Anda di halaman 1dari 7

HIV/AIDS

Pengertian:
• HIV (Human Immuno–Devisiensi Virus) adalah virus yang hanya hidup dalam tubuh manusia,
yang dapat merusak daya kekebalan tubuh manusia.
HIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan
penyakit, bakteri, virus, dan infeksi lainnya menyerang tubuh kita. Tidak seperti virus lainnya,
tubuh tidak bisa menyingkirkan HIV sepenuhnya. Jika sudah terinfeksi HIV, Anda akan
memilikinya sepanjang hidup.

• AIDS (Acguired Immuno–Devisiensi Syndrome) adalah kumpulan gejala menurunnya gejala


kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit dari luar.
Cara Penularan HIV/AIDS
• Hubungan seks
Penularan HIV dapat terjadi saat hubungan seks melalui vagina, anal, maupun seks oral dengan
pasangan yang terinfeksi HIV.
• Penggunaan jarum suntik
HIV dapat ditularkan melalui jarum suntik yang terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi.
Berbagi pakai jarum suntik atau menggunakan jarum suntik bekas, membuat seseorang memiliki
risiko sangat tinggi tertular penyakit, termasuk HIV.
• Selama kehamilan, persalinan atau menyusui
Seorang ibu yang terinfeksi HIV dan mengandung atau menyusui berisiko tinggi untuk
menularkan HIV kepada bayinya.
• Transfusi Darah
Dalam sebagian kasus, penularan HIV juga bisa disebabkan oleh transfusi darah.
Tanda-tanda orang terkena
HIV/AIDS
1. Fase pertama: Infeksi HIV akut
Fase pertama umumnya muncul setelah 2-4 minggu infeksi HIV terjadi. Pada fase awal ini
penderita HIV akan mengalami gejala mirip flu, seperti:
- Sakit kepala.
- Sariawan.
- Kelelahan.
- Radang tenggorokan.
- Hilang nafsu makan.
- Nyeri otot.
- Ruam.
- Bengkak kelenjar getah bening.
- Berkeringat.
Gejala ini bisa bertahan selama 1-2 minggu atau bahkan lebih.
2. Fase kedua: Fase laten HIV
Pada fase ini, penderita HIV/AIDS tidak menunjukkan tanda dan gejala yang khas, bahkan akan
merasa sehat seperti tidak terinfeksi virus. Namun sebenarnya, virus HIV secara diam-diam
berkembang biak dan menyerang sel darah putih yang berperan dalam melawan infeksi. Tanda-
tanda HIV/AIDS pada fase ini memang tidak terlihat, tapi penderita tetap bisa menularkannya
pada orang lain.
3. Fase ketiga: AIDS
AIDS merupakan fase terberat dari infeksi HIV. Pada fase ini, tubuh hampir kehilangan
kemampuannya untuk melawan penyakit. Tanda-tanda HIV AIDS pada tahap ini antara lain berat
badan menurun drastis, sering demam, mudah lelah, diare kronis, dan pembengkakan kelenjar
getah bening.
Pencegahan
• Gunakan kondom saat berhubungan seksual. Gunakan kondom secara benar untuk
menghindari kebocoran.
• Tidak bergonta-ganti pasangan.
• Menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh orang lain. Misalnya melalui luka atau seks
oral.
• Tidak menggunakan peralatan pribadi seperti sikat gigi, alat cukur, dan sex toys bergantian
dengan orang lain.
• Jika Anda berisiko terpapar virus HIV, memulai pengobatan ARV(obat antiretroviral )dini
sebagai pencegahan infeksi HIV, dan rutin memeriksakan status HIV merupakan langkah tepat
untuk menangani HIV.
Terapi Pengobatan HIV/AIDS
Meskipun sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan HIV, namun ada jenis obat yang
dapat memperlambat perkembangan virus. Jenis obat ini disebut antiretroviral (ARV). ARV
bekerja dengan menghilangkan unsur yang dibutuhkan virus HIV untuk menggandakan diri, dan
mencegah virus HIV menghancurkan sel CD4.