Anda di halaman 1dari 16

OLEH : KELOMPOK 1

Anggota Kelompok

A.A Istri Raka Widi Trisna (171200120)

Desak Made Dwi Sukmayani (171200122)

Dewa Gede Indra Ayusta (171200123)

Gede Hary Putra Astawan (171200124)

I Dewa Gede Ari Sastrawan (171200125)


OVERVIEW MATERI

INFORMASI OBAT
OBAT ANTIHIPERTENSI
DEFINISI &
ANTIHIPERTENSI GOLONGAN ARB
KLASIFIKASI
GOLONGAN ACEI (VASARTAN)
HIPERTENSI
DAN ARB

PATOFISIOLOGI & PERBANDINGAN


PATOGENESIS OBAT
HIPERTENSI ANTIHIPERTENSI
GOLONGAN ACEI
DAN ARB
MENURUT EBM
PADA PASIEN CKD
Definisi Hipertensi
Hipertensi adalah suatu keadaan ketika tekanan darah
meningkat secara persisten diatas normal yaitu >120/80
mmHg (minimal dalam 2x pemeriksaan). Tekanan darah ada 2
macam, yaitu tekanan darah sistolik dan diastolik.
Tekanan darah sistolik
adalah tekanan darah yang terjadi pada saat jantung
berkontraksi. Tekanan ini selalu lebih besar dari tekanan
dari tekanan diastolik.

Tekanan darah diastolik


adalah tekanan darah yang terjadi pada saat jantung
berelaksasi (mengembang). Pengukuran tekanan darah
menggunakan alat Sphygmomanometer. Besarnya
tekanan darah dinyatakan dengan satuan mmHg, misalnya
140/80 mmHg, artinya tekanan darah sistolik 140 mmHg
dan tekanan darah diastolik 80 mmHg (Turdiyanto, dkk.,
2013).
Klasifikasi tekanan darah menurut The Seventh Report of the Joint
National Committee on the Detection, Evaluation, and Treatment of
High Blood Pressure (JNC 7):

Klasifikasi tekanan darah


pada dewasa menurut
ESC guideline
PATOFISIOLOGI &
PATOGENESIS HIPERTENSI

Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak di


pusat vasomotor, pada medula di otak. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras saraf
simpatis, yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medula
spinalis ke ganglia simpatis di toraks dan abdomen. Rangsangan pusat vasomotor
dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui saraf simpatis ke
ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion melepaskan asetilkolin, yang akan
merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah kapiler, dimana dengan
dilepaskannya norepinefrin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah kapiler
PATOFISIOLOGI &
PATOGENESIS HIPERTENSI

Berbagai faktor seperti


kecemasan dan ketakutan dapat
mempengaruhi respon pembuluh
darah terhadap rangsang
vasokontriktor. Individu dengan
hipertensi sangat sensitif
terhadap norepinefrin. Pada saat
bersamaan dimana sistem saraf
simpatis merangsang pembuluh
darah sebagai respon rangsang
emosi, kelenjar adrenal juga
terangsang mengakibatkan
tambahan aktivitas vasokontriksi.
PATOFISIOLOGI &
PATOGENESIS HIPERTENSI

P
A
T
O
S
G K
E
N
E
E M
S A
I
S

Gambar 1. Patogenesis Hipertensi.


PATOFISIOLOGI &
PATOGENESIS HIPERTENSI

Pada dasarnya, tekanan darah dipengaruhi oleh curah jantung dan tekanan perifer. Berbagai
faktor yang mempengaruhi curah jantung dan tekanan perifer akan mempengaruhi tekanan
darah seperti asupan garam yang tinggi, faktor genetik, stres, obesitas, faktor endotel.
OBAT ANTIHIPERTENSI GOLONGAN ACEI DAN ARB

ACEI (Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor)

Mekanisme ACE-Inhibitor adalah menghambat perubahan angiotensin I


menjadi angiotensin II sehingga terjadi vasodilatasi dan penurunan
sekresi aldosteron. ACE-Inibititor sering untuk krisis hipertensi,
hipertensi dengan gagal jantung kongesti. Interaksi : Kombinasi
dengan diuretik, sebaiknya dihindari karena dapat mengakibatkan
hipotensi mendadak (Gunawan et al., 2007). Contoh obat golongan
ACEI antara lain captopril, enalapril, lisinopril dll.

ARB (Angiotensin Receptor Blocker)

Mekanisme ARB adalah berikatan dengan reseptor angiotensin II pada otot


polos pembuluh darah, kelenjar adrenal dan jaringan lain sehingga efek
angiotensin II (vasokonstriksi dan produksi aldosteron yang tidak terjadi akan
mengakibatkan terjadi penurunan tekanan darah). ARB sangat efektif untuk
hipertensi dengan kadar renin tinggi. Kontra indikasi : wanita hamil,
menyusui (Gunawan et al., 2007). Contoh obat golongan ARB antara lain
irbesartan, candesartan, telmisartan, valsartan dll.
Perbedaan ACEI dengan ARB.
PERBANDINGAN OBAT ANTIHIPERTENSI GOLONGAN
ACEI DAN ARB MENURUT EBM PADA PASIEN CKD
Menurut NFK Guideline, pada pengobatan hipertensi
dengan kondisi CKD dapat direkomendasikan dengan dua
golongan yaitu dengan golongan ACEI dan ARB, terlihat pada
bangun dengan garis diatas dijelaskan bahwa jika kombinasi
dengan garis solid adalah yang bermanfaat dan evidence based,
sedangkan kombinasi dengan garis putus-putus tidak
direkomendasikan. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa obat
dengan golongan ACEI dengan ARB tidak dapat dikombinasikan
karena berada pada garis putus-putus.

Obat antihipertensi yang direkomendasikan oleh


JNC VII adalah golongan Angiotensin Converting Enzyme
Inhibitor, Angiotensin Receptor Blocker dan diuretik (Chobanian
et al., 2004).
COUNT...
        Dalam guildeline yang berbeda, pada
sepuluh pasien hipertensi dengan CKD diresepkan
dengan ACE inhibitor yang sesuai dengan pedoman
JNC VII dan WHO. Seiring dengan penggunaan ACE
inhibitor, semua pasien diresepkan CCB dan
setengahnya diresepkan beta blocker - yang tidak dapat
didukung oleh pedoman ini. Secara keseluruhan, 60%
dari antihipertensi yang diresepkan dalam kelompok ini
tidak mengikuti pedoman JNC-VII dan WHO. Beberapa
kombinasi obat antihipertensi sinergis direkomendasikan
oleh pedoman JNC-VII. Di antaranya adalah kombinasi
ARB + diuretik dan beta blocker + diuretik diresepkan
masing-masing dalam 76 dan 73 resep. ARB, sebagai
vasodilator, menyebabkan retensi cairan yang dilawan
oleh diuretik jika diberikan bersamaan. ARB juga
mengurangi aktivitas renin plasma yang meningkat
secara bersamaan dengan pemberian diuretik.
Informasi Obat Antihipertensi Golongan ARB (Valsartan)

Mekanisme Kerja Valsartan


Menghambat pengikatan angiotensin II dengan
reseptor angiotensin II tipe 1, menyebabkan
penurunan tekanan darah; menghambat efek
vasokonstriktor dan aldosteron yang mensekresi
angiotensin II. (Medscape)

Farmakokinetik 2. Distribusi
1. Absorpsi 4.Eliminasi
 Protein terikat: 94-95% Waktu paruh: 6-9 jam
 Ketersediaan hayati: 25%  Vd: 17 L
 Onset: 2 jam Renal Clearance: 0,62 L / jam
 Durasi: 24 jam 3. Metabolisme Total body clearance: 2.2 L / jam
 Waktu serum puncak: 2-4 jam  Dimetabolisme di hati secara
 Respon puncak: 4-6 jam minimal Ekskresi: Tinja (83%), urin (13%)
Metabolit: Valeryl-4-
hydroxyvalsartan (tidak aktif)
KESIMPULAN
Hipertensi adalah suatu keadaan ketika tekanan darah meningkat secara persisten diatas normal
yaitu >120/80 mmHg (minimal dalam 2x pemeriksaan).

Hipertensi merupakan penyakit multifaktorial yang timbul akibat berbagai interaksi faktor-faktor
resiko tertentu. Faktor-faktor resiko yang mendorong timbulnya kenaikan.

Obat antihipertensi antara lain obat golongan ACEI dan ARB.

ACEI menghambat perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II sehingga terjadi vasodilatasi dan
penurunan sekresi aldosterone. Jadi ACEI menghambat produksi angiotensin I.

ARB berikatan dengan reseptor angiotensin II pada otot polos pembuluh darah, kelenjar adrenal dan
jaringan lain sehingga efek angiotensin II (vasokonstriksi dan produksi aldosteron yang tidak terjadi
akan mengakibatkan terjadi penurunan tekanan darah).

 Contoh obat golongan ACEI antara lain captopril, lisinopril dll

Contoh obat golongan ARB antara lain irbesartan , valsartan dll.