Anda di halaman 1dari 13

METODE PEMBELAJARAN

LABORATORIUM
BED SIDE TEACHING

Disusun Oleh
Kelompok IV :

Alvina Ramadhanty Mariana


Citra Wahyuni Meilia Jayanti
Elni Gusrina Harahap Ruspa Mardiana
Femilyan Apriyani Santri Indri Yani
Franisca Sera Sefyarni
Keristina Syartika Andriani
Pengertian Bed Side
Teaching
 Bedside teaching adalah pembelajaran
yang dilakukan langsung di depan pasien.
Dengan metode bedside teaching
mahasiswa dapat menerapkan ilmu
pengetahuan, melaksanakan kemampuan
komunikasi, keterampilan klinik dan
profesionalisme, menemukan seni
pengobatan, mempelajari bagaimana
tingkah laku dan pendekatan dokter
kepada pasien.
 Bedside teaching merupakan suatu
metode pembelajaran yang dilakukan di
samping tempat tidur klien, yang terdiri
dari mengkaji kondisi klien dan
pemenuhan asuhan keperawatan
(Nursalam & Ferry, 2008).
Tujuan Bed Side Teaching
Menurut McLeod dan Harden (1985):
 Mengumpulkan dan merekam semua informasi tentang pasien
secara kompleks
 Melakukan pemeriksaan fisik yang lengkap dan teratur
 Melakukan prosedur keterampilan
 Menginterpretasikan data
 Memecahkan masalah secara ilmiah dan professional
 Memberikan informasi yang terpercaya
 Mengembangkan keakraban dengan tim kesehatan lainnya
 Mengembangkan sikap yang tepat untuk pasien dan petugas
kesehatan yang lain
 Mengumpulkan pengetahuan kesehatan yang faktual
 Memperoleh sikap positif untuk belajar mandiri
Prinsip Pelaksanaan Bed Side Teaching

Prinsip pelaksanaan Bedside Teaching antara lain menurut Ramani, S


(2003) dalam Dunn (2013) :
 Sikap fisik maupun psikologis dari pembimbing klinik,
peserta didik, dan klien
 Jumah peserta didik dibatasi, yakni 5-6 orang
 Diskusi pada awal dan pasca demonstrasi didepan klien
dilakukan seminimal mungkin lanjutkan dengan demonstrasi ulang
 Evaluasi pemahaman peserta didik sesegera mungkin terhadap
apa yang
 didapatkan saat itu
 Kegiatan yang didemonstrasikan adalah sesuatu yang belum
pernah diperoleh peserta didik sebelumnya ,atau apabila peserta
didik menghadapi kesulitan penerapannya.
Kelebihan Bed Side Teaching

Menurut McKimm (2010) keuntungan bedside teaching


adalah:
 Dapat melakukan pengamatan kepada role model secara
langsung
 Waktu yang tepat untuk melakukan anamnesis
atau pemeriksaan fisik pasien
 Meningkatkan keterampilan komunikasi
 Meningkatkan kerjasama tim
 Meningkatkan pemahaman terhadap konteks yang dikaji
Kekurangan Bed Side Teaching

Beberapa kelemahan bedside teaching adalah sebagai


berikut (Nursalam, 2008) :
 Dosen/pembimbing klinik dan mahasiswa yang
kurang persiapan fisik, psikologis akan menimbulkan
rasa tidak percaya dalam diri klien.
 Dosen/pembimbing klinik dan mahasiswa yang tidak
memiliki menguasai bahan akan mengurangi efektifitas
pembelajaran.
Langkah – Langkah Bed Side Teaching
1. Tahap Pre-Round
 Perencanaan
 Briefing/orientasi
2. Tahap Round
 Perkenalan atau pengantar
 Interaksi
 Observasi
 Instruksi
 Penyimpulan
3. Tahap Post Round
 Debriefing
 Reflection dan feedback
 Working Knowledge and Education
Pelaksanaan Bedside Teaching

Pelaksanaan bedside teaching antara lain:


1. Membuat peraturan dasar
2. Perkenalan
3. Anamnesa
4. Pemeriksaan fisik
5. Pemeriksaan Penunjang
6. Diskusi
Hambatan Bedside Teaching

Dalam pelaksanaan bedside teaching, ada beberapa


hambatan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan
bedside teaching :
1. Gangguan (misalnya panggilan telepon).
2. Waktu rawat inap yang singkat.
3. Ruangan yang kecil sehingga padat dan sesak.
4. Tidak ada papan tulis.
5. Tidak dapat mengacu pada buku.
6. Pelajar lelah
Adapun beberapa hambatan dari pasien :
1. Pasien merasa tidak nyaman.
2. Menyakiti pasien, terutama pada pasien yang
kondisi fisiknya tidak stabil.
3. Pasien tidak ada di tempat.
4. Pasien salah pengertian dalam diskusi.
5. Pasien tidak terbuka.
6. Pasien tidak kooperatif atau marah.
TERIMA KASIH
CONTOH