Anda di halaman 1dari 8

By. Nunik Eko Setyorini, Amd.

Kep
 Makanan berfungsi untuk mempertahankan,
meningkatkan dan mengembalikan kesehatan yang
optimal
 Budaya mempengaruhi individu dan keluarga dalam
menentukan makanan yang dikonsumsi
 Makanan juga dikaitatkan dengan jenis kelamin,
makanan maskulin atau feminim.
 Makanan juga dikaitkan dengan usia
 Makanan juga berkaitan dengan kondisi kesehatan
seseorang
 Makanan dapat juga memperat hubungan
kekerabatan.
 Makanan dapat membangun dan mempertahankan
hubungan antar manusia.
 Pertumbuhan
 Produksi tenaga
 Pertahanan tubuh
 Stuktur fungsi otak
 Perilaku
 Akibat gizi lebih pada proses tubuh
 Di Kalimantan Barat masih banyak yang
percaya bahwa ibu yang setelah melahirkan
tidak boleh mengkonsumsi ikan dan telur,
karena bisa menyebabkan ASI ibu amis dan
luka jahitan lama kering. Mereka hanya boleh
memakan lada hitam tumbuk yang dicampur
ikan teri untuk menghangatkan tubuh.
 Di Bogor masih ada yang percaya bahwa
kepada bayi dan balita laki-laki tidak boleh
diberikan pisang ambon karena bisa
menyebabkan alat kelamin/skrotumnya
bengkak
 pertumbuhannya menjadi terhambat. Untuk
balita perempuan, mereka dilarang untuk
makan nanas dan timun. Selain itu balita
perempuan dan laki-laki juga tidak boleh
mengonsumsi ketan karena bisa menyebabkan
anak menjadi cadel. Mereka menganggap
bahwa tekstur ketan yang lengket
menyebabkan anak tidak bisa menyebutkan
aksara ‘r’ dengan benar.
Terima kasih..........
1. Perawatan Keluarga dalam Transkultural
2. dimensi struktur kultural dan sosial
3. Nilai – nilai Budaya Keluarga dalam
Transcultural Nursing
4. Faktor yang mempengaruhi Nutrisi
5. Pola Pemenuhan Nutrisi
6. Hubungan Nutrisi dengan Budaya