Anda di halaman 1dari 49

dari ibu ke anak (PPIA)

Pencegahan penularan HIV

HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE SUPP
HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE HIV

TUJUAN :

Pada akhir sesi peserta memahami :


HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE HIV

3. KESIMPULAN
2. EPIDEMIOLOGI
1. PENDAHULUAN
Sistimatika
PMTCT
• PMTCT – Prevention of Mother-to-
Child Transmission of HIV:
Pencegahan Penularan dari Ibu ke
anak (PPIA)

• The PMTCT Continuum of Care:


kegiatan yang komprehensif,
dari pelayanan, pencegahan,
terapi, dan perawatan, untuk ibu
hamil dan bayinya, selama masa
kehamilan, persalinan,
dan sesudahnya.
Strategi Pencegahan Penularan HIV dari Ibu Ke Bayi dan Kegiatan
Pendukungnya
- Penyuluhan HIV/AIDS ;
Perempuan Usia Reproduktif Cegah Penularan HIV - Pelatihan Perubahan
Perilaku ;
- Penyebar luasa n Materi
Cetak tentang
HIV Positif HIV Negatif Pencegahan HIV ;
- La yanan VCT; dll.

Perempuan HIV Positif Cegah Kehamilan - Konseling;


- Sarana Kontrasepsi

Hamil Tidak Hamil


- Pemberian ARV;
- Konseling Kesehatan

Perempuan Hamil HIV (+) Cegah Penularan ke Bayi Ibu Hamil


- Konseling Pemberian
Makanan Bayi ;
- Pe rsalinan yang Aman

Bayi HIV Positif Bayi HIV Negatif

- Pengobatan ARV;
Perempuan Post Partum
- - Pengobatan Infeksi
Dukungan Psikologis, Oportunistik;
HIV Positif Sosial & Perawatan - Bantuan Pemeriksaan
Kesehatan;
- Layanan Support Group
- Perawatan Anak,
Imunisasi;
- Bantuan Finansial; dll 5
Kegiatan Komprehensif
1. Mencegah terjadinya penularan HIV pada
perempuan usia reproduksi
2. Mencegah kehamilan yang tidak direncanakan
pada ibu dengan HIV
3. Mencegah terjadinya penularan HIV dari ibu
hamil dengan HIV ke bayi yang dikandungnya
4. Memberikan dukungan psikologis, sosial dan
perawatan kepada ibu dengan HIV beserta bayi
& keluarganya
WHO
1 2 3

4
Direktorat Bina Kesehatan Ibu, Ditjen Binkesmas, Depkes 6
6 6
Modul 9, Halaman
Mazami Enterprise © 2009
1. Mencegah terjadinya penularan HIV pada
perempuan usia reproduksi

A bsen seks A bstinence


B ersikap saling setia B e Faithful
C egah dengan kondom C ondom
D ilarang menggunakan napza D rug No
Kegiatan Pencegahan Primer kepada PUS
sebelum terjadinya infeksi
•Penyebar luasan Informasi
•Penyuluhan berkelompok
•Konseling
•Mobilisasi masyarakat
•Layanan bersahabat untuk pria 1
Direktorat Bina Kesehatan Ibu, Ditjen Binkesmas, Depkes 7
7 7
Modul 9, Halaman
Mazami Enterprise © 2009
2. Mencegah kehamilan yang tidak direncanakan
pada Ibu dengan HIV

Karena adanya risiko transmisi kepada bayi , maka pada dasarnya Odha
perempuan tidak dianjurkan untuk hamil

Pilihan kontrasepsi
• Suntik & Implan Bukan kontraindikasi
• Vasektomi & Tubektomi Bila tidak ingin anak lagi
• Spons & Diafragma Kurang efektif
• AKDR Tidak dianjurkan, risiko perdarahan
• Kondom Pilihan utama, karena Dual Protection

1 2
Direktorat Bina Kesehatan Ibu, Ditjen Binkesmas, Depkes 8
8 8
Modul 9, Halaman
Mazami Enterprise © 2009
3. Mencegah terjadinya penularan HIV dari Ibu
hamil dengan HIV ke bayi yang dikandungnya

Merupakan inti dari PMTCT, intervensi berupa:

• Pelayanan kesehatan ibu dan anak yang komprehensif


• Layanan Testing dan konseling
• Pemberian obat antiretrovirus (ARV)
• Konseling tentang HIV dan makanan bayi, serta pemberian
makanan bayi
• Persalinan yang aman.

1 2 3
Direktorat Bina Kesehatan Ibu, Ditjen Binkesmas, Depkes 9
9 9
Modul 9, Halaman
Mazami Enterprise © 2009
4. Memberikan dukungan psikologis, sosial dan
perawatan kepada ibu dengan HIV beserta bayi
& keluarganya

Isu yang mungkin dihadapi oleh ibu dengan HIV:


• Kepatuhan minum ARV
• Biaya untuk pemeriksaan laboratorium setiap 3 bulan
• Biaya untuk memperoleh ARV

Isu yang mungkin dihadapi oleh anak:


• Menjadi yatim-piatu lebih dini
• Biaya pemeliharaan kesehatan lebih besar daripada bayi
normal
• Gangguan tumbuh kembang 1 2 3
Direktorat Bina Kesehatan Ibu, Ditjen Binkesmas, Depkes 10
4 10 10
Modul 9, Halaman
Mazami Enterprise © 2009
Prong IV: MTCT Plus
Menyediakan Perawatan dan Dukungan kepada
Wanita terinfeksi HIV dan keluarganya

Perawatan Medis Dukungan Psikososial


• VCT • Konseling
• Terapi profilaksis • Dukungan spiritual
• Terapi IO • Konseling lanjutan
• HAART • Dukungan masyarakat
• Perawatan paliatif
DEWASA, ANAK-
ANAK DAN
KELUARGA YG
MENGALAMI
DAMPAK HIV
Dukungan HAM dan Hukum:
Dukungan sosioekonomis
• Partisipasi ODHA
• Dukungan material
• Mengurangi stigma/diskriminasi
• micro-credit
• Dukungan nutrisi
HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE HIV

PMTCT Continuum of Care


Peningkatan kunjungan Mengupayakan persalinan

Intrapartum Services (Labor&Delivery)


Antenatal Services

Melanjutkan HAART ibu

Postpartum services
ANC di sarana kesehatan atau
PITC utk HIV dibantu tenaga kesehatan PITC utk HIV
Penyediaan profilaksis ARV Teknik persalinan yang Profilaksis ARV pd bayi
atau HAART jika sdh layak aman
Profilaksis
PITC utk HIV
Konseling dan dukungan kotrimoksasol pada bayi
nutrisi bayi Profilaksis ARV intrapartum
atau melanjutkan HAART Early Infant Diagnosis
Tes ulang utk ibu dgn hasil (EID) dan tes lanjutan
awal negatif Konseling dan dukungan
nutrisi bayi untuk menentukan
Pelayanan KB & kesehatan status HIV bayi
reproduksi Pelayanan KB dan
kesehatan reproduksi Nutrisi bayi
Hubungan dgn
pelayanan, terapi dan
dukungan
Pelayanan KB dan
kesehatan reproduksi
HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE HIV

Infeksi HIV pada Anak: Karakteristik


• Sistem imun yang belum sempurna
– 20% - penyakit berat muncul pada tahun pertama;
>>meninggal pada usia 4 tahun (rapid progressor)
– 80% - gejala muncul pada usia masuk sekolah atau
bahkan remaja (slow progressor)
• Infeksi HIV mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan anak
• Infeksi oportunistik
• Dosis obat, formula obat
• Efek samping obat – penggunaan jangka panjang
• Disclosure, remaja
HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE HIV

Penularan HIV pada Anak


• Transmisi vertikal >90%
– Sebagian besar infeksi HIV pada anak didapat pada
periode perinatal lewat transmisi dari ibu HIV+ ke
bayinya.
– Epidemiologi infeksi HIV anak yang didapat pada
periode perinatal berkaitan erat dgn epidemiologi
infeksi HIV pada perempuan
• Transmisi horizontal
– Transfusi darah
– Jarum suntik – remaja pengguna narkoba
– Hubungan seks (perkosaan, dll)
1. Melaksanakan pelayanan pencegahan
penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) untuk
diintegrasikan pada layanan Kesehatan Ibu dan
Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB) dan
konseling remaja di setiap jenjang pelayanan
kesehatan dengan ekspansi secara bertahap dan
dapat melibatkan peran swasta serta LSM.
2. Setiap perempuan yang datang ke layanan KIA-
KB dan remaja harus mendapat informasi
mengenai PPIA.
4. Di daerah epidemi HIV meluas dan terkonsentrasi,
tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan
wajib menawarkan tes HIV kepada semua ibu hamil
secara inklusif pada pemeriksaan laboratorium rutin
lainnya saat pemeriksaan antenatal atau menjelang
persalinan.
5. Di daerah epidemi HIV rendah, penawaran tes HIV
oleh tenaga kesehatan diprioritaskan pada ibu hamil
dengan IMS dan TB secara inklusif pada
pemeriksaan laboratorium rutin lainnya saat
pemeriksaan antenatal atau menjelang persalinan.
6. Setiap ibu hamil yang positif HIV wajib diberi obat ARV dan
mendapatkan pelayanan perawatan, dukungan dan
pengobatan lebih lanjut (PDP).
7. Pelaksanaan pertolongan persalinan baik secara per
vaginam atau per abdominam harus memperhatikan
indikasi obstetrik ibu dan bayinya serta harus menerapkan
kewaspadaan standar.
8. Sesuai dengan kebijakan program bahwa makanan terbaik
untuk bayi adalah pemberian ASI secara ekslusif selama 0-
6 bulan, maka ibu dengan HIV perlu mendapat konseling
laktasi dengan baik sejak perawatan antenatal pertama.
Namun apabila ibu memilih lain (pengganti ASI) maka, ibu,
pasangan, dan keluarganya perlu mendapat konseling
makanan bayi yang memenuhi persyaratan teknis.
 Perawatan antenatal bagi wanita yang terinfeksi
HIV mencakup layanan dasar yang disarankan
untuk semua wanita hamil
 Menentukan status HIV wanita merupakan
langkah pertama dalam menyediakan
pengobatan, perawatan dan penyediaan
layanan dukungan yang tepat, termasuk akses
atas terapi antiretroviral saat dibutuhkan

18
Perawatanan Antenatal
Konseling pemberian makanan bayi
Perlu dilakukan konseling kepada ibu, pasangan dan
keluarga mengenai manfaat dan risiko pemberian ASI
Eksklusif dan Susu Formula Eksklusif
Perlu diberikan dukungan terhadap ibu mengenai
keputusan terhadap pilihan pemberian makanan bayi.
Apabila pilihan adalah ASI Eksklusif maka dijelaskan
mengenai manajemen laktasi.
Apabila pilihan adalah Susu Formula Eksklusif maka
dijelaskan mengenai syarat AFASS dan cara mencapainya.

Modul 4, Halaman 19
HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE HIV

Penanganan bayi saat persalinan


• Gunakan sarung tangan saat terpapar dengan
darah atau cairan tubuh
• Jepit dan potong tali pusat dengan hati-hati untuk
mengurangi kontaminasi percikan darah
• Keringkan dan bersihkan kulit bayi dengan kain
hangat untuk mengurangi kontaminasi darah atau
cairan tubuh ibu sebelum pindah ke ruang
perawatan
• Hindari penggunaaan gastric tube yang tidak
perlu untuk mencegah trauma mukosa
• Berikan vitamin K dan vaksinasi rutin
HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE HIV

Profilaksis ARV
• Pemberian AZT (Zidovudine) pada bayi prematur:
– Bayi <30 minggu:
• dosis 2 mg/kg/12 jam selama 4 minggu 2mg/kg/8
jam selama 2 minggu
– Bayi 30-35 minggu:
• dosis 2 mg/kg/12 jam selama 2 minggu pertama
• 2mg/kg/8 jam selama 2 minggu kedua
• 4 mg/kg/12 jam selama 2 minggu terakhir
• Nevirapine tidak lagi diberikan: berkaitan dengan risiko
resistensi jika kemudian bayi perlu mendapatkan ART
HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE HIV

Profilaksis Kotrimoksasol

• Diberikan pada semua bayi terekspos HIV (bayi lahir


dari ibu HIV+) dari usia 4-6 minggu (termasuk atau
tidak dalam program PMTCT)
• Diberikan sampai infeksi HIV sudah disingkirkan DAN
ibu sudah tidak memberikan lagi ASI
• Mencegah Pneumocystis Jirovecii Pneumonia dan
juga efektif mencegah toxoplasmosis dan beberapa
infeksi bakteri seperti Salmonella, Haemophilus,
Staphylococcus
JOINT WHO/UNAIDS/UNICEF STATEMENT ON USE OF COTRIMOXAZOLE AS
PROPHYLAXIS IN HIV EXPOSED AND HIV INFECTED CHILDREN
HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE HIV

Profilaksis Kotrimoksasol

• Dosis: 4-6 mg/kg BB TMP 1x/hari, setiap hari


• Sediaan: Sirup 40 mg (TMP) tiap 5 mL, tablet
80 mg (TMP) dan 160 mg (TMP)
• Efek samping: reaksi berat seperti Stevens
Johnson syndrome, insufisiensi ginjal dan/atau
hati atau toksisitas hematologi berat  jarang
pada bayi
NUTRISI APA YANG TERBAIK?
HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE HIV

Mengapa ASI?

• ASI memberikan nutrisi lengkap


dan optimal bagi bayi selama 6-12
bulan pertama
• ASI menurunkan risiko morbiditas
dan mortalitas pada satu tahun
pertama. (WHO Collaborative Study, Lancet Photo from Kenya - IBFAN-Africa

2002)
HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE HIV

Masalah: ASI memiliki risiko transmisi HIV

• Meski ASI mengandung semua unsur yang


diperlukan untuk nutrisi bayi yang sempurna, ASI
juga bisa mengandung virus HIV
• Penularan bisa terjadi sepanjang masa menyusui
• Risiko ibu menularkan HIV melalui ASI dapat
mencapai 40%
Saat transmisi ibu ke anak pada kelompok ASI tanpa ARV:
pemberian ASI menyumbang sampai 40% risiko transmisi

Profilaksis Efektifkah ARV Postpartum


Antepartum Intrapartum Bayi dan/atau Ibu?
Postpartum dini
Antenatal dini (0-1 mo)
(<36 wks)
Postpartum lanjut

Ms persalinan Menyusui (ASI)


35-40%

Antenatal lanjut 1-6 bln 6-24 bln


(36 mg sp lahir)

0% 20% 40% 60% 80% 100%


Proporsi infeksi 27
Tanpa intervensi:
Risiko 5-10% Risiko 10-20% Risiko 10-15%

Intrauterin intrapartum Pasca persalinan

Antiretrovirus •ARV Bayi: ARV


(ARV) •SC Susu formula

Intervensi/PMTCT
HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE HIV
Faktor risiko yg berhubungan dgn transmisi
HIV melalui ASI
• HIV-1 load pd plasma
• CD4+ T-cell
• Jumlah HIV-1 RNA tinggi pada ASI
Maternal • Peradangan, infeksi, luka pada payudara

• Keutuhan mukosa mulut dan usus


• Imaturitas imunologi
• Diet
Bayi • Mixed feeding
• Exclusive breastfeeding
• Lamanya periode menyusui
J Hum Lact. 2006;22:75-88
HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE HIV

PASI

• Keunggulan: tidak mempunyai risiko


menularkan HIV
• Syarat utama: tidak boleh mixed feeding
• PASI harus memenuhi syarat AFASS
AFASS

• Ibu & keluarga tidak mengalami hambatan


dalam memberikan PASI. Hambatan:
Acceptable budaya, sosial, ketakutan akan stigma atau
diskriminasi

• Ibu & keluarga memiliki waktu,


pengetahuan dan keterampilan serta
Feasible sumber daya yang cukup untuk
menyiapkan PASI dan memberikannya
pada bayi sampai 12 kali dalam 24 jam
AFASS

• Ibu & keluarga, didukung masyarakat jika


perlu, dapat membayar biaya pembelian,
penyiapan & penggunaan PASI. Termasuk
Affordable susu formula, bahan bakar, air bersih,
sabun, tanpa mengganggu kesehatan &
nutrisi seluruh keluarga
AFASS
• Ibu dan keluarga memiliki akses yang tidak

Sustainable terputus terhadap suplai seluruh komponen yang


diperlukan utk PASI yang aman selama diperlukan
bayi, sedikitnya sampai usia 1 tahun atau lebih

•Ibu dan keluarga mampu secara benar & higienis menyimpan &
menyiapkan peralatan yg bersih:
•Memiliki akses terhadap penyediaan air bersih
•Menyiapkan PASI dengan gizi cukup dan bebas mikroba
Safe •Mampu mencuci tangan dan peralatan dengan sabun dan secara
teratur mensterilkan peralatan dgn merebus
•Dapat merebus air untuk menyiapkan PASI
•Dapat menyimpan formula yang belum dipakai dalam wadah
yang bersih dan tertutup dan terlindungi dari tikus, serangga dan
binatang lain
 Sangat dianjurkan ASI eksklusif untuk usia 6
bulan pertama
 Setelah usia 6 bulan diberi MP-ASI dan ASI
diteruskan hingga 2 tahun.
1. Cara cepat (flash heating)
Letakkan ASI perah dalam wadah terbuka berbahan
gelas dalam panci berisi air, panaskan panci sampai
air mendidih. Matikan api, segera angkat ASI perah,
tutup dan biarkan berangsur dingin
2. Pasteurisasi cara Pretoria
letakkan ASI dalam tempat berbahan gelas, tutup,
masukkan dalam air panas yang sudah dididihkan
selama 20 menit, lalu angkat dan biarkan dingin
 Pemberian susu formula maupun ASI perah dengan
persiapan yang kurang baik dapat menyebabkan
bayi menjadi sakit dan meninggal karena infeksi
seperti diare atau pneumonia. Pada banyak situasi
risiko kematian akibat infeksi lainnya sama
hebatnya dengan risiko memperoleh HIV
HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE HIV

Early Infant Diagnosis


• Diagnosis dini penting untuk memberikan
inisiasi ART dini
• Inisiasi ART dini memberi prognosis klinis lebih
baik
• Kendala:
– Teknik pemeriksaan
– Biaya
– Pemberian ASI  diperiksa setelah 6 minggu
penghentian ASI
Teknik Pemeriksaan
• Antibodi HIV ibu dapat
ditransfer ke janin melalui
plasenta. Baru hilang pada usia
sekitar 12-18 bulan
• Antibodi HIV (rapid test, ELISA)
tidak bisa dijadikan alat
diagnostik pada anak <18 bulan
• Menggunakan PCR RNA
HIV/viral load: mahal, hanya
tersedia di kota besar.
• Idealnya PCR DNA HIV 
menggunakan kertas saring
(dried blood spot)
HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE HIV
Diagnosis pasti infeksi:
• Dua kali uji virologi positif, usia berapa saja
• ATAU
• Usia >18 bulan dengan hasil uji virologi positif atau uji serologi
positif
Diagnosis pasti tidak ada infeksi pada bayi tanpa ASI:
• Tidak ada bukti klinis ataupun laboratoris dari adanya infeksi HIV
• DAN
• Dua kali hasil uji virologi negatif, keduanya dilakukan pada usia >1
bulan dan salah satunya pada usia >4 bulan, dan tidak pernah positif
• ATAU
• Dua kali atau lebih hasil uji serologi HIV negatif pada usia >6 bulan
 Antibodi HIV dari ibu, dapat terdeteksi sampai umur
anak 18 bulan, →interpretasi hasil sulit pada usia <18
bulan.
 Bayi dengan uji antibodi HIV (+) pada usia 9- 18 bulan
dianggap berisiko tinggi mendapat infeksi HIV, namun
diagnosis definitif saat usia 18 bulan.
 Diagnosis HIV pada anak usia <18 bulan perlu uji
virologi HIV. Anak dengan uji virologi HIV (+)pada usia
berapapun dikatakan terkena infeksi HIV.
 Anak yang mendapat ASI akan terus berisiko terinfeksi
HIV, →infeksi HIV baru dapat disingkirkan setelah ASI
dihentikan lebih dari 6 minggu.
Pemeriksaan PCR HIV

<24 bulan: Mulai ARV dan


ulangi PCR HIV untuk
konfirmasi infeksi

PCR HIV tidak tersedia

PCR HIVtersedia

Mulai ARV dan ulangi PCR HIV untuk konfirmasi


infeksi
HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE HIV

Waktu Pemeriksaan

4-6 minggu: 4-6 bulan: 18 bulan:


PCR HIV PCR HIV Antibodi HIV

HIV task force, Indonesia Pediatric Society


HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE HIV

DIAGNOSIS PRESUMTIF
• Bila ada bayi/anak berumur < 18 bulan dan
dipikirkan terinfeksi HIV, tetapi perangkat
laboratorium untuk PCR HIV tidak tersedia,
tenaga kesehatan diharapkan mampu
menegakkan diagnosis dengan cara
DIAGNOSIS PRESUMTIF.
Diagnosis presumtif HIV pada anak< 18 bulan

Peran penting PITC, mulai dengan serologi


HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE HIV

Outcome

PMTCT

Bayi Bayi
HIV (-) HIV (+)

Follow up
PCR kedua untuk konfirmasi
rutin Lanjutkan kotrimoksasol
Konseling utk ART
Tata laksana anak dgn HIV+
Jadwal kunjungan bayi (disesuaikan dengan modul)

Saat Tiap 6
Kegiatan 10 Hr 4 Mgg 6 Mgg 2 Bln 3 Bln 4 Bln 6 Bln 9 Bln 12 Bln 18 Bln
lahir Bln
Evaluasi klinis √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Berat Badan &
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Panjang Badan
Pemberian makanan SF/ASIe SF/ASI SF/ASI SF/ASI SF/eASI SF/ASI SF/ASI SF+MP SF+MP SF+MP

ARV Profilaksis √ √ √ √
Kotrimoksazol
√ √ √ √ √ √
Profilaksis
Sesuai dengan jadwal imunisasi Depkes/IDAI
Imunisasi
Perhatian khusus untuk BCG
Laboratorium

Hb & Leukosit √ √

Kadar CD4 √

PCR (RNA/DNA) √ √

Serologi HIV √

ASIe= Air Susu Ibu eksklusif BCG= Bacillus Calmette Guerrin HIB= Hemofilus Influenza B PCR= Polimerase Chain Reaction
SF= Susu Formula DTP= Difteri Tetanus Pertusis OPV= Oral Polio Vaccine DNA= Deoxy Ribonucleic Acid
MP= Makanan Padat HepB= Hepatitis B Hb= Hemoglobin RNA= Ribonucleic Acid

Mazami Enterprise © 2009


HIV ART CARE SUPPORT AND TREATMENT HIV ART CARE SUPPORT HIV ART CARE HIV

Imunisasi
• Bayi yang terpapar HIV harus mendapat
imunisasi sesuai dgn jadwal Kemkes RI atau
IDAI untuk melindungi dari berbagai penyakit
• Prinsip umum: tidak memberi vaksin hidup
bila sudah terdapat gejala infeksi HIV
• Perhatian khusus utk BCG