Anda di halaman 1dari 10

MANAJEMEN

Produksi Kokon Hingga Menjadi Benang

Dibuat Oleh :
Kelompok 6
PENGERTIAN
K O K O N
Kokon adalah rumah pupa yang
dijalin dari filament filamen
sutra oleh larva instar akhir.

Fun Fact :
Tidak semua ulat sutra berhasil membuat
kokon. Kualitas kokon akan menentukan
kualitas benang yang dihasilkan
LANGKAH-LANGKAH
Membuat Kokon Ulat Sutra Menjadi Benang
Proses Pembuatan
Benang
01 Boiling (Perebusan Kokon)

02 Reeling (Pemintalan)

03 Re-reeling
Re-reeling

Pengepresan dan
04 Pengepakan
BOILING

P E R T A M A
(PEREBUSAN)
Sebelum kokon dipintal, dilakukan
pemasakan terlebih dahulu. Kokon

L A N G K A H
dimasak dalam mesin pemasak
khusus yang disebut mesin boiling
pada suhu 80 0C selama 15 menit.
2
R E E L I N G
LANGKAH KEDUA ( P E M I N TA L A N )
Proses Pembuatan Benang
Kokon yang telah selesai dimasak kemudian
dicari ujung seratnya dengan menggunakan
mesin pintal otomatis dan semi otomatis.
Kokon yang sudah masak dimasukkan ke
bagian mesin yang khusus mencari dan
mengumpulkan ujung serat. Kokon yang
ujung seratnya sudah terkumpul selanjutnya
dipindahkan ke bagian mesin pemintal untuk
dipintal.
RE-REELING
Re-reeling merupakan kegiatan
memindahkan hasil benang dari mesin
reeling yang masih ada di haspel kecil ke
haspel besar.

Setiap haspel besar dapat menampung lima


buah haspel kecil. Kapasitas pemindahan ini
mencapai 1 kg benang sutera per jamnya
dengan tenaga kerja 2 orang. Benang dari
haspel besar sepanjang 1 meter kemudian
disetreng dan dililit (diukel).

LANGKAH KE-3
PENGEPRESAN
DAN
PENGEPAKAN
Pengepresan dilakukan setelah benang
diukel. Satu pres benang sutera rata-
rata mempunyai berat 1 kg yang terdiri
dari 36 ukel. Setelah benang dipres dan
ditimbang, kemudian benang
dimasukkan ke dalam kantong plastik
yang telah diberi label dan siap untuk
dijual.
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
Manajemen Peternakan
Khususnya pada manajemen pakan
dimana mempengaruhi siklus hidup
Lokasi
dan produksi ulat sutra.
Lokasi peternak ulat sutra
mempengaruhi produktivitas kokon
karena ulat sutra merupakan hewan Tepat Waktu
berdarah dingin.
Petani harus tepat waktu dalam
pemanenan kokon. Bila terlalu cepat
maka kokon belum terbentuk
Pengecekan Berkala sempurna, bila terlalu lama kokon akan
Perlu adanya pengecekan secara hancur oleh ulat yang telah dewasa.
berkala guna menghindari serta
memisahkan antara kokon yang cacat
dengan kokon yang baik.
Hal-Hal diatas harus diperhatikan
demi terciptanya Kokon dan
Benang Sutra yang berkualitas.
Terima Kasih