Anda di halaman 1dari 36

KONSEP DASAR PENYULUHAN,

KONSULTASI & PELATIHAN GIZI

Tuti Rahmawati, S.Gz., M.Si


Pengertian Penyuluhan
• Penyuluhan mrpk upaya perubahan perilaku
manusia yang dilakukan melalui pendekatan
edukatif
• Pendekatan edukatif diartikan sebagai
rangkaian kegiatan yang dilakukan secara
sistematik, terencana, terarah dengan serta
aktif individu maupun kelompok masyarakat,
untuk memecahkan masalah masyarakat
dengan faktor sosial, ekonomi, budaya
setempat
Penyuluhan Kesehatan
Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan yang
dilakukan dengan menyebarkan pesan, menanamkan
keyakinan, sehingga masyarakat tidak hanya sadar, tahu dan
mengerti tetapi juga mau dan dapat melaksanakan suatu
anjuranyang ada hubungannya dengan kesehatan.

Penyuluhan gizi merupakan proses belajar untuk


mengembangkan pengertian dan sikap yang positif terhadap
gizi agar yang bersangkutan dapat memiliki dan membentuk
kebiasaan makan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan dan Pelatihan Gizi merupakan bagian dari
pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk
memperoleh dan meningkatkan keterampilan diluar sistem
pendidikan yang berlaku, dalam waktu yang relatif singkat,
menggunakan metode yang lebih mengutamakan praktek
daripada teori
Tujuan Penyuluhan Gizi
1. Terbentuknya sikap positif terhadap gizi
2. Terbentuknya pengetahuan tentang gizi
3. Adanya motivasi untuk mengetahui lebih
lanjut tentang hal-hal yang berkaitan dengan
gizi
4. Terjadinya perubahan perilaku yang lebih
baik
Sasaran Penyuluhan
• Sasaran penyuluhan mencakup :
- individu,
- keluarga,
- kelompok dan
- masyarakat.
• Penyuluhan kesehatan pada individu dapat
dilakukan di rumah sakit, klinik, puskesmas,
posyandu, keluarga binaan dan masyarakat
binaan.
• Penyuluhan kesehatan pada keluarga
diutamakan pada keluarga resiko tinggi,
seperti keluarga yang menderita penyakit
menular, keluarga dengan sosial ekonomi
rendah, keluarga dengan keadaan gizi
yang buruk, keluarga dengan sanitasi
lingkungan yang buruk dan sebagainya.
• Penyuluhan pada sasaran kelompok dapat
dilakukan pada :
- kelompok ibu hamil,
- kelompok ibu yang mempunyai anak balita,
- kelompok masyarakat yang rawan terhadap
masalah kesehatan
seperti kelompok lansia
- kelompok anak sekolah
- pekerja dalam perusahaan dan lain-lain.
• Penyuluhan pada sasaran masyarakat dapat
dilakukan pada :
- masyarakat binaan puskesmas,
- masyarakat nelayan,
- masyarakat pedesaan,
- masyarakat yang terkena wabah dan lain-
lain
Materi/Pesan Penyuluhan
Materi atau pesan yang disampaikan
kepada sasaran hendaknya disesuaikan
dengan kebutuhan kesehatan dari
individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat, sehingga materi yang
disampaikan dapat dirasakan langsung
manfaatnya.
Materi yang disampaikan sebaiknya
menggunakan bahasa yang mudah
dimengerti, tidak terlalu sulit untuk
dimengerti oleh sasaran, dalam
penyampaian
Materi sebaiknya menggunakan metode
dan media untuk mempermudah
pemahaman dan untuk menarik
perhatian sasaran
Langkah Persiapan Penyuluhan

1. Mengenal masalah, masyarakat, dan wilayah


• Mengenal Masalah
• Mengenal program yang akan akan ditunjang
dengan penyuluhan
• Mengenal masalah yang akan ditanggulangi
• Dasar pertimbangan untuk menentukan
masalah
• Pelajari masalah tersebut : pengertian, sikap,
dan perilaku
b. Mengenal masyarakat

•Jumlah penduduk khususnya golongan


rawan.
•Sosial dan ekonomi masyarakat.
•Pola konsumsi di masyarakat.
•Sumber daya.
•Pengalaman masyarakat terhadap program.
•Pengalaman masyarakat di masa lalu
c. Mengenal wilayah

• Lokasi : memperhatikan terpencil,


pegunungan atau datar, jalur transportasi.
• Sifatnya : memperhatikan kapan musim
hujan dan kemarau, daerah kering atau
cukup air, banjir, daerah perbatasan.
2. Menentukan prioritas

• Setelah mengenal masalah, masyarakat, dan


wilayah adalah penentuan tema sebagai
dasar acuan penyuluhan.
• Kemampuan seseorang untuk mempelajari
sesuatu berbeda-beda, demikian juga tahap
perkembangan mental, keadaan lingkungan
dan kesempatannya berbeda-beda sehingga
diperlukan penentuan prioritas untuk
menjadi acuan penjelasan.
3. Menentukan tujuan
Tujuan penyuluhan sebaiknya meliputi :
a. Jangka pendek : diharapkan terciptanya
pengertian, sikap, norma.
b. Jangka menengah : perilaku sehat
c. Jangka panjang : status kesehatan yang
optimal
4. Menentukan Sasaran
Yang harus diperhatikan penyuluh dari segi sasaran
antara lain :
a. Tingkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap
sasaran. Penyuluh harus mengetahui dalam
tingkat mana sebagian besar dari sasaran itu
berada. Setelah itu harus menghubungkannya
dengan tujuan yang akan dicapai. Hal ini penting
untuk dapat menentukan metode mana yang
paling tepat.
b. Sosial Budaya
Penyuluh harus mengetahui adat kebiasaan
sasaran, norma-norma yang berlaku dan
status kepemimpinan yang ada. Hal ini
penting bukan saja dalam pemilihan metode
penyuluhan tetapi juga dalam menentukan
teknik-teknik penyuluhannya.
c. Banyaknya sasaran yang hendak dicapai oleh
seorang penyuluh pada suatu waktu tertentu
akan menentukan metode penyuluhan yang
akan dicapai
Metode Penyuluhan
a. Metode Ceramah adalah suatu cara dalam
menerangkan dan menjelaskan suatu ide,
pengertian atau pesan secara lisan kepada
sekelompok sasaran sehingga memperoleh
informasi tentang kesehatan.
b. Metode Diskusi Kelompok adalah pembicaraan
yang direncanakan dan telah dipersiapkan
tentang suatu topik pembicaraan diantara 5 – 20
peserta (sasaran) dengan seorang pemimpin
diskusi yang telah ditunjuk
c. Metode Curah Pendapat adalah suatu bentuk
pemecahan masalah di mana setiap anggota
mengusulkan semua kemungkinan pemecahan
masalah yang terpikirkan oleh peserta, dan evaluasi
atas pendapat tadi dilakukan kemudian.
d. Metode Panel adalah pembicaraan yang telah
direncanakan di depan pengunjung atau peserta
tentang sebuah topik, diperlukan 3 orang atau lebih
panelis dengan seorang pemimpin.
e. Metode Bermain peran adalah memerankan
sebuah situasi dalam kehidupan manusia dengan
tanpa diadakan latihan, dilakukan oleh dua orang
atu lebih untuk dipakai sebagai bahan pemikiran
oleh kelompok.
f. Metode Demonstrasi adalah suatu cara untuk
menunjukkan pengertian, ide dan prosedur
tentang sesuatu hal yang telah dipersiapkan
dengan teliti untuk memperlihatkan bagaimana
cara melaksanakan suatu tindakan, adegan
dengan menggunakan alat peraga. Metode ini
digunakan terhadap kelompok yang tidak terlalu
besar jumlahnya.
g. Metode Simposium adalah serangkaian ceramah
yang diberikan oleh 2 sampai 5 orang dengan
topik yang berlebihan tetapi saling berhubungan
erat
h. Metode Seminar adalah suatu cara di mana
sekelompok orang berkumpul untuk
membahas suatu masalah dibawah
bimbingan seorang ahli yang menguasai
bidangnya.
Konsultasi Gizi
 Maksud pemberian konsultasi gizi adalah untuk
meningkatkan pengetahuan tentang penyakit,
meningkatkan pengetahuan penderita dan keluarga
tentang asupan gizi yang diperlukan untuk
mempercepat penyembuhan penyakit yang diderita.
 Konsultasi Gizi juga dimaksudkan untuk
meningkatkan status gizi penderita melalui
bimbingan penyusunan menu makanan dan
melakukan evaluasi terhadap peningkatan status gizi
melalui pemantauan kenaikan berat badan.
Langkah-langkah Persiapan Konsultasi

1. Membangun dasar-dasar konsultasi


Pada umumnya klien datang ke pelayanan
konseling gizi karena membutuhkan dukungan
gizi untuk upaya penyembuhan penyakitnya.
 Gunakan ketrampilan komunikasi, sambutlah
klien dengan baik dan ramah, berdiri serta
berikan salam kepada klien.
Persilahkan klien untuk duduk dan buat klien
merasa nyaman.
 Beri waktu klien untuk menceritakan identitasnya,
catat bila belum ada dalam status (nama, umur,
alamat, pekerjaan, dll) serta jangan lupa, perkenalkan
nama anda sebagai konselor.
 Ciptakan hubungan yang positif, berdasarkan rasa
percaya, keterbukaan dan kejujuran berekspresi,
konselor harus menunjukkan dirinya dapat dipercaya
dan kompeten dalam memberikan konseling gizi.
 Setelah tercipta hubungan yang baik antara konselor
dan klien, maka konselor harus menjelaskan tujuan
dari konseling gizi yang akan diberikan.
2. Menggali Permasalahan
Konsultasi gizi merupakan suatu proses yang
didalamnya terdapat kegiatan pengumpulan,
verifikasi, dan interpretasi data yang
sistematis dalam upaya mengidentifikasi
masalah gizi dan penyebabnya.
Dalam kegiatan ini bukan hanya melakukan
pengumpulan data awal tetapi juga bisa
melakukan pengkajian data ulang serta
menganalisis intervensi gizi yang telah
diberikan sebelumnya.
 Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan
informasi atau data yang lengkap dan sesuai dalam
upaya mengidentifikasi masalah gizi yang terkait
dengan masalah asupan energi dan zat gizi atau
faktor lain yang dapat menimbulkan masalah gizi.
 Data yang harus dikumpulkan untuk kemudian dikaji
meliputi data antropometri, data biokimia, data klinis
dan fisik, data riwayat makan serta data riwayat
personal.
 Data yang diperoleh selanjutnya dibandingkan
dengan standar baku / nilai normal, sehingga dapat
dikaji dan diidentifikasi seberapa besar masalahnya.
 Kegiatan ini merupakan landasan dasar untuk
dapat memberikan konsultasi gizi yang optimal
kepada klien. Oleh karena itu data-data yang
dikumpulkan untuk dilakukan pengkajian sampai
ditemukan adanya permasalahan harus benar-
benar tepat.
 Sumber data dapat diperoleh dari rujukan oleh
tenaga kesehatan, melakukan pengukuran dan
wawancara langsung dengan klien, hasil rekam
medis, serta data administratif.
Data riwayat makan dan riwayat personal
diperoleh langsung melalui wawancara
dengan klien.
Untuk itu seorang konselor perlu memahami
cara bertanya yang tepat, dengan
menggunakan ketrampilan konseling
mendengar dan mempelajari diharapkan
informasi yang diperoleh akan akurat atau
mendekati informasi yang sesungguhnya.
Peran Ahli Gizi
tidak melulu mengurusi soal makanan, diet,
dan penyakit saja
Seorang Ahli Gizi memiliki 3 peran, yakni :
1. sebagai dietisien,
2. sebagai konselor gizi, dan
3. sebagai penyuluh gizi.
• Dietisien : adalah seseorang yang memiliki
pendidikan gizi, khususnya dietetik, yang
bekerja untuk menerapkan prinsip-prinsip gizi
dalam pemberian makan kepada individu atau
kelompok, merencanakan menu, dan diet
khusus, serta mengawasi penyelenggaraan
dan penyajian makanan
• Konselor Gizi : adalah ahli gizi yang bekerja untuk
membantu orang lain (klien) untuk mengenali,
mengatasi masalah gizi yang dihadapi, dan
mendorong klien untuk mencari dan memilih cara
pemecahan masalah gizi secara mudah sehingga
dapat dilaksanakan oleh klien secara efektif dan
efisien. Konseling biasanya dilakukan lebih privat,
berupa komunikasi dua arah antara konselor dan
klien yang bertujuan untuk memberikan terapi
diet yang sesuai dengan kondisi pasien dalam
upaya perubahan sikap dan perilaku terhadap
makanan
• Penyuluh Gizi : Yakni seseorang yang
memberikan penyuluhan gizi yang merupakan
suatu upaya menjelaskan, menggunakan,
memilih, dan mengolah bahan makanan untuk
meningkatkan pengetahuan, sikap, dan
perilaku perorangan atau masyarakat dalam
mengonsumsi makanan sehingga
meningkatkan kesehatan dan gizinya
• Ahli Gizi atau seseorang yang sudah
mendapat pendidikan gizi dan tidak bisa
digantikan oleh profesi kesehatan manapun,
karena ketiga peran itu saling berkaitan satu
sama lain, tidak dapat dipisahkan.
• Ahli Gizi juga wajib menguasai tentang
penyakit-penyakit yang berkaitan dengan gizi,
seperti penyakit-penyakit degeneratif,
penyakit-penyakit akibat malnutrisi, dan
penyakit-penyakit infeksi untuk kemudian
disebarluaskan kepada masyarakat.
• Hal-hal yang dapat diinformasikan antara lain
• pengertian dan penjelasan singkat
mengenai penyakit tersebut,
• apa saja tanda dan gejalanya,
• apa penyebabnya,
• bagaimana cara mengatasi, mengobati,
dan mencegahnya,
• apa saja makanan dan minuman yang
dianjurkan dan yang tidak dianjurkan.

Anda mungkin juga menyukai