Anda di halaman 1dari 24

Teori terjadinya kehamilan dan

Diagnosis kehamilan fisiologis


Early division of zygote into multiple cells
Cleavage without increase in size, partitions
contents

Morula
solid ball of cells

Zygote

Blastocyst
with blastocoele cavity
Implantation - Embedding of blastocyst
into uterine lining begins at day 7

Blastocyst - with blastocoele cavity


Trophoblast - outer layer of cells
Inner cell mass - will form embryo

Trophoblast forms syncytial


trophoblast- erodes into endometrium
Cellular trophoblast - carries nutrients
to inner cell mass

Lacunae and primary villi formed


by trophoblast
All of these form placental tissues
3

Fig 28-3
Faktor-faKtor yang mempengaruhi
implantasi
1. Sinkronisasi konseptus
2. Reseptivitas uterus
3. Adhesi konseptus pada uterus
4. Transformasi dan desidualisasi uterus
5. Formasi plasenta definitive
Note:
Berbagai faktor dapat menyebabkan implantasi
abnormal.Keadaan ini kita temukan antara lain pada
kehamilan ektopic dan abortus spontan atau berulang.
Con’t:

 Estrogen meningkat cepat 5 hari sebelum ovulasi. Setelah ovulasi corpus


luteum yang terbentuk mensekresikan progesterone dan estrogen.
 Konsentrasi progesterone yang sangat tinggi selama preimplantasi merupakan
faktor yang penting untuk persiapan implantasi dengan memaksimalkan fase
sekresi endomentrium untuk meningkatkan reseptivitas uterus.
 Salat-Baroux dkk meneliti reseptivitas uterus (implantation window) dan
menyimpulkan bahwa reseptivitas terutama terjadi pada hari ke17 - 19 siklus
menstruasi
Proses invasi

 Saat fase invasi implantasi, syncytiotrophoblast harus dapat menyatu dengan


matrix ekstraselluler dan menembus hingga ke stroma endometrium.
 Invasi trophoblast ke endometrium melalui proses seperti sel tumor melekat
pada matrix ekstraselluler melalui molekul adhesi sel, proteolisis local matrix
ekstraselluler oleh matrix metalloproteinase(MMPs) migrasi sel dan proses
penghentian invasi.
Sistem Immun

 Pada awal kehamilan jumlah lekosit sekitar 30% dari populasi sel stroma. Sistem
lymphoid endometrium terdiri dari sel plasma, sel B intraepitel dan sedikit sel
B pada stroma. Populasi sel yang predominan yaitu makrofag dan sel T.
 Makrofag meningkat pada akhir fase sekresi dan ditemukan pada desidua.
Makrofag menghasilkan citokin termasuk CSF-1 dan Granulosit makrofag CSF
(GM-CSF) yang berperan pada regulasi plasenta. Macrofag pada interfase feto-
maternal bersifat imunosupresan yang memfasilitasi toleransi terhadap fetus
sebagai produk allograf.
Mekanisme Toleransi

 Sel T pada endometrium mengekspresikan CD8 dan CD4 dalam kondisi


seimbang.
 Sel NK mensekresi isoform TGFβ yang berperan sebagai imunosupresi.
 Trophoblast mengekskresikan antigen yang dikenali oleh system imun
mengekspresikan major histocompatiblity complex 1 (MHC I) tetapi tidak
mengekskresikan MHC II yang membedakan self dan nonself.
 Secara partikuler trophoblast mengekspresikan non klasik MHC I, human
leucocyt antigen –G (HLA-G). HLA-G proteksi melawan sel NK dan karena
keterbatasan polimorfism pada HLA-G trophoblast.
 Protein yang mengkode gen HLA-G dari paternal tidak dikenali sebagai
benda asing oleh system imun maternal . Hal ini yang mendasari
mekanisme toleransi maternal terhadap fetus sebagai allograf
Pertumbuhan & perkembangan
embryo & struktur penunjangnya
Plasenta
Diagnosis Kehamilan
Kehamilan matur (cukup bulan) berlangsung kira-kira 40 minggu
(280 hari) dan tidak lebih dari 43 minggu (300 hari). Kehamilan
yang berlangsung antara 28 dan 37 minggu disebut kehamilan
prematur sedangkan kehamilan yang lebih dari 40 minggu disebut
kehamilan postdate dan kehamilan lebih dari 43 minggu disebut
kehamilan postmatur.

Menurut usia kehamilan, kehamilan dibagi menjadi :


1. Kehamilan trimester pertama (0-14 minggu)
2. Kehamilan trimester kedua (14-28 minggu)
3. Kehamilan trimester ketiga (28-42 minggu)
GE J ALA TAK PAS TI

 AMENOREA  Mastodinia
 MUAL MUNTAH  Quickening
 NGIDAM  KONSTIPASI
 PINGSAN  EPULIS
 PAYUDARA TEGANG
 HIPERPIGMENTASI
 SERING KENCING
(CLOASMA, STRIAE)
 EMOSIONAL
Pemeriksaan fisik -- Possible signs

 Suhu badan basal


 Penambahan berat badan
 Pigmentasi
 Perubahan payudara
 Pembesaran abdomen
 Perubahan genital
 Kontraksi uterus
 Ballotement
TANDA TAK PASTI HAMIL

Pembesaran abdomen
Jelas terlihat setelah kehamilan 14 minggu.
- Suhu basal meningkat terus 37,2-37,8 derajat selsius
- Perubahan organ-organ dalam pelvik :
a. Tanda Chadwick : vagina livid, terjadi pada kehamilan kira-kira 6 minggu.
b. Tanda Hegar : segmen bawah uterus lembek pada perabaan.
c. Tanda Piscaseck : uterus membesar ke salah satu jurusan.
d. Tanda Braxton-Hicks : uterus berkontraksi saat dirangsang. Tanda uterus ini
khas pada masa kehamilan.
- Tes kehamilan
Hegar sign
Ballotement
TANDA PASTI HAMIL
 Palpasi: Terasa bagian janin dan balottement serta gerak janin
 Auskultasi: Terdengar denyut jantung janin (DJJ).
 Pemeriksaan laboratorium  test hCG
 Denyut jantung janin
 Stetoskop Laenec : 18-20 weeks
 Doppler : 12 weeks
 Ultrasound : 6- 7 weeks
 Rontgenography : 12-14 weeks  TERATOGENIK
 Terlihat gambaran janin dengan menggunakan ultrasonografi
(USG) atau scanning.
Menentukan usia kehamilan
Rumus Naegele
HPM/HPHT harus teratur,  28 hari
HPL = (Tanggal + 7), (Bulan -3) (Tahun +1)
11-8-03  18-5-04
05-1-03  12-10-03
Durasi: 280 hari (40 minggu)
37 - 41 : kehamilan aterm
28 - 37 : kehamilan preterm
42 atau lebih : kehamilan postterm
Kurang dari 28: Periode abortus
Menentukan usia kehamilan
Tinggi Fundus uteri
Efek kehamilan:

- Konstipasi / obstipasi
Ini disebabkan terjadinya penurunan peristaltik usus oleh hormon steroid.
- Sering kencing
Terjadi karena kandung kemih pada bulan-bulan pertama kehamilan tertekan
oleh uterus yang mulai membesar. Gejala ini akan berkurang perlahan-lahan lalu
timbul lagi pada akhir kehamilan.
- Pingsan dan mudah lelah
Pingsan sering dijumpai bila berada di tempat ramai pada bulan-bulan pertama
kehamilan lalu hilang setelah kehamilan 18 minggu.
- Anoreksia (tidak ada nafsu makan).
 Sekret serviks meningkat karena pengaruh peningkatan hormon
progesteron.
 Epulis (hipertrofi papila gingiva). Sering terjadi pada trimester
pertama kehamilan.
 Perubahan payudara. Payudara menjadi tegang dan membesar
karena pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang
duktus dan alveoli payudara.
 Daerah areola menghitam karena deposit pigmen berlebihan
 Terdapat kolostrum pada kehamilan lebih 12 minggu.
Tes kehamilan:

- Yang banyak dipakai adalah pemeriksaan hormon korionik gonadotropin (hCG)


dalam urin.
- Dasarnya adalah reaksi antigen-antibodi dengan hCG sebagai antigen.
- Cara yang banyak digunakan adalah hemaglutinasi.
- Kadar terendah yang dapat terdeteksi adalah 50 iu/L.
- hCG dapat ditemukan pada hari pertama haid tidak datang.
- Tes yang dikenal antara lain Test Pack Plus hCG-Urine, Sure Step / Sure Strip,
Evatest, Event test, RST-hCG, Beta Gravindex, dsb.
- Hasil positif palsu dapat diperoleh pada penyakit trofoblas ganas.
- Dulu, reaksi yang biasa digunakan antara lain reaksi Galli-Mainini, Friedman dan
Ascheim-Zondek.
Penulisan Diagnosis:

Primigravida : Kehamilan Pertama


Sekundigravida : Kehamilan Kedua
Multigravida : Kehamilan Ke-3 sd 5

Dx: G1P0A0 hamil 28 minggu, JTH (Janin Tunggal Hidup), presentasi kepala belum
dalam persalinan