Anda di halaman 1dari 25

CASE BASED DISCUSSION

KANDIDOSIS
Farah Akhwanis Syifa
Pembimbing:
dr. Lucky Handaryati, Sp.KK
Identitas Pasien

• Nama : An. Z
• Usia : 15 bulan
• Jenis Kelamin : Laki-laki
• Alamat : Salatiga
• Agama : Islam
• Tanggal Pemeriksaan : 30 Agustus 2019
Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang bersama ibunya dengan keluhan gatal


dan timbul bercak kemerahan di pantat sejak ± 6 bulan
yang lalu. Ibu pasien mengatakan bercak awal muncul
berbentuk lingkaran dan berukuran kecil, keluhan
sempat membaik kemudian memberat kembali setelah
diberi salep Orsaderm (Bethametasone valerate) oleh
bidan. Menurut ibu pasien, sejak 1 minggu ini bercak
bertambah besar dan banyak, anak juga mulai sering
menggaruk hingga lecet.
Riwayat Penyakit Dahulu

Pasien belum pernah mengalami keluhan serupa.

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada anggota keluarga pasien dengan keluhan serupa.
Riwayat asma, alergi makanan dan obat-obatan disangkal.

Riwayat Sosial Ekonomi


Pasien tidak menggunakan asuransi kesehatan.
Pemeriksaan Fisik

a. Status Generalis
• Kesadaran : Composmentis
• Berat badan : 9 kg
• Kepala : Normochepal
• Mata : konjungtiva pucat -/-, ikterik -/-
• Telinga : dbn
• Mulut : dbn
• Leher: dbn
• Thorax : tidak dilakukan
• Abdomen : tidak dilakukan
• Ekstremitas : dbn
b. Status Dermatologi
• Lokalis : Gluteus dextra
•UKK : Plak eritema berbatas tegas dengan erosi,
lesi satelit
Diagnosis Kerja

• Kandidosis

Diagnosis Banding

• Tinea cruris
• Dermatitis intertriginosa
Penatalaksanaan

a. Non Farmakologi
• Menjaga hygiene tubuh
• Menjaga agar kulit area infeksi tidak lembab
• Tidak menggunakan handuk dan pakaian secara bersamaan

b. Farmakologi
• Cetirizine syrup ( 1 x ½ cth )
• Miconazole 2% cream
Dokumentasi
KANDIDOSIS

• Definisi
• Suatu infeksi pada kulit atau selaput lender bersifat akut atau
subakut yang disebabkan oleh jamur genus Candida, terutama
spesies Candida albicans dan dapat mengenai mulut, vagina,
kulit, kuku, bronki, atau paru, kadang-kadang dapat
menyebabkan  septikemia, endokarditis, atau meningitis.

• Epidemiologi
• Tersebar seluruh dunia
• Semua umur
• Laki-laki = perempuan
Etiologi

• Kandidiasis disebabkan oleh genus


candida yang merupakan flora normal
yang hidup pada saluran pencernaan,
saluran alat kelamin wanita, dan
orofaring.
• Candida sp adalah jamur sel tunggal,
berbentuk bulat sampai oval.
• Jumlahnya sekitar 80 spesies dan 17
diantaranya ditemukan pada manusia.
• Candida albicans merupakan yang paling
patogen yang akan patogenik bila terjadi
situasi yang mendukung terjadinya
multiplikasi.
FAKTOR PREDISPOSISI
PERUBAHAN FISIOLOGIK 1. Kehamilan, karena perubahan pH dalam vagina.
2. Kegemukan, karena banyak keringat.
3. Debilitas, karena tidak adanya daya dari tubuh.
4. latrogenik, karena rusaknya sel – sel.
5. Endokrinopaty, karena adanya gangguan gula
darah pada kulit (diabetes).
FAKTOR ENDOGEN 6. Penyakit kronik (TB,SLE) karena keadaan umum
yang buruk dan turunnya imunitas.
UMUR

IMUNOLOGIK (GENETIK)

1. Iklim, panas, dan kelembaban yang menyebabkan


perspirasi meningkat.
2. Kebersihan kulit
FAKTOR EKSOGEN 3. Kontak dengan penderita
4. Kebiasaan merendam kaki terlalu lama dalam air
menyebabkan timbulnya maserasi serta mempermudah
masuknya jamur
Faktor risiko

Cuaca yang Pakaian yang Penyakit


panas sempit inflamatori

Higiene yg buruk Faktor risiko imunosupresif

Flora normal yang


terganggu
Kandidiasis Kutis

1. Kandidiasis kutis lokalisata

Kandidiasis Intertriginosa
• Predileksi : lipatan kulit ketiak, paha, payudara;
intergluteal; antara jari tangan atau kaki; glands penis,
dan umbilikus
• Lesi :
- Bercak berbatas tegas, bersisik, basah, dan eritematosa
- Lesi dikelilingi oleh satelit berupa vesikel dan pustul
kecil atau bula yang bila pecah meninggalkan daerah
erosif warna keputihan ditengahnya dengan pinggir kasar
dan berkembang seperti lesi primer.
2. Kandidiasis kutis generalisata
• Predileksi : glabrous skin, lipat payudara, intergluteal, dan
umbilikus
• Penyakit penyerta : glositis, stomatitis, dan paronikia
• Lesi : ekzematoid dengan vesikel dan pustul
• Predisposisi :
- Bayi karena ibunya menderita kandidiasis vagina. Lesi muncul
saat bayi baru lahir atau beberapa jam setelah lahir dengan Lesi
pertama di muka, leher lalu ke seluruh tubuh dalam waktu 24 jam.
- Bayi dengan gangguan imunologik
Reaksi id (kandidid)

• Terjadi karena reaksi metabolisme kandida


• Lesi : berupa vesikel-vesikel yang bergerombol,
terdapat pada sela jari tangan atau bagian badan
yang lain, mirip dermatofitid. Di tempat tersebut
tidak ada elemen jamur.
• Bila lesi kandidosis diobati, kandidid akan
menyembuh.
• Jika dilakukan uji kulit dengan kandidin (antigen
kandida) memberi hasil positif.
Pemeriksaan Penunjang

 pemeriksaan langsung melalui


kerokan kulit, sputum, tinja, urin,
sekret vagina yang diperiksa dengan
larutan KOH 10% atau dengan
pewarnaan Gram yang terlihat sel
ragi, blastospora, atau pseudohifa.
 Pemeriksaan biakan, yaitu bahan
yang akan diperiksa ditanam dalam
agar dektrosa glukosa sabouraud,
lalu diberi antibiotik (kloramfenikol)
untuk mencegah pertumbuhan
bakteri. Koloni akan tumbuh setelah
Penatalaksanaan

Terapi topikal:

1. Larutan ungu gentian


• 0,5-1 % untuk selaput lendir
• 1-2% untuk kulit
• (dioleskan sehari 2 kali selama 3 hari)
2. Nistatin dapat diberikan berupa krim, salep, emulsi.
3. Amfoterisin B
4. Golongan azol
• krim atau bedak mikonazol 2%
• bedak, larutan dan krim klotrimazol 1%
• Antimikotik topikal lain yang berspektrum
luas.
SISTEMIK

1. Nistatin tablet
2. Amfoterisin B IV
3. dapat diberikan ketokonazol 2x200 mg (5
hari) atau dengan flukonazol 150 mg dosis
tunggal
PROGNOSA

• Prognosis umumnya baik, bergantung pada


berat ringanya faktor predisposisi. Biasanya
dapat diobati tetapi sekali-kali sulit
dihilangkan. Infeksi berulang merupakan hal
yang umum terjadi.
PENCEGAHAN

• Sistem kekebalan tubuh yang sehat dan menjauhi


faktor predisposisi dapat menjaga agar candida tetap
seimbang. Obat – obatan tidak biasa dipakai untuk
mencegah kandidiasis karena menyebabkan candida
menjadi kebal terhadap obat-obatan.
Daftar Pustaka

• Boediardja, Siti Aisah dan Ronny P. Handoko.


2015. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.
Jakarta: FK UI.