• Vitiligo

Diagnosis Kerja
• Morbus Hansen Tipe MB

Penatalaksanaan
• MDT
• Mecobalamin
• Fuson
Dokumentasi
Morbus
Hansen
Sinonim : Lepra, Kusta.

Penyakit infeksi kronis yang disebabkan


oleh bakteri Mycobacterium leprae yang
bersifat intraselular obligat. Saraf perifer
sebagai afinitas pertama, lalu kulit dan
mukosa traktur respiratorius bagian atas,
kemudian dapat ke organ lain kecuali SSP.
Etiologi Mycobacterium leprae
Bakteri gram positif dengan ukuran 3-8 μm x 0,5 μm, bersifat tahan asam dan
alkohol.
Masa tunas 40 hari-40 tahun, rata-rata 3-5 tahun

Epidemiologi Di Indonesia Indonesia merupakan negara ketiga terbanyak setelah India dan
Brasil, tercatat 33.739 penderita

Penularan: kontak langsung antar kulit yang lama dan erat dan melalui inhalasi
Cardinal Sign
(minimal 1 tanda +)
• Lesi (kelainan) kulit mati rasa
• Penebalan saraf tepi disertai gangguan fungsi saraf
• BTA positif

Gangguan fungsi saraf: sensoris


Kelainan kulit: bercak
(anestesi), motoris (paralisis/
hipopigmentasi/eritema
paresis), otonom (kulit kering, retak,
Mati rasa: hipoestesi, anestesi
pertumbuhan rambut terganggu
Penegakkan Diagnosis

Anamnesis
• Terdapat tanda kardinal kusta
• Riwayat kontak dengan pasien kusta
• Latar belakang keluarga tinggal di daerah endemis
• Riwayat pengobatan kusta

Pemeriksaan fisik
• Inspeksi lesi kulit
• Palpasi
• Kelainan kulit: nodus, infiltrat, ulkus
• Kelainan saraf: pembesaran, nyeri tekan
• Tes fungsi saraf: sensoris, otonom, motoris
Inspeksi
Bentuk lesi pada lepra
Palpasi
Saraf perifer yang diperiksa
• N. fasialis
• N. aurikularius magnus
• N. ulnaris
• N. medianus
• N. radialis
• N. poplitea lateralis
• N. tibialis posterior
Palpasi

N. Ulnaris
Palpasi

N. Peroneus komunis / N. Poplitea lateralis


Palpasi

N. Tibialis posterior
Tes fungsi saraf

N. Ulnaris N. Medianus N. Peroneus komunis


Pemeriksaan penunjang

• Bakterioskopik
• Indeks bakteri: kepadatan BTA
• Morfologi indeks: persentase bentuk solid
• Pemeriksaan histopatologik
• Pemeriksaan serologik : uji ELISA, uji MLPA
Klasifikasi Lepra menurut WHO

Pausibasiler Multibasiler
Lesi Kulit o 1-5 lesi o > 5 lesi
o Hipopigmentasi/eritema o Distribusi lebih
o Distribusi tidak simetris simetris
o Hilangnya sensasi jelas o Hilangnya sensasi
kurang jelas
Kerusakan Saraf 1 cabang saraf > 1 cabang saraf
Sediaan Apusan BTA negatif BTA positif
Terapi
Evaluasi Terapi
• Release from Treatment: MH tipe PB telah selesai pengobatan MDT 6-9 bulan atau
MH tipe MB selesai pengobatan 12 bulan
• Default: penderita PB tidak mengambil obat > 3 bulan atau penderita MB tidak
mengambil obat > 6 bulan
• Relaps: telah selesai pengobatan dan muncul lesi kulit yang baru

Prognosis
• Quo ad vitam: dubia
• Quo ad functionam: dubia
• Quo ad sanam: dubia
• Quo ad kosmetikam: dubia